(Berita Mingguan GITS 19 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
“Penginjil penyembuh” Pantekosta yang terkenal, Oral Roberts, meninggal karena pneumonia tanggal 15 Desember ini pada usia 91 tahun. Kejadian ini membuktikan bahwa pengajarannya palsu, karena dia sering mengatakan bahwa adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit. Sebagai contoh, majalah Abundant Life edisi September 1976 mengandung sebuah artikel yang berjudul, “Mengapa Saya Tahu bahwa Allah Ingin Menyembuhkan Kamu.” Roberts menulis [dalam artikel itu], “Penyakit adalah bagian dari kutuk dan Yesus telah datang untuk menghancurkan kutuk tersebut. Ia telah menderita menggantikan kita karena Dia tidak mau kita menderita penyakit. Ia mengambil penyakit-penyakit dan kelemahan-kelemahan kita yang spesifik ke atas tubuhnya sendiri yang tanpa dosa dan sempurna sebagai pembayaran yang sempurna untuk penalti dosa,” dan lagi, “Penyakit bukanlah bagian dari rencana Allah dan tidak dihasilkan oleh kehendak Allah.” Roberts bahkan mengusulkan agar pengkhotbah-pengkhotbah yang berdoa agar Allah menyembuhkan dengan kata-kata, “Jika itu adalah kehendakMu,” harus dituntut melakukan “malpraktek theologis.” Ketika ia menghembuskan nafasnya yang terakhir, Roberts memperlihatkan secara tuntas bahwa dia adalah seorang guru palsu. Tidak ada orang yang mati karena sehat!
1. “Oral Robert meninggal, membuktikan bahwa pengajarannya palsu”. Judul blog ini dilatarbelakangi oleh argumentasi karena Oral Robert sering mengatakan bahwa “adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit”.
Pernyataan pada judul diatas yang merupakan konklusi dari premis “adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit” adalah tidak releven, tidak konsisten, dan sangat tidak benar. Mari kita kupas….
Bila kehendak Tuhan untuk menyembuhkan semua penyakit, itu tidak berarti bahwa manusia tidak boleh sakit. Maksudnya ialah bahwa Tuhan menginginkan agar yang sakit menjadi sembuh.
Tanya: Kenapa Oral Robert sakit?
Jawab: ya karena dia manusia.
Tanya: Kenapa Tuhan tidak menyembuhkannya?
Jawab: ya karena pas dia sakit, memang pas Tuhan memanggilnya. Bila “saat” Tuhan memanggil itu misalnya saja beberapa tahun ke depan, Oral Robert mungkin disembuhkan oleh Tuhan.
Tanya: Kenapa pakai kata “mungkin”?
Jawab: karena kesembuhan terjadi dari dua aspek, kehendak Tuhan dan iman yang bersangkutan.
Tanya: Apakah kehendak Tuhan harus tergantung pada iman manusia?
Jawab: dalam hal kesembuhan, ada 3 faktor yang menyebabkan terjadinya kesembuhan. Yg pertama adalah mutlak kedaulatan / kemauan / keinginan / kehendak Tuhan, yg kedua adalah kerjasama antara kehendak Tuhan + iman manusia, dan yang ketiga adalah iman manusia saja. Bila Tuhan mau si A sembuh, sekalipun si A tidak punya iman atau keinginanpun, maka kesembuhan pasti terjadi. Bila manusia yg sakit memiliki iman sebiji sesawi saja, maka iman itu dapat menyembuhkannya. Dalam kasus yang lain, kesembuhan terjadi karena kerjasama antara kehendak Tuhan dan iman manusia. Untuk menjabarkan ini panjang lebar, masih dibutuhkan ribuan kata, jadi sementara sampai disini dulu.
JADI, judul yang lebih tepat untuk blog ini adalah “Oral Robert meninggal, membuktikan bahwa upah dosa adalah maut”
2. Yang menjadi substansi permasalahan sebenarnya adalah “apakah kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit?” Jawabannya adalah YA. Kenapa? Silakan baca sendiri 4 Injil + Kitab2 Paulus. Berapa banyak orang sakit yg disembuhkan Tuhan. Dan Tuhan tidak pernah menolak satu kalipun untuk menyembuhkan orang sakit. Pertanyaan yang perlu diajukan untuk diri sendiri adalah: “manakah yang lebih baik? sakit atau sehat?”. Manusia yang normal / sehat akal / sehat jiwanya sudah tentu akan menjawab lebih baik sehat. Apa buktinya kesehatan lebih berguna? Buktinya rumah sakit, yayasan2, klinik2, puskesmas didirikan, hanya untuk mengobati orang sakit agar sembuh. Kita sendiri orang kristen hampir kebanyakan bila sakit juga ke dokter, yang tujuannya juga agar sembuh. Keinginan manusia adalah agar sembuh, agar sehat, demikian juga dengan keinginan Allah. Bila bukan keinginan / kehendak Allah agar manusia sembuh, maka setiap upaya yang dilakukan untuk mengobati suatu penyakit adalah DOSA ! karena bertentangan dengan kehendak Allah.
Penyakit juga bukan rancangan Allah, dan memang tidak pernah dihasilkan oleh kehendak Allah, karena rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera, dan bukan rancangan kecelakaan atau sakit penyakit.
Orang sehat yang menginginkan dirinya agar sakit, itu DOSA! Orang sakit yang tidak menginginkan sembuh, itu juga DOSA! Bila uraian tentang kesembuhan ini saya panjang lebarkan disini akan banyak memakan space dan waktu, jadi saya sudahi sampai disini.
3. Pernyataan epilognya: “Tidak ada orang yang mati karena sehat” itu adalah ungkapan yang sangat tidak alkitabiah, tidak realistis, dan kontradiktif dengan maksud tulisan secara keseluruhan.
Definisi mati adalah lepasnya jiwa/roh dari tubuh. Kematian tidak selalu disebabkan oleh sakit atau tidak sehat. Bila bicara dalam konteks awam / sederhana / ngawur sedikit, orang sehat yang lompat dari gedung 50 lantai juga pasti mati. Tapi disini kita bicara dalam tataran yang lebih dalam yaitu bahwa kematian itu disebabkan oleh 2 hal, yg pertama adalah kehendak Allah, dan yg kedua adalah menurunnya fungsi tubuh atau didefinisikan secara gampang, sakit. Tuhan Yesus sendiri meningggal / mati bukan karena sakit, namun karena DIA memang ingin menyerahkan nyawaNYA. Bila membaca kisah tokoh2 di alkitab, hampir sebagian besar tokoh yang mati tidak pernah dijelaskan bahwa matinya karena tubuhnya tidak sehat atau karena sakit. Dan faktanya hingga saat ini, banyak orang sehat, bugar, muda, bahkan anak kecil, mati tanpa sebab yang bisa dijelaskan oleh medis. Kambing hitam dan senjata pamungkas dunia medis untuk menjelaskan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan seringkali adalah “serangan jantung”.
Bila pernyataan “Tidak ada orang yang mati karena sehat” itu benar, maka semua orang Kristen harus percaya bahwa penyakit itu kutuk dan akibat dari dosa. Mengapa? Bila semua orang mati disebabkan karena menurunnya fungsi tubuh (sakit / tidak sehat), dan kita semua tahu bahwa upah dosa adalah maut / kematian. Maka dosa pulalah yang menyebabkan sakit-penyakit. Karena sakit dan kematian dipandang sebagai satu kesatuan yang koheren, sudah tentu akar penyebabnya juga sama. Menolak argumentasi ini, berarti anda menganut paham dualisme yang sangat tidak konsisten dengan pernyataan alkitab.
4. Menghakimi Oral Robert sebagai “guru palsu” yg melakukan “malpraktek theologis” sangatlah tidak bijaksana, mengingat dari pelayanan beliau saya baca, telah menghasilkan banyak kemajuan dalam dunia rohani dan penginjilan. Tuhan bisa memakai siapa saja dengan caraNYA untuk menggenapkan rencanaNYA. Bila Tuhan menghendaki agar setiap orang percaya memiliki tubuh yang sehat atau sembuh dari sakitnya, apakah ini salah??? Bila seorang ayah menginginkan anaknya sembuh dari sakitnya apakah ini salah??? Manusia bodoh saja tahu bagaimana harus menjual harta miliknya demi untuk mengobatkan anak / keluarganya dari sakit, agar bisa sembuh, kenapa kita umat Kristen tidak bisa mempercayai bahwa kesembuhan jasmani (bukan hanya rohani) adalah kehendak Allah??? Saya pernah merenungkan doktrin anti-sembuh dari aliran2 non kharismatik ini. Dan saya menduga, salah satu penyebab mereka anti pada doktrin kesembuhan adalah karena mereka “tidak dipakai” Allah sbg sarana untuk menyembuhkan, atau lebih tepatnya “belum mengenal” esensi dari implementasi Firman dalam kehidupan nyata. Bila anda bertemu orang sakit, lalu anda doakan sembuh, anda tumpangi tangan, sembuh, dst, lalu ketika membaca Alkitab, Roh Kudus membimbing anda untuk memahami hal-hal yang berkenaan dengan kesembuhan, mujijat, dsb, maka anda akan bergerak, hidup, dan melayani di bidang itu. Hendaklah kita tidak melihat tangan lebih mulia dari kaki, atau memandang kepala benar, dan pantat sesat. Semuanya adalah anggota tubuh dari satu tubuh, hanya fungsi namun saling melengkapi. Hendaklah kita tidak mendikte Allah agar mengatur orang lain seperti mau kita, karena yang empunya segalanya adalah Allah. Dari Dia kita berasal, dan kepada Dia kita kembali.
Hargailah, hormatilah pelayanan orang lain, demi kemuliaan nama Tuhan kita YESUS KRISTUS, TABIB yang Ajaib, YEHOVA RAPHA.
Terima kasih untuk partisipasi komentarnya.
Saya akan tanggapi sedikit saja:
1. Tidak ada dalam Alkitab pengajaran bahwa “adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit.”
Bahkan, Rasul Paulus Tuhan tidak mau sembuhkan penyakitnya (2 Kor. 12:7-10). Trofimus juga tidak disembuhkan oleh Paulus (2 Tim. 4:20).
Bahwa di Injil dan Kisah Para Rasul banyak terjadi kesembuhan bukanlah bukti bahwa Allah ingin menyembuhkan semua penyakit. Ada lompatan logika yang lebar dalam pernyataan tersebut.
2. Tidak ada yang mengajarkan bahwa orang sakit tidak boleh mencari kesembuhan, atau lebih parah lagi bahwa orang sehat harus cari sakit. Pengajaran Alkitab adalah bahwa kadang justru Tuhan mendatangkan kesakitan (1 Kor. 11:30) , atau Tuhan membiarkan seseorang sakit (Paulus, Ayub), untuk tujuan-tujuan lain. Bahwa orang itu mencari kesembuhan (seperti Paulus yang berdoa 3 kali kepada Tuhan), itu tidak masalah. Tetapi belum tentu dia sembuh, sekalipun dia sangat beriman.
3. Pernyataan: “Tidak ada orang yang mati karena sehat” itu benar. Tolong tidak usah terlalu difilosofikan. Ini kebenaran sederhana. Memang, tidak semua orang mati karena sakit. Ada yang mati karena kecelakaan, dll. Namun yang jelas, mereka bukan mati karena sehatnya. Walau demikian, dapat kita katakan pula bahwa kecelakaan membuat seseorang menjadi sakit (tidak sehat). Kecelakaan besar membuat seseorang menjadi “sakit” berat secara mendadak, misalnya otaknya terburai, hatinya pecah, dll., sehingga dia mati.
4. Oral Roberts adalah guru palsu karena dia mengajarkan sesuatu yang tidak Alkitabiah.
5. Kalau anda katakan bahwa Oral Roberts meninggal karena kehendak Tuhan dia meninggal (sudah waktunya), saya dapat katakan pula bahwa ada orang yang sakit karena memang kehendak Tuhan dia sakit (untuk waktu itu). Jadi, sekali lagi, bukanlah kehendak Tuhan untuk selalu menyembuhkan penyakit. Kadang-kadang Tuhan mengizinkan penyakit untuk berbagai maksud dan tujuanNya.
Yth Dr. Steven
Perlu saya menanggapi lebih lanjut tentang pandangan Bapak mengenai sakit & kesembuhan:
1. Ayat 2 Kor 12:7-10 yang Bapak tafsirkan bahwa Paulus dalam keadaan sakit itu menurut saya tidak tepat, karena dengan sangat jelas ayat tersebut berbunyi demikian:
Ayat 7:
Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
“Duri dalam daging” yang sering ditafsirkan oleh para hamba Tuhan dan theolog sebagai suatu penyakit jasmani tersebut menurut saya adalah sebuah hermeneutik yang eisegesis, karena secara literal dan gamblang ayat tersebut melanjutkan dng kalimat “seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku”… jelas sekali disini bahwa “duri dalam daging” tersebut bukanlah penyakit jasmani, melainkan masalah atau manusia (utusan iblis) pengganggu yang menerpa Paulus sehingga sangat mengganggu pelayanannya.
Deskripsinya lebih diperjelas dng ayat 10 nya.
Sebaliknya bila “duri dalam daging” itu tetap dipaksakan artinya sebagai “penyakit jasmani” maka konsekuensinya “utusan iblis” koheren dng “penyakit jasmani”, sehingga harus dipercaya penuh bahwa segala penyakit jasmani 100% penyebabnya adalah iblis. Dng kata lain, penyakit adalah utusan iblis. Selanjutnya, iblis harus diusir, karena memang perintah Tuhan agar kita melawan iblis, dan iblis itu tadi adalah penyakit, maka artinya Tuhan memerintahkan kita semua untuk melawan penyakit. Menerima kondisi sakit / penyakit berarti melanggar perintah Tuhan. Dan mustahil Tuhan melanggar ketetapanNya sendiri, bila Dia memerintahkan kita untuk melawan iblis (Yak 4:7) / mengusir iblis dari hidup kita, tentu bukan Tuhan yang menaruh iblis dalam hidup kita. Tuhan tidak mungkin menyuruh kita bertobat namun Tuhan pula yang menjatuhkan kita dalam dosa, karena Tuhan tidak mencobai siapapun (Yak 1:13).
Bapak berkata bahwa tidak ada dalam Alkitab pengajaran bahwa “adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit”.
Pernyataan tersebut bisa juga dipakai oleh penganut paham monotheisme yang bilang, “tidak ada dalam Alkitab pengajaran bahwa Allah itu tritunggal”.
Tapi fakta-fakta yang begitu banyak telah membuktikan bahwa dalam kiprahnya selama 3,5 tahun siapapun orang sakit yang ketemu Tuhan Yesus, pasti disembuhkan. Tidak ada orang sakit yg minta tolong kepada Tuhan Yesus lalu Tuhan Yesus berkata, “aku tidak ingin menyembuhkan engkau, karena penyakit itu baik untuk ujian imanmu”. Jelas sekali Alkitab mencatat sekian banyak mukjijat kesembuhan yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus. Dan pertanyaannya, apakah memang kehendak Tuhan agar kita sembuh, jawabannya adalah YA, ini bisa dilihat dari Matius 8:2, Markus 1:41. Disitu orang kusta bertanya kepada Yesus, maukah Dia menyembuhkanNya? dijawab Tuhan: “Aku MAU, jadilah engkau tahir”. Apakah ini hanya kasus individual dan non- induktif? Jelas tidak, karena untuk membuktikan yang sebaliknya, tentu para theolog harus menemukan ayat tandingan yg menyatakan bahwa Tuhan Yesus menolak menyembuhkan 1 orang saja.
Pemahaman yang menganggap bahwa “bukan kehendak Tuhan untuk menyembuhkan semua penyakit” bertitik tolak pada fakta inferioritas manusia yang banyak tidak berhasil meraih kesembuhan atas penyakitnya, sehingga oleh para theolog dirasionalisasikan lalu ditarik penalaran deduktifnya sehingga justru tidak alkitabiah, karena eisegesis.
2. Menurut saya tidak tepat bila Bapak berkata bahwa adakalanya Tuhan mendatangkan kesakitan dng mendasarkannya pada 1 Kor 11:30. Ayat tersebut merupakan dampak dari ayat sebelumnya dimana Tuhan telah menetapkan hukum kesucian perjamuan kudus. Tuhan menetapkan bahwa pelaku perjamuan kudus harus dalam kondisi yang “menguji dirinya sendiri” (maksudnya agar bertobat dan menyadari dosanya) dan kondisi yang “mengakui tubuh Tuhan”. Bila 2 syarat ketetapan tersebut tidak ditaati, maka Tuhan sudah menyatakan hukumannya, yaitu lemah, sakit, atau meninggal. Itu mirip kisah Adam + Hawa dng pohon pengetahuan baik dan jahat. Tuhan menetapkan aturan mainnya, tapi pilihan di tangan manusia. Dengan demikian tidak bisa disimpulkan bahwa Tuhan yang mendatangkan malapetaka atau mendatangkan penyakit pada manusia, namun manusialah yang memilih untuk mendatangkan penyakit bagi dirinya sendiri.
3. Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa upah sakit adalah mati. Yang diajarkan Alkitab adalah upah dosa itu mati. Pernyataan “tidak ada orang orang mati karena sehat” itu diciptakan oleh dunia medis berdasarkan “sebagian besar” (bukan seluruhnya) fakta ilmiah bahwa manusia pasti mengalami proses degeneratif yg disimpulkan sebagai kondisi “sakit” karena terjadi penurunan fungsi sel, enzim, dan organ. Namun tetap terbuka fakta bahwa ada kasus-kasus dimana orang yang benar-benar sehat mengalami kematian. Karena medis tidak dapat menjelaskan hal tersebut, maka diciptakanlah konklusi (yg paling sering dipakai) yaitu “disebabkan serangan jantung”. Pernyataan “tidak ada orang orang mati karena sehat” sudah pasti baru muncul setelah era renaisanse dan perkembangan dunia medis, karena premisnya didasarkan pada logika medis. Sedangkan Alkitab sudah ditulis lebih dari 1500 tahun sebelum itu. Tidak mungkin Alkitab salah dan medis yang benar.
Saya sangat faham dng contoh Bapak soal seseorang yg kecelakaan, otaknya terburai, hatinya pecah, dsb, itu tidak keliru. Namun Bapak juga perlu tahu bahwa ciri-ciri orang mati adalah jantungnya tidak berdetak yang koheren dng darahnya tidak bergerak. Penyebab jantung tidak berdetak atau darah tidak bergerak itu tidak selalu disebabkan oleh kehilangan banyak darah atau rusaknya organ tertentu, namun bisa disebabkan oleh keluarnya roh/nyawa dari tubuh. Sebaliknya roh bisa keluar dari tubuh juga bisa disebabkan karena tidak berdetaknya jantung atau tidak bergeraknya darah. Kedua premis ini sama-sama benar.
4. Soal Oral Robert guru palsu atau bukan, biarlah Tuhan sendiri yang menjadi hakimnya, karena saya dan Bapak bertolak belakang dalam memandang hal ini.
5. Pernyataan Bapak di point 5 diatas antara premis pertama dan kedua tidak ada korelasinya. Meninggalnya seseorang bila ditinjau dengan parameter “kondisi fisik” bisa dibagi 2, yaitu kehendak Allah, atau sakit. Namun bila ditinjau dari parameter “subyek penyebab” bisa dibagi 4, yaitu Allah (waktu & kehendakNya), Manusia (Him/Her Self) yaitu kesalahannya sendiri, Lingkungan Diluar Diri misalnya krn alam, orang lain, dsb, dan yang terakhir disebabkan oleh iblis/setan. Saya bisa menguraikan soal kematian ini dengan ribuan kata dgn dasar alkitabliah yang memadai.
Dalam kasus Oral Robert, kita tidak menyangkal bahwa dia sakit sebelum meninggalnya. Tuhan tidak membuat manusia super yang tidak bisa sakit, namun Tuhan menyembuhkan manusia yg sakit yang berharap kesembuhan dariNya. Soal berapa lama waktunya sembuh, itu terserah Tuhan, karena masa dan waktu adalah milik Tuhan. Bila Oral Robert berdoa dan mengimani kesembuhan akan datang padanya, dan Tuhan menjawab “ya” atas doa dan imannya, maka Oral pun sembuh. Fakta bahwa dia meninggal dalam nuansa sakit, tidaklah selalu bisa diartikan bahwa dia meninggal karena sakit. Karena bisa saja Tuhan menyembuhkannya. Dan saat itu pula Tuhan mengambil nyawanya.
Mengenai pernyataan Bapak bahwa “kadang-kadang Tuhan mengizinkan penyakit untuk berbagai maksud dan tujuanNya” itu menurut saya tidak alkitabiah. Sebab rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, dan bukan rancangan kecelakaan (Yer 29:11) dan lebih diteguhkan lagi dng mujijat kesembuhan yang dilakukan Tuhan Yesus atas SEMUA yang sakit. Saya tidak percaya Tuhan Yang Maha Baik yang saya sembah mendatangkan sakit-penyakit atas anak-anakNya. Bila Tuhan punya maksud dan tujuan tertentu bagi kita, Dia punya ribuan cara untuk membawa kita ke dalam rencanaNya, tidak harus dengan penyakit. Karena mustahil Tuhan Yesus memberikan sesuatu (penyakit) kepada manusia yang pada akhirnya sesuatu (penyakit) itu pula yang ditanggungNya, dipikulNya, bahkan diusirNya dari manusia. Bila Tuhan menganggap bahwa dosa itu tidak baik, mustahil Tuhan memerintahkan agar manusia berbuat dosa. Bila Tuhan menganggap bahwa penyakit itu tidak baik, mustahil Tuhan memberikan penyakit pada manusia. Sebab Tuhan tidak akan memberikan ular kepada anakNya yang minta roti. Yesaya 53:4-5 menyatakan secara jelas bahwa Tuhan Yesus mengambil alih / menanggung penyakit, kesengsaraan, pemberontakan, dan kejahatan kita yg semuanya itu bisa kita simpulkan sebagai dosa. Tidak mungkin apa yang sudah dibayar lunas olehNya ditimpakanNya lagi kepada kita.
Demikian Pak Steven, salam hormat saya, mohon maaf bila ada kalimat yang kurang berkenan. Tuhan Yesus memberkati dan menyertai pelayanan Bapak.
Shalom.
Sdr. Kevin, terima kasih untuk kesediaannya berdiskusi.
1. Anda tidak menjawab ayat tentang Trofimus yang saya tunjukkan (2 Tim. 4:20). Trofimus jelas ditinggal sakit oleh Paulus, tidak disembuhkan. Masih banyak yang lain, Timotius, mengalami gangguan pencernaan (ini suatu penyakit), tetapi tidak disembuhkan oleh Paulus, melainkan Paulus menasihatkannya untuk menjaga apa yang ia minum (1 Tim. 5:23)
2. Mengenai 2 Kor. 12:7-11, ini adalah suatu “duri dalam daging.” Duri dalam daging ini dimengerti oleh kebanyakan komentator sebagai suatu penyakit jasmani. Istilah “duri dalam daging” tentu adalah suatu metafora. Apa sensasi dari suatu “duri dalam daging”? Tentunya kesakitan. Istilah “daging” mengindikasikan bahwa ini adalah masalah fisik, bukan rohani atau jiwai. Iblis memang bisa menyebabkan penyakit (lihat Ayub), tentu atas izin Tuhan. Yang jelas, Paulus memang memiliki penyakit mata (lihat Galatia 4:13-15 dan 6:11), mungkin katarak, yang membuat dia tidak bisa melihat dengan jelas. Jadi, jelas, bahwa Paulus sakit, Trofimus sakit, Timotius sakit. Pengajaran Roberts bahwa orang Kristen tidak boleh sakit adalah pengajaran palsu! Dan anda yang disesatkan oleh pengajaran Roberts cs harus waspadai. Lebih baik percaya Alkitab daripada manusia.
3. Kesalahan anda dalam menarik kesimpulan:
Saya mengatakan bahwa ada penyakit yang disebabkan Iblis (Ayub, Paulus), tetapi tidak berarti SEMUA penyakit disebabkan Iblis (ini kesimpulan anda). Kebanyakan penyakit yang terjadi adalah karena sebab-sebab alamiah. Bahkan dapat juga dikatakan bahwa cara Iblis menimbulkan penyakit juga dengan cara-cara alamiah.
4. Perintah Tuhan agar kita melawan Iblis (Yak. 4:7) bukanlah dengan tengking sana tengking sini, “mengusir Iblis.” Yang jelas, tidak ada dalam Alkitab kita diajarkan prosedur atau langkah-langkah untuk mengusir Iblis. Melawan Iblis adalah menggunakan Firman Tuhan (lihat contoh Tuhan Yesus dalam pencobaanNya), melawan godaannya, mengerjakan pekerjaan Tuhan di bumi ini.
5. Siapa bilang “tidak ada dalam Alkitab pengajaran bahwa Allah itu tritunggal”? Baca 1 Yoh. 5:7-8. Baca Ibrani 1:8. Baca Yohanes 1:1. Sebaliknya, memang tidak ada pengajaran bahwa adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit. Bahwa Yesus tidak gagal menyembuhkan siapa pun, itu adalah bukti keilahianNya, bukan menunjukkan bahwa adalah kehendakNya semua orang sembuh. Yesus juga sedang memberikan manusia suatu pengharapan akan kerajaanNya kelak. Nanti di kerajaan 1000 tahun, benar bahwa tidak ada lagi yang sakit, semua akan disembuhkan. Mujizat-mujizat Yesus adalah untuk memperlihatkan pengharapan apa yang akan diperoleh orang percaya. Jika benar doktrin Roberts ini, kenapa ada orang Kristen yang bahkan jatuh sakit? Kenapa tidak sehat terus. Kenapa masih perlu “disembuhkan” oleh Roberts? Baca juga komentari Yesus dalam Lukas 4:27, bahwa di zaman Elisa, hanya satu orang kusta yang disembuhkan. Kasus Paulus, Trofimus, dan Timotius yang saya kutip di atas jelas membuktikan adanya orang percaya yang sakit, dan tidak disembuhkan oleh Tuhan.
6. 1 Kor. 11:30. Memang manusia itu yang memilih untuk tidak taat terhadap Tuhan. Namun tetap saja penyakit itu adalah HUKUMAN Tuhan. Jadi adalah kehendak Tuhan bahwa mereka sakit dan tidak sembuh, yaitu karena mereka tidak taat.
7. Saya juga tidak mengatakan “upah sakit ialah mati.” Anda salah tanggap. Saya tidak bilang tidak ada orang yang mati SAAT sehat. Bisa saja orang itu sehat walafiat, lalu mati (misal jiwanya diambil Tuhan, contoh: Musa). Tetapi yang saya katakan adalah: tidak ada orang yang mati KARENA sehat. Ini adalah pernyataan tautologi. Tapi yang jelas, saat Oral Roberts mati, tubuhnya pasti sudah mengalami degenerasi fungsi (menua). Apakah ini tidak dapat dikatakan sakit juga?
8. Saya sudah memperlihatkan kesalahan pengajaran Oral Roberts. Jika saudara mau ikut dia terus, itu pilihan anda.
9. Anda sendiri mengakui bahwa Oral Roberts sakit sebelum meninggal. Tuhan tidak menyembuhkan dia. Ini sudah merupakan bukti kesalahan paham: “adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit.” Sebenarnya diskusi panjang ini cukup sederhana. Siapapun yang punya logika sudah dapat menyimpulkan:
Premis 1: Oral Roberts mengajarkan: “adalah kehendak Tuhan untuk menyembuhkan semua penyakit.”
Premis 2: Oral Roberts sakit, dan tidak sembuh, melainkan meninggal.
Kesimpulan: Pengajaran Roberts salah karena ternyata Tuhan tidak mau menyembuhkan penyakit dia.
Sekian, terima kasih.
Dear Bpk Steven,
Jangan di stop dulu nich..karena saya dukung pernyataan bapak. yg based nya berdasarkan alkitab.agar Pak Kevin bisa mengerti dan benar benar mengerti.
Pak Kevin,saya yakin Pak Kevin mengetahui bahwa kalau penyembuhan itu cuma mentok di 2 jawaban..kalau sembuh pasti mukjizat,kuasa allah bekerja but kalau tidak sembuh pasti jawaban nya, hanya ini.. semua rencana allah..iya bukan??
so apakah Allah kita itu hanya terbatas dengan pikiran manusia yang hanya ada 2 jawaban??
apakah kalau mengikut Yesus semua masalah kita hilang??saya jawab yah..kalau kita memang bisa 100% trush saya rasa apapun penderitaan yang kita alami kita tidak bakal komplen karena kita yakin kita telah diselamatkan,tetapi ingat yah pak,kalo dikit dikit minta tolong..aduh deeh pak KEVIN..sama kaya anak kecil banget..bentar bentar pake lah minyak urapan..dikit dikit minyak urapan..saya mo nanya..apakah nama yesus itu kurang dasyat??perlu pake embel embel..perlu pake minyak urapan??sedangkan baca alkitab yang bener..cukup dengan nama YESUS..dan kita dilahirkan di dunia ini bukan untuk minta minta ini ono ini itu,tapi jalani hidup ini yang base nya sesuai dengan firman allah..bukannya bentar bentar topang tangan,penyembuhan..tapi pak kevin,jalanilah semua yang ada di alkitab,beritakan firman nya..
Dear Pak Acun,
Menurut saya, anda tidak memahami Alkitab dengan baik, dan bahkan tidak mengerti tentang apa yg disebut Kasih Karunia dan Kebaikan Tuhan.
Kesembuhan itu adalah bagian dari Mujijat, namun mujijat itu bukan hanya kesembuhan. Mujijat adalah sebuah peristiwa yang bersifat metafisika (melampaui nalar / akal manusia).
Mari kita bahas soal mujijat kesembuhan dulu…
Mujijat kesembuhan itu terjadi oleh 3 sebab: Kemurahan Allah, Iman manusia, dan Karunia Otoritas.
Bila ada orang sakit, lalu berdoa kepada Tuhan, minta belas kasihan Tuhan agar mau menyembuhkannya, dan akhirnya Tuhan menyembuhkannya, itu disebut Mujijat melalui Kemurahan Allah.
Bila ada orang sakit, lalu berdoa kepada Tuhan, minta belas kasihan Tuhan agar mau menyembuhkannya, namun Tuhan tidak menyembuhkannya, dan orang tersebut akhirnya belajar dari para rasul tentang iman yg diajarkan Tuhan Yesus, lalu orang tersebut dng iman percaya bahwa Tuhan berkenan menyembuhkannya, dan orang itu sembuh, maka itu disebut Mujijat melalui Iman manusia.
Mujijat jenis ini bisa terjadi oleh iman orang yg sakit, maupun iman orang yang mendoakan.
Bila ada orang yg sakit, lalu minta didoakan hamba Tuhan yg diurapiNya dng kuasa kesembuhan / otoritas menyembuhkan, lalu didoakan atau ditumpangi tangan dan si sakit sembuh, ini yg disebut Mujijat melalui Karunia Otoritas.
Bagaimana bila orang sudah berdoa sendiri, sudah didoakan orang lain, sudah didoakan hamba Tuhan, bahkan sudah punya iman yg mantap pada kesembuhan namun tetap tidak sembuh? Ini yg saya sebut berada dalam Kedaulatan Allah. Kenapa Kedaulatan Allah? Karena kita tidak tahu pasti kenapa tidak terjadi kesembuhan, apakah Tuhan punya rencana yg lebih hebat, ataukah memang si sakit kurang beriman? kita tidak tahu.
Pak Acun perlu paham bahwa dengan mengikut Yesus tidak semua masalah kita hilang. Selama manusia disebut mahluk hidup dan masih berada di dunia ini, tentu tidak akan pernah lepas dari masalah, ga perduli ikut Yesus atau tidak.
Lalu mengenai kalimat Bapak yg dikit-dikit minta tolong, dikit-dikit minta tolong… yach memangnya kita ini siapa Pak? kita ini cuma manusia, yang memang diperintahkan Tuhan agar minta tolong kepadaNya…
Siapakah manusia yang terlalu hebat sampai tidak memerlukan pertolongan Tuhan?
Silakan baca Matius 7:7
Disitu Tuhan Yesus sendiri yang memerintahkan kepada kita untuk meminta…
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Kalo manusia tidak meminta-minta kepada Tuhan, justru manusia itu sangat sombong dan sok jago.. merasa mampu mengatasi semuanya tanpa pertolongan Tuhan. Inilah yg saya sebut theologi ayam jago. Petentang-petenteng di hadapan manusia, tapi loyo ketika berhadapan dng fakta.
Mengenai minyak urapan yang dipakai Tuhan sebagai sarana kesembuhan. Silakan Pak Acun baca kitab Bilangan 21… disitu dikisahkan bahwa Tuhan memerintahkan kepada Musa agar membuat Tiang Ular Tembaga dng tujuan bilamana orang Israel ada yg dipagut ular berbisa, maka harus melihat / memandang kepada Tiang Ular tersebut agar tetap hidup. Apakah kuasa Tuhan hanya dibatasi Tiang Tembaga? Tidak bisakah Tuhan bilang kepada Musa, agar orang yg dipagut ular menyebut saja nama Allah YHWE lalu tetap selamat? Kenapa harus pake sarana Tiang Tembaga buatan manusia? Silakan dipikirkan….
Bila Pak Acun baca Kitab 2Raja-Raja, disitu dikisahkan ada Elia dan Elisa dan Tuhan memberi kuasa kepada Jubah Elia untuk digunakan Elisa sebagai sarana pembuat mujijat. APakah kuasa Tuhan dibatasi hanya oleh Jubah? Kenapa Tuhan justru membuat seorang nabi bergantung kepada sebuah kain/jubah? Bukankah lebih baik Allah bilang kepada Elisa, agar setiap kali dia ingin melakukan mujijat, dia cukup menyebut nama Tuhan? Kenapa pakai Jubah? Silakan Pak Acun pikirkan….
Di Perjanjian Baru, silakan baca Kisah Para Rasul 19. Disitu dikisahkan saputangan yg bekas dipakai Paulus yang diberi kuasa oleh Allah, sehingga orang orang yg kerasukan roh jahat sembuh ketika menyentuh saputangan Paulus. Orang-orang yg sakit sembuh ketika menyentuh saputangan Paulus. Apakah kuasa Tuhan hanya sebatas saputangan? Kenapa Tuhan pake saputangan? kenapa ga bilang saja, kalo mau sembuh, bilang “Dalam nama Yesus”… Apakah nama Yesus kurang dahsyat????? kok perlu pake embel-embel saputangan?
Makanya, saya sarankan Pak Acun baca Alkitab yang bener… biar tahu bahwa mujijat dari Tuhan itu cara dan sarananya bisa macam-macam terserah Tuhan. Jangan membatasi Tuhan. Bila Tuhan mau pakai minyak urapan untuk menyembuhkan, ya itu hak Tuhan. Dengan otoritas apa Pak Acun bisa melarang Tuhan?
Perlu Pak Acun ketahui…
Tuhan memakai hambanya dengan cara yang berbeda-beda sesuai talenta, rencana, dan pengutusan yg ditetapkan Tuhan sendiri. Ada gereja / hamba Tuhan yg dipakai dalam bidang pengajaran, seperti GBIA & Dr Steven. Ada yg dipakai Tuhan dalam bidang kesembuhan. Dsb..dsb.. walau berbeda2 tapi satu tubuh. Pelayanan penginjilan yg disertai dng mujijat kesembuhan banyak dipakai Tuhan untuk menarik jiwa2 yg belum percaya Kristus sehingga mereka menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Dan Tuhan memakai sarana kesembuhan itu untuk meneguhkan firmanNya. Menentang hal ini berarti menentang karya Roh Kudus.
Bila ada orang sakit, normalnya, tentu dia akan berharap ingin sembuh. Bila orang sakit tidak ingin sembuh, berarti ada 2 kemungkinan, dia orang gila, atau orang putus asa. Semua orang normal yg mengalami sakit pasti ingin sembuh, baik itu anak Tuhan, maupun bukan. Artinya : mengharapkan suatu kesembuhan itu tidak bertentangan dengan Alkitab! Justru di Alkitab Tuhan Yesus selalu menyembuhkan orang sakit. Tuhan Yesus tidak membuat orang sehat jadi sakit, tapi membuat orang sakit jadi sehat. Jadi bila kita anak-anak Tuhan sedang sakit, tentu idealnya kita berdoa kepada Tuhan memohon kesembuhan. Ada orang yg tidak memohon kesembuhan kepada Tuhan, namun dia minum obat atau pergi ke dokter… nah yg begini saya bilang munafik dan sok pinter… kenapa? Karena dia ingin sembuh tapi pake bantuan manusia & teknologi, padahal Tuhan lebih berkuasa daripada manusia & teknologi. Pengetahuan medis & teknologi tidak salah, tapi tentu harapan / gantungan manusia sepenuhnya harus kepada Tuhan… dan biarlah medis / dokter / teknologi / obat itu dipakai Tuhan sebagai sarana penyembuhan.
Selama ini memang saya temukan banyak yang salah persepsi tentang mujijat kesembuhan, termasuk Pak Acun & Dr Steven… nah semoga Tuhan menyatakan kebenaranNya kepada Bapak-Bapak ini agar bisa memahami hakekat pelayanan yg disertai mujijat tanpa kita perlu menentang, bahkan melabelinya dengan kata sesat.
Dear pak Kevin, Dr. Steven & pak Acun,
Saya setuju dengan pendapat pak Kevin.
Memang pada dasarnya kita harus berbalik & berpegang hanya pada kebenaran Firman Tuhan. Namun, Pernyataan yg disampaikan Oral Roberts Bahwa “adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit” menurut saya juga tidak menentang kebenaran Firman Tuhan. Oral Roberts berkata seperti ini untuk menyampaikan kepada kita bahwa kita mempunyai Allah yg baik & penuh kasih yg tidak pernah sekalipun memberikan rancangan yang buruk termasuk penyakit dalam kehidupan kita. Bahkan Dia rindu & sanggup untuk memberikan kesembuhan & pemulihan bagi kita semua.
Ketika saya membaca pernyataan Oral Roberts ini, saya malah teringat pada Amsal 3:16 “…umur panjang di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.” Tuhan tidak hanya memberikan kita umur panjang tapi juga kekayaan & kehormatan. Dari ayat ini saya menangkap bahwa Tuhan ingin kita berumur panjang dan sehat secara tubuh, jiwa & roh. Bukan umur panjang tapi sakit-sakitan atau mengalami penderitaan.
Saya bahkan setuju sekali dengan pernyataan Oral Roberts bahwa “Penyakit bukanlah bagian dari rencana Allah dan tidak dihasilkan oleh kehendak Allah.” Tuhan tidak menciptakan dunia, mahluk hidup, taman eden, Adam & Hawa dengan penyakit atau penderitaan di dalamnya sampai manusia jatuh dalam dosa & hidup dalam kutuk. Penyakit ada karena kesalahan manusia itu sendiri (termasuk kutuk) atau atas ijin Tuhan utk kemuliaanNya (seperti kisah penyakit Paulus & org yg buta sejak lahir). Tapi bukan berarti Tuhan menginginkan kita hidup dalam kesakitan atau kita tidak bisa sakit. Malah Tuhan ingin kita senantiasa dapat hidup dengan menerima kesembuhan & pemulihan dariNya.
Apa pun pernyataan & siapa pun orang yg memberikan pernyataan selama itu tidak menentang kebenaran Firman Tuhan, kita tidak berhak menghakimi orang tersebut atas penyataannya. Penghakiman itu milik Tuhan. Siapa kah diri kita hingga bisa menghakimi orang lain? Apalagi orang tersebut adalah seorang Hamba Tuhan. Benar tidaknya Hamba Tuhan tersebut biarlah itu jadi urusan dia dengan Tuhan. Firman Tuhan memang mengatakan agar kita waspada dengan pengajaran palsu dan sesat. Tapi semuanya dapat kita lihat dari buahnya. Jika buahnya baik & sesuai Firman Tuhan kenapa harus kita katakan itu sesat?
Ingat saja pada peristiwa dalam Bil 12. Ingat perkataan Tuhan sewaktu Dia membela Musa di hadapan Miryam & Harun yg telah menghakimi Musa: Lalu berfirmanlah Ia: “Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?”
Saya juga setuju dengan pernyataan Pak Kevin kalau Tuhan dapat memakai media apa pun untuk menyatakan mujizatNya & Firman Tuhan sudah banyak membuktikan hal itu. Jangan pernah membatasi bagaimana kuasa Tuhan bekerja.
Untuk pak Acun, coba deh baca 2 Raja-raja 5. Ini salah satu kisah kesukaan saya tentang cara Tuhan menyatakan kuasa kesembuhanNya. Unik, menarik & luar biasa.. 🙂
Semoga kita semua dapat lebih bijak & berhati-hati dalam mengemukan sesuatu. Biarlah Tuhan yg mengungkapkan kebenaran itu & belajarlah untuk menghakimi siapa pun.
Tuhan Yesus memberkati..
Helo Pak kevin,
menurut saya kita ini anak anak Tuhan,So setelah Yesus datang kedunia ini,Hanya Nama dia lah yg tepat untuk kita Kenapa??karena Yesus adalah Satu satunya jalan..karena dasar kita hanya NAMA YESUS SAJA SUDAH LUAR BIASA,kenapa//?karena jika kita memakai embel embel seperti minyak urapan atau sebagainya bearti kita lebih mengimani embel embel tersebut,buat apa perlu pakai embel embel apakah nama Yesus itu kurang mantap??yang bapak Break down adalah kisah perjanjian lama sebelum Yesus datang looh,but setelah Yesus datang cukup nama dia saja..
Memang kita sebagai manusia pasti ada masalah..disitulah masalahnya..kenapa?karena jika anda benar benar percaya Yesus 100%( trust not believe ) anda sudah tidak akan pernah kecewa,tidak pernah merasa susah apa pun masalah yang anda hadapi,kalau hanya percaya ( believe) disitulah anda masih setengah setengah..
kehidupan saya dulu juga sama ada masalah berdoa minta tolong kepada Yesus,padahal waktu itu saya sudah percaya yesus adalah juru selamat tapi belum bener benar 100%,tetapi ketika saya benar benar percaya..secara manusiawi memang saya banyak masalah juga tetapi saya tidak pernah khawatir karena saya sudah hidup berdasarkan Firman tuhan,so mau apapun juga yang terjadi saya sangat yakin dengan janji Yesus akan Masuk surga bagi mereka yang Percaya kepada dia
contohnya..saya berani membawa mobil dengan kecepatan 180-220 km per jam..semua saudara saya tidak berani ikut dengan saya..tetapi istri saya berani ikut dengan saya Kenapa??karena istri saya percaya dengan saya..kenapa??karena dia sudah hidup dan mengenal saya lebih dari siapaun juga..
intinya bukan saya ngajarin ngebut yah pak.heheh..tapi suatu ungkapan yang menberi tahu arti dari sebuah ungkapan Percaya ( trust )bukan beleive..
sepertinya trust itu lebih dari percaya..
Bapak mengatakan manusia yang kedokter itu munafik..??
Tuhan Memberikan manusia sebuah pemikiran untuk menolong orang apakah itu salah??
Tuhan menciptakan manusia derngan akal dan pikiran sehingga kita manusia ini bisa berkembang apakah itu salah??
Yesus saja ketika haus diberi minum oleh manusia apakah itu salah??( karena dia itu bisa segalanya bisa aza dia menciptakan air )
Bapak Kevin..jika terjadi sebuah kecelakaan sebuah mobil tertabrak dan penumpang nya luka parah didepan bapak..bapak akan membawa dia ke RS terdekat atau Bapak hanya akan Duduk dan berdoa berharap terjadi Penyembuhan.?
Jika ada tetangga ( seorang anak ) bapak yang sakit parah misalkan demam berdarah sudah kritis apakah bapak akan hanya berdoa atau langsung bawa kerumah sakit???
dan saya perlu ingatkan yah Pak Kevin,saya tidak pernah membatasi Tuhan (gimana cara nya ??)
kalau bapak yakin penyembuhan itu benar benar terjadi..saya yakin sekali semua rumah sakit akan Tutup..dan ingat yah pak di Rumah sakit juga banyak anak anak Tuhan yang bekerja untuk merealisasikan Kuasa Tuhan..
Terima Kasih Acun,
Dear Pak Acun,
Bagus kalo Pak Acun percaya Yesus 100%. Haleluya.
Namun rupanya Bapak tidak mampu membaca dengan baik, bahkan tidak memahami tulisan saya diatas dengan benar.
Pak Acun, sebelum seseorang berkomentar kesana-kemari, ada baiknya duduk diam, lalu baca pelan-pelan, kalo tidak paham silakan tanya, kalo dah paham baru berargumen.
Pemahaman Pak Acun tentang Alkitab sangat dangkal. Diatas sudah saya berikan contoh di Perjanjian Baru yaitu kisah Saputangan Paulus yg dipakai Tuhan sebagai sarana penyembuhan, silakan anda baca kembali dan buka ayatnya. Adalah ceroboh bila menulis tanpa berpikir.
Kedua, Pak Acun pemahaman Bapak rupanya kontradiktif (saling bertentangan). Di awal tulisan, Bapak bilang HANYA NAMA YESUS SAJA SUDAH LUARBIASA, shg tidak perlu embel2 minyak urapan dsb dsb. Tapi di tulisan Bapak bagian bawah, Bapak panjang lebar membela Rumah Sakit sebagai media yg dipake Tuhan sbg sarana kesembuhan. Sungguh aneh, di satu sisi anda bilang NAMA YESUS saja cukup berkuasa, namun disisi lain anda bilang Rumah Sakit juga diperlukan. Apa NAMA YESUS sudah tidak cukup lagi?? sehingga Bapak perlu Rumah Sakit?? Inilah yg saya sebut pemikiran yang simpang siur.
Kalo Bapak mencermati & memahami tulisan saya diatas, saya tidak bilang bahwa Rumah Sakit itu bertentangan dng ajaran Alkitab. Yang saya bilang, banyak orang munafik, tidak mau berdoa minta kesembuhan, tapi justru ke rumah sakit untuk menyembuhkan dirinya. Maksud dari tulisan ini adalah… bila seseorang sakit dia lalu dia bilang bahwa dia tidak perlu memohon kesembuhan pada Tuhan namun dia berusaha ke dokter atau rumah sakit atau minum obat agar sembuh, sudah jelas orang itu munafik. Langkah yg benar seharusnya orang sakit itu berdoa, memohon kesembuhan kepada Tuhan, barulah dia berusaha untuk minum obat atau ke rumah sakit. Itulah maksud tulisan saya diatas, silakan dibaca kembali pelan-pelan, jangan ngebut Pak Acun, sebab ngebut mengundang maut.
Bila Bapak meyakini bahwa Tuhan bisa memakai manusia / dokter / obat / rumah sakit untuk dipakai Tuhan sebagai sarana kesembuhan, mengapa Bapak tidak bisa meyakini minyak urapan atau perjamuan kudus dapat dipakai Tuhan sebagai sarana kesembuhan?
Bila gereja memakai minyak urapan lalu Bapak sebut “lebih mengimani embel-embel tersebut” lalu Bapak menyebut apa untuk orang yang minum obat? Bukankah minum obat juga lebih mengimani obat tersebut? (ini saya pake penalaran Bapak)… silakan direnungkan…
Dari tulisan Pak Acun diatas saya menyimpulkan bahwa Bapak memang belum memahami theologia dengan baik, singkatnya Bapak cuma dengar omongan pendeta tertentu lalu percaya begitu saja. Seharusnya kita anak-anak Tuhan ini belajar Alkitab lebih dalam agar bisa menyelami kehendak Allah lebih banyak. Mukjijat kesembuhan telah banyak dipakai Tuhan untuk menjamah banyak orang dari berbagai lapisan iman termasuk orang2 yang belum mengenal Kristus. Tuhan Yesus tidak berhenti 2000 tahun yang lalu. DIA masih tetap berkarya hingga saat ini dan selamanya. DIA masih berkuasa untuk menyembuhkan, memulihkan, dsb dsb… soal caraNYA bagaimana itu terserah Tuhan. Mau langsung sekejab tanpa perantaraan apapun, bisa! Mau pakai obat-obatan yg diminum si sakit, bisa! Mau pakai iman / doa si sakit atau yg mendoakan, bisa! Mau pakai perjamuan kudus atau minyak urapan, bisa! Banyak sarana yg bisa dipakai Tuhan, dan kita tidak dapat membatasi Tuhan dalam hal ini.
Demikian Pak Acun, puji Tuhan iman Bapak sudah mantap, tinggal Bapak tingkatkan lagi pemahaman Alkitab Bapak, dan mulailah terbuka pada karya Allah, jangan terpaku hanya pada doktrin yg tampaknya alkitabiah namun sesungguhnya “belum sampai” pada tingkat iman yg lebih tinggi. Jadi marilah kita bertumbuh dan semakin giat dalam Tuhan. Bayi minum susu, tapi kita selayaknya sudah harus makan nasi.
Tuhan Yesus memberkati Pak Acun.
Sdri. Devy, anda mau percaya atau setuju dengan siapa, itu hak anda. Saya, beserta dengan GBIA Graphe hanyalah menyampaikan kebenaran. Tentu yang mau menerimanya, silakan. Yang mau menolak juga tidak ada yang melarang. Kita semua akan mempertanggung jawabkan di hadapan Allah.
Anda katakan pengajaran Oral Roberts itu benar? Bahwa “Tuhan berkehendak untuk menyembuhkan semua penyakit?”
Apakah anda membaca artikel ini atau main asal komentar saja?
Fakta bahwa Oral Roberts jatuh sakit, lalu meninggal, membuktikan bahwa Tuhan tidak berkehendak untuk menyembuhkan dia. Ini saja sudah bukti kesalahan doktrinnya.
Memang penyakit tidak ada dalam dunia sempurna yang Allah ciptakan, dan tidak ada dalam rencana awal Allah. Penyakit muncul semenjak kejatuhan ke dalam dosa. Tetapi di dunia sekarang ini, penyakit tetap ada, dan orang percaya pun bisa jatuh sakit. Tentu kita minta Tuhan menyembuhkan, tetapi apakah Tuhan menyembuhkan atau tidak, itu hak Tuhan. Tidak benar jika kita mengharuskan Tuhan menyembuhkan semua penyakit, sebagaimana pengajaran Oral Roberts.
Wah sepertinya kita ini perlu melakukan debat terbuka nich..kalau untuk yang ini g dukung steven..
Maaf saya juga mau berkomentar. Paulus dalam suratnya kepada Timotius berkata kalau kita menasihati biarlah itu berasal dari kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni, dan juga dari iman yang tulus iklas.
Tuhan juga katakan supaya kita menghindari diri dari segala omongan yang kosong berujung tak suci dan menimbulkan pertentangan karena dasar dari itu semua bersumber pada pengetahuan entah itu pengetahuan yang baik dan yang jahat. Juga supaya jangan orang lain mengambil keuntungan dari hal tersebut.
Kalau kita tahu hal itu baik bagi kita , lakukanlah, kerjakan bagi kemuliaan Tuhan Yesus yang kita sembah.
Tuhan juga melalu Paulus katakan masing2 kita memiliki tingkat pengertian yang berbeda-beda, baiklah kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh. Kalau hal itu salah dan mengakibatkan maut, hal itu juga akan dinyatakan Allah kepada kita. yang penting dari semua adalah keintiman kita kepada Tuhan Yesus. Kalau kita tidak intim, bagaimana Tuhan bisa mengajar kita. Harus seperti Maria, duduk diam, dengarkan Tuhan Yesus. awasi ajaran kita sendiri, karena Tuhan Yesus sendiri akan menjadi hakim kita.
Kalau kita katakan sesuatu benar menurut Firman, baiklah kita lakukan, segala sesuatu yang tidak berdasar Iman adalah dosa.
Mungkin juga kita perlu belajar arti kerendahan hati untuk tidak melakukan penghakiman atau tuduhan ataupun perdebatan dalam bentuk apapun juga. Penghakiman adalah milik Tuhan sendiri. Penghakiman yang tidak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan, tapi belas kasihan akan menang atas penghakiman. Hiduplah dalam damai kalau sedapat2nya itu mungkin dari kita.
Gak heran smp ada perdebatan spt ini. Lha Tuhan Yesus sejak masa hidupNya smp hari ini saja masih jadi perdebatan banyak orang & kalangan kok…. Silahkan minta Roh Kudus utk membukakan mata hati & pikiran masing2.
Hanya bagi saya, tulisan ini terlalu menghakimi orang lain apalagi sesama anak Tuhan & ditulis mengatasnamakan suatu pelayanan gereja. Padahal Tuhan Yesus saja mengajarkan bila menegor saudara seiman tidak di ruang publik. Ini berbicara mengenai menegur dgn kasih, karena membicarakan keburukan saudara seiman di ruang publik sama saja dgn menghakimi dalam kebencian.
Terima kasih untuk komentarnya Sdri. Lia,
Mengapa tidak ditegor pribadi?
1. Kesalahannya bersifat publik. Ini bukan masalah Roberts membohongi saya pribadi, atau mencuri uang saya. Ini adalah masalah dia mengajarkan pengaajaran sesat! Untuk itu, penegorannya juga harus publik, agar semua yang sudah mendengar pengajaran sesatnya dapat diperingatkan.
2. Dia sudah meninggal. Bagaimana menegor secara pribadi lagi? Saya tidak ada masalah pribadi dengan Roberts. Saya hanya bermasalah dengan doktrin yang dia ajarkan.
3. Tuhan Yesus tidak pernah melarang pengekposan doktrin yang salah secara publik. Paulus kerap kali melakukan hal yang sama dalam surat-suratnya kepada jemaat-jemaat yang dibaca publik.
Dr. steven, anda tidak berhenti2 menghakimi orang, jelas alkitab berkata “jangan menghakimi atau kamu akan dihakimi” dalam nats yg lain “jangan pernah ada diantara kamu yg menghakimi karena penghakiman itu milik Tuhan”
saya heran kenapa anda merpersoalkan hal oral roberts, tentang doktrin kesembuhan bukanlah hal yg hakiki dalam tujuan Tuhan datang ke bumi ini, tapi dalam semua hal yg diperintahkan Tuhan hanya ini “kasihilah Tuhan Allahmu dgn segenap hatimu, akal budimu dan pikiranmu” dan yg lain yg sama dgn itu “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”
Yesus sendiri tidak menghakimi pelacur yg sudah jelas2 pelacur, kenapa anda yg pen dosa berani melakukan penghakiman kepada oral roberts? anda lebih kudus dari Yesus? jika anda hidup waktu jaman Yesus yg berkata “hendaklah diantara km yg tidak berdosa boleh melempari perempuan ini” pastilah anda mengambil batu, saya bersyukur anda tidak ada dijaman Yesus, jika demikian, runyamlah kisah Yesus karena anda
Wah..wah..rupanya anda belum membaca artikel saya “Menghakimi atau Tidak Menghakimi”
Saya sudah jelaskan di sana panjang lebar, jadi anda silakan baca saja.
Seperti kebanyakan orang, anda sama sekali tidak memiliki ide apa sih maksud Tuhan “jangan menghakimi.”
Anda memakai kata-kata itu sebagai alasan agar tidak ada orang yang boleh membongkar kesalahan, menegur kesesatan.
Yesus tidak pernah takut menegur kesalahan. Anda sama sekali tidak mengerti apa yang Yesus lakukan. Yesus justru berkata: “hakimilah dengan adil” (Yoh. 7:24).
Kapan saya melempar batu kepada Oral Roberts? He he, memang ilustrasi anda sangat tidak mengena.
Yesus tidak akan pernah mundur dari kebenaran. Kepada wanita pezinah itu, Ia berkata “jangan berbuat berdosa lagi” (Yoh. 8:11). Yesus “menghakimi perempuan itu dengan mengatakan bahwa apa yang dia lakukan itu adalah dosa. Yesus menyuruhnya bertobat.
Saya mengikuti teladan Yesus, saya memberitahu pengikut Oral Roberts bahwa doktrinnya salah dan bahwa mereka perlu bertobat. Saya tidak melempar satu batupun.
Kalau saya menunjukkan dari Alkitab bahwa pengajaran Oral Roberts itu sesat, itu tidak melanggar Alkitab, itu artinya taat pada Alkitab, membongkar kesalahan.
Anda seharusnya berterima kasih, bahwa ada orang yang mau menolong anda dari kesesatan. Tetapi tentunya orang-orang yang tidak mau dengar kebenaran akan berkoar-koar soal “jangan menghakimi.” Maksud anda: jangan beritahu apa yang salah dan apa yang benar! Apakah itu Alkitabiah?
anda sibuk dgn urusan memberitahu kebenaran..sayangnya kebenaran menurut anda ! kebenaran versi anda ! juga anda memutar fakta dengan berkata Yesus menghakimi perempuan itu dgn kata berdosa.. hei bung, baca dengan jelas nats sebelumnya, “tidakkah ada orang yg menghakimi engkau hai perempuan, jika tidak ada dari mereka yg menghakimi, AKU pun juga TIDAK MENGHAKIMI engkau, pergilah dan jgn berbuat dosa lagi”
pun jika Yesus menghakimi itu memang sudah hak DIA karena Dia adalah Tuhan dan sudah jelas tertulis “penghakiman adalah milik Tuhan” tetapi kepada kita sesama pendosa hendaklah jangan saling menghakimi.. gak ada satupun dari kita yg tahu, yg ada kita hanyalah percaya (percaya adalah satu grade dibawah tahu) karena baik anda maupun saya sama2 tidak pernah melihat Yesus, neraka, sorga dan penghakiman.
Bagaimana anda berkoar2 berkata oral itu sesat! bagaimana jika sekarang Ia berada di sorga bersama Yesus? bagaimana disaat terakhir hidupnya oral lebih memilih berada disorga ketimbang disembuhkan dan tetap hidup didunia? anda kan gak pernah tahu hal itu ! jika dia sekarang bersama Yesus betapa sedihnya Yesus, anda menghakimi anak yg dikasihiNYA .. sekali lagi saya katakan JANGAN MENGHAKIMI !
Pak steven, saya tidak pernah mempermasalahkan jika Oral mendapat impartasi bahwa semua orang pasti disembuhkan, bagaimanapun impartasi seseorang terhadap ayat2 di alkitab adalah sah2 saja menurut ukuran iman setiap orang. orang yg mempercayai Tuhan sebagai penyembuh tidaklah sesat, orang yg mempercayai Tuhan menyembuhkan banyak orang tapi tidak semua orang, juga sah2 saja.
dan kata penutup anda malah berkata jgn beritahu apa yg salah dan apa yg benar,
Sebagai murid Yesus, inilah yang seharusnya menjadi fokus kita : 1. menyembah Tuhan 2. melayani sesama dan mengasihi sesama 3. persekutuan 4. penginjilan 5. pemuridan
saya tidak akan melihat blog ini dan membalas tulisan anda lagi, karena saya mau tetap fokus pada 5 tujuan gereja diatas, karena itulah yg menyelamatkan bukan menilai orang salah atau benar..
Tuhan memberkati
Wah…wah…
Alkitab versi apa yang anda pakai?
Saya kutipkan Yohanes 8:10-11
“Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang MENGHUKUM engkau?” 11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak MENGHUKUM engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Saya tidak melihat kata “menghakimi” melainkan “menghukum.” Bahasa Yunani-nya adalah: “katakrino”
Kalau untuk menghakimi biasanya pakai kata “krino”
1. Anda tidak pernah mencoba mengikuti perintah Tuhan di Yohanes 7:24, “hakimilah dengan adil.” Di satu tempat Tuhan bilang “jangan menghakimi,” di tempat lain Tuhan bilang “hakimilah.” Alkitab pasti konsisten. Artinya, kata “menghakimi” dipakai dalam beberapa pengertian dalam Alkitab. Anda tidak mengerti ini dan asal ada yang mengeritik langsung: “JANGAN MENGHAKIMI.” Padahal, adalah TANGGUNG JAWAB setiap hamba Tuhan untuk menyatakan kesalahan (2 Tim. 4:2)!!! Anda sudah baca belum artikel saya: “Menghakimi atau Tidak Menghakimi?”
2. Anda bilang ini adalah kebenaran saya sendiri. Ya, itu pendapat anda, silakan. Tetapi saya sendiri sungguh yakin bahwa Alkitab mendukung saya. Dan oleh karena itu, saya punya kewajiban untuk menyiarkan kebenaran itu. Kalau anda tidak setuju, itu hak anda, tetapi anda tidak bisa menyuruh saya untuk diam atau untuk tidak menyatakan kesalahan sesuai dengan apa yang saya anggap kebenaran. Toh orang Islam juga akan bilang bahwa ini adalah kebenaran saya sendiri. Pada kenyataannya, kalau anda menunjukkan pada saya, di manakah saya menyimpang dari Alkitab, maka saya akan berubah. Tetapi dengan cara mengatakan: jangan menghakimi, dengan maksud “jangan bongkar kesalahan,” maka saya harus lebih taat kepada Allah daripada manusia yang menyalahgunakan ayat.
3. Doktrin Oral Roberts bahwa semua penyakit orang Kristen pasti disembuhkan (dalam hidup ini) itu tidak ada dalam Alkitab (coba tunjukkan ayatnya), bertentangan dengan Alkitab (2 Tim. 4:20; 2 Kor. 12:7-8), dan bertentangan dengan fakta sehari-hari.
4. Saya mendasarkan pengajaran pada Alkitab, sesuatu yang pasti dan di depan mata. Anda berandai-andai. Berandai-andai Roberts ada di Surga. Berandai-andai dia lebih memilih mati daripada hidup. Sekali lagi, saya lebih suka membangun theolgi atas FIRMAN TUHAN YANG PASTI, daripada atas andai-andai anda.
5. Walaupun anda berkoar-koar “jangan menghakimi,” ternyata anda sejak awal menghakimi saya, karena anda merasa saya salah. Kok anda boleh bilang saya salah, lalu saya tidak boleh bilang Roberts salah? Wah…logika macam apa ini?
shallom, 🙂
mungkin seharusnya blog ini dihapus saja karena justru menghasilkan perpecahan, bukan begitu? 🙂
saya setuju sama saudari Lia, jika saudaramu berbuat dosa tegurlah dia dibawah empat mata, jika ia menolak ambillah satu orang saksi lagi, jika ia menolak juga bawalah masalah tsb ke jemaat, jika ia menolak juga, anggaplah ia tidak pernah mengenal Tuhan, bukan dengan cara sepihak seperti ini (maaf)
untuk pak Kevin, bapak menjabarkan ajaran Yesus dengan amat sangat baik, saya setuju 100 %
untuk pak Jay, saya setuju bagian kita adalah menyembah Tuhan bukan menilai orang benar atau salah apalagi kita semua orang berdosa
untuk pak steven, menurut saya kalau ada orang memegang paham Tuhan menyembuhkan semua orang kristen gak akan membawa orang itu kedalam neraka, bukankah justru menghakimi orang potensi berdosanya lebih besar ketimbang percaya Tuhan menyembuhkan semua orang kristen? 🙂
maaf ya, ini hanya saran saja siapa tahu bisa baik bwt kita semua orang kristen, amen
salam novena 3 x
1 Korintus 11:19 “Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.”
Saya tidak bilang Oral Roberts itu di Neraka. Mungkin iya, mungkin tidak, saya tidak tahu hati dia. Tapi saya katakan bahwa pengajaran dia tidak Alkitabiah, dan saya sudah berikan bukti-bukti untuk itu.
Shalom semuanya..
Saya membaca semua argument2 saudara2 sekalian dan kalau menurut pendapat saya (yg jarang baca Alkitab ini) adalah sbb :
1. Adalah kehendak Allah sendiri mau memilih cara mati seseorang, mati duduk, mati sakit, mati kecelakaan, mati tua atau tidak pernah mati2 (terangkat). Toh kita tidak bisa bertanya tanya kepada yg sudah mati gimana rasanya saat dia mati. Ada hamba Tuhan di Semarang yg di “ijin” kan Tuhan untuk mengalami kecelakaan di tol dan dianya tidak mati, tetapi menantunya yg mati dan mobilnya hancur, tetapi kita tidak bisa mengatakan bahwa hamba tuhan yg sdh berpuluh puluh tahun melayani tsb nabi palsu hiihii..Trus ada lagi seorang hamba tuhan yg belum lama ini dipanggil namanya Jill Austin dan sehari sebelum dia mati dia sehat wal’afiat, trus seminggu sebelum dia mati Malaikat Tuhan muncul dan memberitahukan kepada hamba Tuhan yg lain yaitu James Goll bahwa seminggu lagi Jill Austin akan dipanggil pulang karena tugasnya di dunia sudah selesai dan Jill sendiri dikasih tau oleh James Goll bahwa dia akan dipanggil, lantas pada hari kematiannya Jill kena serangan usus buntu mendadak dan tidak bisa diselamatkan lagi…hehehe kita tidak bisa mengatakan bahwa selama ini Jill adalah pengajaran palsu…
Apakah saudara2 yakin bahwa hamba Tuhan yg mati dengan tenang adalah tidak pernah ‘salah omong’…John G. Lake mati karena sakit juga tuh kalo enggak salah, trus Katherine Kullman juga mati sakit, Smith Wiggleswoth juga mati sakit deh….tapi apakah saudara yg sdh mengkritik orang2 yg sudah mati tadi sudah melakukan pekerjaan kehendak Tuhan seperti yg sudah mereka lakukan ?? hehehe biarlah kiranya Tuhan kita sendiri yg memberikan keadilan kepada mereka…atau karena menurut saudara, anda sudah melakukan sesuatu yg “lebih dahsyat” dan “lebih benar” di hadapan Tuhan kali daripada mereka…hehe…Trus tanya dikit nih…Apakah yg saudara yg mengkritik tuh sudah pernah bertemu secara pribadi atau tinggal bersama Oral Roberts sehingga anda bisa tahu dia adalah seorang guru palsu ? Atau anda cuma mengutip dari sepenggal kata2nya di buku atau internet dan menilai sesuatu dari situ ? hehehe..lebih banyak yg anda bisa lakukan untuk Bapa kita yg di Surga, ketimbang kritik mengkritik yg tidak perlu Pak…..(sorry ya Pak jangan tersinggung yaaa..)
Oh ya..pak..sy ingin kasih tau dikit nih…(dari sumber yg dapat dipercaya)..sebelum Oral Roberts meninggal, dia memilih 10 orang hamba2 Tuhan yg diurapi di Amrik untuk di inpartasikan nya apa yg sudah dia dapatkan dari Tuhan selama pelayanannya…dan kesepuluh orang tsb menerima dengan supranatural inpartasi kuasa2 Illahi yg di berikan Tuhan kepada Oral Roberts sesuai dengan apa yg mereka minta untuk diinpartasikan dan sampai sekarang ke sepuluh orang tsb bergerak keseluruh Amerika bahkan ke dunia dengan luarbiasa…dan kayaknya enggak ada yg aneh2 dech dalam pengajaran mereka…
2. Ayub dicoba lewat penyakit, Paulus dicoba lewat penyakit dan banyak lagi yg dicoba lewat penyakit…pak..YESUS sendiripun Iblis berani mencobainya (walaupun bukan lewat penyakit). Hehe..saya setuju dengan Pak Dr. Steven nih bahwa kayaknya tidak semua penyakit deh disebabkan Iblis yaa..contoh nya penyakit Kolestrol (makan kagak mantang2), Darah tinggi (dari keturunan juga bisa), Kudisan (pake handuk bareng), Panu-an (juga sama tuh), Myoma (kelebihan hormon Esterogen pd wanita) hehe..tapi satu hal …Kuasa Darah YESUS cukup untuk menghilangkannya…
3. Dua komentar aja cukup lah…Bapak2 lebih baik kita melakukan yg benar di Hadapan Tuhan deh kalo menurut saya ketimbang comment..inget loh pak..kita sudah masuk ‘The End Time’ nanti bapak2 akan bisa lihat Dr. Oral Roberts..ada dimana dia..sekali lagi maaf ya kalo kata2 saya kurang berkenan..saya memang pengetahuan Alkitab nya kurang dan enggak ada apa2nya kali ya kalo di banding kan dengan bapak2 sekalian (yg mungkin Pendeta Besar kali yaa)..
duh,gitu aja kok repot,kalo yg mau terima pendapatnya Dr.Steven ya monggo,kalo yg nolak ya monggo,ini kan negara demokrasi.
saya sdh baca artikel Dr.Steven ttg menghakimi,bener apa yg beliau paparkan,seringkali kita terperangkap dgn ayat di matius tsb,jadinya kita ogah bahkan nga mau menegur sesama kristen bahwa apa yg dilakukannya salah.keep up the good work Dr.Steven
Brother Steven,
Shalom, saya ingin menyatakan bbrp hal:
1. bahwa jangan terlalu cepat mengatakan Oral Robert itu guru palsu atau penyesat, karena FT berkata dalam Yudas 4 :”Mereka yg menyalahgunakan kasih karunia Elohim utk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yg menyangkal Yesus Kristus” dan Yudas 16 :”Mereka yang menggerutu & mengeluh tentang nasibnya…” dan 1 Yoh 2:22 “yaitu mereka yang menyangkal Kristus, baik Bapa Yahweh maupun Anak, Yesus Kristus” jadi guru palsu atau penyesat adalah: mereka yang menyangkal Yesus Kristus sebagai manusia yang menebus dosa dan sebagai Tuhan, jadi saya tidak melihat bahwa Oral Robert menyangkal Yesus atau dikategorikan sebagai guru palsu.
2. Jikalau anda berkata bahwa pengajaran Oral Robert salah bahwa: “Adalah Kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit” ,,, well, brother, mari kita baca sama2 dalam Keluaran 15:26 firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Elohimmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah2-Nya……maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu PENYAKIT mana pun, yang telah Kutimpakan kpd orang mesir; sebab Aku TUHANlah yang MENYEMBUHKAN engkau.” “I am the LORD who heals you”…, Dia adalah YAHWEH-RAFAH, “itu adalah KEDAULATAN TUHAN, brother! mutlak !
3. Hukuman Tuhan dalam 1 Kor 11:30 ,,,, itu berlaku jika salah dalam menghargai TUBUH dan DARAH KRISTUS, jangan lepas dari perikop kebiasaan yg salah dalam perjamuan,, Tubuh yang tercabik yaitu bilur2 yg menyembuhkan, dan Darah-Nya yang tercurah menebus segala dosa. kita tahu bahwa dosa pun yang menyebabkan penyakit. intinya bahwa ayat ini bukan utk lemah sakit karena hal lain, tapi berlaku bagi mereka yang tidak menghargai TUBUH & DARAH KRISTUS.
saya katakan bahwa Oral Robert bukan guru palsu, dan ia adalah hamba Kristus yang melakukan panggilan-Nya untuk Injil yang merupakan bagian dari Kedaulatan TUHAN YANG MAHA TINGGI.
Salam,
hamba Kristus
Halo saudara/i yang memakai alias “hamba Kristus,”
1. Banyak guru palsu itu tidak terang-terangan menyangkal Yesus. Tentu di mulut mereka tetap “Yesus, Yesus.” Kalau yang terang-terangan menyangkal Yesus, itu gampang untuk dihindari. Yang lebih repot adalah yang seolah-olah masih tetap mengajarkan Yesus (sehingga “hamba Kristus” pun terkecoh), tetapi sebenarnya mengajarkan Yesus yang lain. Tentunya mereka ini masih bernama “Kristen,” dan masih menyebut-nyebut “Yesus.” Lihat Matius 7:22 dst. Dalam Kisah Para Rasul 20:30, “Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka,” Paulus memperingatkan bahwa ajaran palsu akan muncul dari dalam kekristenan itu sendiri. Oral Roberts mengajarkan (antara lain ajaran palsu dia) bahwa Yesus menjamin setiap penyakit orang Kristen di zaman gereja ini akan disembuhkan. Alkitab tidak mengajarkan hal ini. Jadi ajaran Oral Roberts itu sesat dan dia adalah guru palsu.
2. Terima kasih telah berusaha berargumen dari Alkitab. Itu lebih baik daripada ngotot tidak jelas. Tetapi sayang, penggunaan ayat Keluaran 15:26 di sini masih salah. Kesalahannya dalam banyak segi:
a. Tidak memperhatikan konteks. Konteksnya Israel baru saja keluar dari Mesir dan baru saja menyaksikan Tuhan menimpakan tulah-tulah yang dahsyat kepada orang Mesir. Resipien janji ini adalah orang Israel, dan tidak bisa seenaknya dicomot dari konteks tersebut lalu diterapkan untuk orang percaya Perjanjian Baru di zaman Gereja.
b. Tidak teliti. Tuhan tidak berjanji menghilangkan segala penyakit, melainkan “tidak akan menimpakan penyakit manapun, YANG TELAH KUTIMPAKAN KPD ORANG MESIR,” dengan kata lain bahwa tulah-tulah Mesir tidak akan menimpa Israel
c. Tidak melihat fakta bahwa hari ini banyak sekali orang Kristen yang memang sakit dan meninggal.
3. Saya hanya mengambil pernyataan Oral Roberts: “Adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit.” Istilah “semua penyakit” tentunya maksudnya ya “semua penyakit,” termasuk penyakit yang disebabkan oleh dosa dong! Toh, pada ujungnya, semua penyakit di muka bumi ini bisa ada karena kejatuhan ke dalam dosa juga! Jadi, kalau bukan kehendak Allah untuk menyembuh orang-orang Korintus yang sakit karena dosa (meremehkan perjamuan), maka pernyataan Roberts bahwa “Adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit” telah gugur! Karena Roberts tidak pernah membuat pengecualian: “ehmm…ehmm…kecuali yang karena dosa.”
Pada akhirnya, inti dari artikel ini adalah bahwa Roberts akhirnya meninggal karena sakit. Dia tidak disembuhkan! Itu adalah bukti nyata bahwa pengajaran dia palsu! Betapa butanya para pengikutnya yang tidak mau melihat hal ini, dan sampai sekarang semua “reply” yang saya dapat tidak ada satu pun yang menyentuh inti argumen ini!!
Saudara, saya hanyalah membunyikan sirene, tanda bahaya. Kalau anda tidak mau dengarkan, tidak mau bandingkan Alkitab, tidak mau membuka mata, dan mau terus percaya Oral Roberts, itu di luar tanggung jawab saya. Itu hak anda! Silakan! Memang Alkitab menubuatkan bahwa:
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (2 Tim. 4:3).
mau kasih comment dulu ah: banyak orang Kristen tdk bisa menerima jika dikatakan penyesatan itu dilakukan dari dalam kalangan Kristen sendiri apalagi jika mereka adalah org-2 yg sudah terkenal dalam dunia “pelayanan Kristen” padahal banyak peringatan di Alkitab baik yg disampaikan oleh Yesus maupun para rasul. Bukankah ini menunjukkan betapa mereka meng-kultuskan manusia yg mengaku hamba Tuhan, tanpa mau lebih memandang pada Alkitab dan berpikir dengan lebih jernih. Sederhana saja jika kita simak fokus pengajaran dari Oral Robets kemudian uji dengan Alkitab, jika saya melihat doktrin dari Oral Robets rasanya geli juga ya, sebab kehendak Tuhan bagi manusia adalah menyelamatkan manusia dari neraka bukan urusan kesembuhan yg menjadi utama. Jadi klo saya menilai memang tdk Alkitabiah jika mengatakan adalah kehendak Tuhan menyembuhkan semua penyakit.
Menurut saya : kita tidak bisa cepat – cepat memvonis seseorang itu guru palsu hanya dengan mengambil atau memenggal salah satu kata – kata / kalimat oleh orang tersebut. tetapi kita harus melihat pengajarannya secara utuh.
Hamba Tuhan Oral Robert mempunyai iman yang besar bahwa Tuhan pasti menyembuhkan seluruh penyakit manusia akibat dosa, iblis dll, dan menurut saya itu sah – sah saja. siapapun boleh mempunyai iman seperti itu asal dilakukan di dalam TUHAN YESUS KRISTUS.
Dr. Steven tidak berhak sedikitpun mengatakan bahwa Pdt. Oral Robert Guru palsu hanya oleh karena ia mempunyai iman yang besar terhadap Firman Allah yang Hidup dan kepada Yesus Kristus Sang Penyembuh yang tidak pernah Pensiun.
Pada mulanya Tuhan menciptakan manusia (Adam dan Hawa) dalam keadaan sehat, demikian juga iman kita meyakini bahwa kita pasti dijadikan sehat oleh Tuhan seperti Adam dan Hawa bahkan disempurnakan di dalam Yesus Kristus.
Biarlah kita meyakini Firman Allah itu berkuasa bukan hanya pada waktu Perjanjian Lama, Perjanjian Baru tetapi juga berkuasa sampai sekarang bahkan sampai selama-lamanya. Kalau Tuhan dahulu melakukan banyak tanda-tanda mukjizat pasti sekarang juga Tuhan dapat melakukannya. Kesempurnaan menyangkut hilangnya penyakit maupun dosa dari hidup kita.
Menurut saya, Oral Roberts adalah guru palsu karena pengajaran dia tidak cocok dengan Alkitab.
Roberts mengajarkan bahwa Allah berkehendak untuk menyembuhkan semua penyakit orang Kristen.
Pengajaran ini sama sekali tidak Alkitabiah. Saya sama sekali tidak menentang terjadinya mujizat hari ini.
thanks for the discussion.
worth for my faith and for the way i interact with other people.
saya menyimpulkan bahwa semua komentator menyetujui bahwa “mujizat penyembuhan Tuhan masih ada dan nyata saat ini.”
kemudian saya menyimpulkan bahwa isu mendasar dari diskusi ini adalah apakah
– Allah berkehendak untuk menyembuhkan semua penyakit orang Kristen selama di dunia atau..
– Allah berkehendak untuk menyembuhkan tidak semua penyakit orang kristen selama di dunia.
terima kasih untuk kesempatan berkomentar.
Tuhan memberkati.
@menurut saya ayt2x sudah betul,saya hanya komen bahwa setiap orang berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah,sakit penyakit itu bagian dari kutuk,bukan berarti oral robert gagal dgn pengajarannya,mungkin kurang sempurna.selama dunia ini diciptakan hanya 2 manusia yg sempurna,henokh dan elia yg tidak pernah mati,kematian oral robert bukan kesalahan pengajaran, itu karena belum mencapai yg dimiliki henokh dan elia. Penyakit adalah kutuk itu kebenaran.itu hanya sebagian dar kutuk dosa yg adalah kematian, hanya Tuhan saja yg mati dan hidup dgn membuktikan kedekatan dengan Allah dengn sempurna membuat manusia tidak mengalami kematian.
Oral Roberts, beserta banyak pengajar kharismatik lainnya, mengajarkan secara eksplisit ataupun implisit, bahwa orang Kristen seharusnya tidak sakit. Bahwa jika orang Kristen sakit, itu berarti ada masalah rohani. Bahwa ketika percaya Yesus, kita dibebaskan dari sakit penyakit di dunia sekarang ini.
Pengajaran seperti ini adalah sesat. Orang Kristen yang sungguh lahir baru tetap bisa sakit, dan itu bisa terjadi tanpa ada hubungan dengan masalah rohani. Bahkan seringkali Tuhan memakai sakit penyakit untuk mencapai tujuanNya. Memang, suatu hari nanti kita akan bebas dari penyakit, yaitu saat kita mengenakan tubuh kemuliaan, bukan sekarang ini.
Tubuh dan jiwa memang terkait erat. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat dan demikian pula sebaliknya. Ajaran yang benar akan membuat jiwa menjadi sehat dan kesehatan jiwa berpengaruh terhadap tubuh. Dalam istilah kedokteran ada yang disebut penyakit psikosomatik yaitu penyakit yang disebabkan oleh kondisi buruk psikologis ybs yang bisa membuat orang sakit maag, jantung, darah tinggi, dll. Penyakit ini bisa disembuhkan jika jiwa atau kondisi psikis ybs menjadi sehat. Demikian pula jiwa yang sehat akan membantu seseorang yang menderita penyakit infeksi seperti pneumonia namun peranannya lebih terbatas. Terlepas dari kehidupan pribadi Oral Roberts yang tidak sempurna dan juga ajarannya yang kontroversial, namun usia Oral Roberts yang mencapai 91 tahun adalah usia di atas rata-rata.
Ralat: “Ajaran yang BENAR akan membuat jiwa menjadi sehat dan kesehatan jiwa berpengaruh terhadap tubuh” seharusnya “Ajaran yang BAIK akan membuat jiwa menjadi sehat dan kesehatan jiwa berpengaruh terhadap tubuh”. Benar atau salah adalah hak prerogatif Tuhan yang absolut, sedangkan baik atau buruk itu relatif dan berbeda dari orang ke orang.
Sdr. Johan, tidak ada masalah sama sekali bahwa orang benar rata-rata hidup lebih panjang dari orang yang tidak benar. Itu memang diajarkan Alkitab. Tetapi yang menjadi masalah adalah pengajaran Oral Roberts, beserta kelompok kharismatik lainnya, bahwa Tuhan tidak pernah berkehendak agar orang percaya menjadi sakit. Ini salah dan sesat.
Hendaknya kita sbg murid Kristus dalam satu tubuh jangan saling menghakimi, tapi saling mendukung dalam doa. aliran kharismatik jangan dibilang sesat, karena iman yang bertumbuh itu memang harus dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Oral Roberts mengajarkan bahwa Allah berkehendak untuk menyembuhkan semua penyakit orang Kristen, itu adalah ungkapan imannya dan itu sah2 saja, tapi otoritas dan kehendak tertinggi atas kejadian di alam semesta ini adalah milik Allah.
Upah dosa adalah “maut” atau hukuman kekal dineraka adalah benar, sedangkan kematian adalah suatu proses / fase dimana tubuh jasmani diubahkan menjadi tubuh roh, jadi maut dan kematian adalah dua hal yang sepertinya sama tapi “berbeda”. Kematian bisa terjadi karena tubuh itu sakit atau penyebab lain diluar sakit. Sakit terjadi adalah benar akibat kutuk terhadap tanah di bumi, dan Tuhan berkehendak supaya kita dilepaskan pada saat jatuh dalam pencobaan yang diakibatkan kutuk, termasuk pencobaan sakit penyakit, syaratnya adalah hidup di dalam Firman Tuhan.
Terima kasih untuk kita saling mendoakan, Tuhan YESUS memberkati
Kita diperintahkan untuk menyatakan apa yang salah (2 Tim. 4:2), dan untuk menghakimi dengan adil (Yoh. 7:24). Alkitab melarang untuk menghakimi dengan munafik dan melarang untuk menghakimi hal-hal yang tersembunyi (misal hati seseorang), tetapi kita HARUS menghakimi dan menentukan benar salahnya, sesat tidaknya, suatu doktrin. Kalau itu tidak boleh, maka kita akan disesatkan!
Standar Oral Roberts itu benar atau salah, pengajaran dia benar atau salah, bukan terserah ungkapan iman dia, tetapi standarnya adalah Firman Tuhan.
Apakah yang Roberts ajarkan: bahwa Allah berkehendak menyembuhkan semua penyakit orang Kristen, itu Alkitabiah? Jawabannya tidak! Contoh jelas dalam 2 Kor. 12, Tuhan tidak berkehendak menyembuhkan duri dalam daging Paulus.
Salam kasih Tuhan Yesus, kepada yth: Bpk Dr. steven, saya tidak akan menyalahkan atau membenarkan judul artikel bpk, tapi saya katakan bahwa nabi Elisa juga sakit sebelum meninggal, yang anehnya tulang Elisa dapat membangkitkan orang mati…heran betul…salam sejahtra..Tuhan Yesus Memberkati..
Pak Yafet, yang menurut anda aneh, bagi saya justru tidak aneh. Saya tidak pernah menentang fakta bahwa Tuhan yang saya sembah adalah Tuhan yang ajaib, yang mahakuasa, dan yang mampu melakukan hal-hal yang mustahil. Tetapi, yang saya tidak setujui adalah doktrin sesat Oral Roberts, bahwa adalah kehendak Tuhan untuk menyembuhkan semua penyakita dalam hidup orang percaya. Ini bagi saya tidak alkitabiah (karena dalam Alkitab banyak orang percaya yand diizinkan Tuhan untuk sakit), dan sangat merusak iman.
kita ini hanyalah manusia, mengapa kita ingin menyerupai Tuhan demi dapat menghakimi sesama kita manusia. apakah ketika Yesus Kristus datang untuk kali kedua kita bisa tetap percaya bahwa Ia Yesus yang sedang datang menghakimi kita? selidikilah hati kita pribadi, berdoalah bagi semua manusia.
Salam dari manusia biasa
Kita memang hanya manusia. Kalau kita percaya Alkitab, dan percaya kepada Tuhan Yesus, maka kita akan berusaha untuk melakukan perintah-perintahNya.
“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (2 Tim. 4:2).