Darlene Zschech Mengatakan “Gereja” Sedang Memasuki “Masa Kebangunan Rohani Lagi”

Sumber: www.wayoflife.org

Darlene Zschech, mantan pemimpin pujian di Hills Christian Life Centre di Sydney, Australia, dan rekan Hillsong Music, “meyakini bahwa Gereja sedang memasuki masa kebangunan rohani lainnya, dengan munculnya generasi baru lagu-lagu pujian yang menyertainya.” Ia berkata, “Lagu baru selalu hadir bersamaan dengan kebangunan rohani yang baru di bumi, di mana pun hal itu terjadi. Selalu ada lagu baru yang mengiringi kebangunan rohani dalam sejarah, dan kini kita berada di titik itu lagi. … Saya rasa kita sedang berada di ambang sesuatu yang begitu luar biasa” (Darlene Zschech, Christianity Daily, 7 September 2026).

Hillsong memiliki pengaruh yang sangat besar dan telah merambah banyak gereja Baptis independen. Lagu-lagu Hillsong yang populer antara lain “Oceans,” “Shout to the Lord,” “Stronger,” “This Is Our God,” dan “Mighty to Save.” Namun, tidak ada kebangunan rohani dalam musik Kristen kontemporer. Musik yang demikian itu merupakan perpaduan yang tidak sah antara Kristus dan dunia. Itu adalah musik bagi gereja-esa-sedunia (one-world church), bukan gereja Perjanjian Baru. Dalam sebuah wawancara tahun 2004, Zschech mengungkapkan filosofinya yang tidak sesuai dengan Alkitab: “Saya pernah berada di Gereja Katolik, United Church, Gereja Anglikan, dan banyak gereja lainnya, dan ketika penyembahan dipersembahkan dalam kebenaran, suara ini muncul—terlepas dari gayanya.” “Itu adalah suara hati manusia yang terhubung dengan Penciptanya” (Michael Herman, “Zschech, Please,” *Christianity Today*, 4 Juni 2004).

Ia tidak menjelaskan bagaimana penyembahan bisa dilakukan “dalam kebenaran” di tengah konteks kesatuan ekumenis yang melibatkan berbagai denominasi yang mengajarkan kesesatan dan injil palsu. Zschech dan Hillsong tampil dalam acara Hari Orang Muda Sedunia (World Youth Day) Gereja Katolik Roma di Sydney pada 18 Juli 2008. Paus Benediktus XVI hadir dan memimpin misa kepausan dalam acara akbar tersebut. Pada 3-4 Juli 2015, Darlene Zschech dan Hillsong bergabung dengan Paus dalam acara Pertemuan Pembaruan Roh Kudus di Vatikan. Di halaman Facebook-nya, Zschech berkata, “Merupakan suatu kehormatan bisa bernyanyi minggu ini bersama Andrea Bocelli, Don Moen, Noa [penyanyi Israel], serta Paus Fransiskus dan ribuan umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Ini adalah perayaan kesatuan dan damai sejahtera dalam Pembaruan Roh Kudus. Hari-hari yang luar biasa bagi Tubuh Kristus.”

Misa Katolik yang dipimpin oleh Kardinal Angelo Comastri diselenggarakan dalam acara tersebut. Menurut dogma Katolik yang menghujat, imam memiliki kuasa untuk mengubah roti menjadi tubuh dan darah Yesus yang sesungguhnya, yang kemudian disembah dalam wujud hosti yang telah dikuduskan. Kita bertanya-tanya apakah rombongan Hillsong sempat mengunjungi basilika Santa Maria Maggiore untuk berdoa kepada Maria Sang Ratu Damai dan Maria Sang Ratu Surga, serta merenungkan patung yang terletak tepat di luar gereja tersebut—patung yang menggambarkan Maria sedang bergantung di kayu salib bersama Yesus?

This entry was posted in Katolik, musik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *