(Berita Mingguan GITS 17 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)
Dua orang mati dan ribuan lainnya harus mendapatkan pertolongan medis dalam keributan yang terjadi dalam penyembahan suatu patung Roma Katolik yang diklaim sebagai Yesus di Filipina. Lima juta orang tanpa kasut kaki melakukan penyiksaan untuk pengampunan dosa, dan mereka membanjiri jalanan ketika patung itu diparadekan melalui kota Manila sebelum kunjungan Paus Fransiskus. Kerumunan yang sudah kacau itu ingin menyentuh patung itu, atau menggesekkan pakaian mereka kepadanya, dengan suatu kepercayaan kafir bahwa mereka bisa mendapatkan transfer berkat dan mujizat dari suatu patung yang mati. Patung dari abad 17 yang terkenal itu menggambarkan Yesus sebagai seorang yang berkulit agak gelap, berambut panjang, dengan halo di kepala dan membawa salib. Patung ini disetujui untuk disembah oleh Paus Innocent X tahun 1650. Pada tahun 1880, Paus Pius VII memberikan patung itu berkat kepausan dan dia mengumumkan pengampunan dosa penuh bagi barangsiapa y ang berdoa di hadapannya. Patung ini dikeluarkan untuk penyembahan umum tiga kali setahun: Hari Tahun Baru, tanggal 9 Januari, yaitu hari prosesi patung, dan Jumat Agung. Hal seperti ini persis sama dengan yang dilakukan oleh orang-orang Hindu, mengharapkan berkat dan kemujuran dari patung-patung mereka. Tahun lalu, suatu rutinitas baru dimulai untuk patung yang disebut Black Nazarene itu. Patung Yesus itu berhenti di Basilica Minore de San Sebastián, tempat sebuah patung Maria (Our Lady of Mount Carmel), dikeluarkan dan diangkat oleh para imam untuk “melihat” dan “bertemu” dengan patung Black Nazarene. Sambil patung Yesus itu dibawa dari basilika tersebut, para imam dengan perlahan memutar patung Maria itu, seolah sedang “menonton” sang Black Nazarene berangkat (Ricky Velasco, Doctor Love radio show, DZMM 630, Manila, 9 Jan. 2014). Katanya ini mengisahkan Stasiun Salib keempat yang mitologis di Yerusalem, tempat katanya Yesus bertemu Maria ketika sedang dibawa ke tempat penyaliban. Tentu saja tidak ada ritual Katolik yang lengkap kalau tidak ada Maria-nya. Kekristenan yang palsu adalah hasil mahakarya Iblis dan telah menjadi batu sandungan bagi banyak sekali orang. Mereka melihat hal-hal seperti ini dan berpikir, “Kekristenan hanyalah suatu agama palsu dan sia-sia seperti lainnya,” tanpa pernah mengenal kekristenan yang sejati. Tidak ada satu halpun yang dilakukan itu yang didukung oleh Kitab Suci, dan nabi Yesaya memperingatkan ““Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar” (Yes. 8:20).
Orang2 ini benar menyembah kristus palsu,setan sudah membutakan mata iman mereka, dan mereka menyangka bahwa mereka berjalan pada jalan yang lurus padahal berujung pada kebinasaan.
Yoh 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran