Film Avatar Mengkhotbahkan Shamanisme

(Berita Mingguan GITS 21 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “The Avatar Gospel,” TheBereanCall.org: “Shamanisme adalah agama yang menyembah alam dan roh dan adalah agama yang paling tersebar di seluruh dunia….Film Avatar adalah platform yang sangat spektakuler untuk mengkhotbahkan shamanisme. Alur ceritanya tidaklah unik dan juga tidak terlalu kompleks. Sebuah planet bulan jauh bernama Pandora sedang dikolonisasi oleh sebuah perusahaan yang ingin menggali suatu logam yang bernilai tinggi bagi Bumi, yang telah hancur oleh karena eksploitasi sumber-sumber alamnya sendiri. Namun perusahaan tersebut terhalang oleh suatu suku penduduk asli yang berbentuk mirip manusia, yang disebut Na’vi, yang memiliki desa-desa dan tanah di daerah utama penambangan logam yang sangat berharga tersebut. Usaha-usaha diplomatik untuk meyakinkan para Na’vi agar pindah ke lokasi lain berakhir dengan kegagalan, terutama karena agama shamanisme-nya para Na’vi. Mereka menyembah Eywa, seorang dewi yang mirip dengan Gaia dalam mitologi Yunani, atau “Mother Earth.” Eywa sepertinya adalah suatu kekuatan mirip ilahi yang impersonal yang bertanggung jawab untuk mempertahankan keseimbangan semua kehidupan. Segala sesuatu di Pandora terhubung dengan Eywa secara mistis atau biologis. Penekanan biologis memperbesar betapa pentingnya mempertahankan sistem ekologi fisik planet tersebut agar bisa bertahan hidup di masa depan. Untuk memperlihatkan bahwa semua jenis kehidupan saling berhubungan, para Na’vi berterima kasih atau meminta maaf kepada roh-roh binatang yang mati dibunuh untuk makanan atau dalam aksi mempertahankan diri…..Sutradara dan penulis film ini, James Cameron, membuat kecenderungan theologisnya (dan ekologis) cukup jelas dalam hampir setiap cuplikan film tersebut. Judul film dan gambaran makhluk Na’vi ini diambil dari dewa Hindu Krishna, avatar berkulit biru yang adalah inkarnasi dari dewa Vishnu. Hinduisme mengajarkan bahwa sepanjang sejarah avatar-avatar memperlihatkan diri dalam bentuk manusia atau binatang untuk mengembalikan keseimbangan antara kebaikan dengan kejahatan. Penekanan pada pohon-pohon dalam film ini konsisten dengan semua bentuk shamanisme. Hometree yang sangat besar yang menjadi rumah bagi klan Na’vi dan dihancurkan dalam serangan manusia adalah perwakilan Eywa yang menyediakan bagi Na’vi melalui alam (mother nature). Pohon Jiwa (Tree of Soul) yang bersinar, yang menyediakan komunikasi langsung dengan Eywa, juga adalah suatu pusat kuasa yang dapat mentransfer jiwa-jiwa ke tubuh-tubuh lain. Dalam shamanisme tradisional, pohon adalah medium komunikasi universal bagi budaya-budaya seperti itu untuk berhubungan dengan shaman-shaman dan nenek moyang yang telah meninggal, dan para roh itu sendiri…..Setelah membaca berlusin-lusin komentar oleh orang-orang muda yang terpukau oleh theologi dalam film Avatar, jelas bahwa ini adalah injil palsu yang menemukan tanah subur di seluruh dunia sambil ia memperkenalkan dan menarik berjuta-juta penonton film menuju shamanisme. James Cameron telah mempresentasikan apa yang Alkitab sebut “ajaran setan-setan” yang didukung oleh Iblis, bapa segala kebohongan, dan diajarkan secara langsung oleh setan-setan. Kepercayaan Cameron yang pagan sama sekali bertentangan dengan apa yang Alkitab ajarkan. Lebih lanjut lagi, pandangan-pandangan idealistiknya tentang kemurnian alami suatu suku pribumi seperti Na’vi hanyalah propaganda….”

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Film Avatar Mengkhotbahkan Shamanisme

  1. acimz says:

    Plot ceritanya mirip dengan legenda sumeria ttg kedatangan annunaki ke bumi utk menjarah hasil tambang dan memanfaatkan org bumi dan memperbudak mrk agar bekerja buat para annunaki ini,lalu terjadilah pemberontakan dan bla..bla..bla..dan beberapa sumber menafsirkan para annunaki ini adalah nefilim (kej. 6) yg ada di Alkitab. Ttp sosok2 cerita ini dibalik aja,yg menjarah adalah manusia,yg hendak dijadikan budak adalah para na’vi,namun inti ceritanya hampir mirip dgn legenda sumeria,dan termasuk jg sosok avatar (jelmaan,perantara) yg akan dideskripsikan sbg perkawinan DNA 2 ras di dlm mitologi ini. Bener2 hampir mirip. Ini linknya kalo mau baca2 http://www.indonesiaindonesia.com/f/80955-percayakah-kedatangan-anunnaki-bumi/

  2. anung turwanono says:

    kisah ini menggambarkan bhw tdk ada yg gratis di dunia ini. mrk memanfaat smua potensi alam utk kehidupan mrk. dan ketika mati mrk dimakamkan di pohon yg mrk prcayai tmpt roh leluhur mrk yg memberikan kekuatan dg cara mengolah tubuh mrk shingga msh memberi manfaat pd makhluk lain yg masih hidup.

  3. Mahesa says:

    Banyak orang pada masa ini mulai membuka pikiran untuk meningkatkan kesadaran, karena tidak ada jawaban yang akan ditemukan dengan berada dalam kesadaran fisik, terlalu banyak fenomena yang tidak pernah terjawab, tetapi dengan berada pada kesadaran lebih tinggi, manusia sebenarnya mampu melihat bahwa ada teknologi – teknologi cosmic yang menjawab fenomena yang terjadi, dan semua dapat ditemukan dalam diri sendiri.

  4. Dr. Steven says:

    “Semua dapat ditemukan dalam diri sendiri” — pernyataan New Age / pagan. Alkitab mengajarkan bahwa realita ada pada Allah, dan Allah adalah solusi segala sesuatu.

  5. Kealasitte says:

    Awal2 kurang suka sama filmnya terlalu mengada2 dan gak masuk ke nalar saya. Tp setelah dipaksa nonton dan membaca artikel ini saya tonton ulang filmnya ternyata benar ada oesan sperti menyembah tuhan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *