Operasi Sayap Merpati Membawa Kembali Orang-Orang Yahudi Yang Tersisa dari Etiopia

(Berita Mingguan GITS 10 November 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Operasi Saya Merpati, yang dimulai minggu lalu dan diperkirakan akan berakhir bulan Oktober 2013, memiliki tujuan untuk membawa pulang sisa-sisa orang Yahudi di Etiopia. Ini adalah kesimpulan dari kampanye “Aliyah” (naik) untuk memulangkan orang-orang Yahudi Afrika utara ke “tanah suci,” 2500 tahun setelah mereka lari dari pasukan Babilonia yang menghancurkan Yerusalem. (Kata “aliyah” berasal dari akar Ibrani yang sama dengan kata terakhir dalam 2 Tawarikh 36:23 yaitu “pulang”). Pada hari itu banyak orang Yahudi yang lari ke Mesir, sebagaimana digambarkan oleh nabi Yeremia, dan dari sana mereka akhirnya bermigrasi ke Etiopia dan bagian-bagian Afrika lainnya. Pada tahun 1977, pemerintah Israel memutuskan bahwa Undang-Undang Kembali beraplikasi bagi puluhan ribu orang Etiopia yang dikenal sebagai Beta Israel (Komunitas Israel), dan pemerintah AS membantu dengan penerbangan-penerbangan awal sejak tahun 1979. Sejak saat itu, penerbangan-penerbangan tersebut kadang ada dan kadang tidak. Pada bulan Mei 1991, 14.325 orang Yahudi Etiopia dipindahkan ke Israel dalam waktu 36 jam dengan menggunakan 30 pesawat Israel yang terbang tanpa henti. Satu pesawal Boeing milik El Al membawa 1.122 penumpang dalam satu kali terbang, dan dua bayi lahir di atas pesawat itu. Keturunan Bet Israel (disebut Falash Mura) yang telah masuk “kekristenan” diharuskan untuk masuk kembali ke “Yudaisme Ortodoks” untuk bisa memperoleh kewarganegaraan Israel. Selama dua ribu tahun orang-orang Yahudi ortodoks berdoa tiga kali sehari agar bisa kembali ke tanah mereka, dan mereka penuh harapan bahwa kembalinya mereka ke tanah berkaitan dengan datangnya Mesias, dengan sengaja mengabaikan bahwa sang Mesias sudah datang dan menderita, dan bangkit dari antara orang mati sesuai dengan Kitab Suci mereka sendiri. Mereka masih menantikan seorang mesias untuk membangun Bait Ketiga, tetapi dia akan ternyata sebagai mesias palsu, seorang penipu, yang akan membantu pembangunan Bait Ketiga hanya untuk menajiskannya.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, General (Umum) | Leave a comment

Para Ilmuwan Mengakui Bahwa Lucy Bergelantungan di Pohon-Pohon

(Berita Mingguan GITS 10 November 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Lucy adalah nama yang diberikan kepada sebuah fosil kera yang dikatakan berusia jutaan tahun, dan ditenggarai adalah mata rantai yang hilang antara kera dan manusia. Fosil ini telah menjadi subjek perdebatan sengit, bahkan di antara kaum evolusionis sendiri, sejak penemuannya pada tahun 1970an oleh Donal Johanson dan teman-temannya. Lucy adalah makhluk yang berdiri setinggi kira-kira satu meteran, dan walaupun para evolusionis mengakui bahwa ia memiliki kepala dan otak kera, sekaligus lengan, tangan, dan kaki yang mirip kera (bertentangan dengan rekonstruksi yang banyak ditayangkan di museum-museum), dan tidak memiliki kemampuan bicara, banyak yang mengklaim bahwa binatang ini berjalan tegak, yang “adalah langkah pertama menjadi manusia.” Juga telah diduga-duga bahwa Lucy ini tidak hidup di pohon-pohon. Kini, para ilmuwan yang telah menghabiskan 11 tahun mempelajari tulang bahu sebuah kerangka Australopithecus afarensis yang jarang ditemukan, melaporkan bahwa Lucy memandang ke atas seperti “kera-kera modern,” bukan memandang ke depan seperti manusia (“Early Human ‘Lucy’ Swing from the Trees,” Fox News, 26 Okt. 2012). Peneliti David Green mengatakan, “Fosil-fosil yang menakjubkan ini memberikan bukti kuat bahwa individu-individu ini masih memanjat pohon pada tahap ini dalam evolusi manusia.” Sebenarnya, dari awal sama sekali tidak ada bukti ilmiah bahwa Lucy ini bukanlah kera, atau bahwa “evolusi manusia” bukanlah dongeng isapan jempol. Tidak mungkin untuk membuktikan bahwa satu tipe fosil makhluk hidup memiliki hubungan evolusi dengan tipe lainnya. Bagaimanakah hal seperti itu dapat dibuktikan? Hanya adanya kemiripan struktur tidaklah membuktikan garis keturunan evolusi. Hal ini hanya dapat diasumsikan karena adanya bias filosofis. Fakta bahwa buku-buku teks sekolah dan museum-museum biasanya menggambarkan Lucy sebagai nenek moyang manusia yang tidak diragukan lagi, dan sebagai makhluk yang berjalan tegak, adalah bukti bahwa tujuan mereka hanyalah mencuci otak publik dengan mitos evolusi, bukan memberikan pendidikan riil yang objektif. Sangatlah mungkin bahwa “Lucy” dan binatang sejenis dia berjalan dengan empat kaki sebagaimana kera, tetapi juga bisa berjalan tegak untuk jarak yang pendek. Satu hari di Kathmandu beberapa tahun lalu, saya melihat seekor monyet rhesus berjalan sekitar 35 meter dengan kaki belakangnya. Dia berjalan santai dan tampak sangat percaya diri! Kera dapat berdiri dan berjalan tegak, tetapi mereka tidak didesain untuk melakuan hal itu senyaman dan semudah manusia; mereka lebih nyaman memanjat pohon.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Orang-Orang Baptis Memberkati Binatang

(Berita Mingguan GITS 10 November 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Suatu tanda bahwa kesesatan semakin menyebar luas adalah laporan bahwa gereja-gereja Baptis kini melangsungkan kebaktian pemberkatan binatang, persis seperti gaya Roma Katolik dan gereja-gereja Episkopal. Gereja-gereja ini melakukan praktek demikian untuk memperingati hidup seorang “Santo” yang sangat kebingungan, yaitu Francis dari Asisi, yang berkhotbah kepada burung-burung. Broadway Baptist Church, di Fort Worth, Texas, baru-baru ini melaksanakan kebaktian pemberkatan tahunan yang kelima, dan Molly Marshall, presiden dari Central Baptist Theological Seminary di Kansas mengatakan bahwa praktek itu “bermunculan di sana sini di kalangan gereja-gereja Baptis yang moderat dan progresif” (“Baptists embrace pet blessings,” Associated Press, 22 Okt. 2012). Marshall memprediksikan bahwa praktek ini akan meningkat seiring dengan menurunnya tingkat kelahiran AS dan “binatang peliharaan menjadi lebih penting dalam hidup orang-orang.” Ini tidak mengejutkan. Saya pernah bertemu orang-orang Baptis fundamental yang percaya anjing mereka akan masuk Sorga. Sobat, binatang diciptakan Allah untuk menjadi berkat bagi manusia di kehidupan ini, tetapi binatang tidak memiliki jiwa kekal dan tidak hidup melampaui kuburan. Yesus memerintahkan kita untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk (Mar. 16:15), tetapi Dia bukan memaksudkan anjing dan kucing. Dia berbicara mengenai umat manusia yang sudah terjatuh, yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah dan akan masuk Sorga atau neraka, tergantung apa respons mereka kepada Yesus Kristus dalam kehidupan ini. Tidak ada petunjuk sedikitpun dalam Perjanjian Baru yang mendukung konsep kebaktian pemberkatan binatang.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | 1 Comment

Dalai Lama Mendukung Hak Tumbuhan untuk Hidup, Tetapi Tidak bagi Seorang Bayi

(Berita Mingguan GITS 10 November 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berbicara di Hawaii pada tahun 2012, Dalai Lama mengatakan bahwa semua makhluk hidup, termasuk sebuah pohon atau tanaman, memiliki hak untuk hidup (“Recognizing the Right of Plants to Evolve,” NPR, 28 Okt. 2012). Kita bertanya-tanya apakah Dalai Lama meminta izin tumbuh-tumbuhan sebelum ia memakan mereka? Tetapi pada tahun 1993, Dalai Lama mengatakan, “Jika anak yang belum lahir itu akan lahir bodoh atau jika kelahiran akan menimbulkan masalah serius bagi orang tuanya, ini adalah kasus-kasus yang bisa memunculkan pengecualian. Saya pikir aborsi harus disetujui atau tidak disetujui berdasarkan situasi tiap-tiap kasus” (New York Times, 28 Nov. 1993, dikutip dari “Buddhism and Abortion,” BBC, 23 Nov. 2009)

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gereja Esa Sedunia Semakin Nyata

(Berita Mingguan GITS 3November 2012, sumber: www.wayoflife.org)Tanda-tanda akan munculnya gereja esa sedunia dapat terlihat di mana-mana pada hari ini. Pada tanggal 7-28 Oktober, Sinode Uskup-Uksup Roma Katolik ke-13 dilaksanakan di Vatikan dan dihadiri oleh orang-orang Baptis, Protestan, dan delegasi-delegasi maupun pengamat-pengamat lainnya. Pemimpin Baptis, Timothy George, adalah salah satu pembicara, dan dia memuji proses “dialog” yang terjadi dan menyerukan “kesatuan gereja.” George berdoa agar sinode Katolik dan program Penginjilan Katolik Baru akan “menjadi pembuka jalan pembaharuan Injil dan penyegaran gereja dan dunia dalam masa hidup kita” (“Baptist Addresses Vatican Crowd,” Associated Baptist Press, 23 Okt. 2012). Olav Tveit, sekretaris jenderal dari World Council of Churches, mengirimkan sebuah salam hangat kepada sinode itu. Tveit menyatakan suatu kerinduan untuk “persatuan yang nyata dari Gereja dalam satu iman dan satu persatuan ekaristi” (“Greets of the WCC General Secretary,” 11 Okt. 2012, oikoumene.org). World Council mewakili 340 denominasi, dan mereka berasosiasi karib dengan Roma. Kepada campuran Injili dan Katolik yang tidak kudus ini akan ditambahkan lagi gerakan kontemplatif mistikisme Roma Katolik, ekumenisme radikal dari musik penyembahan kontemporer, dan afiliasi dekat antara gerakan kharismatik dengan Roma, sehingga semakin jelas bahwa “persatuan yang nyata dari Gereja” sudah hampir tiba pada kita. WCC bersifat liberal radikal dalam hal theologi, sebagaimana yang telah kami dokumentasikan dalam laporan “The World Council of Churches,” tetapi pesan Tveit sangat mengarik karena bahasa “injili” yang ia gunakan. Dia berbicara mengenai “salib dan kebangkitan Yesus Kristus, yang adalah Kabar Baik.” Dia berbicara mengenai pembenaran dalam Kristus, pemberitaan Injil dan panggilan kepada kekudusan.” Dia berbicara mengenai “kuasa Roh Kudus,” tentang “merenungkan teks-teks Alkitab, dan bersaksi tentang Injil di rumah-rumah dan keluarga-keluarga [kita], di jalan-jalan atau di tempat-tempat kerja.” Kalau saya tidak tahu belangnya, saya pasti menyimpulkan bahwa orang ini adalah seorang yang percaya Alkitab, tetapi dia memang bukan! Dia menggunakan kata-kata indah ini, tetapi dia menggunakan kamus yang berbeda untuk mendefinisikan kata-kata tersebut. Bagi WCC, injil adalah usaha untuk menegakkan “keadilan sosial-politik” di dunia sekarang ini, bukan keselamatan jiwa-jiwa. Kristus, Roh Kudus, kekudusan, pembenaran, merenungkan Alkitab, bersaksi tentang Injil, semua hal ini memiliki banyak definisi yang berbeda di dalam khalayak ramai World Council yang campur aduk. Sejak Konsili Vatikan Kedua di Roma, suatu konferensi tiga tahun yang mulai persis 50 tahun yang lalu dan yang membuka pintu bagi ekumenisme paling lebar dalam sejarah gereja, Roma Katolikisme telah “diinjilikan,” dan orang-orang Injili telah “diromakan.” Kita sedang hidup di suatu zaman pencampuran dan merger besar-besaran. Hitam putihnya kebenaran doktrinal sedang dicampuradukkan menjadi abu-abu kompromi. Kata-kata theologis dibiarkan memiliki banyak definisi yang berbeda-beda, karena sikap terlalu dogmatis adalah tidak sopan dan divisif. Tiga puluh tahun lalu, saya tidak berpikir bahwa akan menyaksikan gereja-gereja Baptis independen akan main mata dengan orang-orang yang berafiliasi dengan Roma, tetapi ini sedang terjadi di depan hidung kita, melalui diterima luasnya musik penyembahan kontemporer, yang bisa jadi adalah lem yang paling kuat dan efektif untuk penciptaan gereja esa sedunia.

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Paus Mengatakan “Mari Kembali kepada Maria”

(Berita Mingguan GITS 3November 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berbicara di sebuah Misa khusyuk di St. Peter’s Square setelah memproklamirkan tujuh “santo” baru, Paus Benedict XVI mendorong para pendengarnya untuk “berpaling kepada Perawan Maria, Yang adalah Ratu para Santo-Santa” (“How to be evangelizers,” The Vatican Today, 23 Okt. 2012). Dia menyerukan kepada “gereja” untuk mempercayakan semua misionarinya “kepada perlindungan keibuaan dari Perawan Maria.” Ini adalah kesesatan jahanam dari atas hingga bawah dalam struktur Katolik. Sama sekali tidak ada otoritas Alkitab bagi sistem kepausan ataupun sistem santo-santa atau bagi Maria versi Roma. Namun hari ini, orang-orang Kristen dari segala golongan menyanjung Roma dengan istilah-istilah manis dan berafiliasi dengannya dalam pelayanan dan penyembahan. Akhir dari semua ini adalah pelacur gereja esa sedunia yang dinyatakan dalam Wahyu 17. Baik Roma maupun putri-putri Protestannya secara historis mabuk oleh darah para martir. “Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.(Wah. 17:6)” Untuk informasi lebih lanjut, lihat artikel “Penganiayaan Protestan terhadap kaum Baptis” di www.wayoflife.org.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

“Hak Tumbuhan”

(Berita Mingguan GITS 3November 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Sebuah artikel yang belum lama diterbitkan oleh National Public Radio (NPR), mengeksplorasi “hak tumbuhan” sebagai lanjutan dari gerakan “hak binatang.” Jadi, apa yang mestinya kita makan menurut orang-orang ini? Berikut adalah kutipan pendek: “Jika proposal yang menyerukan hak binatang sudah dapat diterima, mengapa tidak untuk hak-hak makhluk hidup lainnya? Tumbuhan, misalnya. Bagaimanapun juga, tumbuhan kadang-kadang memperlihatkan perilaku seperti manusia. … Michael Marder, penulis dari buku Plant-Thinking: A Philosophy of Vegetal Life, baru-baru ini berbicara kepada New York Times dan menyerukan ‘pembebasan tumbuhan.’ … Community Environmental Legal Defense Fund berargumen bahwa tumbuhan hijau memiliki kepentingan-kepentingan – dan juga hak-hak. Organisasi non-profit yang berbasis di Pennsylvania itu bekerja dengan komunitas-komunitas di seluruh dunia untuk ‘merancang dan mengadopsi hukum-hukum baru yang mengubah status komunitas dan ekosistem alami, dari dianggap sebagai properti milik menjadi entitas yang memiliki hak-hak.’ …Dalam tahun-tahun belakangan ini telah ada ketertarikan internasional dalam gerakan hak tumbuhan. New York Times melaporkan bahwa di tahun 2008 Ekuador menjadi negara pertama yang menyediakan hak konstitusional bagi tanaman, memberikan kepada alam ‘hak terhadap pemeliharaan dan regenerasi siklus-siklus, struktur-struktur, fungsi-fungsi vital, dan proses evolusi.’ Pada tahun yang sama, sebuah panel etika Swiss mendukung perlindungan bagi ‘kemampuan reproduksi’ tanaman. Dalai Lamai baru-baru ini berbicara di Hawaii bahwa semua makhluk hidup, termasuk pohon atau tanaman, memiliki hak untuk bertahan hidup” (“Recognizing the Right of Plants to Evolve,” NPR, 28 Okt. 2012). Menurut saya, ketika seekor kelinci atau sebuah wortel dapat duduk di ruang persidangan dan memberikan kesaksian pribadi tentang masalah ini, maka pada saat itulah, dan hanya pada saat itulah, mereka boleh diberikan “hak-hak.”

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Apa Itu Siphonophore?

(Berita Mingguan GITS 3November 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 3 Agustus 2012, www.creationmoments.com: “Ia bisa tumbuh hingga 13 meter. Ia bisa memiliki banyak mulut dan juga banyak perut. Ia berenang di dalam kegelapan, lebih dari 500 meter di bawah permukaan laut, menjangkau makanan dengan tentakel-tentakelnya yang mematikan. Ini bukanlah makhluk yang diciptakan untuk film horor baru. Ini adalah seekor siphonophore. Siphonophore adalah suatu kumpulan ubur-ubur yang menggabungkan diri menjadi sebuah koloni raksasa. Ketika mereka saling bergabung, ada ubur-ubur yang berperan sebagai mulut, yang lainnya berperan sebagai perut. Ubur-ubur lain di koloni itu menjalankan tugas berenang, sementara yang lainnya melebarkan jari-jari mereka untuk mengumpulkan makana. Ketika bergabung, mereka semua bertindak sebagai satu makhluk yang sangat besar. Namun, siphonophore bukanlah makhluk laut menakutkan bagi semua binatang. Ketika jari-jari siphonophore dikembangkan untuk mencarimakan, ikan-ikan lantern dan smelt berkumpul. Ikan smelt bahkan berseliweran di antara jari-jari tersebut tanpa takut. Ikan-ikan ini menantikan sisa-sisa makanan yang akan jatuh dari siphonophore. Siphonophore yang sedang makan juga adalah tempat yang baik untuk bersembunyi dari makhluk-makhluk lain. Allah dapat menciptakan apapun yang Dia kehendaki. Tidak ada batas pada imajinasiNya dan kuasaNya.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Organisasi Graham Menghilangkan Referensi Bahwa Mormonisme Adalah Suatu Bidat

(Berita Mingguan GITS 27Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Billy Graham Evangelistic Association (BGEA) menghilangkan sebuah referensi tentang Mormonisme sebagai suatu bidat dari website mereka setelah Billy dan Franklin Graham bertemu dengan calon presiden Mormon, Mitt Romney, minggu lalu. Sebelumnya, website mereka itu mendaftarkan kelompok-kelompok berikut sebagai contoh bidat-bidat: Saksi Yehovah, Mormon, Gereja Unifikasi, Unitarian, Spiritist, dan Scientology. Asosiasi Graham mengatakan bahwa mereka menghilangkan Mormon dari daftar ini demi mencegah kontroversi, sesuatu yang telah mereka lakukan dengan sangat ahli selama 70 tahun. Ken Barun, pemimpin dari BGEA, mengatakan, “Kami menghilangkan informasi dari website ini karena kami tidak mau ikut ambil bagian dalam suatu debat theologis tentang suatu isu yang telah dipolitisir selama kampanye (calon presiden AS) ini” (Billy Graham Association Responds,” Citizen-Times, Asheville, NC, 16 Okt. 2012). Billy Graham telah selalu berargumen bahwa dia tidak dipanggil untuk terlibat dalam kontroversi theologis, tetapi untuk memberitakan Injil. Tetapi tidaklah mungkin untuk memberitakan Injil dengan cara yang alkitabiah tanpa menyatakan injil-injil yang palsu dengan jelas. Yesus melakukannya, ketika dia secara umum memperingatkan tentang kaum Farisi. Paulus melakukannya, ketika dia memperingatkan tentang para penyesat di Galatia dan para gnostik dan kelompok-kelompok lain. Paulus memperingatkan gereja-gereja tentang injil-injil palsu, roh-roh palsu, dan kristus-kristus palsu (2 Korintus 11). Billy Graham bukanlah seorang penginjil alkitabiah. Dia adalah seorang yang pembangun gereja esa dunia yang lebih sukses dari pada semua sebelum dia dalam sejarah gereja-gereja, dan Franklin sedang berjalan dalam jejak ayahnya.

Posted in Bidat, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Dokter “Bukti Surga” Mempromosikan Meditasi New Age

(Berita Mingguan GITS 27Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Eben Alexander, penulis dari buku Proof of Heaven (Bukti Surga) yang sebentar lagi akan diterbitkan, adalah seorang pendukung berat meditasi New Age. Pengalaman “surga” yang dirasakan oleh Alexander ketika dia hampir mati menjadi cerita utama di majalah Newsweek di awal bulan ini. Ketika dalam kondisi koma karena infeksi meningitis bakterial pada tahun 2008, Alexander, seorang dokter bedah saraf lulusan Harvard, mengaku merasakan surga, lengkap dengan awan-awan, kaum keluarga yang sudah meninggal, jutaan kupu-kupu, “gerombolan makhluk-makhluk yang transparan dan berkilau-kilau,” dan perempuan-perempuan cantik dalam busana-busana menarik. Walaupun Alexander mengaku bahwa dia bukanlah seorang Kristen lahir baru dan tidak percaya Yesus Kristus sebagai Allah dan Juruselamat atau bahwa Alkitab diilhamkan secara ilahi, perempuan yang menjadi pemandu surgawinya memberitahu dia, “Kamu tidak perlu takut apa-apa,” dan “Kamu tidak bisa berbuat salah.” Dia mengatakan bahwa pesan ini “membanjiri saya dengan sensasi lega yang luas dan gila.” Sepertinya Alexander telah menemukan surga versi The Shack, di mana “Allah” tidak menghakimi atau menuntut apa-apa dari manusia. Alexander adalah seorang pendukung berat praktek-praktek meditasi The Monroe Institute (TMU). Ini meliputi yoga, pengalaman luar tubuh, Reiki, dan Kundalini. TMI terhubung sebagai sahabat dengan Asosiasi Edgar Cayce yang okultik. Lighthouse Trails (16 Okt. 2012) membuat pengamatan berikut: “Dr. Alexander percaya bahwa ‘malaikat terang’ yang dia lihat pada saat pengalaman hampir matinya adalah dari Surga, padahal Alkitab memperingatkan kita bahwa Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang, menyesatkan banyak orang. Dan di hari-hari gelap dan okultik menjelang kedatangan Kristus ini, panggung-nya sudah siap untuk menghantarkan munculnya seorang pemimpin dunia yang akan pada akhirnya menuntut umat manusia untuk menyembahnya. [Iblis menggunakan meditasi untuk menarik umat manusia menuju anti-kristus ini,] karena dalam posisi meditasi-lah manusia menjadi percaya bahwa Allah berada dalam segala sesuatu dan dalam semua orang (tidak perlu seorang Juruselamat, dan Yesus diubah dari Juruselamat menjadi teladan). Karena meditasi….dengan cepat menjadi sesuatu yang normal di seluruh dunia, bahkan gereja-gereja Kristen kini ikut-ikutan [melalui praktek-praktek doa kontemplatif], “hari Tuhan” sungguh mendekat, dan kebanyakan orang sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi.” EDITOR: Ini juga mengingatkan kita untuk tidak percaya pewahyuan apa pun di luar Alkitab setelah kanon selesai. Banyak orang Kristen yang merasa bahwa kesaksian-kesaksian tentang Surga atau neraka dari berbagai tokoh adalah hal yang baik, padahal semua itu adalah palsu dan usaha Iblis untuk membuat manusia teralihkan dari Alkitab kepada cerita-cerita.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment