Bagaimana Adoniram Judson Melamar Ann

(Berita Mingguan GITS 05 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini adalah permintaan yang diajukan oleh Adoniram Judson kepada ayah dari Ann Hasseltine, ketika melamar dia, dengan penuh kesadaran bahwa hidup misionari di India pada zaman itu mirip dengan suatu hukuman mati. “Saya sekarang harus meminta, apakah kamu dapat setuju untuk berpisah dengan putrimu awal musim semi nanti, untuk tidak melihat dia lagi di dunia ini; apakah kamu dapat setuju akan keberangkatan dia, dan kesusahan serta penderitaan hidup misionari yang akan menimpa dia; apakah kamu dapat setuju dia terpapar kepada bahaya perjalanan laut, pengaruh fatal iklim India selatan; kepada segala macam kekurangan dan kesulitan; kepada penghinaan, cemooh, penganiayaan, dan mungkin kematian karena kekerasan. Dapatkah kamu setuju akan semua ini, demi Dia yang telah meninggalkan rumah SurgawiNya, dan mati bagi dia dan bagi kamu; demi jiwa-jiwa kekal yang sedang binasa; demi Sion, dan kemuliaan Allah? Dapatkah kamu setuju akan semua ini, dengan pengharapan akan segera bertemu dengan putrimu di dunia kemuliaan, dengan mahkota kebenaran, terang oleh karena pujian yang akan disampaikan kepadanya oleh sang Juruselamat dari orang-orang kafir yang telah diselamatkan, melalui usaha dia, dari kebinasaan kekal? (Courtney Anderson, To the Golden Shore). Ayah Ann membiarkan Ann untuk membuat keputusannya sendiri, dan dia mengatakan iya, bersedia. Dan dia memang tidak pernah lagi melihat orang tuanya di dunia ini dan dia memang menderita kesusahan besar dan dia memang mati muda, tetapi dia melakukannya demi sang Juruselamat dan jiwa-jiwa yang terhilang. Betapa suatu teladan dan tantangan yang indah.

This entry was posted in Misi / Pekabaran Injil and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *