Injil Menurut Atheisme

(Berita Mingguan GITS 9November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang atheis di Wisconsin telah memberi lahan iklan di sebuah baliho yang memproklamirkan injil versi atheis sebagai warisan bagi anak cucunya. Baliho yang dipasang oleh Wayne Hensler berbunyi, “Nikmati hidup saat ini, tidak ada kehidupan setelah mati.” Hensler adalah anggota dari Freedom From Religion Foundation (FFRF), dan ko-presidennya, Dan Barker, mengklaim bahwa “agama salah mengarahkan energi manusia dari dunia ini – satu-satunya kehidupan kita – kepada suatu kehidupan nanti yang tidak dapat dibuktikan, imajiner, dan sangat tidak mungkin” (“Atheist Aims to Leave ‘Legacy,’” Christian News Network, 1 Nov. 2013).

Pada kenyataannya, tidak semua agama sama, dan mengkategorikan semua agama ke dalam satu kelompok setidak-tidaknya adalah pemikiran yang sembrono. “Agama” kekristenan Perjanjian Baru mengajarkan “agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia” (Titus 3:8). Dan tidak seorang pun yang bisa menghitung berapa banyak kebaikan yang telah dilakukan dalam dunia yang kacau ini oleh orang-orang Kristen yang percaya Alkitab – klinik-klinik dan rumah-rumah sakit yang telah didirikan, sumur-sumur yang telah digali, budak-budak yang telah dibebaskan, orang-orang lapar yang telah diberi makan, janda dan yatim piatu, orang-orang tua, korban kekerasan, para pecanduan, para pemabuk, yang telah ditolong, kehidupan jahat yang telah diubah, prositusi anak dan kanibalisme yang telah dihentikan. Injil versi atheis adalah sesuatu yang menyedihkan: makan, minum, dan bersenang-senang, sebab besok engkau mati. Bandingkan ini dengan Injil Yesus Kristus: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). Mr. Hensler sudah berumur 80an, dan kemungkinan besar sebentar lagi ia akan bebas dari agama.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Hidup dalam Darah

(Berita Mingguan GITS 9November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 28 Oktober 2013: “Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan” (Kejadian 9:4). Alkitab mengajarkan bahwa kehidupan jasmani kita ada di dalam darah kita. Alkitab juga mengajarkan bahwa kehidupan rohani dan kekal kita bergantung kepada darah Yesus Kristus. Jantungmu memompa darah dengan kecepatan lebih dari 1 meter per detik. Ini berarti suatu sel darah merah akan membuat satu putaran penuh di dalam tubuh, dari paru-paru ke paru-paru lagi, dalam hanya sekitar satu menit. Tetapi jantungmu bukanlah satu-satunya yang bekerja keras dalam sistem peredaran darah. Sel-sel darah merahmu hanya hidup sekitar 4 bulan. Dalam waktu itu, suatu sel darah merah akan telah melakukan lebih dari 170.000 perjalanan dari paru-paru untuk membawa oksigen ke setiap bagian tibuh. Itu berarti tubuh harus senantiasa mengganti sel darah merah. Jadi tubuhmu memproduksi lebih dari 2 juta sel darah merah setiap detik. Tubuhmu melakukan ini secara paling efisien yaitu mendaur ulang besi dalam sel darah merah yang mati ke dalam sel darah merah baru. Tentu saja besi membentuk hemoglobin dalam sel darah merah, yang membuat sel itu mampu membawa oksigen. Sambil kita belajar semakin banyka tentang sistem peredaran darah, kita melihat bahwa hidup jasmani kita adalah karunia Allah setiap hari. Namun, adalah darah Juruselamat kita, Yesus Kristus, yang tercurah di atas salib bagi kita, dalam kematian dan penderitaanNya yang kudus, yang membuat hidup kekal mungkin bagi manusia.

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Mahasiswi yang Ibunya Diperkosa Tetapi Tidak Mau Aborsi, Memenangkan Titel Ratu Kampus

(Berita Mingguan GITS 9November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Christian News Network, 24 Oktober 2013: “Seorang wanita muda yang ibunya memilih adopsi, bukan aborsi, setelah mengalami pemerkosaan, baru saja memenangkan titel ratu kampus di universitasnya. Kini berusia 22 tahun, Mary Ann Dutton memenangkan titel Miss Homecoming Queen ke 100 di Universitas Auburn, dengan platform advokasi adopsi. Ibu biologis dari Dutton memilih untuk menyerahkan anaknya untuk adopsi daripada mengaborsi kehamilannya, setelah suaminya memberi ultimatum aborsi atau cerai. Kampanye Dutton dipusatkan pada kisah pribadinya yang luar biasa dan suatu pesan pengharapan kepada wanita-wanita yang berada dalam situasi serupa dengan ibu yang melahirkannya. ‘Karena sumber daya itu [adopsi] tersedia bagi ibu saya, dia memutuskan untuk melahirkan saya,’ kata Dutton dalam sebuah video kampanye. ‘Dan sekarang saya ada di sini dan berbicara dengan kalian 22 tahun kemudian.’ Dutton diadopsi melalui agensi adopsi Kristen, Lifeline Children’s Services di Birmingham, Alabama. Selama kampanyenya, yang memakai slogan ‘Light UP Life,’ Dutton menggalang dana untuk agensi tersebut. Dia mengatakan bahwa tujuannya adalah membuat wanita-wanita tahu bahwa ada pertolongan bagi wanita-wanita dalam situasi krisis.”

Posted in General (Umum), Wanita | 1 Comment

Sekolah-Sekolah Pakistan Menawarkan Pelajaran Membunuh Orang Kristen

(Berita Mingguan GITS 9November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Killing Christians,” Christian Post, 10 Oktober 2013: “Sebagian buku teks sekolah di Pakistan memasukkan pelajaran yang mengajar murid-murid bahwa membunuh orang Kristen adalah tujuan yang harus dikejar agar mereka bisa mendapatkan kemartiran, menurut sebuah laporan yang dibuat oleh Middle East Media Research Institute (MEMRI). Laporan itu juga mengklaim bahwa kelompok-kelompok Islam di Pakistan rutin melancarkan serangan terhadap warga Pakistan non-Muslim, termasuk juga sekte-sekta Islam tertentu, seperti Syia dan Ahmadi, yang tidak mereka anggap sebagai Muslim sejati. Laporan itu menyatakan bahwa media resmi dan independen, para pemimpin pemerintah dan tokoh-tokoh agama, telah melegitimasi kebencian terhadap minoritas agama, sampai-sampai istilah “minoritas” sendiri sudah berkonotasi negatif di sana. ‘Sebagai akibat legitimasi [kebencian] seperti itu, melalui buku teks sekolah, kebijakan pemerintah, khotbah-khotbah di mesjid-mesjid, ada penganiayaan yang meningkat terhadap orang-orang Kristen, Hindu, Syia, dan Ahmadi di Pakistan,’ kata laporan tersebut. EDITOR: Apakah Indonesia akan mengikuti jejak Pakistan, ataukah kebebasan beragama akan dilaksanakan di negeri kita?

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Keduniawian Para Penulis “Himne Modern”

(Berita Mingguan GITS 2November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Keith Getty dan Stuart Towned, yang telah bersama menulis banyak “himne modern” yang populer, yang dipakai di berbagai macam gereja, mulai dari Katolik hingga Baptis fundamental, berdiri dengan satu kaki di dunia sambil mereka menulis tentang Allah yang maha kudus. Dalam sebuah wawancara bulan Juli 2013, Getty menyebut rocker Sting yang immoral, dan rocker Elton John yang homoseksual secara positif, tanpa adanya peringatan sedikit pun. Wawancara itu dilakukan oleh Dan Wooding dari Assist Ministries dan disiarkan di Frontpage Radio dari Nashville. Townend tanpa rasa malu sedikit pun mendaftarkan orang-orang yang mempengaruhinya dalam bidang musik, seperti rocker Eminem dan Bernie Taupin. Seperti yang dikomentarkan oleh Jeff Royal, “Townend tidak memberikan peringatan apapun tentang pengaruh musik yang ia daftarkan. Taupin, contohnya, menulis banyak lagu bagi Elton John yang homoseksual dan adalah salah satu alasan kesuksesannya (Elton). Rapper Eminem telah melakukan kerusakan yang tidak terhitung terhadap orang-orang muda, dan sama sekali tidak ada peringatan.” Keluarga Getty mendaftarkan Beatles sebagai pengaruh musik besar, dan dalam album studionya tahun 2013, Monument to Mercy, Townend “mengangkat topinya terhadap pengaruh Paul McCartney dan Beatles.” Tidak ada kelompok rock yang memiliki pengaruh anti-Allah yang lebih besar terhadap masyarakat modern selain kelompok Beatles. Kelompok Beatles telah mengacungkan kepalan tinju mereka terhadap Allah mahakuasa dan hukum-hukum kudusNya sejak hari pertama mereka membentuk band itu. Mempromosikan para rocker sekuler dalam pengertian apapun berarti ikut berpartisipasi dalam kejahatan mereka dan membuat diri sendiri musuh Allah. “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah” (Yakobus 4:4). “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Efesus 5:11). Jembatan apapun yang dibangun oleh gereja-gereja yang percaya Alkitab kepada Townend dan Getty adalah jembatan yang menuju dunia rock sekuler yang mereka cintai dan rekomendasikan dan kepada “gereja” esa-sedunia yang mereka wakili. Namun demikian, banyak gereja Baptis independen atau fundamental yang mulai memasukkan lagu-lagu mereka ke dalam buku himne mereka.

Posted in musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Presiden Seminari Southern Baptis Berbicara kepada Kaum Mormon tentang Bekerja Sama Melawan Sekulerisme

(Berita Mingguan GITS 2November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Al Mohler, presiden dari seminari utama Southern Baptist Convention, berbicara kepada audiens Mormon di Brigham Young University pada tanggal 21 Oktober. Dia menyatakan bahwa dia tidak menerima doktrin Mormon dan bahwa dia ada di sana sebagai seseorang yang “berkomitmen kepada Injil Yesus Kristus dan kepada iman Tritunggal gereja Kristen yang kuno dan kekal.” Tetapi dia juga mengatakan bahwa dia percaya kaum Mormon dan Kristen harus berdiri bersama melawan serangan sekulerisme. Kehadirannya di suatu forum Mormon adalah contoh yang jelas sekali akan persatuan semacam ini. Dia mengatakan banyak hal yang bagus, misalnya, “Konflik kebebasan yang sedang kita alami saat ini belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat berbahaya. Dipaksa untuk memilih antara kebebasan erotik dan kebebasan beragama, banyak orang Amerika dengan cepat akan mengorbankan kebebasan beragama. Berapa lama lagi sebelum banyak menjadi kebanyakan?” (Albert Mohler Speaks at Brigham Young University,” Courier-Journal, Louisville, Kentucky, 22 Okt. 2013). Dan, “kaum heteroseksual telah secara hebat merusak pernikahan sebelum pasangan sesama jenis datang dengan tuntutan mereka. Krisis pernikahan adalah suatu krisis moral dan itu bukan bermula dari pernikahan sama jenis, dan juga tidak akan berakhir di sana. Ini hanyalah masalah waktu” (Mohler at Brigham Young).

Semua itu adalah pernyataan yang brilian. Dia tahu apa yang sedang terjadi, tetapi ia tidak memahami akar masalah ataupun solusinya. Mengenai akar masalah, itu adalah kesesatan dan kompromi dari gereja-gereja, termasuk yang dilakukan oleh Southern Baptist Convention. Dia mengusulkan solusi yang beracun untuk mengobati penyakit ini. Tidak peduli betapa terlihat masuk akal agar kaum moralis dari segala jenis dan golongan untuk menggabungkan kekuatan melawan sekulerisme, Allah melarang umatNya untuk melakukan itu. “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? 15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?” (2 Korintus 6:14-15). Adakah kita melihat Paulus mencoba untuk membangun aliansi dengan orang Yahudi yang bermoral dan para penyesat Galatia untuk melawan penyembahan Kaisar dan pesta seks dewi Diana? Para Injil konservatif hari ini sedang menghadap ke dua arah, sama seperti pahlawan mereka Billy Graham. Mereka mengucapkan hal-hal yang baik; mereka mengatakan sebagian kebenaran dari satu sisi mulut, tetapi melanggarnya dengan sisi yang lain. Mereka sepertinya menghadap kepada kebenaran, tetapi mereka juga menghadap kepada kesesatan. Ini adalah terang yang bercampur dengan kegelapan. Ini adalah kebingungan, dan tipe kompromi seperti ini menghasilkan titik buta rohani yang besar. Lautan Injil modern, bahkan yang paling “konservatif” sekalipun, adalah berbahaya.

Posted in Fundamentalisme, New Evangelical (Injili), Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Kaki Cicak yang Bisa Membersihkan Diri

(Berita Mingguan GITS 2November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 21 Oktober 2013, www.creationmoments.com: “Kita sudah sering membahas tentang kemampuan cicak yang luar biasa untuk berjalan di dinding, atau bahkan terbalik di langit-langit terutama di bahan yang mulus seperti kaca. Kita juga telah memperlihatkan bahwa cicak dapat menggenggam permukaan kaca sambil ia berjalan dengan memakai rambut mikroskopik di kakinya. Rambut-rambut yang sangat kecil ini benar-benar menggenggam permukaan itu pada level molekuler. Karena cicak sepertinya tidak pernah membersihkan kaki mereka, para ilmuwan bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika rambut-rambut mikroskopik tersebut ternodai oleh partikel debu mikroskopik. Mereka menghitung bahwa partikel debu haruslah mengacaukan antara 26 hingga 59 rambut per kaki agar efektif mempengaruhi cicak. Mereka lalu mengacaukan kaki cicak-cicak dengan bola-bola mikro dan memperhatikan mereka ketika mereka berjalan di atas permukaan kaca. Mereka terkejut ketika menemukan bahwa dengan setiap tapakan kaki, genggaman cicak ke permukaan kaca semakin kuat. Hasil ini menuntun kepada kesimpulan bahwa sambil berjalan, kaki cicak-cicak itu melepaskan sebagian dari bola-bola mikro itu. Untuk memastikan bahwa ini benar terjadi, para ilmuwan mengambil beberapa fiber dari kaki cicak dan mempelajari interaksinya dengan bola-bola mikro. Kseimpulan mereka adalah bahwa benar kaki cicak sungguh bisa membersihkan diri sendiri. Bukan saja desain kaki cicak sungguh luar biasa, tetapi Allah sudah tahu bahwa desainNya itu tidak akan bekerja kecuali jika kaki itu bisa membersihkan diri sendiri dan menghilangkan debu. Desain ini jelas tidak mungkin muncul melalui proses coba-coba seperti evolusi.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Darah Ditemukan dalam Fosil Nyamuk – Merusak Asumsi Evolusi

(Berita Mingguan GITS 26Oktober2013, sumber: www.christiannews.net)

Baru-baru ini ditemukan seekor nyamuk yang terfosilisasi, yang membuat sebagian ilmuwan mempertanyakan ulang umur fosil dan lapisan batu yang selama ini diasumsikan. National Academy of Sciences baru-baru ini mempublikasikan sebuah artikel jurnal yang ditulis oleh lima ilmuwan Amerika dan Eropa. Paper 5 halaman itu mendetilkan penemuan seekor nyamuk yang terpelihara baik dalam bentuk fosil di Formasi Kishenehn di Montana. Yang luar biasanya, fosil tersebut mengandung jejak-jejak darah yang terpelihara – suatu fitur yang digambarkan oleh para penemunya sebagai “jarang” dan “unik.”

Artikel jurnal itu menjelaskan bahwa “preservasi fosil nyamuk betina itu. . . adalah suatu kejadian yang cukup tidak mungkin.” “Serangga itu harus minum darah tidak lama sebelumnya, lalu terlempar ke atas permukaan air, lalu tenggelam ke dasar dari danau atau struktur serupa lainnya, dan dengan cepat terbenam dalam sedimen anaerobik yang halus, semuanya itu tanpa merusak perutnya yang rapuh dan gendut karena penuh darah.”

Nyamuk yang penuh darah itu ditemukan di lapisan sedimen batu shale, yang diklaim oleh para geologis berusia 46 juta tahun. Jadi, menurut para penemu fosil, spesimen nyamuk ini terfosilisasi 46 juta tahun yang lalu, lengkap dengan darahnya. Tetapi banyak ilmuwan yang terkejut bahwa darah bisa bertahan selama periode waktu yang begitu panjang.

Jadi, kesimpulan yang benar adalah bahwa fomasi batu shale di Montana itu sebenarnya jauh lebih muda dari yang diperkirakan. Brian Thomas, penulis ilmu pengetahuan di Institute for Creation Research (ICR), mengatakan bahwa darah nyamuk tidak mungkin bisa bertahan selama 50 juta tahun. Dia berkata bahwa para ilmuwan memperkirakan umur spesimen itu dengan mengkorelasikan fosil kepada data yang terdaftar di tabel geologi standar. Sedangkan umur batu diperkirakan dari fosil yang bisa ditemukan di dalamnya.

“Laporan baru-baru ini tentang [darah] asli . . . di dalam fosil nyamuk yang ditemukan di Forrmasi Kishenehn, mendapatkan usia mereka melalui pemikiran berputar (circular reasoning),” jelas Thomas. “[Tim penemu] menegaskan bahwa fosil itu berusia 46 juta tahun karena Formasi Kishenehn ditenggarai setua itu (walaupun referensi yang mereka kutip ada dua umur – 43 dan 46 juta tahun, dan masing-masing di luar dari batas kesalahan yang lainnya). Dan bagaimanakah mereka tahu Formasi itu setua itu? Mereka menyocokkannya dengan fosil yang ada di tabel geologi untuk mengindikasikan usia.”

Thomas memberitahu bahwa “tidak ada bukti ilmiah bahwa grup hemoglobin dapat bertahan, dalam preservasi yang bagaimana pun juga, untuk bahkan satu juta tahun, jangankan banyak juta tahun.” Thomas juga menyinggung bahwa bebatuan shale yang mengandung fosil nyamuk itu kaya akan minyak. “Seperti darah, minyak juga bersifat organik. Seperti darah, minyak organik “seharusnya sudah terdegradasi sejak lama, terutama mempertimbangkan betapa agresifnya bakteri pemakan minyak,” dia berkata.

“Pada akhirnya,” Thomas menyimpulkan, “dogma ‘jutaan tahun’ tidak didukung oleh substansi ilmiah sejati, tetapi menjadi otoritas akhir bagi para geolog yang tidak mau kehilangan pekerjaan mereka di bidang ilmu yang telah tersekularisasi.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Mark Driscoll Mengejek Posisi Alkitabiah

(Berita Mingguan GITS 26Oktober2013, sumber: www.wayoflife.org)

Mark Driscoll, seorang gembala sidang ‘serba cool’ di kota Seattle yang ‘cool,’ mengecilkan posisi Alkitabiah dalam suatu blog baru-baru ini yang berjudul “Bapa, Putra, dan Kitab Suci?” Dia mengklaim bahwa “dalam kalangan cessasionis (mereka yang percaya nubuat dan bahasa lidah sudah berakhir hari ini), Tritunggal yang berfungsi terkadang adalah Bapa, Putra, dan Kitab Suci: Roh Kudus menulis Kitab Suci melalui penulis-penulis manusia, kemudian seolah-olah Dia sejak saat itu berlibur.” Saya tidak tahu persis siapa yang dia maksud, dan saya meragukan dia bisa memberikan contoh konkrit seseorang yang percaya seperti itu. Dalam pengalaman saya, yang dimulai sejak saya diselamatkan tahun 1973, saya tidak pernah ketemu seorang cessasionis pun yang percaya atau berlaku seperti itu. Ini adalah serangan terhadap lawan yang dibuat-buat. Saya seorang cessasionis, dan percaya bahwa tanda-tanda kerasulan sudah berakhir seiring dengan para Rasul, tetapi saya tidak percaya Tuhan berlibur. Tidak mempercayai bahwa ada tanda-tanda kerasulan hari ini bukan berarti tidak percaya mujizat. Dalam pekerjaan pendirian jemaat yang kami lakukan, kami telah menyaksikan banyak jiwa diselamatkan dari kekafiran yang paling gelap, orang-orang dilepaskan dari cengkeraman setan, disembuhkan, pernikahan-pernikahan dipulihkan, dan banyak mujizat lainnya. Tetapi tidak ada tanda-tanda kerasulan. Saya tidak percaya seseorang boleh mengejek posisi alkitabiah kecuali dia mau tidak lagi terikat pada Alkitab sebagai otoritas tunggal, dan itulah yang harus dilakukan seseorang jika ia berpegang bahwa tanda-tanda kerasulan masih berlanjut. Seorang Alkitabiah tidak menyembah Alkitab, tetapi ia tahu bahwa tidak ada wahyu lain yang pasti dari Allah. Dia tahu bahwa ada banyak kristus palsu dan roh palsu yang berpura-pura seperti malaikat terang dan kita harus menguji segala sesuatu dengan baik melalui Firman Tuhan agar tidak tertipu, terlebih lagi di hari-hari terakhir ini. Posisi Alkitabiah bukanlah “Bapa, Putra, dan Kitab Suci”; sebaliknya yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus, sebagaimana dijelaskan oleh Kitab Suci. Roh yang sejati tidak akan beroperasi melawan Kitab Suci. Siapapun yang mengejek itu, bahkan jika dia setengah bercanda, adalah orang yang berbahaya. 

Posted in Alkitab, Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

John Macarthur Melawan “Api Asing” dengan “Api Asing”

(Berita Mingguan GITS 26Oktober2013, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu lalu, John MacArthur melaksanakan suatu konferensi dengan judul “Api Asing: Bahaya Melawan Roh Kudus dengan Penyembahan Palsu.” Konferensi itu adalah suatu peringatan yang penting melawan gerakan kharismatik, tetapi api asing telah menginfiltrasi kubu MacArthur dan oleh karena itu pada akhirnya dia akan kalah dalam peperangan ini. Dalam komentar pembukaannya di konferensi, MacArthur mengatakan, “Gerakan kharismatik terus menerus menista Allah dalam bentuk-bentuk penyembahannya yang palsu. Gerakan itu menista Bapa dan Anak, tetapi paling spesifik, Roh Kudus. Banyak hal yang dalam gerakan itu dikatakan sebagai kerja Roh Kudus, sebenarnya menistaNya. …Allah tidak boleh dipermainkan. Adalah berbahaya untuk mempersembahkan api yang asing, penyembahan yang korup.” Itu benar sekali, tetapi salah satu aspek gerakan kharismatik yang paling efektif, salah satu hal yang paling bertanggung jawabn untuk menciptakan “pengalaman” kharismatik dan membangun persatuan mereka yangsesat, adalah musik penyembahan kontemporer. Almarhum Jerry Huffman, editor dari Calvary Contender, mengobservasi bahwa CCM bisa diperpanjang menjadi Contemporary Charismatic Music (bukan hanya Contemporary Christian Music), karena musik ini berasal dari kaum kharismatik. Hal ini telah didokumentasikan dengan sangat lengkap dalam The Directory of Contemporary Worship Musicians, yang tersedia sebagai eBook gratis di www.wayoflife.org. Musik rock yang kuat (apakah hard rock ataupun soft rock) dipakai untuk menciptakan suasana agar penyembah kharismatik dapat “merasakan Allah.” Musik kontemporer adalah bagian yang besar dari pengalaman penyembagan api asing, dan John MacArthur telah memasukkan api asing ini ke dalam konferensi-konferensi pemuda remajanya. Jadi, dia telah membangun jembatan kepada gerakan kharismatik dan “gereja” esa-sedunia yang akan dilewati banyak orang. Dia telah kalah dalam peperangan itu karena dia kehilangan mata rohani yang pernah ia pakai untuk melawan musik kontemporer. MacArthur sedang melakukan kesalahan yang sama yang banyak juga dibuat oleh kaum Baptis Independen, yang juga sedang main-main api dengan musik kontemporer. Banyak yang berpikir mereka bisa “mengadaptasi” musik tersebut, tetapi hanyalah masalah waktu sebelum gereja yang melakukan demikian akan terbawa arus sepenuhnya.

Posted in Kharismatik/Pantekosta, musik | 2 Comments