Rick Warren Memuji Ibu Teresa

(Berita Mingguan GITS 18 Agustus 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Rick Warren, gembala sidang dari Saddleback Church dan penulis buku The Purpose-Driven Life, memuji Ibu Teresa dalam kata pengantar yang dia tulis untuk buku Mother Teresa: The Life and Works of a Modern Saint (oleh para editor majalah Time, 2010). Warren mengatakan, “Istri saya, Kay, dipengaruhi sedemikian mendalam oleh kunjungannya ke Rumah bagi Orang-Orang Sekarat yang didirikan Ibu Teresa di Calcutta, sehingga organisasi kami diberi nama Acts of Mercy (Tindakan-Tindakan Belas Kasihan)… Dengan menjadi tangan dan kaki Yesus, suster Katolik kecil dari Albania ini menjadi salah satu penginjil besar abad kedua puluh. …Ibu Teresa adalah contoh hebat seorang pahlawan sejati – seorang santa.” Di sini Rick Warren memperlihatkan kesesatannya dan sekali membuktikan bahwa dia adalah orang buta yang memimpin orang buta, karena Alkitab dengan keras memperingati tentang kristus-kristus palsu dan injil-injil palsu, yang jelas dipegang oleh Ibu Teresa (2 Kor. 11:3-4; Gal. 1:8-9).

Tetapi bagaimana dengan perbuatan-perbuatan baiknya dalam nama Yesus? Tuhan Yesus sendiri memperingatkan, “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Mat. 7:22-23). Tidaklah cukup bagi seseorang untuk “mengasihi Yesus” atau “melayani Tuhan” atau “memberitakan Injil.” Iblis dapat dan memang memalsukan semua yang Allah lakukan pada zaman ini. Dia memiliki injilnya sendiri, kristusnya sendiri, dan doktrin pertobatannya sendiri, bahkan gaya kekudusannya sendiri. Satu-satunya cara kita bisa tahu apa yang asli dan yang palsu adalah dengan mengujinya dengan Firman Allah yang tak dapat salah. Orang-orang di Berea dipuji karena mereka “menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian” (Kis. 17:11).

Mereka yang hari ini dengan seksama menguji segala sesuatu dengan Alkitab biasanya dianggap para pengacau yang menyebalkan, tetapi Alkitab memperingatkan bahwa orang yang tidak berhati-hati adalah bodoh. “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya” (Am. 14:15). Berdasarkan kesaksiannya sendiri, Ibu Teresa percaya dalam kesesatan universalisme (semua orang masuk Surga), menghormati Maria sebagai Ratu Surga dan jalan menuju Yesus, percaya bahwa hosti dalam misa Katolik adalah Yesus sendiri, dan dia tidak menemukan damai dalam hati dan jiwanya sendiri, menyebut dirinya “santa kegelapan.” Kami telah mendokumentasikan fakta-fakta ini secara jelas dalam ebook Was Mother Teresa a True Christian? yang dapat diperoleh gratis dari website Way of Life – www.wayoflife.org.

This entry was posted in Katolik, Kesesatan Umum dan New Age, New Evangelical (Injili). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *