Kepintaran Lebah

(Berita Mingguan GITS 03 Maret 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 3 Agustus 2011, www.creationmoments.com: “Sebelum kita memiliki pengetahuan yang mendetil tentang kehidupan banyak binatang, mudah bagi para ilmuwan untuk mengecilkan tanda-tanda intelijensi pada binatang sebagai sekedar insting. Karena, bagi seorang evolusionis, intelijensi hanya dapat berkembang di makhluk-makhluk tertinggi, seperti manusia. Namun dalam beberapa dekade terakhir, intelijensi binatang telah menjadi suatu ladang penelitiang yang sibuk. Para peneliti mulai belajar bahwa binatang bisa sepintar manusia dalam bidang spesialisasinya. Dalam satu eksperimen, para peneliti memindahkan suatu sumber air gula agar sumber itu semakin jauh 25% dari sarang lebah setiap harinya. Para lebah dengan cepat menyadari apa yang sedang terjadi dan mulai mengantisipasi di mana sumber air gula itu akan berada pada hari berikutnya. Dalam eksperimen lainnya, para peneliti menaruh air gula di sebuah perahu yang dijangkarkan di tengah suatu danau kecil. Ketika lebah pemandu kembali ke sarang untuk melaporkan hasil temuan mereka, lebah-lebah lain tidak mau ikut dengan para pemandu itu, karena mereka tahu bahwa tidak normal bagi lebah untuk menemukan makanan di tengah danau. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa lebah memikirkan tentang berbagai peristiwa untuk menentukan apakah masuk akal atau tidak. Orang-orang yang percaya Penciptaan, tahu bahwa intelijensi tidaklah berevolusi. Intelijensi adalah karunia dari Pencipta yang dengan murah hati membagikan kepada tiap makhluk apa yang ia butuhkan. Kita juga tahu bahwa intelijensi bukanlah faktor yang membedakan kita dengan binatang. Hanya manusia yang diciptakan dapat menjalin hubungan yang intim dan terus menerus dengan Pencipta. Itu juga berarti bahwa setiap kita harus bertanggung jawab kepada Pencipta kita. Allah memiliki hikmat, bukan hanya intelijensi, dan Dia mau membagikan hikmat itu dalam kasihNya yang mengampuni melalui Yesus Kristus dengan ktia!”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *