Dapatkah Tumbuhan Berbicara?

(Berita Mingguan GITS 14 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “In Switzerland, Plants Have Dignity,” swissbiofarmer.com, 25 Okt. 2014: “Ketika setangkai tanaman kacang lima diserang oleh serangga predator, ia akan mulai menghasilkan nektar harum. Nektar harum ini menarik semut-semut yang akan menyerang semua serangga, tetapi tidak menyerang sang tanaman. Pada saat yang sama, tanaman ini akan mengekskresikan semacam wangi yang memperingatkan kacang-kacang lima lainnya tentang bahaya yang mengancam. Mereka dapat mengidentifikasi wewangian tersebut dan segera mulai memproduksi nektar itu juga untuk menarik semut sebelum serangan tiba. Tambahan lagi, kacang lima mengirimkan wewangian SOS untuk menarik serangga-serangga yang berguna baginya. Yang menarik adalah bahwa kacang lima bukan saja tahu bahwa ia sedang diserang, tetapi juga diserang oleh siapa. Jika ia diserang oleh tungau laba-laba (spider mites), ia akan mengeluarkan wewangian yang menarik tungau penyerang yang akan menghabisi tungau laba-laba. Tetapi jika ulat bulu yang sedang memakan tanaman kacang lima itu, ia akan mengeluarkan campuran wewangian untuk menarik tawon parasit untuk menghabisi ulat bulu. Tanaman kacang lima dapat mengenali siapa yang sedang menyerangnya melalui air liur sang predator, dan itu memampukannya untuk selalu memanggil ‘bodyguard’ yang tepat untuk melindungi dirinya. Para ilmuwan kita telah berhasil mengidentifikasi ‘kosa kata’ lebih dari 2000 jenis wewangian yang dikeluarkan oleh tanaman untuk berkomunikasi dengan tanaman maupun binatang lain di sekitar mereka. Dan kita baru mulai mempelajari hal ini. (Ini adalah kutipan dari Jenseits der Blattränder – Eine Annäherung an Pflanzen oleh Florianne Koechlin).”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *