Oleh: Dr. David Cloud
Sumber: www.wayoflife.org
Sejak tahun 1990-an, kami telah memperingatkan bahwa Chuck Swindoll adalah salah satu bapak dari apa yang baru-baru ini disebut “liberalisme budaya.” Kasih karunia versi Swindoll adalah undangan bagi orang percaya untuk berpartisipasi dalam budaya pop yang jahat dengan cara yang secara umum tidak kritis. Doktrin “anugerah”-nya membuka pintu bagi musik rock sekuler, musik rock Kristen, berdansa, minum-minum, rok mini, bikini, bermesraan fisik dengan pacar, perzinahan, mode fashion unisex, pemakaian ganja, bahasa sumpah serapah, menonton film berperingkat R, permainan video okultisme yang penuh kekerasan, pornografi, media sosial tanpa filter, dll.
Filosofi “kebebasan” ini telah meresap ke seluruh evangelikalisme (gerakan Injli) sejak tahun 1950-an. Harold Ockenga, yang mengklaim telah menciptakan istilah “neo-evangelikalisme” (Injili Baru), mengatakan bahwa gerakan ini adalah “penolakan terhadap eklesiologi fundamentalisme dan teori sosialnya” (Ockenga, kata pengantar untuk The Battle for the Bible karya Harold Lindsell). Injili Baru menolak standar tradisional pemisahan dari dunia, dan hasilnya adalah budaya rock Kristen yang aneh.
Sejak tahun 1978, Richard Quebedeux mendokumentasikan perubahan dramatis yang terjadi dalam evangelikalisme (Injili) hanya tiga puluh tahun setelah serangan awal semangat “Newisme” (pembaharuannya). Ia mengamati bahwa “tekanan budaya yang lebih luas telah memberikan dampak mendalam pada gerakan evangelikal secara keseluruhan” ( The Worldly Evangelicals, hlm. 115). Ini adalah hasil langsung dari penolakan pemisahan. Dia berkata: “Dalam upaya membangun reputasi mereka di mata masyarakat luas, kaum evangelis semakin sulit dibedakan dari orang lain. Mobilitas sosial ke atas telah membuat hal-hal tabu pada masa kebangkitan rohani yang lama menjadi tidak berfungsi. … Koktail menjadi semakin sulit untuk ditolak. Kaum muda evangelis belajar berdansa dan secara terbuka ‘bergoyang’ mengikuti musik rock. … Dan majalah serta surat kabar evangelis mulai mengulas drama dan film. … Jajak pendapat Gallup benar dalam menyatakan bahwa orang Kristen yang lahir baru ‘percaya pada kode moral yang ketat.’ TETAPI KEKETATAN ITU TELAH BANYAK DIMODIFIKASI SELAMA BEBERAPA TAHUN TERAKHIR… PERCERAIAN DAN PERNIKAHAN KEMBALI menjadi lebih sering terjadi dan dapat diterima di kalangan evangelis dari segala usia, bahkan di beberapa gereja mereka yang lebih konservatif. … Beberapa wanita evangelis melakukan dan menyetujui ABORSI atas permintaan. Banyak evangelis muda kadang-kadang menggunakan KATA-KATA KASAR dalam ucapan dan tulisan mereka… Beberapa buku teknik seks evangelis baru-baru ini berasumsi bahwa pembacanya sesekali membaca dan menonton PORNOGRAFI, dan memang demikian. Akhirnya, pada tahun 1976 muncul sebuah organisasi persekutuan dan informasi untuk LESBIAN DAN PRIA GAY evangelis yang aktif dan simpatisan mereka. Mungkin persentase kaum gay dalam gerakan evangelis sama tingginya dengan di masyarakat luas.
Beberapa dari mereka (kaum gay yang ‘injili’) sekarang mulai terbuka, menyebarkan literatur yang terstruktur dengan baik, dan menuntut untuk diakui dan ditegaskan oleh komunitas evangelis secara luas. … Sangat signifikan bahwa kaum evangelis, bahkan yang lebih konservatif di antara mereka, telah MENERIMA MODE ROCK. Penerimaan ini, jelas menunjukkan babak selanjutnya dalam kematian penyangkalan diri dan penolakan dunia di antara mereka. … Ketika kaum muda bertobat dalam gerakan Yesus, banyak dari mereka tidak meninggalkan kebiasaan, praktik, dan sikap budaya mereka sebelumnya — MINUM, MEROKOK, DAN PAKAIAN SERTA BAHASA YANG KHAS. … Kaum evangelis muda minum, tetapi begitu juga kaum evangelis konservatif seperti Hal Lindsey dan John Warwick Montgomery (yang merupakan anggota International Wine and Food Society). … Tetapi BAHKAN GANJA, yang sekarang hampir legal di beberapa wilayah Amerika Serikat, tidak lagi dilarang di kalangan kaum evangelis muda seperti dulu. Beberapa dari mereka, terutama kaum intelektual, memang sesekali merokok…” (The Worldly Evangelicals , 1978, hlm. 14, 16, 17, 118, 119).