Kekristenan Hari Ini: Ladang Ranjau Atau Taman Bunga?

(Berita Mingguan GITS 02 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini adalah kesaksian pribadi dari Dr. David Cloud.

Orang yang memenangkan saya kepada Kristus mengajar saya untuk melihat Alkitab sebagai otoritas satu-satunya untuk iman dan praktek dan menunjukkan saya pentingnya menguji segala sesuatu dengan Alkitab. Ketika dia membawa saya ke sebuah toko buku Kristen untuk membeli sebuah Alkitab, dia memperingatkan saya bahwa ada banyak bahaya di toko buku seperti demikian, dan kita tidak boleh naif. Alkitab sendiri memperingatkan akan adanya ledakan pengajaran palsu dan kesesatan pada akhir zaman gereja. Saya memulai kehidupan Kristen saya dengan filosofi yang alkitabiah tentang dunia ini dan saya tidak pernah mendapatkan alasan untuk meragukannya. Bahkan, saya melihat bahwa hari ini lebih perlu lagi untuk menggunakan pengamatan rohani yang tajam daripada sebelumnya. Ketika saya menghadiri konferensi ekumene saya yang pertama, sebagai seorang jurnalis pada tahun 1987, saya ditantang oleh seorang Episkopal kharismatik untuk “rileks” dan “jangan terlalu tegang” dan “jangan terlalu takut disesatkan.” Dia menasihati saya untuk “membuka diri terhadap hal-hal besar yang sedang Allah lakukan.” Dia mengatakan ini dalam konteks sebuah konferensi yang mengadakan misa Roma Katolik setiap pagi, patung-patung Maria dijual di daerah penjualan buku, dan direktur konferensi-nya adalah seorang Roma Katolik, dan seorang imam Roma Katolik memberikan khotbah penutup. Saya berpikir tentang nasihat-nasihat tersebut selama seper-sekian-detik dan saya menolaknya berdasarkan otoritas Firman Allah yang kudus. Saya tidak mau kehilangan apapun yang Allah kerjakan, tetapi saya juga tidak mau disesatkan oleh apapun yang Iblis sedang lakukan! Dan Iblis sangat hebat dalam menyamar sebagai malaikat terang dan bawahannya menyamar sebagai pekerja-pekerja kebenaran (2 Kor. 11:13-15). Ketika saya melihat kekristenan di zaman kita ini, saya melihat sebuah ladang ranjau yang harus dilewati dengan takut dan gentar, bukan sebuah taman bunga yang dapat dicoba dan dinikmati satu per satu. “Sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan” (2 Tim. 3:13). “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Pet. 5:8). “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya” (Ams. 14:15).

Posted in Fundamentalisme, General (Umum) | Leave a comment

Kristus Palsunya Stuart Townend

(Berita Mingguan GITS 02 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Stuart Townend menulis “himne-himne kontemporer” sebagai jembatan dari gereja-gereja tradisional menuju “gereja yang lebih luas.” Lagu-lagu jembatan ini termasuk “How Deep the Father’s Love for Us” dan “In Christ Alone.” Kata-kata dari lagu-lagu ini tidak bermasalah secara doktrin, tetapi musiknya adalah balada rock lembut, bukan rock and roll yang mentereng, sehingga lagu-lagu ini sering dianggap “aman” oleh para tradisionalis yang tertipu. Tetapi, dengan menggunakan musik ini, sebuah gereja dibawa kepada pergaulan dengan dunia musik kontemporer yang diwakili oleh Townend. Townend adalah seorang yang bertheologi kharismatik, dan ekumenis secara radikal dalam filosofinya, mendukung program Alpha yang menjembatani gereja-gereja kharismatik, Protestan dan Roma Katolik. Dia adalah anggota dari Church of Christ the King di Brighton yang kharismatik, dan mendukung “manifestasi-manifestasi Roh yang luar biasa,” yang maksudnya adalah mistikisme kharismatik yang satanik/kedagingan seperti praktek membunuh roh, tertawa kudus, dan bergoncang kudus. Dia adalah seorang rocker, yang mengatakan bahwa dia tidak pulang ke rumah dan menyalakan lagu himne. Townend memiliki konsep tentang Kristus yang salah. Ketika bertanya, “Apakah yang akan Yesus nyanyikan?” ia menjawab: “Saya pikir Dia akan melakukan thrash metal atau hip hop atau sesuatu yang akan membuat kita berkata, ‘Dia tidak bisa melakukan itu!’ Karena saya pikir Dia akan menantang persepsi kita tentang apa yang nyaman. Saya tidak tahu apa yang akan Ia nyanyikan atau lagu siapa yang akan Ia pilih, tetapi saya percaya Ia akan melakukannya dengan suatu cara yang akan menggegerkan dan membuat kita terkejut” (“What Would Jesus Sing?” dari sebuah wawancara dengan Stuart Townend, seri TV Principles of Praise, 2011, http://www.youtube.com/watch?v=OCW0oAAna7c). Jadi, menurut Townend, bukannya menyanyikan mazmur, himne, dan puji-pujian rohani, Yesus akan menyanyikan thrash metal dan hip hop dan mencoba mengejutkan kita dengan pilihan musikNya. Ini bukanlah Yesus yang kudus kudus kudus dalam Alkitab. Memang benar bahwa Yesus mengejutkan khalayak agamawi pada zamanNya, tetapi bukanlah karena Ia sedang memberikan performa musik yang duniawi, bergoyang pinggul terhadap musik rock, atau melontarkan musik thrash! Ia mengejutkan karena kelompok agamawi pada waktu itu telah menolak Firman Allah dan Yesus adalah Firman Allah yang menjadi daging, jadi mereka tidak mengenali, mengerti, atau mengapresiasi Dia. Dia datang untuk menggenapi setiap iota dan titik dari hukum Allah yang maha kudus (Mat. 5:17-19). Karena para pendukung Christian rock begitu senang mengejutkan orang, mereka pikir Yesus seperti mereka. Para Christian rocker sama sekali tidak ambil pusing bahwa banyak orang kudus yang tersinggung oleh musik mereka karena dianggap duniawi dan tidak cocok untuk melayani Kristus. Para Christian rocker telah mengambil alih tidak terhitung banyaknya gereja yang tadinya tradisional, bahkan sampai ektrimsnya mendorong keluar semua yang tidak setuju dengan “pilihan” musik mereka. Bukannya bersimpati dengan orang-orang kudus yang menentang musik mereka, mereka memfitnah orang-orang seperti itu sebagai Farisi dan legalis dan tradisionalis yang kuno dan tidak berpikiran. Ini bukanlah roh Yesus. Yesus dengan serius memperingatkan agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang-orang yang percaya padaNya (Mat. 18:2-10). Paulus juga memberikan peringatan ini. “Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!…Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun” (Roma 14:13, 19). Townend berpegangan tangan dengan “gereja yang lebih luas” dengan segala kesesatannya, dan tujuannya menulis lagu-lagu kontemporer yang “mirip himne” adalah ekumenisme. Gereja-gereja fundamentalis yang hari ini tidak begitu peduli dengan musik sedang bermain dengan api. Standar musik yang terbaik adalah standar yang paling man. Jika ragu-ragu, jangan! “Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa” (Rom. 14:23).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, musik | Leave a comment

Ilmuwan Rusia Mengatakan Bahwa Munculnya Kehidupan Tidak Dapat Terelakkan

(Berita Mingguan GITS 02 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Andrei Finkelstein, direktur dari Russian Academy of Sciences’ Applied Astronomy Institute, baru-baru ini mengatakan bahwa, “Munculnya kehidupan tidak terelakkan, sama seperti terbentuknya atom-atom. …Kehidupan ada di planet-planet lain dan kita akan menemukannya dalam kurun waktu 20 tahun” (“Alien Encounters,” Reuters, 27 Juni 2011). Pernyataan yang sangat konyol ini tidak didasarkan pada ilmu pengetahuan apapun selain spekulasi-spekulasi kosong, asumsi-asumsi evolusionis, dan pemikiran muluk-muluk. Ada nol bukti ilmiah bahwa atom-atom terbentuk dengan sendirinya, dan mengenai kehidupan bisa muncul sendiri, ini bertentangan dengan semua bukti ilmiah yang ada. Jurang besar yang memisahkan antara benda mati dan makhluk hidup, molekul kimia yang inert dan entitas yang dapat mereproduksi diri sendiri, tidak pernah terseberangi oleh mekanisme Darwinian manapun. Tidak ada teori evolusi tentang asal mula kehidupan yang dapat menyeberangi jurang tersebut. Teori sel prokariotik tidak dapat, teori RNA-duluan tidak dapat, teori ventilasi laut dalam tidak dapat, teori peptida tidak dapat, teori besi-sulfur tidak dapat, teori autokatalisis tidak dapat, teori lumpur tidak dapat, teori suara katalitik tidak dapat, dan semua yang lain juga tidak dapat. Mengajukan sebuah mikrosferis atau suatu gelembung air, atau suatu protobiont, atau suatu proteinoid, atau sesuatu yang seperti itu, sebagai jalur menuju kehidupan adalah hal yang sia-sia, karena semua barang di atas bukanlah makhluk hidup yang dapat memperbanyak diri sendiri. Dalam skenario-skenario seperti itu, tetap saja ilmuwan jatuh di sisi benda mati dari jurang yang besar itu. Dalam kenyataannya, para evolusionis telah gagal total dalam usaha mereka menghasilkan kehidupan dalam tabung reaksi atau bahkan mendemonstrasikan bahwa hal seperti ini mungkin terjadi. Kehidupan tidak muncul sendiri. Kehidupan dihasilkan oleh kehidupan. Itulah ilmu pengetahuan yang sebenarnya. “Kehidupan muncul sendiri” adalah fiksi ilmiah.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Westboro Benar Mengenai Kalvinisme Tetapi Salah Mengenai Allah

(Berita Mingguan GITS 25 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Westboro Baptist Church di Topeka, Kansas, memagari Mars Hill Church di Seattle Minggu yang lalu untuk memprotes Injil yang diberitakan di situ bahwa “Allah mengasihi semua orang dan Yesus mati bagi dosa seluruh umat manusia” (“Westboro to Picket at Mars Hill Megachurch,” Christian Post, 17 Juni 2011). Website Westboro mengatakan, “Allah tidak mengasihi semua orang – kenyataannya, Dia membenci kebanyakan umat manusia, dan telah berketetapan untuk mengirim mereka ke neraka ketika mereka mati.” Gembala sidang senior di Mars Hill, Mark Driscoll, seorang Kalvinis, menjawab, “Secara doktrinal, mereka adalah Kalvinis yang ekstrim lima poin, atau apa yang saya sering sebut sebagai Kalvinis Gila. …Jadi, mereka percaya bahwa semua referensi akan kasih Allah dalam Alkitab adalah tertuju kepada orang Kristen pilihan Allah dan tidak dapat diaplikasikan dalam cara lain apapun kepada orang-orang di luar pilihan.” Dalam pengalaman saya, kebanyakan Kalvinis suka untuk merasa bahwa diri mereka termasuk bagian yang non-ekstrim atau non-hiper dari Kalvinisme, dan memang ada perbedaan-perbedaan besar antara berbagai tipe Kalvinisme, tetapi isu yang mendasar adalah kedaulatan ilahi. [Dalam Kalvinisme, Allah dianggap berdaulat jika Ia menentukan segala sesuatu, termasuk segala tindakan manusia]. Jika Allah telah “secara berdaulat” menentukan siapa yang akan diselamatkan, tanpa melihat sama sekali apakah orang itu percaya Kristus atau tidak, dan jika Ia lalu secara berdaulat menarik dan menyelamatkan orang-orang pilihan – jika seseorang menjadi percaya hanya karena ia adalah orang pilihan – maka tidak ada kemungkinan keselamatan bagi mereka yang bukan orang pilihan. Dalam sistem doktrin seperti ini, seseorang bisa mengatakan bahwa dalam teori Allah tetap mengasihi semua orang, tetapi dalam prakteknya Ia telah menentukan untuk menyelamatkan hanya sebagian dan yang sisanya sudah pasti binasa, dan tidak ada satu hal pun yang dapat dilakukan oleh siapa pun untuk mengubah takdirnya yang sudah ditentukan itu. Seperti yang ditanya dengan begitu baik oleh Dave Hunt dalam bukunya, “Kasih seperti apa itu?” Westboro Baptist Church adalah sebuah jemaat kecil yang sangat konyol yang terdiri kebanyakan oleh anggota keluarga gembalanya, Fred Phelps. Mereka pergi ke sana ke mari mencari sensasi dan memberitakan pesan mereka akan kebencian Allah terhadap umat manusia, tetapi mereka salah total mengenai Allah, sebagaimana yang dikatakan oleh Rasul Yohanes: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16), dan lagi “ Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1 Yoh. 4:8). Yesus memerintahkan kita untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk, dan pesan Westboro bukanlah Injil (Kabar Baik) sama sekali. Mereka sedemikian salah mengenai Allah. Tetapi sepertinya mereka benar mengenai Kalvinisme. Jika pemilihan tak bersyarat versi Kalvinis itu benar, meka sepertinya dilihat dari segi manapun, Allah memang tidak mau menyelamatkan yang bukan pilihan, dan dengan demikian membenci mereka. Ini tentunya bukan berarti Allah benar-benar membenci orang-orang non-pilihan, tetapi bahwa sistem theologi Kalvinis sedemikian kacau dan telah melenceng sedemikian jauh dalam upaya mereka mensistematiskan segala sesuatu ke bawah asumsi-asumsi mereka. Saya pernah bertanya kepada seorang Kalvinis yang terkenal, seseorang yang saya anggap sahabat dan yang sangat saya hormati, pertanyaan berikut: “Apakah kamu percaya, bahwa siapa saja dapat diselamatkan hari ini?” Dia menolak untuk memberikan jawaban yang pasti, karena ia menganggap diri Kalvinis yang “non-hiper” yang percaya bahwa Allah mengasihi semua manusia. Dalam pikiran saya, dan menurut pemahaman saya akan Alkitab, tidak ada pengajaran yang lebih jelas dalam Firman Tuhan selain bahwa siapa saja dapat diselamatkan yang mau mendengar dan percaya Injil, dan bahwa siapa saja DAPAT percaya Injil, bukan hanya orang pilihan. Jadi, jika saya tidak dapat menjawab dengan kata “Ya” yang pasti terhadap pertanyaan di atas, pasti ada yang salah dengan theologi saya.

Posted in Kalvinisme | Leave a comment

PBB Mengeluarkan Resolusi tentang Hak Homoseksual yang Historis

(Berita Mingguan GITS 25 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berdasarkan tuntutan dari Hillary Clinton dan Departemen Negara AS, Dewan Hak Asasi Manusia PBB telah mengeluarkan sebuah resolusi yang mendukung “hak yang sama bagi semua, tidak memandang orientasi seksual” (“U.N.,” CNN, 17 Juni 2011). Menteri luar negeri, Hillary Clinton “telah membuat hak homoseksual sebagai fokus utama agenda Departemen Negara, mengekspresikan pandangannya bahwa ‘hak gay adalah hak asasi manusia dan hak asasi manusia adalah hak gay.’” Oleh karena itu, Hillary adalah hamba perempuan yang cocok bagi Presiden Obama dan visinya untuk membudidayakan kerusakan moral. Suzanne Nossell, juru bicara Departemen Negara, mengatakan bahwa “ini adalah permulaan yang krusial bagi suatu pengakuan universal akan serangkaian hak-hak baru yang akan menjadi bagian dari sistem internasional.” Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah suatu institusi Antikristus yang berada di garis depan upaya untuk membangun suatu pemerintahan global dan satu agama dunia, dan ini adalah penggenapan nubuat Alkitab. Yesus menyamakan hari-hari terakhir dengan hari-hari Sodom dan Gomora (Luk. 17:26-30). Yohanes menubuatkan bahwa Babel akhir zaman akan menjadi “tempat bersembunyi semua roh najis” ( Wah. 18:2). Kita sedang menyaksikan penggenapan Mazmur 2 sambil dunia bersatu “melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!”” (ay. 1-3). Ini merujuk kepada penolakan keseluruhan hukum-hukum Allah yang suci dan berkembangnya relativisme moral.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Pemimpin Injili Menandatangani Pernyataan Bahwa Allah Islam dan Allah Alkitab Adalah Satu “Allah”

(Berita Mingguan GITS 25 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Pada saat ketika “Injili konservatif” John Piper bergandeng tangan dengan Rick Warren dalam pelayanan dan telah memproklamirkan bahwa dia secara theologis sehat, kami mau mengingatkan pembaca bahwa Warren telah menandatangani “A Christian Response to ‘A Common Word Between Us and You’” pada bulan November 2007. Dokumen ini mengatakan bahwa Muslim dan Kristen menyembah Allah yang sama dan mengklaim bahwa “masa depan dunia bergantung pada perdamaian antara Muslim dan Kristen.” Pernyataan itu berbunyi, “…kita harus terlibat dalam dialog antar-iman sebagai orang-orang yang mencari kebaikan orang yang lainnya, karena Allah yang satu tanpa henti mencari kebaikan kita” (http://www.yale.edu/faith/acw/acw.htm). Pernyataan ini ditandatangani oleh dua guru besar injili dalam hal pertumbuhan gereja, Rick Warren dan Bill Hybels. Dalam tindakan ini mereka disertai oleh ratusan penandatangan lainnya, termasuk Roma Katolik (misal “Bapa” Joseph Daoust, Presiden dari Jesuit School of Theology Berkeley) dan modernis-modernis theologis yang prominen dan para emergent (misal Harvey Cox dan Elizabeth Fiorenza dari Harvard Divinity School, Tony Jones dari Emergent Village, dan Brian McLaren), dan guru self-esteem Robert Schuller. “Injili” lain yang menandatangani dokumen yang tidak alkitabiah ini adalah Leith Anderson (Presiden dari National Association of Evangelicals), Robert Cooley (Presiden Emeritus, Gordon-Conwell Theological Seminary), Mike Edens (Associate Dean of Graduate Studies, New Orleans Baptist Theological Seminary), Timothy George (Beeson Divinity School di Samford University), Lynn Green (International Chairman of Youth With A Mission), Peter Kuzmic (Gordon-Conwell), David Neff (Editor Utama dari Christianity Today), Roy Oksnevad (Institute of Strategic Evangelism di Wheaton College), Richard Mouw (Presiden dari Fuller Theological Seminary), Dough Pennover (Dekan dari School of Intercultural Studies, Biola University), John Stott (Rektor Emeritus dari All Souls Church London), Michael Treneer (Presiden Internasional dari The Navigators), Berten Waggoner (Direktur Nasional dari Vineyard Churches), David Yonggi Cho (gembala sidang senior Yoido Full Gospel Church Seoul), dan Bruce Clemenger (Presiden dari The Evangelical Fellowship Canada).

Posted in Islam, New Evangelical (Injili) | 5 Comments

Christianity Today Menghadap Dua Arah Dalam Topik Adam

(Berita Mingguan GITS 25 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Ilah-ilah Hindu dapat menghadap ke banyak arah pada saat yang bersamaan; mereka dapat menjadi lelaki sekaligus perempuan; baik sekaligus jahat. Ini mengingatkan saya akan pendekatan Christianity Today terhadap doktrin. Ini murni adalah filosofi emerging church: sinkretistik, tidak memiliki kepastian, membenci dogmatisme. CT (Christianity Today) didirikan oleh Billy Graham pada tahun 1956 sebagai publikasi yang merefleksikan pemikiran Injili, dan proses kesesatannya adalah peringatan yang keras bagi para fundamentalis yang tergoda oleh “injili konservatif.” Christianity Today sangatlah konservatif pada tahun-tahun awalnya. Yang menghancurkan kepekaan rohani majalah ini adalah penolakan terhadap separatisme dan penerimaan terhadap asosiasi yang tidak baik. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33). Kini CT berpikir bahwa adalah mungkin untuk percaya Alkitab sambil tidak mempercayai apa yang Alkitab ajarkan tentang Adam. Ada artikel pada bulan Juni 2011 yang berjudul “The Search for the Historical Adam” (Mencari Adam yang Historis) yang tanpa malu-malu membela “evolusi theistik,” yang adalah penyerahan diri murahan kepada Darwinisme. Secara khusus, CT sangat antusias dengan ahli genetika John Collins, “salah satu ilmuwan yang paling hebat yang mengidentifikasikan diri sebagai seorang Kristen injili,” yang “dengan kuat mempertahankan evolusi Darwinian sambil juga mempertahankan adanya seorang Pencipta.” Sudah dapat ditebak, CT juga mengutip superhero injili C. S. Lewis sebagai otoritas untuk menolak Adam yang ada dalam Alkitab. Lewis dengan sangat konyol percaya bahwa manusia timbul dari “bentuk binatang” dan pada suatu waktu Allah memasukkan ke dalam bentuk binatang itu kesadaran diri manusia. Demi dialog, CT juga secara singkat mengutip pandangan “konservatif” yang minoritas bahwa “jika Adam tidak benar-benar ada, seluruh argumen Paulus [dalam Roma 5] hancur berantakan.” Sungguh, ini bukan hanya suatu pandangan “konservatif,” ini adalah satu-satunya pandangan yang diajarkan oleh Alkitab: oleh Musa (Kej. 2:19-23; 3:8, 9, 17, 20, 21; 4:1, 25; 5:1-5; Ul. 32:8), oleh Tawarikh (1 Taw. 1:1), oleh Ayub (31:33), oleh Lukas (Luk. 3:38), oleh Paulus (Rom. 5:14; 1 Kor. 15:22, 45; 1 Tim. 2:13-14) dan oleh Yudas (14). Jika Adam bukanlah orang yang sesungguhnya, silsilah Mesias dalam Alkitab adalah omong kosong dan Injil adalah suatu cerita dongeng. “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli. . . anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah” (Luk. 3:23, 38). Jika Adam bukan manusia yang benar-benar ada, maka siapakah yang mati ketika Adam berdosa (Kej. 5:5)?

Posted in New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Organisasi Kristen Pro-Kehidupan Yang Terbesar Di Inggris Mempromosikan Allah Yang Tidak Menghakimi

(Berita Mingguan GITS 18 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
CARE (Christian Action, Research and Education), organisasi pro-kehidupan (anti-aborsi) yang terbesar di Inggris, menyerukan Allah yang tidak menghakimi, yang adalah berhalanya gerakan ekumene. Melalui jaringan mereka yang terdiri dari 162 pusat konseling kehamilan krisis, website mereka, dan juga literatur mereka, CARE memiliki pengaruh yang besar. Di satu sisi mereka mengklaim “mempertahankan kehormatan dan kekudusan hidup manusia,” tetapi pendekatan konselingnya yang tidak menghakimi melemahkan tujuan ini. Karena telah menyerah kepada filosofi psikologi konseling, CARE menginstruksikan wanita untuk menanyakan “perasaan” mereka tentang apa yang benar dan yang salah. Pamflet organisasi tersebut yang berjudul Making a Decision memakai kata “merasa” atau “perasaan” sebanyak 23 kali. Wanita yang membuat keputusan apakah mau “mengakhiri” kehamilan atau tidak disuruh untuk menetapkan “nilai-nilai pribadimu” dan memutuskan apakah keputusan tertentu manapun adalah “benar atau salah dalam pandanganmu.” CARE mendukung “pilihan yang dibuat dengan informasi” mengenai apakah mau mempertahankan anak tersebut, menyerahkannya untuk adopsi, atau mengaborsi, tetapi mereka tidak menyatakan Firman Allah bahwa aborsi adalah dosa pembunuhan. Kesalahan CARE yang mendasar adalah pandangan tentang Allah yang salah. CARE mengatakan, “Kasih Allah adalah penuh belas kasih, tidak menghakimi dan tidak menghukum” (Called to Care). Dr. E.S. Williams dengan tepat memperingatkan: “Efek dari konseling yang tidak menghakimi adalah menciptakan impresi dalam pikiran seorang wanita bahwa tindakan aborsinya tidak akan dihakimi, tetapi ini adalah nasihat yang sungguh jahanam, karena Allah membenci tindakan yang sedang dipertimbangkan itu. …Berdasarkan pandangan tentang Allah yang palsu ini, konselor yang ‘penuh belas kasih’ dapat menawarkan sang wanita baik untuk aborsi sekaligus juga ‘pengampunan.’” (What Is Going on in Christian Crisis Pregnancy Counselling? Hal. 61). Allah yang benar dan hidup memang penuh belas kasih melewati batas pemahaman, karena Ia telah mengutus AnakNya untuk menderita menggantikan orang berdosa, tetapi Ia juga pemberi hukum yang kudus kudus kudus, dan hakim atas dosa. Ia telah menyediakan keselamatan penuh dari dosa, tetapi hal ini tidak otomatis berlaku pada seseorang. Ia menuntut pertobatan. Kasih karunia Allah mengajar orang berdosa untuk “pergi dan jangan berdosa lagi. “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu” (Ibr. 10:26). Allahnya CARE sama dengan allah The Shack. “Kasih tak bersyarat” ilah ini tidak memiliki aturan, tidak membuat orang merasa bersalah atas tindakan mereka; dan tidak pernah mengirim siapapun ke neraka yang berapi-api. Inilah berhala kesesatan akhir zaman dan inilah ilah yang ditemukan seseorang melalui gerakan ekumene. Lagu kebangsaan ilah ini dinyanyikan dengan musik Christian rock.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Psikologi | Leave a comment

Trend Dansa Ekumenikal

(Berita Mingguan GITS 18 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dansa “kebangkitan” adalah trend baru yang sedang melanda dunia. Dansa ini diciptakan oleh UpToFaith, sebuah pelayanan di Hungaria yang melakoni Dansa Kebangkitan yang pertama di Heroes Square di Budapest pada Hari Minggu Paskah 2010. UpToFaith digambarkan sebagai “sekelompok artis yang tujuannya adalah untuk melihat dan membuat terlihat hal yang tidak kelihatan dalam keterlihatan, kekekalan dalam waktu, dan hati manusia.” Semuanya abu-abu secara doktrinal, sehingga memungkinkan ekumenisme yang luas. Musiknya memiliki “beat yang memacu dengan elemen-elemen techno dan rap” dan liriknya hampir tidak memiliki arti. Perhatikan bagian reff dari Up to Faith Dance: “When it’s up to faith, be the difference/ It’s not up to fate, go the distance/ Once upon a time, write the story/ People up to faith, hearts restoring/ What’s the word today, who will lead us/ Living Word today, only Jesus/ Coming back to home, tears to laughter/ Happy ending found here and after.” Apa arti lagu ini? Apapun juga yang anda inginkan. Roma Katolik, Protestan, Baptis, bahkan orang New Age dapat menemukan arti masing-masing dalam kata-kata tersebut. UpToFaith mendistribusikan video pelatihan untuk mengajarkan koreografi dansa tersebut. Dansa ekumenis ini sudah diulangi di banyak tempat tahun ini, termasuk Gereja Saddleback-nya Rick Warren. Second Baptist Church di Houston menggelar dansa ini di gedung Discovery Green di pusta kota. Dansa ini dijadwalkan akan digelar pada bulan November di Richmond, Virginia, oleh Baptist General Association of Virginia. Paige Peak, asisten direktur eksekutif untuk Virginia Baptist Mission Board, mengatakan, “Baptis di Virginia akan datang bersama dalam persatuan dan koopersai melalui sebuah dansa perayaan” (“In November, Baptists in Virginia Will Be Dancing,” Associated Baptist Press, 31 Mei 2011). Dansa-dansa ini tidak menyerukan pesan Injil yang jelas, mereka menyerukan pesan kesesatan akhir zaman. Semuanya adalah mengenai harga diri-ku dan kebebasan untuk mengikuti hati-ku. Ini adalah mengenai membangun gereja dunia yang esa. Ini adalah mengenai meniru jalan dunia berlawanan dengan Roma 12:2. Ini adalah 2 Timotius 4:3-4 dengan latar belakang musik rock. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”

Posted in Ekumenisme, musik | Leave a comment

Alkitab “Hijau” Yang Pro-Homoseksual

(Berita Mingguan GITS 11 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Alkitab versi The Message, yang diterbitkan oleh Eugene Peterson, sangatlah populer dan berpengaruh. Rick Warren sering sekali mengutip Alkitab ini, lima kali dalam pasal pertama The Purpose Driven Life saja. “The Message” telah direkomendasikan antara lain oleh orang-orang seperti Warren Wiersbe, J.I. Packer, Jerry Jenkins, Joyce Meyer, Stuart dan Jill Briscoe, Vernon Grounds, Bill Hybels, Leighton Ford, Billy Graham, Joni Earckson Tada, Chuck Swindoll, Bill Gaither, John Maxwell, Gordon Fee, Gordon MacDonalds, dan Max Lucado. Namun demikian, ini adalah versi “Alkitab” yang paling aneh dan korup dari semua yang pernah saya lihat. Ia memiliki semacam atmosfir New Age (mungkin karena interaksi Peterson yang mendalam dengan mistikisme kontemplatif Katolik), dan bahkan memakai terminologi okultik seperti “sebagaimana di atas, demikianlah di bawah.” Versi ini juga aneh sekali sangat berkiblat kepada environmentalisme. Dalam Roma 15:13, The Message berbunyi, “Semoga Allah yang hijau memenuhimu dengan sukacita,” dan dalam 1 Korinuts 6:9-10 mengatakan bahwa barangsiapa yang “menggunakan dan menyalahgunakan bumi dan segala sesuatu di dalamnya, tidak berhak masuk ke dalam kerajaan Allah.” The Message juga pro-homoseksual, dan mendukung konsep mereka yang mengatakan bahwa homoseksualitas adalah suatu kondisi alami yang dapat Allah berkati, bukan suatu dosa yang memerlukan pertobatan. Semua perikop yang mengutuk homoseksualitas diubah dalam The Message. Sebagai contoh, 1 Korintus 6:9-11, dalam Alkitab Indonesia Terjemahan Baru: “banci, orang pemburit . . . tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah,” [Editor: pemburit adalah istilah untuk “homoseksual,” berasal dari kata “burit” yang artinya “dubur atau pantat”] diubah menjadi kalimat yang tidak jelas: “mereka yang saling menyalahgunakan, menyalahgunakan seks..” Dalam 1 Timotius 1:10, “bagi orang cabul dan pemburit . . .” diubah menjadi “orang yang tidak bertanggungjawab, yang melawan otoritas, bertindak kasar terhadap Allah, kehidupan, seks, kebenaran, dan apapun juga.” Roma 1:26-27 diubah menjadi “bingung identitas seksual, mereka menyalahgunakan dan menajiskan satu sama lain, wanita dengan wanita, laki-laki dengan laki-laki – hanya hawa nafsu tanpa kasih.” Ini cocok dengan pemikiran humanistik bahwa selama para homoseksual “mengasihi” satu sama lain, semuanya baik-baik saja. Seorang saudara membuat pengamatan yang cermat bahwa “The Message adalah pendahulu dari apa yang ujung-ujungnya akan menjadi Alkitab yang tanpa Kristus dan tanpa menyinggung dosa.” Hati-hatilah akan The Message dan dunia Injili yang sedemikian korup sehingga menyenangi versi ini!

Posted in Alkitab, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment