Sumber: www.wayoflife.org
Berikut ini dari CreationMoments.com, 2 Agustus 2022: “Para geologis yang percaya evolusi menghitung usia bebatuan dengan menggunakan metode yang dikenal sebagai penanggalan radiometrik. Misalnya, penanggalan uranium-timbal bergantung pada perubahan uranium menjadi timbal. Kecepatan mana uranium berubah menjadi timbal tidak linier, namun tetap dapat diukur. Nilai kecepatan ini disebut waktu paruh. Jika kita mengetahui waktu paruh uranium, dan jumlah timbal yang sejak awal ada di dalam batu itu ketika terbentuk, maka kita dapat menghitung umur batu, dengan asumsi tidak ada timbal yang ditambahkan atau dikeluarkan dari batu. batu. Bayangkan sebuah jam pasir. Pasir mengalir dari atas ke bawah. Anda bisa mengukur berapa banyak pasir di bagian atas jam pasir, dan juga berapa banyak di bagian bawah. Terakhir, Anda dapat mengukur kecepatan aliran pasir dari atas ke bawah. Anda mungkin berpikir Anda dapat menggunakan nilai-nilai ini untuk menghitung berapa lama jam pasir telah berjalan, tetapi Anda salah. Ini karena Anda tidak tahu apakah semua pasir bermula dari atas, atau apakah jam pasir itu ada diguncang-guncang pada suatu waktu, yang akan membuat pasir turun lebih cepat. Dengan cara yang sama, para ahli geologi berasumsi bahwa batu beku (igneous rock) terbentuk tanpa timbal di dalamnya, tetapi tidak mungkin untuk mengetahui hal ini dengan pasti. Mereka juga berasumsi bahwa waktu paruh uranium tidak pernah berubah. Tapi kita sekarang memiliki banyak bukti yang menunjukkan bahwa waktu paruh pernah berubah dengan cepat di masa lalu. Pengarang: Paul F. Taylor. Ref: Humphreys, R. (et al), ‘Radioaktivitas dan Usia Bumi,’ (ICR).”