Hollywood Mau Membuat Film tentang Nuh, tapi Tanpa Alkitab

(Berita Mingguan GITS 23November2013, sumber: www.christiannews.net)

Sebuah film epic sedang dibuat di Hollywood tentang kehidupan Nuh. Tetapi ada hal yang sangat penting yang tidak dimasukkan ke film itu: Alkitab dan jalan cerita Nuh yang sebenarnya. Film Noah ini adalah ide dari produser Darren Aronofsky, dan sepertinya memiliki budget 125 juta dolar. Tetapi film ini akan lebih ke arah film aksi, menggambarkan seorang “Nuh” yang melawan musuh-musuhnya sambil menantikan kiamat, bukan kisah seorang “pemberita kebenaran” yang menyerukan pertobatan dari dosa.

Bintang yang dipakai untuk film ini adalah Russell Crowe sebagai Nuh, lalu Anthony Hopkins sebagai Metusalah, yang digambarkan memberi banyak nasihat kepada Nuh. “Manusia merusak bumi ini dan memenuhinya dengan kekerasan, jadi manusia harus dihancurkan,” jelas Metusaleh kepada Nuah di film ini. Metusalah juga digambarkan bermimpi tentang “kematian lewat air.” Tetapi, sambil Nuh mulai membangun bahteranya, ia menjadi musuh iparnya, Tubal-Kain. Nuh menyuruh Tubal-Kain untuk membangun bahtera sendiri, atau mati mencoba merebut punya dia. Lalu Tubal-Kain menyerang Nuh dan bahtera itu, tetapi pada akhirnya dikalahkan.

Jelas sekali film ini sama sekali tidak ada hubungan dengan kebenaran Alkitab. Hollywood hanya mencoba untuk mengeruk uang, dan kebanyakan orang akan melihat kisah “Nuh” sebagai fiksi belaka. Memang versi Hollywood hanyalah fiksi, tetapi Nuh dalam Alkitab benar-benar pernah hidup dan membuat bahtera, dan dunia benar-benar pernah digenangi oleh air bah universal. Menolak hal ini akan membuat manusia juga menolak penghukuman terakhir oleh Allah. “Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik” (2 Petrus 3:5-7).

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *