The Young Messiah

(Berita Mingguan GITS 26 Maret 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Walaupun film ini adalah film yang sama sekali tidak alkitabiah, The Young Messiah direkomendasikan oleh 50an pemimpin Kristen, baik dari kelompok Katolik hingga Injili, termasuk tokoh-tokoh Southern Baptist. Johnny Hunt, gembala sidang senior di First Baptists Church di Woodstock, Georgia, dan mantan presiden dari Konvensi Southern Baptist, mengatakan, “The Young Messiah sungguh menghibur, tetapi sekaligus juga menginspirasi dan menstimulasi secara rohani, sambil kita merenungkan seperti apa tahun-tahun awal kehidupan Yesus. Kamu HARUS menontonnya.” Jay Dennis, gembala dari Church at the Mall, sebuah jemaat Southern Baptist di Lakeland, Florida, mengatakan, “Saya mau setiap gembala sidang, imam, pemimpin Kristen, pengikut Yesus, dan bahkan orang-orang yang tidak percaya untuk menonton The Young Messiah. Kamu akan dibawa ke dalam suatu suasana yang memikat tentang bagaimana Yesus harus mengatasi situasi bahwa dia sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah.” Film ini secara longgar didasarkan pada novel Christ the Lord: Out of Egypt, yang ditulis oleh Anne Rice, yang banyak menulis fiksi erotis/okultik. Pada tahun 1998, Anne Rice berpaling dari atheisme kepada Roma Katolikisme, tetapi pada tahun 2010, dia berhenti “menjadi Kristen” karena dia tidak mau menjadi “anti-gay, anti-feminis, anti humanisme sekuler, dan anti ilmu pengetahuan.” The Young Messiah menceritakan perjalanan fiktif “Yesus” waktu berumur tujuh tahun, dengan rambut panjang bersama orang tuanya, dari Aleksandria, Mesir, ke Yerusalem. “Yesus” yang masih anak-anak itu digambarkan melakukan berbagai mujizat, termasuk membangkitkan orang mati, tetapi dia belum tahu bahwa dia adalah Anak Allah. Ini jelas adalah kristus yang palsu, yang dengan tegas diperingatkan dalam Alkitab (mis. Mat. 24:4-5; 2 Kor. 11:4). Kristus yang sejati tahu siapa diriNya, dan tidak perlu dibantu oleh orang tuaNya untuk menyadari identitasNya, dan Dia juga tidak melakukan mujizat apapun hingga pernikahan di Kana pada awal pelayananNya pada usia sekitar 30 tahun.

This entry was posted in General (Umum). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *