Walikota Leicester yang Atheis Melarang Doa

(Berita Mingguan GITS 03 Juli 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Colin Hall, walikota yang baru terpilih di Leicester, Inggris, telah melarang doa yang biasanya dilakukan sebelum pertemuan-pertemuan di Gedung Walikota. Hall, seorang atheis, menyebut doa sebagai sesuatu yang “ketinggalan zaman, tidak diperlukan, dan mengganggu” (“What’s God Got to Do with It?” Daily Mail, 23 Juni 2010). Bukanlah atheisme yang menghancurkan kekristenan di Inggris; kesesatanlah yang telah menghancurkannya. Tidak ada hal lain yang bisa menyebabkan orang berpaling daripada Tuhan sehebat kekristenan yang sesat dan munafik, dan Gereja Inggris memenuhi kriteria tersebut, bahkan lebih lagi. Dalam suatu kunjungan ke London sekitar Paskah 1982, saya membeli koran dan melihat sebuah wawancara dengan Robert Runcie, Uskup Agung Canterbury. Ketika ia ditanya, “Mengapakah Yesus mati?” jawabannya adalah, “Mengenai hal itu saya agnostik (tidak tahu).”

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *