Sekejap Mata

(Berita Mingguan GITS 28 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 6 Mei 2016: “Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku” (Maz. 6:6). Mujizat terjadi dalam sekejap mata. Secara literal. Setiap kali anda mengedip, anda menyirami permukaan mata anda dengan cairan yang ajaib yang disebut juga air mata. Air mata bukan hanya air yang agak asin. Air mata terbuat dari air, tetapi juga memiliki minyak tertentu, elektrolit, dan karbohidrat yang lengket yang disebut mucin. Tambahan lagi, air mata mengandung zat-zat anti-bakteri dan anti-virus. Salah satu zat ini disebut lisosom. Bakteri atau virus manapun yang masuk ke cairan air mata, berpeluang 95% mati dalam sepuluh menit. Kedipan mata mempertahankan permukaan mata tetap pada kelembaban yang sesuai sehingga penglihatan kita tetap jernih. Tanpa mekanisme pelembaban ini, mata kita akan menjadi merah dan sakit, dan jika tidak diobati, akan menjadi buta. Air mata juga menyediakan oksigen bagi permukaan mata. Tetapi barangkali sifat air mata yang paling luar biasa justru paling tidak terkira. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengeluarkan air mata saat mengalami momen-momen emosional. Berbagai penelitian telah memperlihatkan bahwa kemampuan memproduksi air mata dan menangis benar-benar membantu kita untuk menghadapi situasi yang eomsional. Ada penyakit keturunan tertentu yang membuat orang-orang tertentu tidak dapat menangis. Penelitian telah memperlihatkan bahwa orang-orang dengan penyakit ini tidak dapat menangani stres dengan baik. Air mata adalah berkat dalam banyak aspek. Tetapi kita juga mengingat bahwa Allah telah berjanji untuk menghapuskan segala air mata kita ketika kita tiba di Sorga.”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *