(Berita Mingguan GITS 18 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)
Semakin banyak ditemukan jaringan lunak dari binatang-binatang yang dikatakan berusia jutaan tahun. Kali ini seekor unta kuno ditemukan di daerah Kutub Utara Kanada. Museum Alam Kanada di Ottawa mengklaim bahwa usianya 3,5 juta tahun, tetapi sisa unta ini mengalami proses mumifikasi, bukan fosilisasi, dan pecahan-pecahan kolagen masih terperlihara (“Ancient Arctic camel a curious conundrum,” Fox News, 5 Maret 2013). Pada tahun 2008, suatu fosil kera “2 juta tahun” ditemukan di Malapa, Afrika Selatan, dengan kulitnya masih menempel.
Pada tahun yang sama, BBC News melaporkan adanya fosil bulu yang masih menyisakan pigmen warna biologis mereka. Pada tahun 2009, para peneliti mendapatkan kembali tinta kering dari kantong tinta suatu fosil cumi-cumi berusia “150 juta tahun.” Tahun 2009 juga merupakan tahun penemuan Darwinius masillae, yang diklaim adalah suatu mata rantai yang hilang berusia 47 juta tahun, dengan jaringan lunak yang masih terpelihara.
Suatu fosil mosasaurus (reptil laut sepanjang 14 meter) di Dinosaur Institute of the National History Museum di Los Angeles County, yang dikatakan jutaan tahun tuanya, masih memiliki pigmen retina, sisa-sisa darah kering, dan “terpeliharanya struktur-struktur kulit dari berbagai bagian tubuh.” Pada tahun 2011, PloS ONE melaporkan suatu fosil ikan cuttlefish “34 juta tahun tuanya” dengan chitin organik masih tersisa di tulangnya. Para peneliti lain menemukan chitin di seekor kalajengking yang ditenggarai berusia ratusan juta tahun. Para ilmuwan yang mempelajari penemuan-penemuan ini mengakui bahwa mereka tidak tahu bagaimana semua materi biologis ini bisa bertahan jutaan tahun.
Profesor Mike Benton dari Universitas Bristol bertanya, “Bagaimanakah menyocokkan hal ini dengan FAKTA yang sudah diketahui luas bawhwa mayoritas molekul organik akan rusak dalam ribuan tahun?” (“Fossil Feathers Reveal Their Hues,” BBC News, 8 Juli 2008). Satu-satunya jawaban yang mereka miliki adalah bahwa karena mereka TAHU fosil-fosil itu berusia jutaan tahun, maka pastilah mungkin bagi materi biologis untuk bertahan jutaan tahun, walaupun hal ini bertentangan dengan FAKTA yang telah diketahui! Ini bukan ilmu pengetahuan; ini adalah nalar bolak balik; ini adalah pembuatan mitos. Pada kenyataannya, jaringan lunak adalah bukti melawan penanggalan evolusionis dan mendukung posisi bumi yang muda, karena studi-studi laboratorium telah secara konsisten memperlihatkan bahwa kolagen yang dipelihara yang amat baik sekalipun akan menjadi debu dalam 30.000 tahun.
Pingback: Ditemukan Jaringan Lunak Unta Berusia Tiga Juta Tahun | novsupriyanto93