Hakim Islam Memerintahkan Agar Seorang Ibu Kristen Dicambuk, Kemudian Dihukum Mati

(Berita Mingguan GITS 24 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Breitbart.com, 15 Mei 2014: “Pada hari Kamis, 15 Mei, seorang warga negara Sudan beriman Kristen, Meriam Yahya Ibrahim, 27 tahun, dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung, atas kesalahan kemurtadan. Ibrahim, seorang dokter yang lulus dari University of Khartoum Medical School, menolak untuk melepaskan iman Kristianinya. Rezim Khartoum yang islami mengklaim bahwa Meriam sebenarnya adalah seorang Muslim karena ayahnya, yang meninggalkan keluarga ketika Meriam berusia 6 tahun, adalah seorang Muslim. Namun, Meriam sendiri memilih untuk memeluk agama ibunya yang Etiopia, yaitu Kristen Ortodoks. …Hakim tersebut dilaporkan memberi instruksi bahwa hukuman mati akan dilaksanakan setelah anaknya cerai susu (saat ini Meriam sedang hamil tua), tetapi bahwa dia harus menerima cambuk 100 kali karena perzinahan, segera setelah dia melahirkan. Morning Star News juga melaporkan bahwa para pengacara akan mengajukan banding pada hari Minggu 18 Mei. Ini akan menunda pelaksanaan hukuman, termasuk hukuman cambuk, sampai ada keputusan.

Meriam Ibrahim menikah dengan Daniel Wani, seorang warga negara Amerika yang berasal dari Sudan Selatan, yang pindah ke Amerika tahun 1998. Meriam sendiri sedang hamil sembilan bulan dengan anak kedua pasangan tersebut. Anak pertama mereka, Martins, berumur 20 bulan, dan sedang dipenjarakan bersama ibunya – otoritas Sudan melarang sang ayah Kristen untuk mengurus putranya. …Menurut Morning Star News, ‘mimpi buruk yang dialami oleh Meriam Ibrahim termasuk tidak diperbolehkan memberi uang jaminan, tidak diberikan perawatan medis yang cukup bagi dia maupun anak dalam kandungannya, dipukuli dalam penjara, dan kedutaan AS yang tidak memberikan banyak bantuan.’ …Sebagaimana dilaporkan pada hari Rabu, Meriam Ibrahim juga dituduh melakukan perzinahan karena pernikahannya dengan seorang Kristen tidak diakui dalam hukum Syariah. Oleh karena itu, dia dihukum cambuk sebelum penggantungannya. Hukuman-hukuman yang kejam ini diatur dalam Artikel 126 (tentang kemurtadan) dan 146 (tentang perzinahan) dalam Undang-Undang Kriminal Sudan yang didasarkan pada hukum Islam.”

This entry was posted in Islam, Penganiayaan / Persecution. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *