Pembunuhan Jutaan Bayi Perempuan Menciptakan “Kesulitan Pernikahan” di Cina, India

(Berita Mingguan GITS 2 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Semakin berkembangnya “kesulitan pernikahan” di Cina dan India adalah karena kurangnya mempelai perempuan, dan alasannya adalah pembunuhan jutaan bayi perempuan, baik itu melalui aborsi ataupun infanticide (pembunuhan bayi). Kesulitan di Cina ini disebabkan oleh kebijakan “satu-anak” yang diterapkan oleh rezim komunis, sehingga memotivasi orang tua untuk mencari anak laki-laki sebagai anak tunggal mereka. Skrining pre-natal mengakibatkan aborsi untuk seleksi jenis kelamin (walaupun secara teknis ini ilegal). Ada 20 juta lebih banyak laki-laki daripada perempuan di Cina, dan 37 juta lebih banyak laki-laki daripada perempuan di India (“The ‘marriage squeeze,’” Business Insider, 23 Apr. 2015). “Jika angka kelahiran normal, di Cina seharusnya ada tambahan 66 juta bayi perempuan yang dilahirkan pada tahun 2010. Untuk India, seharusnya ada tambahan 43 juta.” Masalah ini meningkat secara dramatis. Diperkirakan bahwa sampai dengan 2050, India akan memiliki 130 laki-laki single untuk setiap 100 perempuan, dan Cina akan memiliki 186 laki-laki single untuk setiap 100 wanita.

This entry was posted in General (Umum). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *