Pakaian dan Seksualitas: Laki-Laki Vs. Perempuan

(Berita Mingguan GITS 16November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Modesty a Matter of the Heart oleh Kathy Murray, 2005: “Ada perempuan yang, ketika menarik perhatian laki-laki, tidak sadar betapa kuatnya pakaian mereka yang tidak sopan menstimulasi api hawa nafsu pada lawan jenis. Seorang perempuan yang berpakaian tidak sopan bisa saja berpikir bahwa seorang lelaki hanyalah mengagumi dia – dan dia senang dikagumi – tetapi seringkali yang terjadi adalah lebih dari itu. Karena hawa nafsu laki-laki lebih mudah terpicu, penampakan ketelanjangan seorang perempuan, atau lekak lekuk tubuhnya, memiliki efek menggoda yang kuat pada hati dan dagingnya. Suatu perbandingan yang baik pernah dilakukan di Reflections of Feminine Modesty yang akan membantu menjelaskan kebenaran ini. “Jika seorang lelaki yang ganteng sering-sering mendekatimu (perempuan), dan membelai-belai tanganmu atau lehermu atau bahumu, dan dengan lembut menyentuhmu, bagaimanakah hal itu akan mempengaruhimu? Secara sensual pastinya! Ini adalah efek yang sama yang dilakukan seorang perempuan kepada seorang lelaki jika lelaki itu melihat dia memakai rok yang pendek, baju yang ketat atau berpotongan rendah, pakaian tembus pandang, baju tidak berlengan, atau celana yang ketat.”

Walaupun seorang wanita mungkin tidak menyadari seberapa besar pakaiannya yang tidak sopan mempengaruhi laki-laki, jelas dia sadar bahwa perilakunya itu menarik banyak perhatian, dan lebih lanjut lagi dia tahu bahwa perhatian itu bersifat seksual. …Ketika seorang wanita lebih mementingkan dirinya diperhatikan daripada kebaikan orang lain, dia sangat kekurangan kasih Allah dalam hatinya. Kasih tidak mencari kesenangan sendiri, tidak memikirkan kepentingan sendiri (1 Korintus 13:4-6). Allah tidak memberikan kita kebebasan untuk berpakaian seenak kita. “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih” (Galatia 5:13). Ketika kita mengasihi Tuhan sebagaimana seharusnya, pakaian kita tidak akan kita pilih untuk menarik perhatian kepada diri kita. Ketika kita mengasihi sesama kita seperti Allah mengasihi mereka, kita akan ingin memiliki pengaruh yang saleh atas mereka.”

This entry was posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian, Wanita. Bookmark the permalink.

1 Response to Pakaian dan Seksualitas: Laki-Laki Vs. Perempuan

  1. Zem Aoetpah says:

    Memang zaman yang edan karena orang senang diperhatikan sehingga untuk menarik lebih besar lagi perhatian lawan jenisnya seringkali mengenakan pakaian yang tidak pantas tapi justru mereka menikmatinya. Berpakaianlah yang sopan sehingga melalui pakaian yang kita kenakan, orang memuliakan Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *