Paus Mengatakan Bahwa Orang Atheis Diselamatkan oleh Kristus

(Berita Mingguan GITS 1Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Sewaktu suatu misa kepausan pada tanggal 22 Mei, Paus Francis mengatakan bahwa semua manusia diselamatkan oleh darah Kristus. “Tuhan telah menyelamatkan semua kita, semua kita, dengan Darah Kristus: semua kita, bukan hanya Katolik. Semua orang! ‘Bapa, bagaimana dengan para atheis?’ Bahkan para atheis. Semua orang! Dan Darah ini membuat kita menjadi anak-anak Allah kelas satu! Kita diciptakan sebagai anak-anak dalam rupa Allah dan Darah Kristus telah menyelamatkan kita semua! Dan kita semua memiliki tugas untuk melakukan kebaikan. Dan perintah bagi semua orang untuk melakukan kebaikan, menurut saya, adalah suatu jalan yang indah menuju perdamaian” (“Pope at Mass,” Vatican Radio, 22 Mei 2013).

Sebagian publikasi Katolik mencoba untuk memelintir hal ini dengan berkata bahwa maksud paus hanyalah bahwa Kristus memungkinkan semua orang diselamatkan. Tetapi Gereja Roma Katolik telah memberitakan berbagai varasi universalisme sejak Konsili Vatikan Kedua. “Mereka, yang bukan karena kesalahan mereka sendiri, tidak mengenal Injil Kristus atau gerejaNya, tetapi yang bagaimanapun juga mencari Allah dengan hati yang murni, dan digerakkan oleh kasih karunia, mencoba dalam tindakan-tindakan mereka untuk melakukan kehendakNya, sejauh yang mereka ketahui lewat hati nurani mereka – mereka ini juga dapat mencapai keselamatan kekal” (“Dogmatic Constitution,” pasal 2, 16, hal. 338, Vatican II Documents).

Ibu Teresa, yang sedang dalam jalur cepat untuk dijadikan seorang “santa,” adalah seorang universalis yang tidak malu-malu. Ketika Ibu Teresa meninggal, teman lamanya dan juga penulis biografinya, Naveen Chawla, mengatakan bahwa ia pernah bertanya secara langsung kepada Teresa, “Apakah kamu menobatkan orang?” Teresa menjawab, “Tentu saja saya menobatkan. Saya menobatkan kamu untuk menjadi seorang Hindu yang lebih baik atau seorang Muslim yang lebih baik atau seorang Protestan yang lebih baik. Sekali kamu menemukan Allah, terserah kamu bagaimana mau menyembah Dia” (“Mother Teresa Touched other Faiths,” Associated Press, 7 Sept. 1997). 

This entry was posted in Katolik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *