Hati-Hati Terhadap Fantasi Gelap

(Berita Mingguan GITS 28 Juli 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Hati manusia adalah sumber dari tindakan seesorang. Firman Tuhan berkata, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan,” dan “ Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia” (Ams. 4:23; 23:7). Korupsi dari imajinasi adalah salah satu langkah pertama dalam peluncuran menuju penyembahan berhala dan kerusakan moral dalam sejarah awal manusia, sebagaimana digambarkan dalam Roma 1. “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap” (Rom. 1:21). Hal yang sama terjadi dalam kehidupan individu-individu. Apa yang menjadi fokus pikiran akan pada akhirnya menguasai hidupnya. Jika imajinasi menjadi rusak, hidup akan mencerminkan hal ini. Bahkan, kebanyakan musik, video, game, novel, dan film-film hari ini dapat digambarkan sebagai gelap dan menyimpang. Genre fiksi ilmiah dan pahlawan super, sebagai contoh, telah menjadi semakin gelap, aneh, lebih sensual, dan fasik (tanpa Allah), dan banyak orang yang hidup dalam dunia fantasi yang gelap. Perhatikan James Holmes, yang membunuh lusinan orang dan melukai hampir 60 minggu lalu di sebuah bioskop ketika Batman: the Dark Knight Rises sedang di-premier. Yesus mengajar kita bahwa pembunuhan adalah tindakan melakukan dorongan-dorongan sifat dosa (Mar. 7:21-23), tetapi sifat manusia yang sudah jatuh dalam dosa memang dapat dikobarkan. Holmes mengecat rambutnya menjadi merah dan mengatakan bahwa dia adalah Joker, musuh Batman yang seperti badut dan sangat penuh kekerasan (“NYC Police Commissioner Said Alleged Shooter Calls Himself The Joker,” Fox News, 20 Juli 2012). Ini adalah film-film yang kotor. Pada film Batman: The Dark Knight, tahun 2008, wajah seseorang disayat dengan pisau, yang lain lagi dibakar setengah, mata seseorang dipakukan ke sebuah pensil, sebuah bom dijahitkan ke dalam seseorang dan meledak, seseorang diikat ke sebuah kursi dan dibakar, seorang anak diancam oleh seseorang dengan wajah yang meleleh, dan badut-badut ditembak pada jarak pendek di kepala. Dalam buku komik “Batman: The Dark Night,” Joker membunuh seluruh hadirin televisi. Tiga belas tahun yang lalu, tidak jauh dari tempat Holmes melaksanakan fantasi-fantasinya yang menyimpang, Eric Harris dan Dylan Klebold membunuh 13 orang dan melukai 21. Mereka juga sedang melaksanakan fantasi-fantasi satanik yang telah dikobarkan melalui musik, video, game, dan film-film yang penuh kekerasan dan gelap.

This entry was posted in General (Umum), Separasi dari Dunia / Keduniawian. Bookmark the permalink.

1 Response to Hati-Hati Terhadap Fantasi Gelap

  1. Tomy Handaka says:

    Alkitab pun mengatakan bahwa kita harus mewaspadai apa yang timbul dalam hati kita.
    “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu,” (Yer 17:9)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *