Mata dan Telinga Bakteri

Sumber: www.creationmoments.com

Para peneliti modern sedang menemukan bahwa bakteri bukanlah bentuk kehidupan yang sederhana. Sebaliknya, bakteri adalah makhluk yang sangat kompleks yang bisa berpikir. Para ilmuwan telah menemukan bahwa bakteri sebenarnya memiliki sensor seukuran molekul. Beberapa sensor ini bertindak sebagai mata, sementara yang lain bertindak sebagai telinga. Selusin protein lain telah ditemukan yang menerima informasi yang dikumpulkan oleh ‘mata’ dan ‘telinga’ bakteri. Informasi yang dikumpulkan kemudian diproses dengan cara yang sama seperti otak Anda mengumpulkan dan memahami informasi. Bakteri memiliki indra khusus dan otak. Bahkan, bakteri lebih baik dalam merasakan beberapa hal daripada Anda dan saya. Bakteri, misalnya, dapat merasakan perbedaan antara dua bagian dan satu bagian per 10.000 molekul. Ini sama seperti jika Anda dapat membedakan antara satu toples berisi 9.999 koin dan toples lain berisi 10.000 koin! Gagasan bahwa bakteri hanyalah bentuk kehidupan yang ‘sederhana’ berasal dari evolusi. Penelitian yang berkembang menunjukkan bahwa bahkan makhluk bersel tunggal pun sama sekali tidak sederhana. Coba renungkan. Setiap bakteri bersel tunggal harus menyelesaikan, di dalam satu sel itu, semua tugas yang kita selesaikan menggunakan triliunan sel dalam tubuh kita. Makan, pencernaan, metabolisme, pembuangan limbah, reproduksi—dan bahkan berpikir—semuanya terjadi di dalam satu sel! Tidak ada yang namanya bentuk kehidupan yang sederhana. Sains tentu saja membantah gagasan bahwa kehidupan dimulai secara kebetulan. Apa yang dipelajari sains mendorong kita untuk memikirkan Sang Pencipta yang bijaksana dan penuh perhatian yang menciptakan kita! Ref: Pietsch, Paul. ‘The mind of a microbe,’ Science Digest.”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *