Gembala Sidang Presbyterian Ditembak oleh Muslim di Pakistan

(Berita Mingguan GITS 27Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Pastor Shot by Islamic Militants,” World Evangelical Alliance’s Religious Liberty Prayer News, 10 Okt. 2012: “Telah dilaporkan bahwa seorang Gembala Sidang Injili di Faisalabad, Pakistan, ditembak oleh para militan Islam yang menentang aktivitas Kristianinya di daerah itu. Insiden ini terjadi setelah suatu kebaktian gereja dan makan malam, saat Gembala Babar Bhatti dari Gereja Presbyterian di Faisalabad sedang berjalan bersama seorang pemuda gereja itu. Para penyerang menembak Gembala Babar di kakinya dan melarikan diri. Insiden ini adalah lanjutan dari ancaman-ancaman maut yang diterima oleh Gembala Babar pada tanggal 30 September dari sebuah grup Islam yang dilarang. Gembala Babar Bhatti saat ini sedang dalam pemulihan setelah menjalani operasi pengangkatan peluru dari kakinya.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Semakin Banyak Jaringan Lunak Yang Katanya Jutaan Tahun Ditemukan

(Berita Mingguan GITS 27Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Semakin banyak ditemukan jaringan lunak pada fosil-fosil yang dikatakan berusia jutaan tahun. Pada tahun 2008, sebuah fosil kera berusia “dua juta tahun” ditemukan di Malapa, Afrika Selatan, dengan kulitnya masih menempel. Paleoanthropolog, Lee Berger, memberitahu BBC News, “Kelihatannya seperti kulit; dan berada di tempat kulit seharusnya” (“Skin Sample Is Two Million Years Old? ICR, 13 Des. 2011). Pada tahun yang sama, BBC News melaporkan tentang bulu-bulu fosil yang masih ada pigmen warnanya (“Fossil Feathers Reveal Their Hues,” 8 Juli 2008). Warna-warna ini adalah hasil bahan biologis yang disebut melanosom, yang telah terpelihara. Pada tahun 2009, para peneliti berhasil menyusun kembali tinta kering dari kantong tinta sebuah fosil cumi-cumi yang berusia “150 juta tahun.” Mereka bahkan memakai tinta itu untuk menggambar sebuah ilustrasi kira-kira bagaimana bentuk cumi-cumi yang sudah punah itu. Para ilmuwan itu “terkejut” bahwa tinta tersebut “terlihat masih seperti tinta cumi-cumi modern” (Archaeology Daily News, 18 Agus. 2009). Pada tahun 2010, jurnal PloS ONE melaporkan tentang sebuah fosil mosasaur (seekor reptil laut yang berukuran 13 meter) di Dinosaur Institute of the National History Museum di Los Angeles County, yang ditenggari berusia jutaan tahun, yang memiliki pigmen retina, sisa-sisa darah kering, dan “terpeliharanya struktur kulit dari seluruh bagian tubuh” (“Convergent Evolution in Aquatic Tetrapods,” PloS ONE, 5 (8): e1198, 2010). Para peneliti lain menemukan chitin dalam seekor kalajengking yang dikatakan ratusan juta tahun usianya (“Evolution Can’t Explain Organic Fossils,” ICR, 15 Des. 2011). Para ilmuwan yang mempelajari penemuan-penemuan ini telah mengakui bahwa mereka tidak tahu bagaimana mungkin materi biologis seperti ini dapat ada dalam fosil yang seharusnya berusia jutaan tahun. Profesor Mike Benton dari Universitas Bristol bertanya, “Bagaimanakah merekonsiliasikan hal ini dengan fakta yang sudah diketahui umum bahwa kebanyakan molekul organik akan meluruh dalam ribuan tahun?” (“Fossil Feathers Reveal Their Hues,” BBC News, 8 Juli 2008). Satu-satunya jawaban yang mereka miliki adalah bahwa karena mereka TAHU fosil-fosil ini berusia jutaan tahun, maka pastilah mungkin bagi materi biologis untuk bertahan jutaan tahun! Ini bukan ilmu pengetahuan, ini circular reasoning; ini pembuatan mitos.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Ekumenisme Jahanam Keluarga Graham

(Berita Mingguan GITS 13Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)

Billy Graham telah memimpin kaum Injili ke dalam jalur ekumenisme dan afiliasi dengan Roma Katolik sejak tahun 1950an. Dia telah menyerahkan ribuan petobat kepada Roma Katolik dan gereja-gereja Protestan yang liberal. Kebijaksanaan dia ini dengan jelas dinyatakan oleh wakil ketua komite KKR penginjilan di Vancouver, British Columbia, “Jika orang-orang Katolik maju ke depan TIDAK AKAN ADA USAHA UNTUK MENOBATKAN MEREKA dan nama-nama mereka akan diberikan kembali ke pada gereja Katolik yang terdekat ke rumah mereka” (David Cline of Bringhouse United Church, Vancouver Sun, 5 Oktober 1984). Pada tahun 1989, Michael Seed, Penasihat Ekumene bagi Kardinal (Katolik) Hume, berkata mengenai penginjilan Graham di London: “Mereka yang maju ke depan untuk mendapatkan konseling selama malam Misi di bulan Juni, jika mereka adalah orang Katolik, akan dipandu ke suatu grup pelayanan Roma Katolik, yang dipimpin oleh konselor-konselor Katolik di wilayah rumah mereka” (John Ashbrook, New Neutralism II, hal. 25). Dalam buku otobiografinya tahun 1997, Graham mengatakan bahwa tujuannya bukanlah memimpin orang keluar dari Roma Katolikism (Graham, Just As I Am, hal. 357). Dalam sebuah wawancara pada bulan Januari 1997 dengan Larry King Live, Graham mengatakan bahwa dia memiliki hubungan yang sangat indah dengan Roma, merasa nyaman dengan Vatikan, dan setuju dengan Paus mengenai hampir segala sesuatu. Pada tanggal 30 Mei 1997, dalam sebuah wawancara, Graham memberitahu David Frost: “Saya merasa saya adalah milik semua gereja. SAYA SAMA NYAMANNYA DI GEREJA ANGLIKAN ATAU BAPTIS ATAU BRETHREN ATAU ROMA KATOLIK. …Dan para uskup maupun uskup agung dan Paus adalah teman-teman kami” (David Frost, Billy Graham in Conversation, hal. 68, 143). FRANKLIN GRAHAM sedang berjalan mengikuti jejak ayahnya yang tidak taat. Tidak lama setelah mengambil alih usaha Graham Evangelistic, Franklik memberitahu sebuah wartawan koran bahwa persekutuan ekumene ayahnya dengan Roma Katolik dan denominasi-denominasi lain adalah “salah satu hal terpintar yang pernah dilakukan ayahnya” (“Keeping it simple, safe keeps Graham on high,” The Indianapolis Star, Kamis, 3 Juni 1999, hal. H2).

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Paruh Burung Bangau yang Bengkok

(Berita Mingguan GITS 13Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Burung bangau (flamingo) adalah salah satu makhluk agung yang Allah ciptakan untuk kemuliaanNya dan untuk kesenangan manusia. Dalam suatu kunjungan ke kebun binatang tahun ini, saya memfoto seekor burung bangau dan bertanya-tanya tentang paruh burung itu yang terlihat bengkok. Paruh burung ini seolah-olah patah di tengah, bagian depannya berwarna hitam, lalu membengkok ke bawah. Alasan untuk pembengkokan ini adalah untuk membantu gaya makan burung ini. Burung bangau adalah pemakan yang menggunakan sistem saringan, mirip kerang atau ikan paus baleen. Ia mencari makanan di air dangkal, yaitu organisme-organisme kecil, dan paruh yang bengkok itu menjadi horizontal, paralel dengan dasar kolam atau danau ketika ia menundukkan kepalanya untuk makan. Sambil burung itu menggoyang-goyangkan kepalanya dari sisi ke sisi, lidahnya memompa air melalui paruhnya (bergerak maju mundur sekitar empat kali sedetik) dan suatu struktur saringan yang kompleks secara intelijen menangkap makhluk-makhluk crustacea, serangga-serangga kecil, dan alga. Segala sesuatu tentang burung bangau adalah luar biasa, termasuk sel-sel hidup yang menyusun tubuhnya, otaknya, matanya, bulu-bulu terbangnya, kakinya, semua organnya yang bekerja dalam harmoni sempurna, indera-inderanya yang tajam, kemampuannya untuk terbang, untuk mencari makan, untuk bernavigasi, untuk bermigrasi, untuk bereproduksi. Tahukah anda bahwa burung bangau berdiri pada satu kaki karena dengan demikian panas tubuh yang hilang ke dalam air dingin akan berkurang? Atau bahwa burung bangau memberi makan anak-anaknya dengan suatu substansi yang mirip susu warna merah muda? Para evolusionis menyebut hal-hal seperti paruh bangau sebagai suatu “adaptasi,” tetapi mereka tidak pernah memberikan bukti ilmiah apapun mengenai bagaimana berbagai makhluk dan organ dapat muncul melalui “proses-proses alami.” “Seleksi alam” bukanlah kuasa yang dapat menciptakan, dan mutasi hampir semuanya bersifat merusak. Jika evolusi itu benar – bahwa segala sesuatu muncul dari kehampaan, bahwa kehidupan muncul dari benda-benda mati, bahwa intelijensi muncul dari non-intelijensi, dan makhluk-makhluk kompleks berasal dari yang “sederhana,” dan semua yang kita lihat di alam semesta ini muncul begitu saja – ini adalah konsep yang lebih sulit dipercaya daripada Allah Mahakuasa.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Bermain Jadi Allah: Memilih Jenis Kelamin Anak

(Berita Mingguan GITS 13Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Boy Crazy,” World, 21 Sept. 2012: “Dr. Jeffrey Steinberg, direktur dari The Fertility Institutes di Los Angeles dan New York City, selama beberapa tahun telah menawarkan suatu prosedur kesuburan yang memungkinkan pasangan-pasangan kaya untuk memilih jenis kelamin bayi mereka. Pemilihan jenis kelamin, yang dinyatakan ilegal di banyak negara, adalah legal di Amerika Serikat: klinik-klinik Steinberg telah melayani ‘ribuan’ pasangan dari India, Cina, Kanada, Australia, Inggris, dan 142 negara lainnya. …Steinberg mengakui bahwa klinik-kliniknya belakangan ini menyaksikan “pertumbuhan cepat” klien-klien dari Cina. Hampir semuanya – 98 persen – meminta seorang anak lelaki. Demikian juga dengan pasangan India. Kedua negara ini melarang pemilihan jenis kelamin, tetapi hal ini dilakukan secara ilegal karena budaya mereka lebih menyukai anak lelaki. Beberapa klinik Amerika Serika melakukan pemilihan jenis kelamin melalui preimplantation genetic diagnosis (PGD): Dokter-dokter mendapatkan sperma-sperma dan telur-telur dari pasangan, mencampurkan mereka di piring lab, dan menanamkan hanya beberapa embrio dari jenis kelamin yang dikehendaki. Steinberg biasanya melakukan PGD dengan membuahi delapan atau sembilan telur dan menanamkan hanya satu embrio, sisanya dibuang atau dibekukan.”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Asosiasi Graham Berusaha untuk “Menghidupkan Kembali Pengajaran Injil”

(Berita Mingguan GITS 6Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Billy Graham Evangelistic Association (BGEA) telah meluncurkan suatu sekolah penginjilan online yang terutama dimaksudkan bagi para gembala sidang dan pelayan-pelayan lainnya. Gary Cobb, Direktur Pelatihan dari BGEA mengatakan bahwa mereka akan mengambil dari “kekayaan informasi dan pengalaman” mereka untuk “mendatangkan kebangunan kembali pemberitaan Injil di seluruh dunia” (“Billy Graham Evangelistic Association,” Christian Post, 28 Sept. 2012). Sebagai bagian dari pelatihan itu, khotbah-khotbah yang disampaikan oleh “para penginjil terkenal” akan dianalisis, termasuk khotbah Billy Graham, anaknya Franklin, cucunya Will, juga John Stott, Ravi Zacharias, dan Greg Laurie. Kita bertanya-tanya, Injil apa yang akan mereka promosikan, karena Billy Graham selama ini telah berada di garis depan usaha untuk mengacaukan Injil melalui promosi dia terhadap persatuan ekumenis dan tindakan dia menyerahkan “para petobat” yang dia dapatkan kepada semua jenis “gereja” dalam karir penginjilannya. Akankah BGEA mempromosikan injil kelahiran kembali melalui baptisan versi Church of Christ, ataukah injil sakramen milik Roma Katolik dan Gereja Ortodoks, ataukah injil Advent hari Ketujuh yaitu injil kasih karunia plus pekerjaan yang disamarkan dengan licik sebagai “hanya kasih karunia,” ataukah injil pemilihan-berdaulat yang banyak dikhotbahkan oleh teman-teman Southern Baptis-nya Graham? Jika mereka tidak mau mempromosikan “injil-injil” ini, mengapa tidak? Pada tahun 1999, Franklin Graham mengatakan bahwa persekutuan ekumene dengan Gereja Katolik dan semua denominasi lain “adalah salah satu hal terpintar yang pernah dilakukan ayahnya.” Dia menjelaskan: “Pada tahun-tahun awal, di Boston, gereja Katolik mendukung penuh crusade (penginjilan) ayah saya. Itu adalah sesuatu yang baru. Itu membuat banyak Protestan kaget. Mereka tidak tahu harus bersikap bagaimana. Tetapi itu menjadi suatu teladan. ‘Jika Billy Graham mau bekerja sama dengan semua orang, maka kita sebaiknya juga begitu’” (The Indianapolis Star, 3 Juni 1999). Sungguh menyedihkan. (Untuk informasi lebih lengkap tentang kompromi Billy Graham dan Advent, lihat di www.wayoflife.org.)

Posted in Ekumenisme, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Presiden Iran Menantikan “Yesus” dan Mesias Islam

(Berita Mingguan GITS 6Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berbicara di hadapan PBB pada tanggal 26 September, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa Yesus dan mesias Islam akan segera datang untuk mendirikan damai dan persatuan di bumi. “Allah mahakuasa telah menjanjikan kita seorang manusia damai, seseorang yang mengasihi umat manusia dan mengasihi keadilan absolut, seseorang yang adalah manusia sempurna dan namanya adalah Imam Al-Mahdi, seseorang yang akan datang bersama dengan Yesus Kristus (damai atasnya) dan orang yang benar. …Itu akan menjadi permulaan perdamaian, keamanan yang berkelanjutan dan kehidupan yang sejati. …Kedatangan mereka akan menghembuskan nafas kehidupan baru ke dalam tubuh dunia yang dingin dan membeku ini. Ia akan memberkati umat manusia dengan sebuah mata air yang akan mengakhiri musim dingin ketidaktahuan kita, kemiskinan dan peperangan kita, dengan kabar musim pemekaran” (“Iranian President,” Christian Post, 27 Sept. 2012). “Yesus”-nya Ahmadinejad bukanlah Yesus dalam Alkitab, karena Islam menyangkal bahwa Yesus adalah Anak Allah dan bahwa Dia mati di atas kayu salib bagi dosa-dosa manusia. Antikristus dan nabinya akan diterima oleh semua agama karena kuasa Satanik dan kesesatan yang Allah izinkan. Dia akan datang ke dunia sebagai seorang juru damai yang brilian dan tidak tertandingi dan seorang yang dapat menyelesaikan masalah. Tetapi karakternya yang sejati akan segera nyata ketika dia meninggikan dirinya sendiri sebagai allah di Bait Ketiga. “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah…Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.” (2 Tes. 2:3-4, 9-12)

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Islam | 2 Comments

Tuhan Melihat Hati

(Berita Mingguan GITS 6Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
“Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”” (1 Sam 16:7). Orang-orang yang telah menghambakan diri kepada filosofi kontemporer seringkali menyalahgunakan ayat ini sebagai bukti mereka akan doktrin bahwa hal-hal yang nampak luar tidaklah penting. Khalayak ramai rock Kristen menggunakan ayat ini untuk mempertahankan kebiasaan mereka mengikuti gaya fashion dan cara hidup para rocker sekuler, misalnya memakai tato. Atau ada juga yang menggunakan ayat ini untuk mengatakan bahwa Tuhan tidak peduli dengan baju atau pakaian yang ia pakai. Tetapi 1 Samuel 16 sama sekali tidak ada hubungannya dengan pakaian. Ayat ini adalah tentang tinggi badan dan perawakan (raut wajah). Samuel berpikir bahwa Allah akan memilih Eliab sebagai raja karena penampilannya yang mengesankan, tetapi Allah memberitahunya bahwa Dia tidak memilih orang untuk pelayanan hanya karena penampilan mereka tetapi berdasarkan kondisi hati mereka. Menggunakan ayat ini untuk mendukung ide bahwa apa yang orang Kristen pakai atau bagaimana dia berpenampilan itu tidak penting, adalah tindakan mencabik ayat ini dari konteks dan membuatnya mengatakan hal yang sama sekali tidak ayat ini katakan. Bahkan sebaliknya, ayat ini mengatakan bahwa manusia melihat penampilan luar, dan oleh karena itulah bagaimana cara kita berpakaian adalah hal yang penting. Faktanya adalah bahwa laki-laki sangatlah visual dalam seksualitasnya dan tergoda secara mendalam oleh tubuh wanita, dan ini berarti cara berpakaian itu penting. Jika seorang perempuan tidak berpakaian dengan sopan dan kudus, tetapi berpakaian dalam gaya seorang pelacur untuk menekankan aset-aset fisiknya (Ams. 7:10), entahkah dengan cara memakai terlalu sedikit pakaian atau memakai pakaian yang ketat sehingga bentuk tubuhnya tergambar dengan nyata, maka dia pastinya ada andil di dalam hawa nafsu yang timbul pada seorang lelaki (Mat. 5:28). Sungguh, Tuhan melihat ke dalam hati, tetapi manusia melihat penampilan luar, jadi marilah kita memperhatikan kedua aspek ini. “Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah” (2 Kor. 7:1).

Posted in General (Umum), Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Penebusan Yesus Tidak Terbatas

Salah satu hal yang menjadi perbedaan utama antara Kalvinis dan non-Kalvinis adalah masalah penebusan Yesus Kristus. Ketika Yesus tergantung di atas kayu salib, untuk siapakah Dia mati? Ketika darahNya tercurah, siapakah yang hendak Ia tebus?

Kalvinis memegang doktrin yang disebut Limited Atonement, atau Penebusan yang Terbatas. Mereka percaya bahwa Yesus Kristus menebus hanya sebagian manusia saja, yaitu orang-orang pilihan. Orang-orang pilihan menurut definisi Kalvinis, adalah orang-orang yang sejak kekekalan sudah ditentukan untuk masuk Surga, ditentukan tanpa syarat (Unconditional Election), tanpa melihat apapun dari diri orang tersebut. Tentu sebaliknya juga benar, yaitu orang-orang yang tersisa ditentukan untuk masuk neraka, juga tanpa melihat apapun dalam diri orang-orang tersebut (Unconditional Reprobation). Kebanyakan Kalvinis tidak suka untuk banyak berbicara mengenai Unconditional Reprobation, mereka lebih suka melupakan itu dan berfokus kepada Unconditional Election. Namun Unconditional Reprobation adalah konsekuensi logis dari Unconditional Reprobation,1 karena tidak ada pilihan ketiga bagi manusia: kalau bukan masuk Surga, pasti masuk neraka.

Dengan pemahaman Unconditional Election dan Unconditional Reprobation, maka konsep Limited Atonement (Penebusan Terbatas) secara logis mengikuti. Kalau memang sebagian orang ditentukan masuk Surga tanpa syarat, dan sebagian ditentukan masuk neraka tanpa syarat, maka tidak ada gunanya Yesus mati bagi semua manusia. Kematian Yesus di atas kayu salib pastilah hanya ditujukan kepada orang-orang yang dipilih masuk Surga tersebut. Inilah yang menjadi dasar utama doktrin Limited Atonement. Doktrin Limited Atonement tidak memiliki dasar Alkitab sama sekali (tidak ada ayat Alkitab yang mengatakan Yesus mati HANYA bagi sebagian orang), tetapi merupakan konsekuensi logis dari Unconditional Election.

Orang-orang non-Kalvinis melihat bahwa Alkitab berkata sebaliknya. Dengan tegas, banyak ayat-ayat Firman Tuhan yang mengatakan bahwa Yesus mati untuk semua manusia, dan bahwa karya penebusanNya adalah untuk seluruh dunia. Berikut ini adalah beberapa contoh ayat-ayat yang menyatakannya. Ini bukan semua ayat, tetapi sebagian kecil saja:

Continue reading

Posted in Kalvinisme | 10 Comments

Alkitab dan Masalah Homoseksualitas

(Berita Mingguan GITS 29September 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Alkitab mengajarkan bahwa hubungan dan aktivitas seksual di luar ikatan kudus pernikahan adalah dosa. “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah” (Ibr. 13:4). Sejak awal, Alkitab mendefinisikan pernikahan yang sah sebagai persatuan kudus antara satu orang lelaki dan satu orang perempuan (Kej. 2:21-25), dan Yesus menegaskan hal ini sebagai standar ilahi (Mat. 19:4-6). Karena hubungan seksual di luar penikahan adalah berdosa dan karena Alkitab tidak pernah mengesahkan pernikahan antara lelaki dengan lelaki atau perempuan dengan perempuan, jelas bahwa homoseksualitas itu dilarang. Homoseksualitas tidak pernah dibenarkan oleh Kitab Suci. Perjanjian Baru memperlakukan homoseksualitas sebagai suatu kekejian moral. Dalam Roma pasal 1, Rasul Paulus menggambarkan homoseksualitas sebagai “hawa nafsu yang memalukan” (ay. 26), “tak wajar” (ay. 26), “kemesuman” (ay. 27), “terkutuk” (ay. 28), dan “tak pantas” (ay. 28). Perikop ini memperingatkan bahwa homoseksualitas adalah hasil korupsi dari imajinasi. Ia adalah hasil dari pikiran yang terkutuk. Paulus menyinggung homoseksualitas di jemaat Korintus dengan menggunakan bahasa masa lampau – “dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu” (1 Kor. 6:11). Anggota-anggota jemaat di Korintus telah bertobat dari dosa-dosa mereka dan menjadi ciptaan baru dalam Kristus. Allah dapat dan akan menyelamatkan setiap pendosa, tetapi ia harus bertobat dari dosa-dosanya dan bukan membenarkan dosa itu, dan ketika Allah menyelamatkan, Ia mengubah (2 Korintus 5:17). Ini tidak berarti bahwa orang percaya sama sekali tidak berdosa lagi; ini berarti ia berubah dan ia menyenangi kebajikan bahkan jika dia tidak selalu memenuhi standar Allah yang kudus. Orang-orang yang percaya Alkitab sama sekali tidak homofobia dalam pengertian apapun, sama seperti mereka tidak fobia terhadap perzinahan atau pencurian atau dusta. Mereka tidak membenci homoseksual. Mereka hanya percaya bahwa Alkitab mengajarkan manusia harus bertobat dari dosa agar diselamatkan dan dapat masuk ke dalam keanggotaan jemaat. Mereka juga tahu bahwa homoseksualitas adalah jenis dosa yang spesial dalam pengertian ini adalah dosa melawan alam sendiri dan dosa yang secara khusus menyerang pernikahan alkitabiah dan oleh karena itu dapat merusak masyarakat secara unik.

Posted in Uncategorized | Leave a comment