Denominasi Reformed dan Roma Setuju untuk Saling Mengakui Baptisan Masing-Masing

(Berita Mingguan GITS 9Februari2013, sumber: www.wayoflife.org)

Setelah diskusi selama tujuh tahun, denominasi-denominasi Reformed di Amerika dan Gereja Roma Katolik telah menandatangani sebuah persetujuan untuk mengakui “sakramen baptisan” satu sama lain. “Persetujuan Bersama” tersebut berbunyi, “Baptisan menegakkan ikatan persatuan yang ada antara semua pihak yang menjadi bagian dari tubuh Kristus dan oleh karena itu merupakan basis sakramental bagi usaha kami untuk bergerak ke arah persatuan yang nyata.”

Selain Gereja Roma Katolik, para penandatangan mewakili Christian Reformed Church in North America, Presbyterian Church USA, Reformed Church in America, dan United Church of Christ. Wes Granberg-Michaelson, sekretaris jenderal emeritus dari Reformed Church in America, menyebut penandatanganan tersebut sebagai suatu “langkah signifikan menuju penyembuhan dan rekonsiliasi” (“Major Baptism Agreement,” Christianity Today Leanings, 1 Feb. 2013). Memang benar, ini adalah satu langkah lagi menuju pembentukan suatu gereja esa-sedunia.

Pengakuan “baptisan Roma” sebagai sesuatu yang sah menunjukkan kesesatan total dari denominasi-denominasi “Protestan” ini, karena Roma menyatakan bahwa baptisan adalah hati dan jiwa dari injilnya. Dekrit resmi dari Konsili Vatikan II menyatakan, “Melalui sakramen Baptisan, ketika ia dengan benar dijalankan sesuai dengan cara yang ditentukan Tuhan dan diterima oleh keadaan jiwa yang tepat, manusia benar-benar bersatu ke dalam Kristus yang tersalib dan termuliakan, dan ia akan terlahirkan kembali kepada suatu kebersamaan dalam kehidupan ilahi” (Decree on Ecumenism, pasal 3, II, 22, hal. 427).

Ini adalah suatu injil palsu yang dikutuk oleh Allah, sesuai dengan Galatia 1:8-9, karena injil apapun selain Injil kasih karunia semata yang diberitakan oleh rasul Paulus adalah terkutuk. Paulus dengan jelas menyatakan bahwa baptisan BUKANLAH Injil. “Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.” Ia menyimpulkan Injil dalam 1 Korintus 15:3-4, dan di sana tidak menyinggung baptisan sama sekali.

This entry was posted in Ekumenisme, Katolik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *