Superbowl

(Berita Mingguan GITS 9Februari2013, sumber: www.wayoflife.org)

Di Amerika Serikat sekarang sedang demam Superbowl. Setiap 4 tahun, banyak orang tergila-gila dengan World Cup. Berolahraga itu tidak salah dengan sendirinya, dan bisa saja ada manfaat, tetapi juga ada banyak bahaya rohani. Apalagi berkaitan dengan sport profesional, yang adalah salah satu ilah sistem dunia saat ini yang penuh dosa. Faktanya ada banyak orang Kristen, atau bahkan hamba Tuhan dan anggota-anggota gereja yang gila olahraga sama seperti orang-orang yang tidak percaya, dan ini mengindikasikan kompromi yang mendalam. Orang-orang ada yang sangat tergila-gila dengan sepak bola, atau basketball, atau baseball, football Amerika, tenis, atau apapun juga itu!

Mereka menginvestasikan uang, waktu, dan emosi mereka ke dalam hal-hal yang sia-sia ini, yang tidak memiliki nilai kekal apapun. Mereka bicara tentang “tim” mereka, padahal mereka tidak bermain dalam tim-tim in. Mereka bersemangat ketika “tim mereka” menang, dan menjadi lesu jika “tim mereka” kalah, padahal tim mereka itu tidak mengenal mereka dan mungkin sama sekali tidak peduli tentang mereka. Di balik kesia-siaan emosional ini, ada juga fakta bahwa dunia sport profesional dipenuhi oleh berbagai kefasikan.

Misalnya pertunjukan paruh waktu dan iklan-iklan yang ditayangkan selama berlangsungnya ilah besar Amerika, yaitu Superbowl (semacam final football Amerika, setara dengan final Piala Dunia untuk sepak bola). Pertunjukan paruh waktu untuk tahun 2013 oleh Beyonce, digambarkan sebagai sesuatu yang “mendorong batas-batas x-rated.” Salah satu iklan yang muncul adalah iklan Mercedes, yang menggambarkan seorang lelaki muda yang mempertimbangkan menjual jiwanya kepada Iblis untuk mendapat kesenangan memiliki mobil yang cantik. Secara pantas, iklan itu diiringi musik Rolling Stone yang jahat, “Sympathy for the Devil.” Orang Kristen manapun yang mengundang sampah seperti ini masuk ke dalam kehidupan pribadinya memerlukan keselamatan atau kebangunan rohani. Gembala-gembala sidang yang bermain-main dengan hal-hal seperti ini perlu bertobat.

Sedikit sekali orang yang memandangnya dari perspektif ii, karena mereka yang mengikuti sport profesional setiap minggunya sudah terdesensitisasi kepada kejahatan yang menyertainya. Pergaulan dengan kejahatan pasti merusak pikiran yang rohani, sebagaimana diperingatkan oleh Firman Allah: “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33)

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian. Bookmark the permalink.

One Response to Superbowl

  1. Dr. Steven says:

    Memang tidak dikatakan dalam artikel bahwa orang Kristen tidak boleh berolahraga. Yang diserang adalah menjadikan olahraga suatu berhala. Terima kasih untuk postingnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *