Bulu Terbang Burung

(Berita Mingguan GITS 27Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

Insinyur Stuart Burgess mengatakan, “Sebuah bulu terbang adalah hasil masterpiece desain dan adalah salah satu struktur paling efisien yang dikenal manusia” (Hallmarks of Design, hal. 38). Jack Cohen, yang adalah seorang evolusionis, bagaimanapun juga mengakui bahwa bulu terbang telah “dirancang sampai presisi yang paling mendetil,” dan bahwa mempelajarinya adalah “proses yang membuat kita rendah hati” (“Feathers and Pattern,”Advances in Morphogenesis, diedit oleh Abercrombie and Bracket, 1966, hal. 9, 12).

Suatu bulu merpati “sederhana” terdiri dari satu juta lebih bagian individual yang tersusu dari milyaran sel yang terorganisir secara sempurna dalam suatu keajaiban desain. Bulu terbang memiliki tiga fitur besar berikut (diadaptasi dari Burgess, hal. 39). (1) batang yang tengahnya kopong, berisi udara atau buih, bermula dengan bentuk lingkaran dekat akar bulu itu dan berubah menjadi bentuk persegi yang secara struktural lebih kuat; (2) cabang besar yang keluar dari batang, memberikan bentuk dasar dari bulu; 3) dua set cabang kecil, yang keluar dari cabang-cabang besar, dengan satu set cabang kecil memiliki kait yang akan mengunci dengan set cabang kecil yang tidak berkait; bisa ada ratusan ribu cabang kecil dalam satu bulu.

Dengan cabang-cabang kecil berkaitan, sayap memiliki permukaan rata yang ringan yang dipakai oleh burung untuk mendorong melawan udara. Cabang-cabang kecil membuat udara tidak bisa lolos melalui sayap ketika sayap bergerak ke bawah, tetapi membiarkan udara lewat ketika sayap bergerak ke atas. Michael Pitman, yang mengajar biologi di Cambridge, menggambarkan desain bulu terbang yang luar biasa: “Bulu-bulu besar tertentu memiliki lebih dari satu juta cabang kecil, dengan kait dan tempat mengait yang saling cocok, dalam susunan yang cocok. Bulu itu tidak akan berguna tanpa mekanisme pengunci ini yang berfungsi sebagai semacam risleting otomatis, yang bisa dibetulkan lagi melalui tindakan menjilat-jilat. Ketika sedang terbuka lebar saat terbang, kait-kait ini membuat seluruh sayap membentuk lembaran yang kontinu yang dapat menahan angin. Keseluruhan bulu adalah suatu struktur yang kohesif, elastis, dan ringan, didesain dengan baik untuk berfungsi sebagai permukaan tahan udara. Reseptor sensoris dapat menentukan posisinya yang tepat. Di sepanjang dua sayap, bulu-bulu ini melakukan variasi terus menerus dan penyesuaian terus menerus berdasarkan gerakan lebih dari sepuluh ribu otot-otot kecil yang terhubung ke dasar dari bulu-bulu. Perhatikanlah bagian-bagian dari instrumen mengudara yang sangat berharga ini, tidak tertandingi dalam hal desain dan pelaksanaan dalam teknologi manusia” (Adam and Evolution, hal. 222). Tidak ada yang namanya makhluk sederhana atau organ yang sederhana. Seluruh alam semesta ini menyaksikan tentang Allah mahakuasa bagi mereka yang mempunyai mata untuk melihat.

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *