(Berita Mingguan GITS 10 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Seorang “nabiah” Kharismatik, Juanita Bynum, bukan saja berbicara dalam “bahasa roh;” dia bahkan mengetik dalam “bahasa roh” di halaman Facebooknya. Pada tanggal 17 Agustus, dia mengetik doa berikut, “Kami memanggilMu Yesus. Engkaulah penolong kami dan harapan kami!!!!NDHDIUBGUGTRUCGNRTUGTIGRTIGRGBNRDRGNGGJNRIC. Engkaulah penolong kami dan harapan kami. RFSCNGUGHURGVHKTGHDKUNHSTNSVHGN Engkau Allah. Engkaulah penolong kami dan harapan kami!!!” Bynum tidak menjawab pertanyaan dari The Christian Post mengenai komunikasi yang aneh ini (“Televangelist Juanita Bynum Raises Brows with “Tongues’ Prayer,” Christian post, 31 Agus. 2011). Ini adalah contoh-contoh kekonyolan yang adalah bagian dari paket Pantekosta sejak permulaan gerakan ini di pergantian abad ke-20. Bahasa lidah ditenggarai muncul di Bethel Bible School yang dipimpin oleh Charles Parham di Topeka, Kansas, pada bulan Januari 1901, dimulai oleh seorang mahasiswi bernama Agnes Ozman. Seorang wartawan Topeka State Journal mencatat “bahasa roh” yang diucapkan seorang mahasiswi lain, Lilian Thistlewaite. Bunyinya seperti ini: “Euossa, Euossa, use rela sema calah mala kanah leulla ssage nalan. Ligle logle lazie logle. Ene mine mo, sah rah el me sah rah me” (Topeka State Journal, 9 Jan. 1901).Walaupun “bahasa roh”nya Thistlewaite masih lebih meyakinkan daripada punya Juanita Bynum, keduanya hanyalah cerocosan tak berarti. “Ligle logle lazie logle” dan “ene mine mo” persis adalah tipe-tipe “bahasa roh” yang saya dengar berulang-ulang di berbagai pertemuan Pantekosta dan Kharismatik di berbagai belahan dunia (di Indonesia mungkin lebih mirip “sikalabalaba…sikalabalaba”), tetapi semuanya adalah komat kamit tak jelas. Bahasa lidah dalam Alkitab adalah bahasa sebenarnya yang secara ajaib dapat dipakai oleh orang-orang yang belum pernah mempelajari bahasa tersebut. Inilah yang kita lihat terjadi pada hari Pentakosta, dan kejadian itu adalah suatu mujizat yang besar. Pada tahun 1914, Charles Shumway dengan teliti mencari bukti untuk membuktikan bahwa “bahasa roh” kaum Pantekosta awal tersebut adalah bahasa yang sebenarnya, tetapi dia gagal menemukan bahkan satu orang pun yang dapat membuktikan klaim-klaim yang dibuat (James Goff, Jr. Fields White Unto Harvest, 1988, hal. 76). Setelah meneliti “bahasa roh” yang diucapkan di Azusa Street mission yang dipimpin oleh William Seymour, pemimpin Holiness, W. B. Godbey menyimpulkan bahwa ucapan-ucapan itu bukanlah bahasa (G. F. Taylor, The Spirit and the Bride, 1907, hal. 52). Banyak ahli bahasa yang telah mencapai kesimpulan yang sama. William Samarin, profesor linguistik di Universitas Toronto, merangkumkan penelitian dia selama 5 tahun sebagai berikut: “Glossolalia memang mirip dengan bahasa dalam hal-hal tertentu, tetapi ini hanyalah karena pengucapnya ingin agar yang diucapkannya itu mirip bahasa. Namun walaupun ada kemiripan-kemiripan superfisial, glossolalia secara mendasar BUKANLAH bahasa” (Tongues of Men and Angels, 1972, hal. 227). Kunci yang mendasar untuk mengerti bahasa lidah dalam Alkitab adalah menyadari bahwa bahasa lidah adalah tanda bagi bangsa Yahudi yang tidak percaya (1 Kor. 14:20-22). Dalam kitab Kisah Para Rasul, ketika bahasa lidah dipraktekkan, ada orang Yahudi yang hadir. Topik ini dibahas dalam buku The Pentecostal-Charismatic Movement: The History and the Error oleh David Cloud, dan juga buku Glossolalia oleh Dr. Steven Liauw.
Kategori
- Akhir Zaman / Nubuatan (109)
- Alkitab (48)
- Amerika Serikat (2)
- Apologetika (2)
- Arkeologi (44)
- Atheisme (3)
- Atheisme/Agnostikisme (10)
- Berita Mingguan (2)
- Bidat (10)
- Buddha/Hindu (1)
- Doa (5)
- Education / Pendidikan (6)
- Ekumenisme (113)
- Emerging Church (37)
- Fashion (7)
- Fundamentalisme (35)
- Gaming (5)
- General (Umum) (255)
- Gereja (78)
- Hermeneutika / Penafsiran (1)
- Injil (1)
- Islam (55)
- Israel (31)
- Istilah "Allah" (2)
- Kalvinisme (8)
- Katolik (134)
- Keluarga (27)
- Kesehatan / Medical (53)
- Keselamatan (10)
- Kesesatan Umum dan New Age (286)
- Kharismatik/Pantekosta (61)
- Kristologi (6)
- Laki-Laki (1)
- LGBT (76)
- Liberalisme (7)
- Ministry (3)
- Misi / Pekabaran Injil (22)
- musik (97)
- New Evangelical (Injili) (73)
- Okultisme (8)
- Pemuda/Remaja (4)
- Penganiayaan / Persecution (124)
- Pengharapan/Surga (3)
- Psikologi (7)
- Renungan (58)
- Science and Bible (323)
- Sejarah dan Doktrin Baptis (7)
- Sejarah Gereja-Gereja (2)
- Sejarah Umum (1)
- Separasi dari Dunia / Keduniawian (101)
- Sports/Olahraga (4)
- Teknologi (41)
- Theologi (10)
- Tubuh Manusia (8)
- Uncategorized (15)
- Wanita (28)
Archives
- May 2026 (8)
- April 2026 (4)
- March 2026 (7)
- February 2026 (3)
- January 2026 (5)
- December 2025 (4)
- November 2025 (6)
- October 2025 (5)
- September 2025 (2)
- August 2025 (4)
- July 2025 (4)
- June 2025 (7)
- May 2025 (6)
- April 2025 (5)
- March 2025 (11)
- February 2025 (3)
- January 2025 (2)
- December 2024 (3)
- November 2024 (7)
- October 2024 (2)
- September 2024 (5)
- August 2024 (2)
- July 2024 (3)
- April 2024 (2)
- March 2024 (5)
- February 2024 (2)
- January 2024 (4)
- December 2023 (8)
- November 2023 (2)
- October 2023 (7)
- September 2023 (3)
- August 2023 (8)
- July 2023 (4)
- June 2023 (3)
- May 2023 (4)
- April 2023 (9)
- March 2023 (4)
- February 2023 (9)
- January 2023 (3)
- December 2022 (4)
- November 2022 (10)
- October 2022 (4)
- September 2022 (6)
- August 2022 (6)
- July 2022 (4)
- June 2022 (3)
- May 2022 (1)
- April 2022 (6)
- March 2022 (5)
- February 2022 (4)
- January 2022 (6)
- November 2021 (4)
- October 2021 (2)
- September 2021 (4)
- August 2021 (4)
- July 2021 (4)
- June 2021 (1)
- May 2021 (3)
- April 2021 (1)
- March 2021 (7)
- February 2021 (4)
- January 2021 (3)
- December 2020 (3)
- November 2020 (11)
- October 2020 (3)
- September 2020 (3)
- August 2020 (2)
- July 2020 (2)
- June 2020 (6)
- May 2020 (9)
- April 2020 (12)
- March 2020 (5)
- February 2020 (12)
- January 2020 (6)
- December 2019 (3)
- November 2019 (9)
- October 2019 (4)
- September 2019 (8)
- August 2019 (7)
- July 2019 (5)
- June 2019 (6)
- May 2019 (7)
- April 2019 (7)
- March 2019 (4)
- February 2019 (3)
- January 2019 (8)
- December 2018 (13)
- November 2018 (8)
- October 2018 (8)
- September 2018 (10)
- August 2018 (8)
- July 2018 (10)
- June 2018 (13)
- May 2018 (9)
- April 2018 (5)
- March 2018 (10)
- February 2018 (7)
- January 2018 (7)
- December 2017 (6)
- November 2017 (8)
- October 2017 (9)
- September 2017 (10)
- August 2017 (8)
- July 2017 (7)
- June 2017 (9)
- May 2017 (3)
- April 2017 (11)
- March 2017 (13)
- February 2017 (5)
- January 2017 (11)
- December 2016 (8)
- November 2016 (8)
- October 2016 (12)
- September 2016 (11)
- August 2016 (13)
- July 2016 (13)
- June 2016 (13)
- May 2016 (13)
- April 2016 (14)
- March 2016 (9)
- February 2016 (13)
- January 2016 (14)
- December 2015 (14)
- November 2015 (13)
- October 2015 (17)
- September 2015 (11)
- August 2015 (12)
- July 2015 (12)
- June 2015 (9)
- May 2015 (10)
- April 2015 (9)
- March 2015 (6)
- February 2015 (3)
- January 2015 (10)
- December 2014 (3)
- November 2014 (15)
- October 2014 (3)
- September 2014 (11)
- August 2014 (15)
- July 2014 (10)
- June 2014 (13)
- May 2014 (13)
- April 2014 (5)
- March 2014 (14)
- February 2014 (9)
- January 2014 (11)
- December 2013 (10)
- November 2013 (15)
- October 2013 (15)
- September 2013 (13)
- August 2013 (16)
- July 2013 (14)
- June 2013 (18)
- May 2013 (10)
- April 2013 (16)
- March 2013 (17)
- February 2013 (13)
- January 2013 (14)
- December 2012 (14)
- November 2012 (11)
- October 2012 (10)
- September 2012 (15)
- August 2012 (12)
- July 2012 (9)
- June 2012 (12)
- May 2012 (12)
- April 2012 (11)
- March 2012 (15)
- February 2012 (13)
- January 2012 (14)
- December 2011 (13)
- November 2011 (13)
- October 2011 (14)
- September 2011 (14)
- August 2011 (12)
- July 2011 (16)
- June 2011 (12)
- May 2011 (10)
- April 2011 (16)
- March 2011 (13)
- February 2011 (15)
- January 2011 (16)
- December 2010 (14)
- November 2010 (10)
- October 2010 (17)
- September 2010 (13)
- August 2010 (17)
- July 2010 (17)
- June 2010 (15)
- May 2010 (18)
- April 2010 (17)
- March 2010 (17)
- February 2010 (13)
- January 2010 (20)
- December 2009 (20)
- November 2009 (5)
- April 2009 (2)
- March 2009 (2)
- February 2009 (1)
Menarik thx. Punya link nya?
Bukankah bahasa roh yang di tulis di sini berbeda dengan apa yang terjadi waktu hari pentakosta? (Kis 2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:). Pada hari itu orang dari berbagai bangsa ini mengerti satu sama lain.
Ketika Tuhan berbicara dengan Musa dia ingin hukum taurat bisa di mengerti dengan terang dan jelas (Ul 27:8). Tuhan Yesus ingin berbicara tentang Bapa terus terang tanpa kiasan (Yoh 16:25).
Menarik skali, benar saya juga dulu bingung dengan masalah ini, tapi diantara mbah mbah ( rata-rata usia 65 tahun ) yang saat doa penyembahan ada yang berbahasa Roh, pada waktu itu ad teman saya dari semarang bertamu dan ikut berdoa bersama dan mbah-mbah itu juga berdoa tahu tahu berbahasa lidah…saya gak tahu artinya….begitu selesai amin…….teman saya mengatakan pada saya bahwa mbah mbah itu berdoa berbahasa ibrani.. dan ada yang arab juga mandarin……tapi yang dia ngerti adalah yang bahsa ibrani karena dia memang pengajar bahasa ibrani. lalu diberitahukan kepada saya apa artinya doa berbahasa roh terebut…..dia katakan artinya bahwa : 1. Mempelai segera datang,…2. Waspadalah akhir jaman… 3. Waktunya tidak lama lagi…….
Yach itulah yang diberitahukan pada saya. untuk yang mandarin dan arab tidak ada yang menterjemahkan suatu saat barangkali kalau ada Ustads atau Tacik atau encim yang ahli bahasa mandarin bisa bantu menterjemahkannya….mbah mbah ini gak pernah sekolah sama sekali…….lalu apakah dia berdosa. ? Apakah itu juga external
attacment daripada Alkitab ? mungkin kita saja yang tidak atau belum mencapai kebenaran dan hidup suci dihadapan sang kekasih Mempelai Sorga, Raja diatas sgala Raja dan Kepala gereja yang kita sangat hormati…..marilah terus intim dengan Yesus dengan Hati yng penuh Kasih….Amin
Banyak sekali cerita-cerita yang tidak dapat dikonfirmasi. Sangat tidak bijak untuk mendasarkan theologi kepada pengalaman-pengalaman dan cerita-cerita subjektif.
Permasalahannya adalah: jika yang diucapkan itu alkitabiah, untuk apa ada wahyu tambahan, toh semua sudah ada dalam Alkitab. Lebih baik membaca Alkitab daripada mendengarkan yang beginian.
Kalau yang diucapkan lain dari yang dalam Alkitab, maka itu tidak alkitabiah.
saya minta dengan hormat kepada bapak Suhento… saya adalah bekas Mahasiswa GITS, meminta penjelasan bapak tentang berhentinya bahasa roh….. yang seharusnya bahasa lidah (glossolali)…..
Semua ini bisa didapat dari seminar, buku, ataupun Pedang Roh yang bisa didownload gratis.
Secara keseluruhan 1 Korintus 13 temanya adalah tentang kasih. Pada ayat terakhir Paulus menegaskan & menekankan bahwa KASIH adalah yang terbesar (dari Iman dan Pengharapan). Dalam ayat 8a. Paulus yang dituntun oleh Roh Kudus menyatakan bahwa “kasih ,,,, tidak berkesudahan”
Charity never faileth >>> KJV
agape oudepote ekpipto >>>> interlinear
Kalimat itu menyatakan bahwa Kasih itu bersifat kekal dan tidak mempunyai kesudahan. Kasih (?????, agape) adalah kata benda.
karena “which is perfect” (KJV) menunjuk pada “benda” maka konteksnya, “benda” yang dimaksudkan jelas sekali adalah kasih. Kasih itu berasal dari ALLAH dan ALLAH adalah KASIH (ini adalah perkataan Alkitab). Karena Allah Maha Sempurna, maka kasih yang kekal itu hanya dimiliki olehNya. Jadi, eksposisi eksegeses Alkitabiah terhadap “yang sempurna itu” dimaksudkan kepada Allah. Sehingga, Suatu saat (nanti) “Yang sempurna dalam kasih yaitu ALLAH, akan datang lagi.’yang sempurna itu’ (??????? teleios (tel’-ei-os) adj.) menunjuk pada sifat yang sempurna dari Subjek dan bukan dari suatu pekerjaan yang selesai dikerjakan atau Object yang disempurnakan. ‘Yang Sempurna itu’ sudah datang, kemudian kembali ke sorga. Dan juga akan datang kembali untuk kedua kalinya, menjemput anak-anak-Nya dengan terlebih dahulu menyempurnakan kehidupan mereka (Pekerjaan Yesus yang sempurna; bandingkan 1 Tes. 4:16-17; 1 Kor. 15:51-52).
silahkan anda tanggapi.
Kasih adalah kata benda, tetapi kata benda dengan gender feminim (agape). Jadi, tidak cocok diacu oleh to teleion yang netral.\
Juga tidak cocok secara kontekstual, karena kasih sudah ada dan dikenal oleh jemaat Korintus, jadi bukan kasih yang masih akan datang.
Teleion tidak mengacu kepada “subjek” karena berada dalam gender netral.