Matematika Semut

(Berita Mingguan GITS 9Agustus 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari www.creationmoments.com, 31 Des. 2013: “Bisakah semut menghitung? Sepertinya begitu! Ketika seekor semut pemandu menemukan suatu keping makanan yang terlalu besar untuk diangkat, tetapi yang sangat lezat, semut pemandu tersebut akan kembali ke sarang untuk mendapatkan bantuan. Para ilmuwan telah menemukan bahwa semut-semut rupanya mengira-gira seberapa berat pekerjaan yang akan dilakukan sehingga mereka akan kembali ke situs makanan dengan jumlah semut yang pas. Seorang ilmuwan memotong-motong seekor belalang yang sudah mati menjadi tiga keping. Keping kedua dua kali lebih besar daripada keping pertama, dan keping ketiga dua kali lebih besar daripada keping kedua. Ia lalu meninggalkan keping-keping tersebut di berbagai lokasi yang berbeda yang dapat ditemukan oleh semut. Dia memperhatikan ketika masing-masing keping tersebut ditemukan oleh seekor semut pemandu, lalu diperiksa, dan setiap semut pemandu kembali ke sarang. Ketika pemandu kembali ke makanan bersama bala bantuan, ilmuwan tersebut menghitung jumlah semut yang bekerja di setiap keping makanan itu. Keping yang terkecil dikerjakan oleh 28 semut dan keping yang dua kali lebih besar dari itu diserbu oleh 44 semut, yaitu hampir dua kali lebih banyak dari keping pertama. Lalu menurut anda berapa banyakkah semut yang mengerubungi keping yang dua kali lebih besar dari yang kedua? Jika anda menggandakan 44 menjadi 88, maka anda hampir benar – ya, ada 89 semut yang kembali untuk membawa keping yang terbesar ke sarang! Semut-semut tersebut sedang mempraktekkan prinsip Alkitab untuk “menghitung harga sebuah proyek sebelum memulainya.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

James Robison Bergabung dengan Crusade Ekumenis Sang Paus

(Berita Mingguan GITS 2Agustus 2014, sumber: www.wayoflife.org)

James Robison, mantan penginjil Southern Baptist yang menjadi kharismatik, telah bergabung dengan Paus Fransiskus untuk membangun gereja-esa-sedunia. Dalam tulisan blognya, Robison menggambarkan pertemuannya dengan sang paus pada tanggal 24 Juni, menyebut peristiwa itu sebagai “pertemuan supranatural di Vatikan.” Sang Paus dengan pintar memakai istilah-istilah “injili” untuk menggambarkan doktrin Katoliknya yang sesat, misalnya berkata bahwa dia ingin “semua orang memiliki pertemuan pribadi dengan Kristus yang mengubah hidup,” sambil mengabaikan fakta bahwa dogma Roma mengajarkan keselamatan melalui sakramen, mulai dari baptisan. James Robison yang naif tersebut memberikan sang paus “tos,” dan dengan demikian menggenapi peringatan Roma 16:17-18. Robison menulis, “Minggu ini saya diberkati karena menjadi bagian dari suatu gerakan yang barangkali belum pernah terjadi antara kaum injili dengan Paus Katolik. Pada hari Selasa, selama hampir tiga jam, beberapa dari kami terberkati untuk bertemu dalam suatu lingkaran intim, untuk diskusi penuh doa dan makan siang … Kami meneruskan persekutuan yang sedemikian mulia itu yang tidak dapat digambarkan oleh kata-kata. Saya berusaha menahan air mata sambil menuliskan hal ini, sedemikian mulianya kehadiran Yesus yang nyata. Saya tidak bisa tidak bertanya-tanya dalam situasi seperti ini, apakah Yesus, sebagaimana Dia lakukan saat Stefanus dilempari batu yang akhirnya berujung pada pertobatan Saulus dari Tarsis, sambil Ia memandang ke bawah ke Roma, melihat para Injili bersama dengan sang Paus, tidakkah Ia berpaling kepada sang Bapa dan berkata, ‘Lihatlah, Saya pikir doa Saya sebentar lagi akan dijawab. Lihatlah, Bapa…’” (Robison, “Witnessing the Miracle Jesus Prayed For,” JamesRobison.net, 26 Juni 2014).

Pertemuan dengan paus itu dihadiri oleh James dan Betty Robison, John Arnott (pemimpin dari “Toronto Blessing,” yang menampilkan orang-orang berteriak, berjatuhan, tertawa histeris, melolong seperti serigala, meringkik seperti keledai, dan berkotek seperti ayam), Tony Palmer, Kenneth Copeland, dan lainnya. Palmer, yang adalah perwakilan paus bagi kaum Pantekosta dan yang mengatur agar sang paus mengirim salam ekumenis kepada para gembala Pantekosta yang sedang mengikuti crusade Kenneth Copeland pada bulan Februari, meninggal dalam kecelakaan motor tanggal 20 Juni.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

Sumber dari Kebutaan Rohani James Robison yang Menakutkan

(Berita Mingguan GITS 2Agustus 2014, sumber: www.wayoflife.org)

James Robison adalah suatu peringatan hidup tentang bahaya gerakan kharismatik. Pada tahun 1970an, Robison adalah seorang penginjil Southern Baptist yang kuat, yang dengan berani berkhotbah melawan liberalisme theologis yang sedang menyusup ke dalam denominasinya dan yang perlu segera dibongkar. Tetapi, ketika mengalami suatu krisis rohani pribadi pada tahun 1982, melalui usulan istrinya, Betty, dia mengizinkan seorang pengkhotbah kharismatik yang bernama Milton Green, untuk melayani dia. Green mengatakan bahwa Robison adalah “orang yang paling banyak setannya yang pernah saya temui,” dan Robison mengklaim bahwa “penyembuhan” dirinya adalah bagaikan ada suatu capit raksasa yang diambil dari otaknya.

Saya tidak tahu apa yang terjadi pada Robison dalam pertemuan yang aneh itu, tetapi saya tahu bahwa sebagai konsekuensi dari pengalaman itu dia berpaling dari menegur dosa dan pengajaran sesat, dia berubah secara radical dan berpaling kepada filosofi ekumenis. Dia mulai berfokus pada “tidak menghakimi” dan “persatuan” dan mulai membangun hubungan dekat dengan para pengkhotbah kharismatik yang paling radikal, seperti Paul Yonggi Cho, Paul Crouch, Kenneth Copeland, dan Oral Roberts. Dalam majalahnya, Days of Restoration, edisi Jan-Feb. 1986, Robison berkata, “Akan ada MUJIZAT-MUJIZAT, TANDA-TANDA DAN KEAJAIBAN-KEAJAIBAN melebihi apa yang ada dalam Perjanjian Baru bahkan. …SETIAP MURID SEJATI AKAN MELAKUKAN JENIS PEKERJAAN YANG YESUS LAKUKAN.”

Robison bahkan meminta maaf karena perannya dulu dalam perjuangan orang-orang percaya Alkitab konservatif melawan para theolog liberal dalam Southern Baptist Convention. Dia mengunjungi Baylor University yang liberal dan meminta maaf kepada para pemimpin di sana, padahal semestinya ia menegur mereka karena telah memberikan ruang bagi pengajaran evolusi yang jahat itu, dan kesesatan-kesesatan yang lain, dalam sebuah institusi Baptis. Pada Juli 1987, dalam Kongres Amerika Utara tentang Roh Kudus dan Penginjilan Dunia, Robison yang baru menjadi kharismatik tersebut memuji Paus Yohanes Paulus II yang memuja Maria tersebut dan berkata, “Orang-orang yang mengenal dia percaya bahwa dia adalah seorang yang lahir baru.” Saya [David Cloud] duduk hanya beberapa kursi dari dia saat dia mengatakan hal itu, karena waktu itu saya hadir dalam kapasitas pers. Gerakan kharismatik dan musik kontemporernya adalah salah satu balok penyusun gereja-esa-sedunia yang paling efektif. Roh manapun yang tidak mau menegur dosa dan kesalahan dan kesesatan bukanlah Roh Allah, karena empat kali dalam Kitab Suci Ia disebut “Roh Kebenaran.”

Posted in Ekumenisme, Katolik, Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Robert Boyle: Ilmuwan Penciptaan

(Berita Mingguan GITS 2Agustus 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari www.creationmoments.com, 25 Juni 2013: “Hari ini kita sering mendengar bahwa tidak ada ilmuwan sejati yang percaya penciptaan karena ilmu pengetahuan membuktikan penciptaan itu tidak benar. Tetapi faktanya, kebanyakan dari para pendiri dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan modern adalah orang-orang yang percaya penciptaan, sama seperti banyak ilmuwan hebat hari ini. Salah satu ilmuwan paling terkenal sepanjang zaman adalah Robert Boyle. Boyle, yang hidup di penghujung abad 17, melakukan kerja pionir dalam bidang kimia dan fisika. Mungkin anda pernah mendengar tentang ‘Hukum Boyle,’ yang menghubungkan tekanan, suhu, dan volume dari gas. ‘Hukum Boyle’ dipelajari oleh setiap murid tingkat SMA hari ini. Boyle juga adalah seorang Kristen yang berdedikasi penuh. Dia menyumbangkan uang dalam jumlah yang besar untuk penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa yang belum memiliki Kitab Suci. Boyle juga sangat khawatir tentang orang-orang, yang pada zamannya, berpikir bahwa ilmu pengetahuan dapat menemukan kesalahan Alkitab. Orang-orang seperti ini adalah pendahulu kaum evolusionis hari ini. Untuk melawan ide seperti demikian, Boyle, bersama dengan orang-orang lain, mendirikan Royal Society of London, sebagai salah satu organisasi modern pendukung penciptaan yang pertama. Dia juga mendanai ‘Kuliah-Kuliah Boyle’ yang terkenal itu dalam wasiatnya, dengan catatan bahwa kuliah-kuliah ini haruslah memberikan pandangan ilmiah yang menegaskan kebenaran Alkitab. Boyle menyebut ilmu pengetahuan sebagai suatu tugas rohani untuk belajar lebih banyak lagi tentang karya tangan sang Pencipta.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Mantan Uskup Agung Canterbury Mempraktekkan Meditasi Buddha/Katolik

(Berita Mingguan GITS 26Juli 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Rowan Williams, mantan Uskup Agung Canterbury, mengaakan bahwa ia mempraktekkan suatu kombinasi meditasi cara Buddha/Katolik/Ortodoks. Setiap pagi dia mengulangi doa yang sama sambil melakukan latihan pernapasan. Disebut “Doa Yesus,” doa ini terdiri dari repetisi kosong dari kata-kata “Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah, kasihanilah aku, seorang berdosa.” Dia mengatakan bahwa “keterpaparan dan interaksi dengan dunia Buddha, khususnya, telah membuat saya sadar akan praktek-praktek yang tidak jauh berbeda dari ‘Doa Yesus’ dan memperkenalkan saya kepada disiplin-disiplin yang semakin memperkuat keheningan dan fokus fisik yang diperlukan dalam doa itu” (“Rowan Williams: How Buddhism Helps Me Pray,” The Telegraph, London, 2 Juli 2014). Dia mengatakan bahwa praktek tersebut membantu dia melepaskan dirinya sendiri dari “gambar-gambar dan pikiran-pikiran yang menganggu dan melayang-layang.” Mempraktekkan teknik imajinasi mental, dia membayangkan tubuh manusia seperti suatu goa yang dilewati oleh nafas. Dia mengatakan bahwa para pengikut teknik-teknik ini dalam mencapai “tingkatan atas” dan menjadi sadar akan suatu “terang internal yang tidak terputus.”

Praktek-praktek perenungan yang tidak alkitabiah, seperti Doa Yesus, doa visualisasi, doa nafas, dan doa pemusat, sangatlah berbahaya. Banyak orang yang mempraktekkan hal-hal ini pada akhirnya menjadi percaya akan konsep kafir tentang Allah, seperti Pantheisme (Allah adalah segala sesuatu) dan panentheism (Allah ada dalam segala sesuatu). Melalui praktek-praktek ini, orang biasanya menjadi semakin ekumenis dalam pemikiran. Doa kontemplatif adalah salah satu balok penting pembangung gereja-esa-sedunia akhir zaman. 

Posted in Ekumenisme, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Orang-Orang Kristen di Irak Diberi Pilihan, Masuk Islam, Bayar Pajak, atau Mati

(Berita Mingguan GITS 26Juli 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Christians Get Islamic State’s Warning,” Al Jazeera, 19 Juli 2014: “Kelompok Islamic State telah mengancam orang-orang Kristen di kota Irak, Mosul, dengan kematian jika mereka tidak masuk Islam atau membayar semacam pajak, demikian diketahui oleh Al Jazeera. Kelompok pemberontak Sunni tersebut memberikan perintah ini dalam sebuah surat setelah sholat Jumat. Dokumen tersebut, yang diperoleh oleh Al Jazeera, menyatakan bahwa perintah ini dikeluarkan setelah pemimpin-pemimpin Kristen gagal untuk menghadiri sebuah pertemuan yang diserukan oleh kelompok Islam tersebut. Sebagai respons, kelompok Islam itu mengatakan dalam surat itu bahwa orang-orang Kristen harus masuk Islam, atau membayar pajak non-Muslim, yang disebut sebagai jiziya, atau meninggalkan harta benda mereka dan pergi dari kota. Gagal melakukan hal ini akan berakibat hukuman mati, ‘sebagai jalan terakhir.’

Mosul, kota kedua terbesar di Irak, dikuasai oleh kelompok Islamic State dan sekutu mereka bulan lalu. …Sebelum serangan itu, komunitas Kristen di Mosul diperkirakan ada 3000 orang. Banyak yang diperkirakan sudah lari dari kota bersama dengan sepertiga populasi di sana. Mereka yang melarikan diri melaporkan bahwa gereja-gereja dan toko-toko milik orang Kristen dihancurkan di kota itu. …Islamic State, yang pernah dikenal sebagai ISIL atau ISIS, telah mengeluarkan tuntutan yang serupa di daerah-daerah yang mereka kuasai di Siria, dan telah memposting gambar orang-orang Kristen disalibkan karena tidak taat perintah di Raqqa.”

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Hakim Australia Mengatakan Bahwa Inses Bisa Jadi Tidak Akan Tabu Lagi

(Berita Mingguan GITS 26Juli 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang hakim Australia telah mengatakan bahwa inses ke depannya bisa jadi tidak tabu lagi. Hakim Garry Neilson dari New South Wales mengatakan bahwa sebagaimana homoseksualitas pernah dianggap tidak wajar, tetapi sekarang diterima luas, demikian juga inses kini juga harus diterima (“Australian Judge Says,” The Telegraph, London, 10 Juli 2014). Dia mengatakan bahwa walaupun inses dapat menyebabkan kecacatan pada keturunan, hal ini “semakin tidak relevan karena tersedianya kontrasepsi dan aborsi.” Ini tidak mengejutkan. Jika homoseksualitas diterima sebagai alami dan pantas, maka tidak ada lagi garis batas yang jelas mengenai kegiatan seksual apapun. Penerimaan akan homoseksualitas pada akhirnya menghancurkan konsep moralitas seksual dan pernikahan.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Lem Super Milik Remis

(Berita Mingguan GITS 26Juli 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari www.creationmoments.com, 20 Nov. 2013: “Cobalah memakai lem super dalam situasi basah, dan anda akan temukan bahwa lemnya tidak begitu super. Bahkan epoxy sekalipun tidak bisa bekerja di dalam air. Para ilmuwan akhirnya memutuskan untuk belajar dari kerang remis yang “rendahan” untuk belajar membuat lem yang lebih baik untuk lingkungan yang basah. Remis memproduksi lem mereka di bawah air, tetapi lem itu bisa menahan tekanan seribu pon per inci kuadrat. Lem dari remis bahkan bisa menempel ke Teflon! Remis mulai membuat lem dalam dua bagian, setiap bagian dibuat oleh kelenjar yang berbeda. Satu kelenjar menghasilkan protein-protein yang mirip resin. Kelenjar yang satu lagi membuat bahan pengerasnya. Ketika keduanya dicampurkan, maka lem itu akan mengeras menjadi suatu benang hanya dalam dua menit. Sang remis akan membuat banyak benang-benang seperti ini sambil ia mengikat diri kepada sebuah batu. Sambil semakin banyak benang yang terbentuk, mereka mulai saling melilit satu sama lain, sehingga ikatan itu semakin kuat. Remis membuat antara lima hingga sepuluh benang protein yang berbeda, dan dengan hati-hati membatasi perlilitan mereka supaya menghasilkan kekuatan yang maksimal. Tanpa campuran ini, ikatan akan rapuh dan mudah hancur. Ciptaan Allah sungguh didesain secara ajaib. Desain-desainNya masih terus mengajari kita bagaimana melakukan hal-hal yang sederhana sekalipun, secara lebih baik. Teori evolusi bergantung kepada kejadian-kejadian acak, yang sekalipun kita percayai, tidak bisa mengajar kita apa-apa.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Moravia Menyetujui Penabisan Homoseksual

(Berita Mingguan GITS 12Juli 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Propinsi Bagian Utara dari Gereja Moravia Amerika Utara, baru-baru ini menyetujui penahbisan orang-orang homoseksual (Religious News Service, 24 Juni 2014). Keputusan yang diambil dalam sidang sinode 2014 ini, disetujui melalui pemungutan suara, 181-62. Gereja Moravia juga memutuskan untuk membuat sebuah seremoni agamawi yang khusus untuk “pasangan sesama jenis.” Elizabeth Miller, Presiden dari Konferensi Penatua Propinsi Bagian Utara, mengatakan, “Kaum Moravia memahami bahwa panggilan Allah bagi kita adalah untuk menyambut semua orang, karena penerimaan Allah jauh lebih besar dari yang kita bayangkan.” Sungguh, memang Allah mengundang semua orang kepada keselamatan melalui Injil Yesus Kristus, tetapi hanya mereka yang bertobat dan percaya kepada Kristus yang diterima. Rasul Paulus memberitakan supaya orangbertobat kepada Allah, dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus” (Kis. 20:21).

Gereja Moravia didirikan oleh Jan Hus, yang dibakar pada sebuah tiang pembakaran tahun 1415 oleh Gereja Roma Katolik. Gereja Moravia ini telah mengalami banyak transformasi. Pada abad 17 dan 18, Gereja Moravia memperlihatkan semangat penginjilan yang kuat dan rela berkorban, walaupun mereka tetap memegang kesalahan theologis tertentu, seperti baptisan bayi. Sekarang Gereja ini telah sejak lama menjadi liberal, dan adalah salah satu anggota pertama dari World Council of Churches yang modernistik. Di seluruh dunia, Gereja Moravia mengklaim lebih dari 1 juta anggota, kebanyakan di Afrika Timur.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Laporan LifeWay tentang Kremasi

(Berita Mingguan GITS 12Juli 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Menurut sebuah survei tahun 2014 oleh badan riset Southern Baptist Convention, yaitu LifeWay Research, hanya 14% orang Amerika yang percaya bahwa kremasi adalah salah. Mengomentari survei tersebut, Scott McConnell, wakil presiden dari LifeWay Research, sama sekali tidak menentang praktek tersebut, hanya mencatat bahwa “tabu sosial tentang kremasi semakin memudar” (“Few Americans Have Qualms about Cremation,” LifeWayResearch.com, 27 Maret 2014). Jumlah kremasi di Amerika Utara telah meningkat dramati selama kurun waktu 40 tahun terakhir. Pada tahun 1975, hanya 6% dari orang yang mati dikremasi. Sampai dengan tahun 1996, angka masih berkisar di 20%, tetapi pada tahun 2010, sudah menjadi dua kali lipat, yaitu 40%, dan diperkirakan bahwa hingga tahun 2025, 56% orang mati di Amerika akan dikremasi. Di negara-negara bagian tertentu, persentasenya sudah jauh lebih tinggi: Nevada, 72%; Washington, 71%; Oregon and Hawaii, 69%; Montana, 65%; Maine, 64%; Colorado, 63%; Arizona, 62%; New Hampshire dan Alaska, 61%. Negara-negara bagian dengan tingkat persentase kremasi yang paling rendah adalah di daerah yang disebut “Bible Belt” – Mississippi, 14%; Alabama, 17%; Kentucky, 21%; Louisiana, 21%; West Virginia, 23%.

Menurut artikel di halaman depan USA Today, edisi 5 Desember 1995, meningkatnya penerimaan terhadap praktek kremasi berjalan seiring dengan menurunnya “rintangan agamawi terhadap kremasi.” Sangat menarik bahwa sebuah koran sekuler bisa melihat ada koneksi antara agama dan kremasi. Secara historis, penguburan Kristen telah menjadi kesaksian tentang iman akan kebangkitan tubuh, sementara kremasi telah dipraktekkan di kalangan Hindu dan lainnya yang menyangkali kebangkitan badani melainkan percaya reinkarnasi. Secara historis, ke mana pun Injil Kristus masuk dan diterima, praktek-praktek pagan (kafir) seperti kremasi telah ditolak. Ketika paganisme semakin masuk ke dalam masyarakat Amerika dan Kanada, dan sambil kompromi dan kesesatan rohani menghancurkan kuasa dari jemaat-jemaat, kremasi menjadi semakin populer. 

Posted in General (Umum) | 4 Comments