Majalah Christianity Today Mempromosikan “Katolik yang Injili”

(Berita Mingguan GITS 11 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Christianity Today melanjutkan promosi mereka terhadap kegilaan “Katolik yang Injili” dalam resensi mereka atas bukunya George Weigel, Evangelical Catholicism: Deep Reform in the 21st-century Church. Weigel adalah seorang Roma Katolik, dan baru-baru ini ChristianityToday.com menayangkan suatu resensi yang berbunga-bunga atas buku seorang teman Katoliknya, Brantly Millegan, ditambah lagi suatu wawancara positif dengan Weigel yang berjudul “Orang-orang Katolik di jalur yang Injili” yang dilakukan oleh Chris Castaldo, direktur dari Pelayanan Pembaharuan Injil di Pusat Billy Graham di Wheaton College.

Konsep “Katolik yang Injili” dipopulerkan di zamannya almarmuh Yohanes Paulus II, melalui buku-buku seperti Evangelical Catholics (Thomas Nelson, 1990), A House United (NavPress, 1994), dan Evangelical & Catholics toward a Common Mission Together (Word Publishing, 1995) oleh Keith Fournier. Hal ini juga dipopulerkan oleh publikasi pernyataan “Injili dan Katolik Bersama” pada tahun 1994, yang ditandatangani oleh sekitar tiga lusinan pemimpin Injili dan Katolik.

Orang yang mempergunakan istilah “Katolik yang Injili” pada dasarnya mengabaikan fakta bahwa Gereja Roma Katolik mengajarkan suatu injil yang palsu, yaitu injil kasih karunia plus perbuatan/sakramen, dan telah menaruh kutukan kepausan atas siapapun yang mengajarkan keselamatan melalui kasih karunia saja (Konsili Trent), dan mengajarkan lusinan kesesatan-kesesatan lainnya seperti bahwa tradisi Katolik sama kuat dengan Kitab Suci, kelahiran kembali melalui baptisan, transubstansiasi, supremasi paus, penyembahan Maria, penggunaan jimat, dan pengakuan dosa kepada imam. George Weigel mempromosikan kesesatan-kesesatan ini sambil berpura-pura menjadi “injili.” Sebagai contoh, ia menyerukan “pembelajaran Kitab Suci melalui tradisi Gereja,” dan mengusulkan agar pemimpin-pemimpin Katolik “mempersiapkan khotbah mereka dengan sebuah komentari Alkitab yang baik (yang biasa berhaluan Prostestan) di satu tangan, dan Katekismus Gereja Katolik di tangan lainnya.” Christianity Today didirikan oleh Billy Graham, dan telah menjadi kekuatan besar menuju pembangunan “gereja” esa sedunia akhir zaman.

This entry was posted in Ekumenisme, Katolik, New Evangelical (Injili). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *