Museum Palestina Kosong, Sama Seperti Klaim Mereka atas Tanah Israel

(Berita Mingguan GITS 28 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari “Oh, the Irony!” Israel Today, 22 Mei 2016: “Otoritas Palestina minggu lalu secara resmin membuka Museum Seni, Sejarah dan Budaya Palestina, tidak jauh dari ibukota de facto mereka, Ramallah. Nah, bagi orang-orang yang benar-benar mengetahui sejarah secara akurat, orang-orang yang hari ini disebut Arab “Palestina” sebenarnya tidak dapat dibedakan dari bangsa-bangsa Arab yang hidup di wilayah sekitar mereka, yaitu negara-negara yang baru saja memiliki perbatasan mereka dan kenegaraan mereka dalam satu dua abad belakangan ini saja. Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada sejarah atau budaya ‘Palestina’ yang tersendiri dan unik. Jadi, sangatlah pantas bahwa Museum Seni, Sejarah dan Budaya Palestina dibuka TANPA SATU PUN EKSHIBIT. Fasilitas ini, yang memakan biaya hingga $24 juta, digambarkan sebagai tempat yang modern dan berkelas tinggi oleh The New York Times. Koran ini berbicara dengan pemimpin museum, Omar al-Qattan, yang mengkonfirmasi bahwa ia telah membuka sebuah museum yang masih kosong. Tetapi, al-Qattan menekankan, bahwa pembukaan ini memiliki makna simbolik yang penting. Dia dan pejabat Palestina lainnya mengatakan bahwa mereka berharap di masa depan, akan ada ekshibit di museum tersebut.”

This entry was posted in Arkeologi. Bookmark the permalink.

5 Responses to Museum Palestina Kosong, Sama Seperti Klaim Mereka atas Tanah Israel

  1. Lukas says:

    Isu Palestina, beberapa orang Kristen yang mendukung kemerdekaan Palestina pasti akan membawa pernyataan mengenai orang Kristen di Gaza atau Tepi Barat yang ikut melawan Israel bersama orang muslim. Bagaimana pendapat anda? Saya sebenarnya percaya dalam isu ini kita tidak boleh memihak. Terimakasih.

  2. Dr. Steven says:

    Palestina mau merdeka tidak masalah, dan dari dulu sudah bisa merdeka. Tetapi intinya adalah mereka ngotot mau menjadikan Yerusalem ibukota mereka. Jelas Israel tidak mau memberikan. Dan, sebenarnya, yang mereka mau adalah kehancuran Israel lebih dari segalanya. Bahkan jika mereka sudah merdeka pun, jangan pikir masalah akan selesai! Alkitab sudah nubuatkan.

  3. Lukas says:

    Bagaimana dengan opini bahwa sebelum Israel berdiri di tahun 1948, pada umumnya orang Yahudi, Islam, dan Kristen di tanah Palestina hidup dengan damai? Sehingga pemerintahan Israel dianggap ilegal dan harus dihancurkan. Bukan orang Yahudinya yang “dibunuh” melainkan institusi negara Israel sendiri, menurut mereka.

  4. Dr. Steven says:

    Bagaimana jika ada orang yang berkata: bukan orang Indonesia yang perlu “dibunuh” tetapi institusi negara Indonesia yang harus dihancurkan. Tentu kita akan protes dan tidak setuju semua.
    Sebenarnya dalam sejarah, sebelum ada negara Israel (pre-1948), wilayah Palestina tidak digubris dan tidak diurus. Begitu ada negara Israel, banyak negara Arab sekitar yang tidak “terima” dengan keberadaan Israel.

  5. Lukas says:

    Tepat sekali. Bahkan saya pernah baca di jaman Inggris pun manalah daerah Palestina yang padang pasir diurus dengan benar, jaman itu sering ada kerusuhan bernuansa SARA di sana apalagi pasca PD II (1945-1948). Sepertinya benar memang ideologi satu-satunya faktor yang dapat menjelaskan konflik Timur Tengah sekarang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *