Sumber: www.wayoflife.org
Pada tanggal 29 September, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan dalam konferensi pers bersama “Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza.” Trump berkata, “Gaza memang salah satunya, tetapi kita berbicara tentang lebih dari sekadar Gaza. Kita berbicara tentang keseluruhan, semuanya terselesaikan. Yang dimaksud adalah perdamaian di Timur Tengah.”
John Hinderaker merangkum rencana tersebut sebagai berikut: “Perang berakhir; pasukan Israel mulai ditarik; para sandera, baik yang hidup maupun yang tewas, akan dipulangkan dalam waktu 72 jam; Israel akan membebaskan lebih banyak teroris Hamas dan tahanan lainnya; bantuan akan dikirim ke Gaza; anggota Hamas yang meletakkan senjata akan menerima amnesti; akan ada rencana pembangunan ekonomi untuk Gaza. … Gaza akan dikuasai, untuk sementara, oleh sebuah ‘komite Palestina yang teknokratis dan apolitis,’ yang diawasi oleh ‘badan transisi internasional baru, yaitu Dewan Perdamaian,’ yang akan dipimpin oleh Donald J. Trump. Tony Blair juga akan menjadi anggota badan ini. Seiring pasukan Israel ditarik, ketertibandi Gaza akan dijaga oleh suatu ‘Pasukan Stabilisasi Internasional’ yang bersifat sementara yang akan dibentuk oleh ‘negara-negara Arab dan mitra internasional’” (“Perdamaian di Zaman Kita?” PowerLine, 29 September 2025).
Trump membanggakan kemampuannya membuat kesepakatan dan menginginkan Hadiah Nobel Perdamaian, tetapi ia tidak memiliki kekuatan untuk membawa perdamaian ke Timur Tengah atau dunia pada umumnya. Firman Tuhan memberi tahu kita dengan tepat apa yang akan terjadi. Nubuat-nubuat Alkitab tentang kedatangan Kristus yang pertama telah digenapi dengan tepat, dan nubuat-nubuat tentang kedatangan-Nya yang kedua akan digenapi dengan cara yang sama. Dunia tidak akan memiliki kedamaian sampai kedatangan kembali sang Raja Damai dan berdirinya kerajaan Kristus. Sebelum itu, hari Tuhan akan membawa kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan” (1 Tesalonika 5:3).
Israel tidak akan memiliki kedamaian sampai mereka bertobat dan berbalik kepada Allah mereka serta menerima Yesus sebagai Mesias mereka. Israel akan tertipu oleh manusia durhaka itu, sang Antikristus, yang akan muncul sebagai raja perdamaian yang agung yang akan membuat Trump dan setiap pembuat kesepakatan sejarah lainnya tampak seperti amatir yang menyedihkan. Antikristus akan menandatangani perjanjian damai dengan Israel dan memungkinkan pembangunan Bait Suci Ketiga, tetapi ia akan melanggar perjanjian itu setelah tiga setengah tahun dan akan menempatkan dirinya di Bait Suci dan menuntut penyembahan global dengan ancaman hukuman mati.
“…haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, 4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2 Tesalonika 2:3-4).
“Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, 17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya” (Wahyu 13:16-17).
Dalam konferensi pers, Trump memuji Presiden Erdogan dari Turki dan menganggapnya sebagai bagian dari proses perdamaian, tetapi Erdogan secara gamblang dan terbuka menyatakan dukungannya terhadap Hamas, menyebut mereka sebagai kelompok pembebasan, dan menuduh Israel melakukan pembunuhan massal, genosida, berpenyakit mental, dan menduduki secara ilegal daerah “Palestina” (“Erdogan Turki,” Reuters, 25 Oktober 2023). Negara-negara Muslim di sekitar Israel akan menjadi buluh yang menusuk tangan mereka seperti Mesir di zaman dahulu (2 Raj. 18:21). Waktunya sudah hampir habis dan tawaran Injil akan segera berakhir. Tuan Trump, Tuan Netanyahu, dan setiap orang yang belum lahir baru perlu dilahirkan kembali melalui “bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus” (Kis. 20:21) sebelum terlambat.