Diva Pop Muda Mengikuti Hatinya

(Berita Mingguan GITS 28September 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dari sejak tahun 1950an hingga hari ini, para musisi rock telah terus menerus menggeser batasan moral sampai-sampai hampir tidak ada batas lagi, mungkin tinggal bersetubuh dengan binatang yang belum dirambah. Tidak ada faktor lain yang merusak moralitas di masyarakat modern lebih dari rock & roll, dan musik ini beroperasi pada tingkatan global. Miley Cyrus berada di garis depan perubahan moral hari ini, dengan video telanjangnya “Wrecking Ball” menjadi video musik yang paling cepat mencapai 100 juta view di VEVO. Dalam sebuah konser baru-baru ini di festival musik iHeartRadio, Las Vegas, mantan bintang Disney Channel itu mengakui bahwa dia melakukan hal-hal yang mendatangkan masalah bagi dirinya, tetapi dia berargumen, “Itu hanya saya melakukan apa yang hati dan jiwa saya suruh untuk saya lakukan” (“Miley Cyrus performs at iHeartRadio,” CNSNews.com, 22 Sept. 2013). Memang, dan itu adalah karena hati manusia “lebih licik dari pada segala sesuatu” (Yeremia 17:9). Miley menambahkan bahwa tindakan-tindakannya “diinspirasi oleh musiknya.” Elvis mengatakan hal yang sama, dan kami setuju dengan pernyataan itu. Backbeat yang menjadi ciri khas musik rock secara mendasar bersifat sensual dan memberontak. Ketika saya seorang remaja di gereja pada tahun 1960an, musik rock itu menangkap saya, dan mendorong saya untuk “melakukan yang saya mau,” dan hampir membawa saya ke neraka. Musik rock adalah musik pemberontakan dan kesesatan akhir zaman, dan siapapun yang berpendapat bahwa musik ini bisa “dikristenkan” sudah gila. Dalam festival iHeartRadio, Miley bergabung dengan Justin Timberlake, Paul McCartney, Elton John, Katy Perry, dan lainnya. Pengkhotbah-pengkhotbah yang telah berhenti memberi peringatan keras dan jelas tentang bahasa rohani musik rock dan budaya pop yang diciptakannya, dan yang begitu ceroboh sampai-sampai memasukkan musik “kristen” kontemporer ke dalam gereja, adalah pengawas buta dan anjing penjaga yang bisa yang disebut oleh Yesaya. “Sebab pengawal-pengawal umat-Ku adalah orang-orang buta, mereka semua tidak tahu apa-apa; mereka semua adalah anjing-anjing bisu, tidak tahu menyalak; mereka berbaring melamun dan suka tidur saja” (Yesaya 56:10).

This entry was posted in musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *