Campus Crusade Memecat Seorang Pemimpin Mereka Karena Dia Menaati Alkitab

(Berita Mingguan GITS 5Januari 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Direktur dari Campus Crusade di University of Louisville telah dipecat karena menaati perintah Alkitab bahwa seorang wanita tidak diizinkan mengajar laki-laki (1 Timotius 2:12). Daniel Harman disingkirkan dari posisinya sebagai Pemimpin Tim Misi di chapter Louisville dari Cru (nama baru Campus Crusade yang cool), ketika dia menolak untuk “melaksanakan kebijaksanaan pelayanan tersebut bahwa staf laki-laki dan perempuan berbagi dalam tugas-tugas kepemimpinan, termasuk mengajar Alkitab” (“Cru Leader Demoted,” Christian Post, 3 Des. 2012). Harman adalah seorang mahasiswa di Southern Baptist Theological Seminary, dan kita berharap bahwa dia akan berdiri pada Firman Allah dalam semua poin dan menghormati Allah lebih daripada manusia.

Campus Crusade tidaklah berpegang kepada Alkitab sebagai otoritas final sejak pendiriannya oleh almarhum Bill Bright, seorang pragmatis yang bahkan mengubah cara penyampaian Injil dalam suatu pikiran sia-sia bahwa dia bisa melakukannya lebih baik daripada rasul Paulus. Sementara Injil dalam kitab Roma dimulai dengan kabar buruk tentang kondisi terhilang manusia di hadapan Allah yang kudus, Bright mau membuat sesuatu yang lebih positif, jadi dia memulai “Empat Hukum Rohani”nya dengan poin “Allah mengasihimu dan memiliki suatu rencana indah bagi hidupmu.” Tentu itu semua benar, tetapi tidak ada seorang pun yang akan lari kepada Kristus untuk keselamatan jika ia tidak pertama diyakinkan bahwa ia terhilang dan bahwa tidak ada cara lain keselamatan.

Kasih Kristus tidak dapat dipahami dengan benar terlepas dari kekudusan Allah. Kita melihat penekanan ini dalam Alkitab secara keseluruhan, dan banyak perikop Alkitab berbicara tentang hukum Allah sebelum sampai kepada Perjanjian Baru. Ketika saya berkhotbah di sebuah kebaktian penginjilan di Nepal pada tahun 1979, yang disponsori oleh Campus Crusade, saya berkhotbah langsung dari kitab Roma dan menyisihkan waktu untuk membangun fondasi yang benar bagi Injil, dengan cara memperlihatkan kondisi manusia yang terhilang dan betapa mengerikan posisinya di bawah murka Allah. Paulus melanjutkan tema ini selama hampir tiga pasal sebelum dia menyinggung tentang kasih karunia Allah dan pembenaran yang tersedia di dalam Kristus pada akhir Roma pasal 3. Setelah saya berkhotbah di kebaktian bawah tanah itu (memberitakan Injil adalah ilegal pada waktu itu di Nepal), pemimpin nasional Campus Crusade di situ memberitahu saya bahwa khotbah saya “terlalu negatif” dan bahwa mereka lebih menyukai pendekatan yang lebih positif dan upbeat!

Saya mengingatkan orang itu bahwa saya berkhotbah langsung dari kitab Roma dan bahwa bukan saya yang menulis kitab itu! Itu adalah yang pertama dari serangkaian konflik panjang yang saya alami sebagai seorang misionari muda dengan para Injili dan Kharismatik yang berkompromi dan pragmatis yang ada di dalam persekutuan nasional gereja-gereja “injili” pada waktu itu, dan dalam waktu kira-kira setahun akhirnya terjadi perpecahan di antara kami (puji Tuhan!), dan mereka memvonis saya dalam sebuah sidang gerejawi sebagai seorang “pemecah belah tubuh Kristus di Nepal.” Saya dijelekkan dalam sebuah surat yang dikirim kepada semua gereja-gereja.

Isu di antara kami tidaklah rumit, dan juga bukanlah hal sepele. Hal-hal ini berhubungan dengan topik seperti apakah Alkitab harus ditafsirkan literal, dan apakah Alkitab harus menjadi otoritas absolut dan satu-satunya bagi iman dan praktek orang percaya. Pertentangan kami jugalah berhubungan dengan Injil itu sendiri dan bagaimana menyampaikannya, standar Allah bagi pemimpin-pemimpin gereja (salah satu gembala mereka adalah seorang poligamis yang memiliki tiga istri dan satu lagi membuka toko buku yang menjual materi pornografi), karunia-karunia rasuli, jaminan keselamatan seorang percaya, dan peran wanita dalam pelayanan.

Pengalaman itu memberikan pendidikan yang hebat dan praktis bagi saya tentang karakter gerakan Injili modern dan pentingnya separasi Alkitabiah.

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian, Wanita | 1 Comment

Mengembalikan Burung Bangkai

(Berita Mingguan GITS 5Januari 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Para penganut Zoroastrian dalam komunitas Parsi di Mumbai (dulu Bombai), India, sedang bersiap-siap membawa kembali burung-burung bangkai untuk menyantap orang-orang mereka yang meninggal. Kebiasaan kuno mereka adalah menolak baik itu penguburan maupun kremasi, melainkan mereka meletakkan orang-orang mati mereka di luar untuk dimakan oleh burung-burung bangkai.

Burung-burung bangkai hilang 15 tahun lalu karena kombinasi berbagai faktor, dan setelah negosiasi selama enam tahun, pemerintah telah setuju untuk membiayai restorasi burung-burung itu dengan biaya $5 juta. Di masa lalu, India memiliki sebanyak 400 juta burung bangkai, dan mayat-mayat dengan cepat dikonsumsi, tetapi selama dekade-dekade belakangan mereka menghilang karena penggunaan obat sakit diklofenak yang menyebabkan gagal ginjal pada burung dan sebab-sebab lain. Kaum Parsi memiliki tanah perlindungan sebesar 22 hektar di tengah Mumbai, tempat mereka mengoperasikan tiga Menara Keheningan untuk melenyapkan mayat-mayat, dengan bagian yang berbeda untuk laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Pengurusan mayat adalah suatu isu rohani dan agamawi, walaupun dunia sekuler Barat tidak lagi menganggapnya demikian.

Alkitab menyuruh kita menguburkan orang-orang mati dan memberikan contoh penguburan dari Abraham hingga Yesus, karena Alkitab mengajarkan kebangkitan tubuh. Tubuh “ditanam” seperti suatu benih dengan iman bahwa Kristus akan membangkitkan individu itu dari antara orang mati (1 Korintus 15). Orang-orang Hindu mengkremasi tubuh karena mereka tidak percaya kebangkitan; mereka percaya reinkarnasi dan transmigrasi jiwa dari satu tubuh ke tubuh lainnya.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Pakis Kebangkitan

(Berita Mingguan GITS 5Januari 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Sejenis tanaman yang disebut “resurrection fern” (pakis kebangkitan) adalah tanaman udara yang banyak terdapat di bagian tenggara Amerika Serikat, tetapi juga tumbuh sampai ke daerah New York di utara dan Texas di barat. Biasanya pakis ini menempelkan dirinya ke batang dari pohon-pohon besar seperti pohon ek, dan mengambil nutri sari dari udara dan dari kulit pohon tersebut. Ia diberi nama “pakis kebangkitan” karena Allah telah mendesainnya untuk bertahan hidup dalam periode kekeringan yang panjang dengan cara nampak seperti mati, lalu hidup kembali ketika hujan turun. Dalam kondisi tidak ada air, daun-daunnya yang berwarna terang dan menarik akan layu dan menjadi coklat.

Dalam sebuah kunjungan ke Myrkaa State Park di Florida pada bulan Desember 2012, pakis kebangkitan sedang berada dalam “mode mati”nya. Saya mengambil foto pakis tersebut dalam kondisi itu pada sebuah batang pohon, lalu menuangkan beberapa botol air ke atasnya. Ketika saya kembali keesokan paginya, ia telah bangkit! Tanaman yang sangat luar biasa, dan sangat kompleks ini (bayangkan apa yang terjadi pada level seluler untuk memungkinkan tanaman ini hidup, bertahan hidup, dan berkembang biak), adalah gambaran dari Yesus, Anak Allah, yang bangkit dari kematian pada hari ketiga setelah pengorbananNya, ketika ia dihukum menggantikan orang berdosa untuk mendapatkan keselamatan kekal bagi mereka yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dunia yang Allah ciptakan penuh dengan kesaksian akan kuasaNya dan hikmatNya bagi mereka yang memiliki mata untuk melihat.

Ketika saya berperjalanan ke tempat-tempat yang indah di berbagai tempat di dunia, kesempatan yang saya miliki cukup sering, saya dapat menikmati semua yang dinikmati orang-orang yang tidak percaya (kecuali dosa), seperti pemandangan dan fasilitas-fasilitas, tetapi saya menikmati semua itu pada level yang sama sekali berbeda karena iluminasi dari Allah. Saya dapat melihat dan mengagumi karya tanganNya dan memuji Dia untuk karakterNya, karena saya mengenal Dia secara pribadi. Saya dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi hari ini, dan saya juga melihat masa depan melalui Firman Tuhan. Saya mengerti bahwa dunia sekarang ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dunia yang akan datang. Saya dapat merenungkan dunia yang akan datang itu dan bagian saya di dalamnya!

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Sebuah Baterai Berusia 2.300 Tahun

(Berita Mingguan GITS 29Desember 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 9 April 2012, www.creationmoments.com: “Kejadian 4:22, ‘Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi…’ Sementara para sejarahwan evolusionis mengacu kepada zaman-zaman sebelum kelahiran Kristus dengan istilah-istilah seperti zaman Batu, Tembaga, dan Besi, sepertinya teknologi logam yang dimiliki manusia jauh lebih canggih dari yang tergambarkan melalui istilah-istilah ini. Dan hal ini cocok dengan apa yang disampaikan oleh Kejadian 4 tentang sejarah manusia. Sebuah contoh akan hal ini dilaporkan dalam Science Digest edisi April 1957. Pada tahun 1930an, para arkeolog sedang menggali di sebuah reruntuhan kecil di pinggir Baghad, ketika mereka menemukan sesuatu yang kelihatan sangat mirip sebuah baterai sel kering modern.

Objek itu dianalisa, dan sebuah model dibuat oleh seorang insinyur di Laboratorium Tegangan Tinggi milik General Electric. Alat itu ternyata adalah sebuah baterai sel basah yang memiliki cukup tenaga untuk menyaput perhiasan dengan emas – ini adalah penggunaan listrik yang pertama tercatat dalam sejarah. Baterai tersebut dibuat dan dipakai oleh para tukang perak Baghdad dari tahun 250 hingga 224 SM. Ukurannya kira-kira sebesar dua baterai senter modern, dan terbuat dari bahan yang mirip dengan yang dipakai hari ini dan yang banyak terdapat di dunia kuno, termasuk tembaga dan solder timah campuran 60 / 40. Penemuan-penemuan ini membuat hampir tidak mungkin untuk mengesampingkan pasal-pasal awal Kejadian sebagai mitos. Gambaran yang disampaikan tentang umat manusia yang kreatif dan pintar terasa benar. Dan pesan Alkitab tentang bagaimana umat manusia memerlukan keselamatan di dalam Yesus Kristus, juga terdengar benar.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Apple Store: Jendela kepada New Age

(Berita Mingguan GITS 29Desember 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Saya suka dengan alat-alat Apple, tetapi dalam suatu kunjungan ke Apple Store di dua negara berbeda, saya menyadari bahwa ini sungguh adalah jendela kepada New Age. Sungguh, New Age ada di sini, sebagaimana kami dokumentasikan dalam buku The New Age Tower of Babel. Sebuah Apple Store merepresentasikan kesatuan dunia dengan cara yang luar biasa. Gadget-gadget yang super hi-tech, misterius, serba-cool, dan sangat diminati ini didesain di Amerika, dimanufaktur di Cina dan tempat-tempat lain, dan didistribusikan di seluruh dunia. Apple Store mewakili suatu budaya pop global, suatu mindset global, suatu filosofi dan agama sinkretistik, moralitas yang bebas, unisexualisme, seksualisme apa saja, komersialisme parah, ketamakan, kesombongan manusia terhadap klaim-klaim Ilahi, dan pengejaran kesenangan dan kekayaan, semuanya dilakukan secara hebat-hebatan tanpa sedikitpun peduli tentang masa depan, dan semuanya terenergisasi olah ‘ilah dunia ini.’ Sebuah Apple Store adalah tanda yang jelas tentang akhir zaman sesuai dengan Alkitab.

Sebuah Apple Store mewakili Babel rahasia di akhir zaman. Ketika Nimrod dan teman-temannya, Asyur dan lainnya, membangun Babel kuno, mereka bermaksud untuk menyatukan manusia kepada hal-hal yang terwakili oleh Apple Store, yaitu membangun dunia yang enak, nyaman, di mana manusia bisa mengejar keinginan-keinginannya sendiri tanpa mempedulikan batasan-batasan Allah Pencipta dan hukum-hukumNya yang kudus. Dan mereka pastinya akan berhasil, kalau bukan Allah membuat mereka bingung dengan mengubah bahasa mereka. Hal ini secara efektif membagi manusia menjadi bangsa-bangsa, dan sejak saat itu manusia terpecah, bukan saja oleh bahasa, tetapi juga warna kulit, agama, filosofi, budaya, dll., dan terpisah satu sama lain oleh opini, bias, dan pemusuhan.

Itulah program Allah untuk 4000an tahun terakhir, tetapi waktunya telah tiba agar Babel baru dibangun dengan bahasa dunianya dan agama dunianya dan budaya dunianya, seperti yang kita lihat di Wahyu 17-18. Semua penghalang akan berguguran dan suatu New Age (Zaman Baru) sedang muncul. Pada suatu titik, ketika Roh Allah menyelesaikan programNya memanggil keluar sekumpulan orang-orang kudus dari antara bangsa-bangsa dunia ini, Manusia Durhaka akan mengambil alih takhta dan semuanya akan siap bagi usaha pemberontakan Iblis yang kedua terakhir (usahanya yang terakhir adalah setelah Millennium).

Umat Allah perlu menggunakan teknologi dengan pintar dan juga berbagai kesempatan besar dari teknologi di hari-hari terakhir ini untuk menjalankan Amanat Agung, selalu taat pada Firman Allah, hingga saat pengangkatan. Tetapi kita harus berhati-hati agar tidak tertangkap oleh panggilan dunia ini. Sebuah iPhone, iPad, iMac (atau Samsung atau Kindle atau Surface, atau apapun juga) bisa dipakai untuk kemuliaan dan pelayanan Kristus, tetapi ada bahaya rohani yang riil bagi yang tidak waspada secara rohani. Di waktu-waktu yang sukar ini, kita perlu berlutut berdoa dan berada dalam Firman Allah dan jemaat Allah, lebih dari waktu-waktu lain. (Apa yang dikatakan tentang Apple di sini berlaku juga bagi hampir semua perusahaan barang global di Barat. Mereka bukan hanya menjual barang, tetapi juga menjajakan suatu filosofi kultural).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Alkitab Queen James

(Berita Mingguan GITS 29Desember 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Angkatan yang bodoh ini, yang sedang meluncur dari satu hal yang bodoh dan jahat kepada hal bodoh dan jahat lainnya dalam kegelapan rohani, semakin lama semakin jauh dari kebenaran, kini telah menghasilkan apa sebuah Alkitab “gay.”

Buku ini disebut Alkitab Queen James, dan dijual seharga $34.95 di Amazon. Diklaim bahwa hanya delapan ayat dalam Alkitab King James yang menentang homoseksualitas, tetapi ini tidak menjadi masalah karena delapan-delapannya sudah “ditafsir ulang” dalam Alkitab ini. Para aktivis homoseksual, jika mereka ada menyinggung Alkitab sama sekali, mengklaim bahwa Alkitab hanyalah menentang tindakan homoseksual yang dipaksakan, seperti pemerkosaan, dan homoseksualitas yang dilakukan dalam konteks penyembahan berhala kuno, dan bahwa Alkitab tidak menyinggung homoseksualitas secara umum dan dalam konteks “hubungan yang berkomitmen dan saling mengasihi.”

Jadi, Alkitab Queen James mengubah Kejadian 15:5 sehingga berbunyi, “Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami perkosa dan permalukan mereka.”” Ini adalah sesuatu yang licik, karena bukan itu bunyi bahasa Ibraninya. Para penerjemah Alkitab Queen James menciptakan kata-kata ini sendiri. Dan ini bukanlah definisi Perjanjian Baru tentang dosa Sodom. Yudas mengatakan bahwa kota itu sepenuhnya cabul dan mengejar kepuasan yang tak wajar (Yudas 7). Ada juga yang mengatakan bahwa Yesus tidak menyinggung homoseksualitas, tetapi itu adalah omong kosong. Yesus menyinggung masalah pernikahan dan menunjuk kembali kepada Kejadian 2 sebagai standar ilahi bagi semua manusia di segala zaman (Mat. 19:4-6). Yesus mengajar bahwa pernikahan adalah suatu institusi ilahi di mana satu lelaki dan satu perempuan bersatu untuk seumur hidup. Jadi, Yesus menentang “pernikahan sama jenis.” Alkitab dengan tegas dan tanpa terbantahkan mengajar bahwa semua hubungan seksual di luar pernikahan kudus adalah dosa yang serius yang disebut percabulan atau pernizahan. “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah” (Ibr. 13:4). Penerbit Alkitab Queen James juga mengulang kembali klaim basi bahwa Raja James I adalah seorang homoseksual. Setelah meneliti bukti-buktinya, saya yakin bahwa itu adalah fitnahan, tetapi seandainya pun benar, sama sekali tidak memiliki arti, karena Raja James bukanlah otoritas bagi orang-orang yang percaya Alkitab. Raja James tidak campur tangan sedikitpun dalam penerjemahan Alkitab yang memakai namanya.

Posted in Alkitab, General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Mengapa Terjadi Kekerasan yang Begitu Mengerikan?

(Berita Mingguan GITS 22Desember 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Sungguh menarik, sekaligus membuat frustrasi dan sedih, untuk membaca komentar-komentar yang dibuat para “ahli,” seperti para psikologis dan petugas penegak hukum dan komentator media massa, yang mencoba untuk menjelaskan alasan terjadinya tindakan kejam yang paling akhir ini (pembunuhan 20 anak di sebuah sekolah dasar), sekaligus ledakan peristiwa pembunuhan pada umumnya yang terjadi di masyarakat Barat. Pada dasarnya, para ahli ini, setelah menolak Firman Allah dan mengandalkan sumber daya mereka sendiri yang terbatas, tidak memiliki jawaban. Kita diberitahu bahwa pembunuhan masal “tidak dimengerti dengan baik dalam ilmu pengetahuan tentang tingkah laku” (“Why Are Mass Shootings Becoming More Common?” Washington Post, 14 Des. 2012). Artikel utama dalam koran The Tampa Tribune (Florida) untuk tanggal 16 Desember adalah “Kesedihan, SEDIKIT JAWABAN setelah Pembunuhan.”

Frank DeAngelis, yang adalah kepala sekolah di SMA Columbine waktu terjadi penembakan di situ pada tahun 1999, mengatakan pada tanggal 14 Desember, “Seharusnya uang dipakai untuk mencari tahu mengapa ada begitu banyak kebencian.” Presiden Obama, pada gilirannya, dengan penekanan dan penuh otoritas berkata, “Tragedi-tragedi ini harus berakhir.” Saya pikir dia akan menggunakan tongkat sihirnya. Jadi, para ahli dan yang lainnya yang berusaha untuk memahami hal ini yakin bahwa mereka sendiri pada dasarnya adalah orang-orang baik; tetapi mereka tahu bahwa mereka sedang menatap kedalaman kejahatan dalam situasi-situasi ii, dan mereka sangat bingung. Jadi, sebenarnya apa yang sedang terjadi di Amerika dan dunia? Jawabannya ada di depanmu, di dalam Kitab yang telah menjadi bacaan nomor satu selama ribuan tahun. Alkitab memiliki jawabannya, dan tidakleh berbelit-belit, tetapi Alkitab telah ditolak oleh kebanyakan Amerika, dan dunia, bahkan di zaman kita ini.

Tuhan Yesus berkata, “sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan” (Mar. 7:21). Dunia ini penuh dengan kejahatan karena hati manusia adalah jahat. Umat manusia memberontak terhadap Allah dan hukum-hukumNya yang hkudus. Manusia melakukan dosa karena ia adalah seorang pendosa, dan bukan hanya para pembunuh atau “penjahat-penjahat” lain yang adalah pendosa. Alkitab berkata, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Tidak semua orang melakukan pembunuhan, tetapi semua manusia pernah membenci, yang adalah sama jahatnya di mata Allah. Hukum Allah yang mengatakan “Jangan membunuh,” juga berkata, “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!” (Mar. 10:19). Lebih lanjut lagi, Alkitab menubuatkan bahwa akan ada ledakan kejahatan di hari-hari akhir, dan ini akan menyebabkan zaman yang sukar, karena akar permasalahan adalah manusia mencintai dirinya sendiri. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama” (2 Tim. 3:1-2). Dibalik semua kekerasan yang mengenaskan ini adalah penolakan terbuka terhadap satu Allah yang benar dan FirmanNya yang Kudus, Alkitab, dan orang-orang menggantikan Dia dengan banyaknya berhala dan kristus-kristus palsu. Dibalik kekerasan ini adalah pelanggaran hukum-hukum Allah yang kudus secara sengaja, pengolok-olokan terhadap janji pernikahan yang kudus, bermain-main dengan kebejatan moral seperti pornografi, kesesatan industri fashion, pengejaran gila-gilaan akan uang tanpa mempedulikan apa-apa, kehebohan komersil yang aneh yang menyebabkan orang-orang bertenda di luar toko hanya untuk mendapatkan sebuah handphone atau sepatu olahraga, belanja gila-gilaan tengah malam yang terjadi pada hari-hari tertentu, perjudian, industri minuman keras, obat-obatan terlarang, pemuasan setiap hawa nafsu yang tidak kudus, bersekutu dengan setan-setan, menuruti setiap kesia-siaan, pemupukan kecemburuan dan kepahitan, keegoisan yang luar biasa, pemberontakan dan tidak hormat kepada orang tua, kegagalan untuk mendidik anak, pemanjaan besar-besaran terhadap remaja.

Apakah penyebab dari kekerasan ini? Sebagian dapat dilacak kepada keganjilan dan kegelapan media pop itu sendiri, film-film dan musik yang gelap, dan gam -gam yang gelap dan penuh dengan kekerasan, seperti yang ditonton oleh para penembak Columbine dan penembak di bioskop Dark Knight. Apakah penyebab dari kekerasan ini? Orang-orang media, baik liberal maupun konservatif, seperti MSNBC atau Fox, hanya perlu memandang kepada cermin yang akan merefleksikan kisah cinta dan dukungan mereka terhadap budaya pop akhir zaman yang sia-sia, tidak berhukum, narsistik, yang sangat mereka cintai dan mereka wakili.

Kekerasan dapat dilacak kembali, sebagian besarnya, kepada filosofi “menentang hukum Allah yang kudus” yang dikhotbahakn oleh musik rock tahun 60an dan yang dijunjung di masyarakat hari ini – “Saya bebas untuk melakukan apa yang saya inginkan kapan saja.” Bukanlah suatu kebetulan bahwa tahun 1960an adalah persis mulainya kekerasan meningkat tajam, baik dalam hal intensitas maupun jumlah, di dalam masyarakat, dibandingkan tahun 1940an, 1950an, dan lebih awal lagi.

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Ledakan Pembunuhan Masal

(Berita Mingguan GITS 22Desember 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Bukan hanya pembunuhan anak-anak oleh orang dewasa yang meledak di masyarakat Amerika, tetapi juga pembunuhan masal. Sejak tahun 1980, jumlah pembunuhan masal, empat orang atau lebih, telah meningkat drastis, bahkan menjadi sering, dengan lebih dari 62 episode. Pada tahun 1984, James Huberty membunuh 21 orang di sebuah McDonald di California. Pada tahun 1986, Pat Sherrill membunuh 14 orang di sebuah kantor pos di Oklahoma. Pada tahun 1991, George Hennard membunuh 23 orang di sebuah kafetaria Texas.

Pada tahun 1999, para penembak Columbine yang masih remaja, membunuh 12 murid dan seorang guru sebelum mengakhir hidup mereka yang kacau, tetapi mereka tadinya berniat membunuh jauh lebih banyak. Pada tahun 2007, Seung Hoi Cho membunuh 32 murid dan dirinya sendiri di kampus Virginia Tech. Pada April 2009, Jiverly Wong membunuh 13 di New York, dan pada November tahun itu, Nidal Hasan membunuh 13 di Fort Hood, Texas. 2012 menjadi tahun yang besar bagi para pembunuh masal, dengan James Holmes membunuh 12 dan melukai 59 di sebuah bioskop di Colorado pada bulan Juli, dan Wade Page membunuh enam dan melukai empat di sebuah bait Sikh di Wisconsin pada bulan Agustus, dan Andrew Engeldinger membunuh lima di sebuah perkantoran di Minnesota pada bulan September, dan Adam Lanza membunuh 27 pada bulan Desember.

Ini bukan fenomena yang hanya terjadi di Amerika. Tahun lalu, Anders Breivik yang sangat arogan dan berhati dingin, membunuh 69 orang muda yang bertenda di sebuah pulau di Norwegia, menembaki mereka yang “pura-pura mati” dan mereka yang mencoba berenang lari.

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Ledakan Pembunuhan Anak

(Berita Mingguan GITS 22Desember 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Pada pagi hari tanggal 14 Desember 2012, Adam Lanza, 20 tahun, mengenakan pakaian mirip komando militer, tetapi tanpa keberanian dan kehormatan seorang prajurit sejati, lalu membunuh ibunya sendiri dengan cara menembaknya dua kali di kepala, lalu pergi ke sekolah dasar tempat ibunya mengajar di Newton, Connecticut, dan membunuh 20 anak yang berharga yang berusia 6 atau 7 tahun. Ia menembaki mereka berkali-kali, dan juga membunuh enam wanita dewasa yang mencoba untuk menghentikannya. Ia lalu membunuh dirinya sendiri. Seluruh kejadian ini berakhir dalam hitungan menit, lama sebelum orang bersenjata manapun dapat tiba di lokasi untuk mengakhiri dia. Para penegak hukum yang membawa senjata hanya tiba untuk menutup tempat kejadian perkara yang berdarah itu.

Itu bukanlah kesalahan mereka; mereka sudah dipersenjatai dan siap dan berani dan mereka pergi ke sana secepat mungkin, bersenjata penuh dan siap menghadapi bahaya apapun; tetapi hampir selalu terlambat. Sepertinya jauh lebih baik, di Amerika, untuk memastikan bahwa minimal satu orang staf dipersenjatai dan dilatih untuk menembak. Tetapi trend-nya adalah untuk justru tidak memperbolehkan orang yang taat hukum memiliki senjata. Jadi, tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan penjahat itu. Orang dewasa yang membunuh anak-anak menjadi sesuatu yang biasa. Filicide (pembunuhan anak-anak) adalah penyebab kematian ketiga tertinggi bagi anak-anak Amerika usia lima hingga 14 tahun. Satu dari setiap 33 pembunuhan di Amerika adalah pembunuhan seorang anak di bawah 18 tahun oleh orang tuanya sendiri. Pada tahun 1994, Susan Smith menenggelamkan kedua putranya di sebuah danau. Pada September 1998, Khoua Her membunuh enam orang anaknya.

Pada tahun 2001, Andrew Yates menenggelamkan lima anaknya di bak mandi keluarga. Pada bulan Juli 2012, Aaron Schaffhausen menggerek leher tiga putrinya yang muda. Pada bulan Oktober 2012, suster Yoselyn Ortega membunuh dua anak kecil di bawah pengasuhannya. Semakin banyak kasus yang melibatkan “balas dendam pasangan,” di mana seorang suami (95% kasus) membunuh anak-anak untuk membalas pacar atau istrinya, dan ini memperlihatkan amarah, kebencian, dan narsisme yang sangat tinggi.

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Hidup dan Mati dalam Mimpi Budaya Pop

(Berita Mingguan GITS 15Desember 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam pandangan orang muda Amerika (dan negara-negara lain) pada umumnya, Jovan Belcher memiliki segala sesuatu. Ia adalah seorang pemain football profesional untuk klub Kansas City Chiefs, yang memberikannya status seperti dewa bagi masyarakat Amerika modern dan membukakan banyak pintu baginya. Dia berjuang melalui SMA dan kuliah, bermain football, dan terpilih sebagai pemain utama sebuah tim NFL, suatu pencapaian luar biasa dengan rasio 1 juta banding satu orang. Ia telah bermain dalam 10 game musim ini. Ia memiliki berton-ton uang dan dapat memuaskan semua keinginannya. Dia dapat membeli gadget apapun yang dapat ditawarkan oleh budaya pop baginya. Pacarnya adalah seorang perempuan muda yang cantik, dan mereka memiliki seorang bayi perempuan berumur tiga tahun. Tetapi pada tanggal 1 Desember, Belcher mengambil sepucuk pistol dan dengan brutal membunuh ibu dari bayinya, menembaknya sembilan kali, lalu melakukan bunuh diri di depan manajer dan pelatihnya di lapangan parkir stadium ilah football. Semua orang mengekspresikan kebingungan. Dia memiliki segalanya. Mengapa dia mau melakuan hal seperti itu?

Ada laporan-laporan media tentang kehidupan pesta pora, alkohol, obat-obatan, dan amarah yang banyak tersimpan, dan pacar yang mengancam akan meninggalkannya. Apa yang kita ketahui pasti adalah tidak adanya kepuasan sejati, tidak ada hidup yang sejati di dalam budaya pop Barat. Saya tidak tahu persis detil-detil kehidupan Belcher, tetapi saya tahu budaya pop, dan kehidupan ini hanya dapat memimpin kepada kehancuran rohani dan moral. Fokus dari dunia ini semuanya adalah tentang saya, dan itu adalah resep untuk kehancuran semua hubungan dan institusi. Cara hidup seperti itu hanya dapat menghasilkan rasa high karena adrenalin, dan eforia emosional yang hanya sebentar saja, yang membesarkan hawa nafsu manusia tetapi tidak dapat memuaskan, dan hawa nafsu itu akan terus bertambah intens dan menyimpang. Seperti yang dikatakan Pengkhotbah, mata manusia tidak akan pernah puas. Budaya pop tidak dapat menghasilkan kepuasan sejati dan kehidupan sejati, karena semuanya adalah kebohongan. Ia mengatakan bahwa kamu bisa hidup terlepas dari Allah dan hukum-hukumNya yang kudus dan semua akan baik-baik saja (tentu saja hal ini diperkuat lagi dengan beredarnya “Yesus” versi pop, seorang teman yang “tidak menghakimi,” yang hanya akan menenangkan hati nuranimu dan membantu engkau di waktu-waktu sulit).

Budaya pop mengatakan bahwa kamu bisa main-main dengan minuman keras dan obat-obatan dan menjadi binatang pesta dan memenuhi pikiranmu dengan musik aneh dan film-film yang penuh kekerasan. Kamu bisa merendahkan pernikahan kudus dan punya anak di luar nikah dan tidur dengan siapa saja dengan penyimpangan moral apapun yang disukai imajinasimu, dan semuanya akan baik-baik saja, karena para filsuf pop yang ‘cool’ yang menciptakan musik itu dan mendesain teknologi itu mengatakan demikian. Tetapi semuanya adalah kebohongan yang sia-sia yang sangat jahat.

Saya [David Cloud] begitu bersyukur bahwa Tuhan mengasihani saya ketika saya 23 tahun dan Ia mengirim Injil yang kuno kepada saya lagi dan lagi (saya tumbuh besar di gereja dan menolak Injil di masa-masa remaja) dan menarik saya kepada pertobatan dan iman dan suatu pengalaman perubahan yang supranatural dan mengubah hidup. Sampai dengan umur 23 tahun saya sudah jauh di jalan kehancuran, kecanduan obat-obatan dan alkohol dan aspek-aspek lain suatu kehidupan yang sangat menghancurkan. Hanyalah karena Allah menyelamatkan saya dari budaya pop dan memberikan saya hidup yang sejati dalam Yesus Kristus, maka saya bisa mempertahankan stabilitas moral, ekonomi, pernikahan, dan pelayanan, dan juga kesaksia yang baik selama empat puluh tahun. Itu adalah kasih karunia Allah dalam Kristus.

Posted in General (Umum), Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment