Sumber: www.wayoflife.org
“Dan di tempat Ia disalibkan itu ada sebuah taman, dan dalam taman itu ada sebuah kubur yang baru, yang di dalamnya belum pernah seorang pun diletakkan” (Yohanes 19:41). Berikut ini adalah kutipan dari “Ancient Seeds and Pollen Beneath Jerusalem’s Church of the Holy Sepulchre,” Political.org, 2 September 2026: “Para arkeolog yang melakukan penggalian di bawah salah satu situs paling suci umat Kristen telah menemukan bukti botani kuno — berupa biji dan serbuk sari dari pohon zaitun dan tanaman anggur — yang memperkuat deskripsi dalam Perjanjian Baru mengenai keberadaan sebuah taman di lokasi tempat Yesus Kristus disalibkan dan dimakamkan. Temuan ini, yang dipimpin oleh Profesor Francesca Romana Stasolla dari Universitas Sapienza Roma, sangat selaras dengan Yohanes 19:41, yang menyatakan bahwa terdapat sebuah taman di dekat tempat penyaliban, yang di dalamnya terdapat sebuah makam baru tempat jenazah belum pernah dibaringkan sebelumnya. Analisis arkeobotani terhadap sampel tanah yang diambil dari bawah lantai batu gereja tersebut mengungkap adanya biji dan serbuk sari kuno yang sesuai dengan pohon zaitun dan tanaman anggur — tanaman khas kebun budidaya di Yudea pada abad pertama — yang berasal dari sekitar 2.000 tahun yang lalu. …
Gereja tersebut telah lama diyakini berdiri di atas lokasi penyaliban sekaligus pemakaman Yesus, namun hingga saat ini belum ada bukti arkeologis mengenai kebun yang digambarkan dalam kitab suci tersebut. … Seorang ahli mencatat bahwa para akademisi sebelumnya banyak yang meragukan apakah Yesus dimakamkan di lingkungan suatu perkebunan, namun ia mengatakan, ‘sebaliknya, kita justru mendapati konfirmasi bahwa memang ada sebuah taman di sana — dan dengan demikian, Injil Yohanes terbukti akurat kembali dalam hal perinciannya.’”
Berikut ini adalah kutipan dari “Site where Jesus was crucified and buried,” Fox News, 2 September 2026: “Temuan ini memberikan dukungan arkeologis terhadap perincian yang digambarkan dalam Injil Yohanes, ujar Douglas Estes, profesor madya bidang agama di New College of Florida. Estes, yang memiliki spesialisasi dalam sejarah Kekristenan awal dan tidak terlibat dalam penelitian tersebut. Dia mengatakan kepada Fox News Digital bahwa Kitab Yohanes sering kali dianggap berlebihan oleh kaum skeptis. Arkeologi telah ‘seiring berjalannya waktu, berulang kali mengonfirmasi perincian-perincian dari Injil Yohanes.’ … Ia menambahkan, ‘Sebagai contoh, pada abad ke-19, para akademisi mempertanyakan apakah mungkin terdapat lima serambi bertiang [di Kolam Bethesda di Yerusalem], sebagaimana yang disebutkan Yohanes pasal 5.’ Penemuan arkeologis di kemudian hari mendapati bahwa, ya, memang terdapat lima deretan tiang di sana.”