Film Seri Baru yang Mengagungkan Lucifer

(Berita Mingguan GITS 19 Maret 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Lucifer continues to be portrayed as a likable guy,” OneMillionMoms, 3 Mar. 2016: “Sebuah film seri baru di stasiun televisi Fox, berjudul Lucifer, mengagungkan Iblis sebagai pribadi dalam daging manusia yang peduli dan mudah disukai. Karakter ini dinamai Lucifer Morningstar, dan menggambarkan Iblis sebagai pribadi yang cool dan digila-gilai oleh wanita. … Film seri ini berfokus pada Lucifer sebagai seorang yang baik, ‘yang bosan dan tidak senang dengan jabatan sebagai Penguasa Neraka.’ Dia mengundurkan diri dari takhtanya, meninggalkan kerajaannya, dan pensiun di Los Angeles, dan di sana dia seru membantu polisi LA menghukum para kriminal. Pada saat yang sama, utusan Tuhan, malaikat Amenadiel, telah dikirim ke Los Angeles untuk meyakinkan Lucifer untuk kembali ke dunia kematian. Lucifer bertanya kepada Amenadiel, ‘Menurutmu saya ini Iblis karena saya pada dasarnya jahat atau hanya karena Bapa tua kita memutuskan saya jahat?’ Pertanyaan ini dirancang untuk membuat orang memikirkan ulang asumsi tentang kebaikan dan kejahatan, termasuk tentang Tuhan dan Iblis. …Pesan dari film ini jelas. Lucifer hanyalah pribadi yang disalah mengerti. Dia tidak mau menjadi orang jahat, Tuhanlah yang memaksa dia memainkan peran itu.” CATATAN PENUTUP: Menurut Kitab Suci, Iblis bukanlah penguasa neraka. Dia adalah malaikat berkedudukan tinggi yang pertama memimpin pemberontakan melawan Allah. Dia disebut ‘ilah dunia ini’ dan ‘penguasa kerajaan angkasa,’ tetapi dia bukan allah yang sejati; dia berada di bawah kuasa Allah dan pemberontakan yang dia lakukan dipakai Allah untuk tujuanNya. Dia belum pernah ke neraka, tetapi pada akhirnya dia akan dilemparkan ke dalam lautan api dan tidak akan menjadi penguasa atau raja apapun. Walaupun stasiun Fox dan Fox News (keduanya adalah milik 21st Century Fox) secara politik lebih konservatif dari banyak sumber televisi lainnya, mereka jelas bukan memperjuangkan moralitas dan kesalehan yang alkitabiah.

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *