Dalai Lama Mendukung Hak Tumbuhan untuk Hidup, Tetapi Tidak bagi Seorang Bayi

(Berita Mingguan GITS 10 November 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berbicara di Hawaii pada tahun 2012, Dalai Lama mengatakan bahwa semua makhluk hidup, termasuk sebuah pohon atau tanaman, memiliki hak untuk hidup (“Recognizing the Right of Plants to Evolve,” NPR, 28 Okt. 2012). Kita bertanya-tanya apakah Dalai Lama meminta izin tumbuh-tumbuhan sebelum ia memakan mereka? Tetapi pada tahun 1993, Dalai Lama mengatakan, “Jika anak yang belum lahir itu akan lahir bodoh atau jika kelahiran akan menimbulkan masalah serius bagi orang tuanya, ini adalah kasus-kasus yang bisa memunculkan pengecualian. Saya pikir aborsi harus disetujui atau tidak disetujui berdasarkan situasi tiap-tiap kasus” (New York Times, 28 Nov. 1993, dikutip dari “Buddhism and Abortion,” BBC, 23 Nov. 2009)

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gereja Esa Sedunia Semakin Nyata

(Berita Mingguan GITS 3November 2012, sumber: www.wayoflife.org)Tanda-tanda akan munculnya gereja esa sedunia dapat terlihat di mana-mana pada hari ini. Pada tanggal 7-28 Oktober, Sinode Uskup-Uksup Roma Katolik ke-13 dilaksanakan di Vatikan dan dihadiri oleh orang-orang Baptis, Protestan, dan delegasi-delegasi maupun pengamat-pengamat lainnya. Pemimpin Baptis, Timothy George, adalah salah satu pembicara, dan dia memuji proses “dialog” yang terjadi dan menyerukan “kesatuan gereja.” George berdoa agar sinode Katolik dan program Penginjilan Katolik Baru akan “menjadi pembuka jalan pembaharuan Injil dan penyegaran gereja dan dunia dalam masa hidup kita” (“Baptist Addresses Vatican Crowd,” Associated Baptist Press, 23 Okt. 2012). Olav Tveit, sekretaris jenderal dari World Council of Churches, mengirimkan sebuah salam hangat kepada sinode itu. Tveit menyatakan suatu kerinduan untuk “persatuan yang nyata dari Gereja dalam satu iman dan satu persatuan ekaristi” (“Greets of the WCC General Secretary,” 11 Okt. 2012, oikoumene.org). World Council mewakili 340 denominasi, dan mereka berasosiasi karib dengan Roma. Kepada campuran Injili dan Katolik yang tidak kudus ini akan ditambahkan lagi gerakan kontemplatif mistikisme Roma Katolik, ekumenisme radikal dari musik penyembahan kontemporer, dan afiliasi dekat antara gerakan kharismatik dengan Roma, sehingga semakin jelas bahwa “persatuan yang nyata dari Gereja” sudah hampir tiba pada kita. WCC bersifat liberal radikal dalam hal theologi, sebagaimana yang telah kami dokumentasikan dalam laporan “The World Council of Churches,” tetapi pesan Tveit sangat mengarik karena bahasa “injili” yang ia gunakan. Dia berbicara mengenai “salib dan kebangkitan Yesus Kristus, yang adalah Kabar Baik.” Dia berbicara mengenai pembenaran dalam Kristus, pemberitaan Injil dan panggilan kepada kekudusan.” Dia berbicara mengenai “kuasa Roh Kudus,” tentang “merenungkan teks-teks Alkitab, dan bersaksi tentang Injil di rumah-rumah dan keluarga-keluarga [kita], di jalan-jalan atau di tempat-tempat kerja.” Kalau saya tidak tahu belangnya, saya pasti menyimpulkan bahwa orang ini adalah seorang yang percaya Alkitab, tetapi dia memang bukan! Dia menggunakan kata-kata indah ini, tetapi dia menggunakan kamus yang berbeda untuk mendefinisikan kata-kata tersebut. Bagi WCC, injil adalah usaha untuk menegakkan “keadilan sosial-politik” di dunia sekarang ini, bukan keselamatan jiwa-jiwa. Kristus, Roh Kudus, kekudusan, pembenaran, merenungkan Alkitab, bersaksi tentang Injil, semua hal ini memiliki banyak definisi yang berbeda di dalam khalayak ramai World Council yang campur aduk. Sejak Konsili Vatikan Kedua di Roma, suatu konferensi tiga tahun yang mulai persis 50 tahun yang lalu dan yang membuka pintu bagi ekumenisme paling lebar dalam sejarah gereja, Roma Katolikisme telah “diinjilikan,” dan orang-orang Injili telah “diromakan.” Kita sedang hidup di suatu zaman pencampuran dan merger besar-besaran. Hitam putihnya kebenaran doktrinal sedang dicampuradukkan menjadi abu-abu kompromi. Kata-kata theologis dibiarkan memiliki banyak definisi yang berbeda-beda, karena sikap terlalu dogmatis adalah tidak sopan dan divisif. Tiga puluh tahun lalu, saya tidak berpikir bahwa akan menyaksikan gereja-gereja Baptis independen akan main mata dengan orang-orang yang berafiliasi dengan Roma, tetapi ini sedang terjadi di depan hidung kita, melalui diterima luasnya musik penyembahan kontemporer, yang bisa jadi adalah lem yang paling kuat dan efektif untuk penciptaan gereja esa sedunia.

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Paus Mengatakan “Mari Kembali kepada Maria”

(Berita Mingguan GITS 3November 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berbicara di sebuah Misa khusyuk di St. Peter’s Square setelah memproklamirkan tujuh “santo” baru, Paus Benedict XVI mendorong para pendengarnya untuk “berpaling kepada Perawan Maria, Yang adalah Ratu para Santo-Santa” (“How to be evangelizers,” The Vatican Today, 23 Okt. 2012). Dia menyerukan kepada “gereja” untuk mempercayakan semua misionarinya “kepada perlindungan keibuaan dari Perawan Maria.” Ini adalah kesesatan jahanam dari atas hingga bawah dalam struktur Katolik. Sama sekali tidak ada otoritas Alkitab bagi sistem kepausan ataupun sistem santo-santa atau bagi Maria versi Roma. Namun hari ini, orang-orang Kristen dari segala golongan menyanjung Roma dengan istilah-istilah manis dan berafiliasi dengannya dalam pelayanan dan penyembahan. Akhir dari semua ini adalah pelacur gereja esa sedunia yang dinyatakan dalam Wahyu 17. Baik Roma maupun putri-putri Protestannya secara historis mabuk oleh darah para martir. “Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.(Wah. 17:6)” Untuk informasi lebih lanjut, lihat artikel “Penganiayaan Protestan terhadap kaum Baptis” di www.wayoflife.org.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

“Hak Tumbuhan”

(Berita Mingguan GITS 3November 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Sebuah artikel yang belum lama diterbitkan oleh National Public Radio (NPR), mengeksplorasi “hak tumbuhan” sebagai lanjutan dari gerakan “hak binatang.” Jadi, apa yang mestinya kita makan menurut orang-orang ini? Berikut adalah kutipan pendek: “Jika proposal yang menyerukan hak binatang sudah dapat diterima, mengapa tidak untuk hak-hak makhluk hidup lainnya? Tumbuhan, misalnya. Bagaimanapun juga, tumbuhan kadang-kadang memperlihatkan perilaku seperti manusia. … Michael Marder, penulis dari buku Plant-Thinking: A Philosophy of Vegetal Life, baru-baru ini berbicara kepada New York Times dan menyerukan ‘pembebasan tumbuhan.’ … Community Environmental Legal Defense Fund berargumen bahwa tumbuhan hijau memiliki kepentingan-kepentingan – dan juga hak-hak. Organisasi non-profit yang berbasis di Pennsylvania itu bekerja dengan komunitas-komunitas di seluruh dunia untuk ‘merancang dan mengadopsi hukum-hukum baru yang mengubah status komunitas dan ekosistem alami, dari dianggap sebagai properti milik menjadi entitas yang memiliki hak-hak.’ …Dalam tahun-tahun belakangan ini telah ada ketertarikan internasional dalam gerakan hak tumbuhan. New York Times melaporkan bahwa di tahun 2008 Ekuador menjadi negara pertama yang menyediakan hak konstitusional bagi tanaman, memberikan kepada alam ‘hak terhadap pemeliharaan dan regenerasi siklus-siklus, struktur-struktur, fungsi-fungsi vital, dan proses evolusi.’ Pada tahun yang sama, sebuah panel etika Swiss mendukung perlindungan bagi ‘kemampuan reproduksi’ tanaman. Dalai Lamai baru-baru ini berbicara di Hawaii bahwa semua makhluk hidup, termasuk pohon atau tanaman, memiliki hak untuk bertahan hidup” (“Recognizing the Right of Plants to Evolve,” NPR, 28 Okt. 2012). Menurut saya, ketika seekor kelinci atau sebuah wortel dapat duduk di ruang persidangan dan memberikan kesaksian pribadi tentang masalah ini, maka pada saat itulah, dan hanya pada saat itulah, mereka boleh diberikan “hak-hak.”

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Apa Itu Siphonophore?

(Berita Mingguan GITS 3November 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 3 Agustus 2012, www.creationmoments.com: “Ia bisa tumbuh hingga 13 meter. Ia bisa memiliki banyak mulut dan juga banyak perut. Ia berenang di dalam kegelapan, lebih dari 500 meter di bawah permukaan laut, menjangkau makanan dengan tentakel-tentakelnya yang mematikan. Ini bukanlah makhluk yang diciptakan untuk film horor baru. Ini adalah seekor siphonophore. Siphonophore adalah suatu kumpulan ubur-ubur yang menggabungkan diri menjadi sebuah koloni raksasa. Ketika mereka saling bergabung, ada ubur-ubur yang berperan sebagai mulut, yang lainnya berperan sebagai perut. Ubur-ubur lain di koloni itu menjalankan tugas berenang, sementara yang lainnya melebarkan jari-jari mereka untuk mengumpulkan makana. Ketika bergabung, mereka semua bertindak sebagai satu makhluk yang sangat besar. Namun, siphonophore bukanlah makhluk laut menakutkan bagi semua binatang. Ketika jari-jari siphonophore dikembangkan untuk mencarimakan, ikan-ikan lantern dan smelt berkumpul. Ikan smelt bahkan berseliweran di antara jari-jari tersebut tanpa takut. Ikan-ikan ini menantikan sisa-sisa makanan yang akan jatuh dari siphonophore. Siphonophore yang sedang makan juga adalah tempat yang baik untuk bersembunyi dari makhluk-makhluk lain. Allah dapat menciptakan apapun yang Dia kehendaki. Tidak ada batas pada imajinasiNya dan kuasaNya.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Organisasi Graham Menghilangkan Referensi Bahwa Mormonisme Adalah Suatu Bidat

(Berita Mingguan GITS 27Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Billy Graham Evangelistic Association (BGEA) menghilangkan sebuah referensi tentang Mormonisme sebagai suatu bidat dari website mereka setelah Billy dan Franklin Graham bertemu dengan calon presiden Mormon, Mitt Romney, minggu lalu. Sebelumnya, website mereka itu mendaftarkan kelompok-kelompok berikut sebagai contoh bidat-bidat: Saksi Yehovah, Mormon, Gereja Unifikasi, Unitarian, Spiritist, dan Scientology. Asosiasi Graham mengatakan bahwa mereka menghilangkan Mormon dari daftar ini demi mencegah kontroversi, sesuatu yang telah mereka lakukan dengan sangat ahli selama 70 tahun. Ken Barun, pemimpin dari BGEA, mengatakan, “Kami menghilangkan informasi dari website ini karena kami tidak mau ikut ambil bagian dalam suatu debat theologis tentang suatu isu yang telah dipolitisir selama kampanye (calon presiden AS) ini” (Billy Graham Association Responds,” Citizen-Times, Asheville, NC, 16 Okt. 2012). Billy Graham telah selalu berargumen bahwa dia tidak dipanggil untuk terlibat dalam kontroversi theologis, tetapi untuk memberitakan Injil. Tetapi tidaklah mungkin untuk memberitakan Injil dengan cara yang alkitabiah tanpa menyatakan injil-injil yang palsu dengan jelas. Yesus melakukannya, ketika dia secara umum memperingatkan tentang kaum Farisi. Paulus melakukannya, ketika dia memperingatkan tentang para penyesat di Galatia dan para gnostik dan kelompok-kelompok lain. Paulus memperingatkan gereja-gereja tentang injil-injil palsu, roh-roh palsu, dan kristus-kristus palsu (2 Korintus 11). Billy Graham bukanlah seorang penginjil alkitabiah. Dia adalah seorang yang pembangun gereja esa dunia yang lebih sukses dari pada semua sebelum dia dalam sejarah gereja-gereja, dan Franklin sedang berjalan dalam jejak ayahnya.

Posted in Bidat, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Dokter “Bukti Surga” Mempromosikan Meditasi New Age

(Berita Mingguan GITS 27Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Eben Alexander, penulis dari buku Proof of Heaven (Bukti Surga) yang sebentar lagi akan diterbitkan, adalah seorang pendukung berat meditasi New Age. Pengalaman “surga” yang dirasakan oleh Alexander ketika dia hampir mati menjadi cerita utama di majalah Newsweek di awal bulan ini. Ketika dalam kondisi koma karena infeksi meningitis bakterial pada tahun 2008, Alexander, seorang dokter bedah saraf lulusan Harvard, mengaku merasakan surga, lengkap dengan awan-awan, kaum keluarga yang sudah meninggal, jutaan kupu-kupu, “gerombolan makhluk-makhluk yang transparan dan berkilau-kilau,” dan perempuan-perempuan cantik dalam busana-busana menarik. Walaupun Alexander mengaku bahwa dia bukanlah seorang Kristen lahir baru dan tidak percaya Yesus Kristus sebagai Allah dan Juruselamat atau bahwa Alkitab diilhamkan secara ilahi, perempuan yang menjadi pemandu surgawinya memberitahu dia, “Kamu tidak perlu takut apa-apa,” dan “Kamu tidak bisa berbuat salah.” Dia mengatakan bahwa pesan ini “membanjiri saya dengan sensasi lega yang luas dan gila.” Sepertinya Alexander telah menemukan surga versi The Shack, di mana “Allah” tidak menghakimi atau menuntut apa-apa dari manusia. Alexander adalah seorang pendukung berat praktek-praktek meditasi The Monroe Institute (TMU). Ini meliputi yoga, pengalaman luar tubuh, Reiki, dan Kundalini. TMI terhubung sebagai sahabat dengan Asosiasi Edgar Cayce yang okultik. Lighthouse Trails (16 Okt. 2012) membuat pengamatan berikut: “Dr. Alexander percaya bahwa ‘malaikat terang’ yang dia lihat pada saat pengalaman hampir matinya adalah dari Surga, padahal Alkitab memperingatkan kita bahwa Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang, menyesatkan banyak orang. Dan di hari-hari gelap dan okultik menjelang kedatangan Kristus ini, panggung-nya sudah siap untuk menghantarkan munculnya seorang pemimpin dunia yang akan pada akhirnya menuntut umat manusia untuk menyembahnya. [Iblis menggunakan meditasi untuk menarik umat manusia menuju anti-kristus ini,] karena dalam posisi meditasi-lah manusia menjadi percaya bahwa Allah berada dalam segala sesuatu dan dalam semua orang (tidak perlu seorang Juruselamat, dan Yesus diubah dari Juruselamat menjadi teladan). Karena meditasi….dengan cepat menjadi sesuatu yang normal di seluruh dunia, bahkan gereja-gereja Kristen kini ikut-ikutan [melalui praktek-praktek doa kontemplatif], “hari Tuhan” sungguh mendekat, dan kebanyakan orang sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi.” EDITOR: Ini juga mengingatkan kita untuk tidak percaya pewahyuan apa pun di luar Alkitab setelah kanon selesai. Banyak orang Kristen yang merasa bahwa kesaksian-kesaksian tentang Surga atau neraka dari berbagai tokoh adalah hal yang baik, padahal semua itu adalah palsu dan usaha Iblis untuk membuat manusia teralihkan dari Alkitab kepada cerita-cerita.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gembala Sidang Presbyterian Ditembak oleh Muslim di Pakistan

(Berita Mingguan GITS 27Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Pastor Shot by Islamic Militants,” World Evangelical Alliance’s Religious Liberty Prayer News, 10 Okt. 2012: “Telah dilaporkan bahwa seorang Gembala Sidang Injili di Faisalabad, Pakistan, ditembak oleh para militan Islam yang menentang aktivitas Kristianinya di daerah itu. Insiden ini terjadi setelah suatu kebaktian gereja dan makan malam, saat Gembala Babar Bhatti dari Gereja Presbyterian di Faisalabad sedang berjalan bersama seorang pemuda gereja itu. Para penyerang menembak Gembala Babar di kakinya dan melarikan diri. Insiden ini adalah lanjutan dari ancaman-ancaman maut yang diterima oleh Gembala Babar pada tanggal 30 September dari sebuah grup Islam yang dilarang. Gembala Babar Bhatti saat ini sedang dalam pemulihan setelah menjalani operasi pengangkatan peluru dari kakinya.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Semakin Banyak Jaringan Lunak Yang Katanya Jutaan Tahun Ditemukan

(Berita Mingguan GITS 27Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Semakin banyak ditemukan jaringan lunak pada fosil-fosil yang dikatakan berusia jutaan tahun. Pada tahun 2008, sebuah fosil kera berusia “dua juta tahun” ditemukan di Malapa, Afrika Selatan, dengan kulitnya masih menempel. Paleoanthropolog, Lee Berger, memberitahu BBC News, “Kelihatannya seperti kulit; dan berada di tempat kulit seharusnya” (“Skin Sample Is Two Million Years Old? ICR, 13 Des. 2011). Pada tahun yang sama, BBC News melaporkan tentang bulu-bulu fosil yang masih ada pigmen warnanya (“Fossil Feathers Reveal Their Hues,” 8 Juli 2008). Warna-warna ini adalah hasil bahan biologis yang disebut melanosom, yang telah terpelihara. Pada tahun 2009, para peneliti berhasil menyusun kembali tinta kering dari kantong tinta sebuah fosil cumi-cumi yang berusia “150 juta tahun.” Mereka bahkan memakai tinta itu untuk menggambar sebuah ilustrasi kira-kira bagaimana bentuk cumi-cumi yang sudah punah itu. Para ilmuwan itu “terkejut” bahwa tinta tersebut “terlihat masih seperti tinta cumi-cumi modern” (Archaeology Daily News, 18 Agus. 2009). Pada tahun 2010, jurnal PloS ONE melaporkan tentang sebuah fosil mosasaur (seekor reptil laut yang berukuran 13 meter) di Dinosaur Institute of the National History Museum di Los Angeles County, yang ditenggari berusia jutaan tahun, yang memiliki pigmen retina, sisa-sisa darah kering, dan “terpeliharanya struktur kulit dari seluruh bagian tubuh” (“Convergent Evolution in Aquatic Tetrapods,” PloS ONE, 5 (8): e1198, 2010). Para peneliti lain menemukan chitin dalam seekor kalajengking yang dikatakan ratusan juta tahun usianya (“Evolution Can’t Explain Organic Fossils,” ICR, 15 Des. 2011). Para ilmuwan yang mempelajari penemuan-penemuan ini telah mengakui bahwa mereka tidak tahu bagaimana mungkin materi biologis seperti ini dapat ada dalam fosil yang seharusnya berusia jutaan tahun. Profesor Mike Benton dari Universitas Bristol bertanya, “Bagaimanakah merekonsiliasikan hal ini dengan fakta yang sudah diketahui umum bahwa kebanyakan molekul organik akan meluruh dalam ribuan tahun?” (“Fossil Feathers Reveal Their Hues,” BBC News, 8 Juli 2008). Satu-satunya jawaban yang mereka miliki adalah bahwa karena mereka TAHU fosil-fosil ini berusia jutaan tahun, maka pastilah mungkin bagi materi biologis untuk bertahan jutaan tahun! Ini bukan ilmu pengetahuan, ini circular reasoning; ini pembuatan mitos.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Ekumenisme Jahanam Keluarga Graham

(Berita Mingguan GITS 13Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)

Billy Graham telah memimpin kaum Injili ke dalam jalur ekumenisme dan afiliasi dengan Roma Katolik sejak tahun 1950an. Dia telah menyerahkan ribuan petobat kepada Roma Katolik dan gereja-gereja Protestan yang liberal. Kebijaksanaan dia ini dengan jelas dinyatakan oleh wakil ketua komite KKR penginjilan di Vancouver, British Columbia, “Jika orang-orang Katolik maju ke depan TIDAK AKAN ADA USAHA UNTUK MENOBATKAN MEREKA dan nama-nama mereka akan diberikan kembali ke pada gereja Katolik yang terdekat ke rumah mereka” (David Cline of Bringhouse United Church, Vancouver Sun, 5 Oktober 1984). Pada tahun 1989, Michael Seed, Penasihat Ekumene bagi Kardinal (Katolik) Hume, berkata mengenai penginjilan Graham di London: “Mereka yang maju ke depan untuk mendapatkan konseling selama malam Misi di bulan Juni, jika mereka adalah orang Katolik, akan dipandu ke suatu grup pelayanan Roma Katolik, yang dipimpin oleh konselor-konselor Katolik di wilayah rumah mereka” (John Ashbrook, New Neutralism II, hal. 25). Dalam buku otobiografinya tahun 1997, Graham mengatakan bahwa tujuannya bukanlah memimpin orang keluar dari Roma Katolikism (Graham, Just As I Am, hal. 357). Dalam sebuah wawancara pada bulan Januari 1997 dengan Larry King Live, Graham mengatakan bahwa dia memiliki hubungan yang sangat indah dengan Roma, merasa nyaman dengan Vatikan, dan setuju dengan Paus mengenai hampir segala sesuatu. Pada tanggal 30 Mei 1997, dalam sebuah wawancara, Graham memberitahu David Frost: “Saya merasa saya adalah milik semua gereja. SAYA SAMA NYAMANNYA DI GEREJA ANGLIKAN ATAU BAPTIS ATAU BRETHREN ATAU ROMA KATOLIK. …Dan para uskup maupun uskup agung dan Paus adalah teman-teman kami” (David Frost, Billy Graham in Conversation, hal. 68, 143). FRANKLIN GRAHAM sedang berjalan mengikuti jejak ayahnya yang tidak taat. Tidak lama setelah mengambil alih usaha Graham Evangelistic, Franklik memberitahu sebuah wartawan koran bahwa persekutuan ekumene ayahnya dengan Roma Katolik dan denominasi-denominasi lain adalah “salah satu hal terpintar yang pernah dilakukan ayahnya” (“Keeping it simple, safe keeps Graham on high,” The Indianapolis Star, Kamis, 3 Juni 1999, hal. H2).

Posted in Ekumenisme | Leave a comment