Tumbuhan dan Bakteria Berkomunikasi

(Berita Mingguan GITS 16 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 15 Juni 2011: “Ada orang yang berbicara kepada tanaman mereka. Tetapi apa yang akan anda katakan kepada suatu bakteri? Ternyata, tanaman kacang kedelai tahu persis apa yang harus dikatakan untuk membuat bakteri menjadi teman dekat dan penolong yang baik. Simbiosis artinya adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang berbeda yang berarti mereka saling membantu satu sama lain. Tumbuhan memerlukan nitrogen untuk pertumbuhan yang sehat. Tetapi, walaupun ada banyak nitrogen di udara, tumbuhan biasanya tidak dapat memakai nitrogen itu. Tanaman jenis legume, seperti kacang kedelai, berpadu dengan bakteria yang dapat mengambil nitrogen dari udara dan mengubahnya menjadi bentuk nitrogen yang dapat dipakai oleh tumbuhan, termasuk kacang kedelai ini. Sebagai balasan, tumbuhan menciptakan rumah yang enak bagi bakteri itu dalam nodus-nodus di akarnya dan menyediakan makanan bagi bakteri. Bakteri memerlukan banyak oksigen dan energi untuk mengikat nitrogen ke dalam tanah. Oksigen ini didapatkan dari partikel heme. Nama ini mungkin mengingatkan anda dengan hemoglobin yang membawa oksigen di dalam darah, dan memang itulah dia! Itulah mengapa partikel heme dalam nodul-nodul mengubah warna mereka menjadi merah. Siapakah yang membuat heme ini, tanaman atau bakteri? Ketika sendirian, tidak satu pun dari keduanya yang memiliki heme. Para peneliti telah belajar bahwa sang tumbuhan membentuk bagian pertama dari bahan kimia yang diperlukan untuk pembentukan heme…..dan bakteri menyelesaikannya! Tumbuhan dan bakteri benar-benar berkomunikasi secara kimiawi satu dengan yang lainnya agar produksi dapat berjalan dengan lancar! Komunikasi antara dua makhluk hidup yang sedemikian berbeda, yang memungkinkan mereka untuk mengerjakan proses kimia yang rumit untuk meningkatkan kualitas hidup mereka berdua, menunjukkan betapa tidak mampunya evolusi menjelaskan kehidupan. Kejadian ini tentunya memuliakan sang Pencipta!

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Seluruh Dunia Mereka-Reka Perkara yang Sia-Sia

(Berita Mingguan GITS 09 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Pemazmur menubuatkan bahwa seluruh dunia akan mereka-reka (membayangkan) hal yang sia-sia, yaitu memutuskan “belenggu-belenggu” Allah dan Kristus. “Mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!” (Maz. 2:1-3). Kata yang diterjemahkan “diurapi” dalam bahasa Ibrani adalah Mesias, yang sama dengan Kristus dalam Yunani. Tentu saja ini merujuk kepada Yesus, yang dinyatakan dalam Mazmur pasal 2 itu sebagai Anak Allah (ay. 7). Imajinasi yang sia-sia ini sedang menyebar ke seluruh dunia dengan semangat yang besar hari ini, bahkan di antara orang-orang yang mengaku Kristen. Lagu John Lennon, “Imagine,” telah menjadi semacam lagu nasional bagi pemberontakan ini, dan cukup menarik bahwa ini cocok sekali dengan kata-kata pemazmur 3000 tahun yang lalu. Lirik lagu berkata “Bayangkan tidak ada surga….Tidak ada neraka di bawah kita, di atas kita hanya langit….tidak ada agama juga/ kamu mungkin berkata saya seorang pemimpi, tetapi saya bukan satu-satunya / saya harap suatu hari kamu bergabung dengan kami, dan dunia akan hidup sebagai satu.” (“Imagine there’s no heaven … No hell below us, above us only sky … no religion too/ You may say I’m a dreamer, but I’m not the only one/ I hope some day you’ll join us, and the world will live as one”). Lennon memimpikan dunia yang akan bersatu oleh imajinasi pemberontakan melawan otoritas absolut Allah dan melawan jalan eksklusif keselamatan melalui AnakNya. Saya telah mendengar lagu “Imagine” dinyanyikan dan dimainkan hampir di semua tempat yang saya kunjungi di dunia ini (lebih dari 30 negara). Lagu ini dinyanyikan duet oleh Dolly Parton dan rocker John Lennon yang homoseksual. Lagu ini dinyanyikan oleh Bill Clinton bersama dengan paduan suara Yahudi dan Arab. Lagu ini dipakai oleh tim missionaris jangka pendek, P.E.A.C.E., dari gereja Rick Warren, Saddelback Church, pada bulan Agustus 2006 sebagai bagian dari sebuah slide-show video yang diposting ke YouTube. Saya dulu sangat suka lagu ini sebelum saya diselamatkan (“Imagine” keluar tahun 1971 ketika saya sedang dalam puncak pelarian dari Allah), dan saya juga, waktu itu tidak percaya akan neraka atau Allah yang akan mengirim orang ke neraka. Tetapi saya bersyukur kepada Tuhan untuk kemurahanNya membuka mata saya yang buta.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | 3 Comments

Tokoh-Tokoh Injili Mengatakan Bahwa Doktrin Tentang Penyiksaan Kekal Adalah Skandal yang Merusak Karakter Allah

(Berita Mingguan GITS 09 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)Edward Fudge, penulis dari The Fire that Consumes: A Biblical and Historical Study of the Doctrine of Final Punishment, mengatakan bahwa doktrin tentang penyiksaan kekal adalah “suatu skandal yang buruk melawan karakter Allah sendiri” (“Interview: Scholar Edward Fudge,” Christian Post, 23 Juni 2011). Fudge, yang percaya bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan akan dilenyapkan sama sekali (annihilasi), mengatakan bahwa Allah yang dapat melemparkan orang ke dalam api untuk menderita selamanya “tidak kedengaran seperti Allah yang saya kenal dan lihat dalam Yesus Kristus.” Ini adalah pendapat yang berkembang pesat dalam lingkaran “injili.” Rob Bell mengatakan bahwa Allah yang akan mengirim orang-orang terhilang ke dalam neraka yang kekal adalah “menakutkan dan membuat trauma dan membuat jijik” (Love Wins, Kindle location 1273-1287, 2098-2113). Brian McLaren setuju dengan pandangan tersebut. Demikian juga dengan penulis novel The Shack yang mengatakan bahwa Allah yang “menonton dari kejauhan dan menghakimi dosa” adalah “Zeus versi Kristen.” Semua ini mengingatkan kita akan seorang modernis, G. Bromley Oxnam, yang menyebut Allah Perjanjian Lama yang membenci dosa sebagai “seorang bully yang kotor” dalam bukunya, tahun 1944, Preaching in a Revolutionary Age. Setengah abad yang lalu, para pemimpin Injili menolak pemisahan (separasi) dan memutuskan untuk berasosiasi dengan para modernis dengan cara tinggal tetap dalam denominasi-denominasi dan sekolah-sekolah yang korup dan juga duduk di bawah kaki mereka untuk mendapatkan pendidikan theologi. “Teknik infiltrasi” ini tidak berhasil “menginjili” para modernis, tetapi yang jelas telah membuat para injili semakin “modernis.”

Posted in New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Baptis dan Katolik Bersama-Sama Membuat Film

(Berita Mingguan GITS 09 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)Sherwood Baptist Church, pembuat dari film-film seperti Flywheel, Facing the Giants, dan Fireproof, kini mempromosikan persatuan dengan Gereja Roma Katolik dengan tujuan mengembalikan Amerika kepada Allah. Sherwood Baptist berlokasi di Albany, Georgia, di tengah-tengah daerah yang dijuluki “Bible belt,” tetapi Gembala Sidang Michael Catt tidak percaya apa yang Alkitab katakan tentang memisahkan diri dari kesesatan (Roma 16:17; 2 Kor. 6:14; 2 Tim. 3:5). Gereja tersebut kini sedang secara agresif mencari partisipasi Roma Katolik dalam mempromosikan film barunya, Courageous. Kita diberitahu bahwa “orang-orang Katolik akan dikirim ke website Courageous-nya Sherwood Baptist Church yang khusus untuk Katolik,” dan sebagaimana diobservasi oleh seorang teman, “Mereka yang menyebut diri Kristen akan melihat halaman tentang sumber daya Katolik ini dan akan dipimpin untuk percaya bahwa Katolik dan Kristen adalah saudara seiman dalam Kristus.” Sherwood Baptist mengundang The National Catholic Register untuk menyaksikan pembuatan film ini dan Gembala Catt memberikan sang wartawan, Matthew Warner, sebuah wawancara yang hangat, positif, dan ekumenis yang lalu dipublikasikan di website publikasi Katolik pada tanggal 20 Juni 2010. Catt membuat pernyataan berikut dalam wawancara itu: “Ketika kami pergi ke seluruh bagian negeri ini dan membuat film ini, kami bertemu dengan orang-orang dari denominasi apa saja yang dapat anda bayangkan, dan kami segera memiliki persekutuan dan persaudaraan karena kami memiliki satu hal yang kami tahu sama: kami satu keluarga. Kami adalah anggota-anggota satu keluarga karena kami adalah saudara-saudari dalam Kristus, tidak peduli label apa yang dipakai.” Gembala sidang Southern Baptist yang kebingungan ini jelas tidak percaya peringatan Yesus bahwa akan datang banyak guru-guru palsu yang akan mengajarkan kesesatan dengan cara yang sedemikian halus sehingga orang-orang pilihan pun akan tertipu seandainya mungkin (Mat. 7;15; 24:11, 24). Catt sepertinya tidak percaya pernyataan Yesus bahwa banyak yang akan mengakui Kristus sebagai “Tuhan, Tuhan” tetapi sebenarnya terhilang (Mat. 7:21-23). Catt sepertinya tidak percaya bahwa Paulus melalui Roh Kudus memperingatkan akan kristus-kristus palsu dan injil palsu dan roh-roh palsu (2 Kor. 11:1-3) dan bahwa suatu pergeseran besar dari kebenaran akan terjadi di waktu-waktu terakhir (2 Tim. 3:5; 4:3-4). Gembala Catt mungkin akan protes dan berkata bahwa ia mempercayai semua hal ini, tetapi jika demikian yang jelas dia tidak tahu bagaimana harus bertindak atas informasi ini dalam cara praktis apapun. Billy Atwell, seorang blogger Katolik yang diundang untuk menyaksikan pembuatan film Courageous, mengatakan bahwa agar Baptis dan Katolik dapat bekerjasama, “kita hanya memerlukan suatu kerangka kekristenan ortodoks yang sama, dan saling setuju akan isu yang di depan mata” (“From Fireproof to Courageous,” Catholic Online, 18 Juni 2010). Usaha untuk mengimplikasikan bahwa Baptis dan Roma Katolik memiliki kerangka kekristenan ortodoks yang sama adalah kesalahan yang sangat besar. Orang-orang Baptis yang percaya Alkitab dan orang-orang Katolik tidak berbagi pandangan akan Injil yang sama, misalnya, dan itu jelas adalah suatu aspek ortodoksi kekristenan yang sangat mendasar. Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan adalah melalui kasih karunia semata, melalui iman dalam Kristus semata, tanpa perbuatan ataupun sakramen, sementara dalam Konsili Trent, Roma mengutuki orang-orang yang mempercayai Injil ini. Ketika Atwell merujuk kepada “isu yang di depan mata,” dia memaksudkan tema dari film Courageous, yang adalah keayahan (fatherhood). Jadi, kita diberitahu bahwa adalah baik-baik saja bagi Baptis dan Katolik untuk bersatu demi isu ayah. Tetapi seorang ayah yang baik, sebagaimana didefinisikan oleh Alkitab, akan memimpin keluarganya untuk menaati “seluruh maksud Allah” dan mengajarkan anak-anaknya untuk “melakukan SEGALA SESUATU” yang Kristus telah perintahkan dalam Kitab Suci (Mat. 28:19-20). Seorang ayah yang baik, oleh sebab itu, diharuskan membesarkan keluarganya di dalam sebuah gereja yang sungguh-sungguh alkitabiah, dan tidaklah mungkin bagi ayah-ayah yang sungguh percaya Alkitab untuk bersatu kuk dan melayani bersama dan bersekutu rohani dengan orang-orang yang mengajarkan injil yang palsu dan kesesatan yang jelas (misalnya kepausan, penyembahan Maria, sakramentalisme, kelahiran kembali melalui baptisan, keimamatan, kelajangan yang dipaksakan, monastikisme, penghormatan relik-relik kuno, purgatori, Roma sebagai kepala dari semua gereja, dll). Sherwood Baptist tidak diragukan pastilah tulus dalam niatnya untuk menolong Amerika, tetapi mereka buta kepada fakta bahwa posisi mereka ini mewakili tipe kekristenan yang dangkal, suam-suam kuku, dan keduniawian, yang sejak awalnya justru menjerumuskan Amerika.

Posted in Katolik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Kekristenan Hari Ini: Ladang Ranjau Atau Taman Bunga?

(Berita Mingguan GITS 02 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini adalah kesaksian pribadi dari Dr. David Cloud.

Orang yang memenangkan saya kepada Kristus mengajar saya untuk melihat Alkitab sebagai otoritas satu-satunya untuk iman dan praktek dan menunjukkan saya pentingnya menguji segala sesuatu dengan Alkitab. Ketika dia membawa saya ke sebuah toko buku Kristen untuk membeli sebuah Alkitab, dia memperingatkan saya bahwa ada banyak bahaya di toko buku seperti demikian, dan kita tidak boleh naif. Alkitab sendiri memperingatkan akan adanya ledakan pengajaran palsu dan kesesatan pada akhir zaman gereja. Saya memulai kehidupan Kristen saya dengan filosofi yang alkitabiah tentang dunia ini dan saya tidak pernah mendapatkan alasan untuk meragukannya. Bahkan, saya melihat bahwa hari ini lebih perlu lagi untuk menggunakan pengamatan rohani yang tajam daripada sebelumnya. Ketika saya menghadiri konferensi ekumene saya yang pertama, sebagai seorang jurnalis pada tahun 1987, saya ditantang oleh seorang Episkopal kharismatik untuk “rileks” dan “jangan terlalu tegang” dan “jangan terlalu takut disesatkan.” Dia menasihati saya untuk “membuka diri terhadap hal-hal besar yang sedang Allah lakukan.” Dia mengatakan ini dalam konteks sebuah konferensi yang mengadakan misa Roma Katolik setiap pagi, patung-patung Maria dijual di daerah penjualan buku, dan direktur konferensi-nya adalah seorang Roma Katolik, dan seorang imam Roma Katolik memberikan khotbah penutup. Saya berpikir tentang nasihat-nasihat tersebut selama seper-sekian-detik dan saya menolaknya berdasarkan otoritas Firman Allah yang kudus. Saya tidak mau kehilangan apapun yang Allah kerjakan, tetapi saya juga tidak mau disesatkan oleh apapun yang Iblis sedang lakukan! Dan Iblis sangat hebat dalam menyamar sebagai malaikat terang dan bawahannya menyamar sebagai pekerja-pekerja kebenaran (2 Kor. 11:13-15). Ketika saya melihat kekristenan di zaman kita ini, saya melihat sebuah ladang ranjau yang harus dilewati dengan takut dan gentar, bukan sebuah taman bunga yang dapat dicoba dan dinikmati satu per satu. “Sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan” (2 Tim. 3:13). “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Pet. 5:8). “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya” (Ams. 14:15).

Posted in Fundamentalisme, General (Umum) | Leave a comment

Kristus Palsunya Stuart Townend

(Berita Mingguan GITS 02 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Stuart Townend menulis “himne-himne kontemporer” sebagai jembatan dari gereja-gereja tradisional menuju “gereja yang lebih luas.” Lagu-lagu jembatan ini termasuk “How Deep the Father’s Love for Us” dan “In Christ Alone.” Kata-kata dari lagu-lagu ini tidak bermasalah secara doktrin, tetapi musiknya adalah balada rock lembut, bukan rock and roll yang mentereng, sehingga lagu-lagu ini sering dianggap “aman” oleh para tradisionalis yang tertipu. Tetapi, dengan menggunakan musik ini, sebuah gereja dibawa kepada pergaulan dengan dunia musik kontemporer yang diwakili oleh Townend. Townend adalah seorang yang bertheologi kharismatik, dan ekumenis secara radikal dalam filosofinya, mendukung program Alpha yang menjembatani gereja-gereja kharismatik, Protestan dan Roma Katolik. Dia adalah anggota dari Church of Christ the King di Brighton yang kharismatik, dan mendukung “manifestasi-manifestasi Roh yang luar biasa,” yang maksudnya adalah mistikisme kharismatik yang satanik/kedagingan seperti praktek membunuh roh, tertawa kudus, dan bergoncang kudus. Dia adalah seorang rocker, yang mengatakan bahwa dia tidak pulang ke rumah dan menyalakan lagu himne. Townend memiliki konsep tentang Kristus yang salah. Ketika bertanya, “Apakah yang akan Yesus nyanyikan?” ia menjawab: “Saya pikir Dia akan melakukan thrash metal atau hip hop atau sesuatu yang akan membuat kita berkata, ‘Dia tidak bisa melakukan itu!’ Karena saya pikir Dia akan menantang persepsi kita tentang apa yang nyaman. Saya tidak tahu apa yang akan Ia nyanyikan atau lagu siapa yang akan Ia pilih, tetapi saya percaya Ia akan melakukannya dengan suatu cara yang akan menggegerkan dan membuat kita terkejut” (“What Would Jesus Sing?” dari sebuah wawancara dengan Stuart Townend, seri TV Principles of Praise, 2011, http://www.youtube.com/watch?v=OCW0oAAna7c). Jadi, menurut Townend, bukannya menyanyikan mazmur, himne, dan puji-pujian rohani, Yesus akan menyanyikan thrash metal dan hip hop dan mencoba mengejutkan kita dengan pilihan musikNya. Ini bukanlah Yesus yang kudus kudus kudus dalam Alkitab. Memang benar bahwa Yesus mengejutkan khalayak agamawi pada zamanNya, tetapi bukanlah karena Ia sedang memberikan performa musik yang duniawi, bergoyang pinggul terhadap musik rock, atau melontarkan musik thrash! Ia mengejutkan karena kelompok agamawi pada waktu itu telah menolak Firman Allah dan Yesus adalah Firman Allah yang menjadi daging, jadi mereka tidak mengenali, mengerti, atau mengapresiasi Dia. Dia datang untuk menggenapi setiap iota dan titik dari hukum Allah yang maha kudus (Mat. 5:17-19). Karena para pendukung Christian rock begitu senang mengejutkan orang, mereka pikir Yesus seperti mereka. Para Christian rocker sama sekali tidak ambil pusing bahwa banyak orang kudus yang tersinggung oleh musik mereka karena dianggap duniawi dan tidak cocok untuk melayani Kristus. Para Christian rocker telah mengambil alih tidak terhitung banyaknya gereja yang tadinya tradisional, bahkan sampai ektrimsnya mendorong keluar semua yang tidak setuju dengan “pilihan” musik mereka. Bukannya bersimpati dengan orang-orang kudus yang menentang musik mereka, mereka memfitnah orang-orang seperti itu sebagai Farisi dan legalis dan tradisionalis yang kuno dan tidak berpikiran. Ini bukanlah roh Yesus. Yesus dengan serius memperingatkan agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang-orang yang percaya padaNya (Mat. 18:2-10). Paulus juga memberikan peringatan ini. “Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!…Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun” (Roma 14:13, 19). Townend berpegangan tangan dengan “gereja yang lebih luas” dengan segala kesesatannya, dan tujuannya menulis lagu-lagu kontemporer yang “mirip himne” adalah ekumenisme. Gereja-gereja fundamentalis yang hari ini tidak begitu peduli dengan musik sedang bermain dengan api. Standar musik yang terbaik adalah standar yang paling man. Jika ragu-ragu, jangan! “Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa” (Rom. 14:23).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, musik | Leave a comment

Ilmuwan Rusia Mengatakan Bahwa Munculnya Kehidupan Tidak Dapat Terelakkan

(Berita Mingguan GITS 02 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Andrei Finkelstein, direktur dari Russian Academy of Sciences’ Applied Astronomy Institute, baru-baru ini mengatakan bahwa, “Munculnya kehidupan tidak terelakkan, sama seperti terbentuknya atom-atom. …Kehidupan ada di planet-planet lain dan kita akan menemukannya dalam kurun waktu 20 tahun” (“Alien Encounters,” Reuters, 27 Juni 2011). Pernyataan yang sangat konyol ini tidak didasarkan pada ilmu pengetahuan apapun selain spekulasi-spekulasi kosong, asumsi-asumsi evolusionis, dan pemikiran muluk-muluk. Ada nol bukti ilmiah bahwa atom-atom terbentuk dengan sendirinya, dan mengenai kehidupan bisa muncul sendiri, ini bertentangan dengan semua bukti ilmiah yang ada. Jurang besar yang memisahkan antara benda mati dan makhluk hidup, molekul kimia yang inert dan entitas yang dapat mereproduksi diri sendiri, tidak pernah terseberangi oleh mekanisme Darwinian manapun. Tidak ada teori evolusi tentang asal mula kehidupan yang dapat menyeberangi jurang tersebut. Teori sel prokariotik tidak dapat, teori RNA-duluan tidak dapat, teori ventilasi laut dalam tidak dapat, teori peptida tidak dapat, teori besi-sulfur tidak dapat, teori autokatalisis tidak dapat, teori lumpur tidak dapat, teori suara katalitik tidak dapat, dan semua yang lain juga tidak dapat. Mengajukan sebuah mikrosferis atau suatu gelembung air, atau suatu protobiont, atau suatu proteinoid, atau sesuatu yang seperti itu, sebagai jalur menuju kehidupan adalah hal yang sia-sia, karena semua barang di atas bukanlah makhluk hidup yang dapat memperbanyak diri sendiri. Dalam skenario-skenario seperti itu, tetap saja ilmuwan jatuh di sisi benda mati dari jurang yang besar itu. Dalam kenyataannya, para evolusionis telah gagal total dalam usaha mereka menghasilkan kehidupan dalam tabung reaksi atau bahkan mendemonstrasikan bahwa hal seperti ini mungkin terjadi. Kehidupan tidak muncul sendiri. Kehidupan dihasilkan oleh kehidupan. Itulah ilmu pengetahuan yang sebenarnya. “Kehidupan muncul sendiri” adalah fiksi ilmiah.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Westboro Benar Mengenai Kalvinisme Tetapi Salah Mengenai Allah

(Berita Mingguan GITS 25 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Westboro Baptist Church di Topeka, Kansas, memagari Mars Hill Church di Seattle Minggu yang lalu untuk memprotes Injil yang diberitakan di situ bahwa “Allah mengasihi semua orang dan Yesus mati bagi dosa seluruh umat manusia” (“Westboro to Picket at Mars Hill Megachurch,” Christian Post, 17 Juni 2011). Website Westboro mengatakan, “Allah tidak mengasihi semua orang – kenyataannya, Dia membenci kebanyakan umat manusia, dan telah berketetapan untuk mengirim mereka ke neraka ketika mereka mati.” Gembala sidang senior di Mars Hill, Mark Driscoll, seorang Kalvinis, menjawab, “Secara doktrinal, mereka adalah Kalvinis yang ekstrim lima poin, atau apa yang saya sering sebut sebagai Kalvinis Gila. …Jadi, mereka percaya bahwa semua referensi akan kasih Allah dalam Alkitab adalah tertuju kepada orang Kristen pilihan Allah dan tidak dapat diaplikasikan dalam cara lain apapun kepada orang-orang di luar pilihan.” Dalam pengalaman saya, kebanyakan Kalvinis suka untuk merasa bahwa diri mereka termasuk bagian yang non-ekstrim atau non-hiper dari Kalvinisme, dan memang ada perbedaan-perbedaan besar antara berbagai tipe Kalvinisme, tetapi isu yang mendasar adalah kedaulatan ilahi. [Dalam Kalvinisme, Allah dianggap berdaulat jika Ia menentukan segala sesuatu, termasuk segala tindakan manusia]. Jika Allah telah “secara berdaulat” menentukan siapa yang akan diselamatkan, tanpa melihat sama sekali apakah orang itu percaya Kristus atau tidak, dan jika Ia lalu secara berdaulat menarik dan menyelamatkan orang-orang pilihan – jika seseorang menjadi percaya hanya karena ia adalah orang pilihan – maka tidak ada kemungkinan keselamatan bagi mereka yang bukan orang pilihan. Dalam sistem doktrin seperti ini, seseorang bisa mengatakan bahwa dalam teori Allah tetap mengasihi semua orang, tetapi dalam prakteknya Ia telah menentukan untuk menyelamatkan hanya sebagian dan yang sisanya sudah pasti binasa, dan tidak ada satu hal pun yang dapat dilakukan oleh siapa pun untuk mengubah takdirnya yang sudah ditentukan itu. Seperti yang ditanya dengan begitu baik oleh Dave Hunt dalam bukunya, “Kasih seperti apa itu?” Westboro Baptist Church adalah sebuah jemaat kecil yang sangat konyol yang terdiri kebanyakan oleh anggota keluarga gembalanya, Fred Phelps. Mereka pergi ke sana ke mari mencari sensasi dan memberitakan pesan mereka akan kebencian Allah terhadap umat manusia, tetapi mereka salah total mengenai Allah, sebagaimana yang dikatakan oleh Rasul Yohanes: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16), dan lagi “ Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1 Yoh. 4:8). Yesus memerintahkan kita untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk, dan pesan Westboro bukanlah Injil (Kabar Baik) sama sekali. Mereka sedemikian salah mengenai Allah. Tetapi sepertinya mereka benar mengenai Kalvinisme. Jika pemilihan tak bersyarat versi Kalvinis itu benar, meka sepertinya dilihat dari segi manapun, Allah memang tidak mau menyelamatkan yang bukan pilihan, dan dengan demikian membenci mereka. Ini tentunya bukan berarti Allah benar-benar membenci orang-orang non-pilihan, tetapi bahwa sistem theologi Kalvinis sedemikian kacau dan telah melenceng sedemikian jauh dalam upaya mereka mensistematiskan segala sesuatu ke bawah asumsi-asumsi mereka. Saya pernah bertanya kepada seorang Kalvinis yang terkenal, seseorang yang saya anggap sahabat dan yang sangat saya hormati, pertanyaan berikut: “Apakah kamu percaya, bahwa siapa saja dapat diselamatkan hari ini?” Dia menolak untuk memberikan jawaban yang pasti, karena ia menganggap diri Kalvinis yang “non-hiper” yang percaya bahwa Allah mengasihi semua manusia. Dalam pikiran saya, dan menurut pemahaman saya akan Alkitab, tidak ada pengajaran yang lebih jelas dalam Firman Tuhan selain bahwa siapa saja dapat diselamatkan yang mau mendengar dan percaya Injil, dan bahwa siapa saja DAPAT percaya Injil, bukan hanya orang pilihan. Jadi, jika saya tidak dapat menjawab dengan kata “Ya” yang pasti terhadap pertanyaan di atas, pasti ada yang salah dengan theologi saya.

Posted in Kalvinisme | Leave a comment

PBB Mengeluarkan Resolusi tentang Hak Homoseksual yang Historis

(Berita Mingguan GITS 25 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berdasarkan tuntutan dari Hillary Clinton dan Departemen Negara AS, Dewan Hak Asasi Manusia PBB telah mengeluarkan sebuah resolusi yang mendukung “hak yang sama bagi semua, tidak memandang orientasi seksual” (“U.N.,” CNN, 17 Juni 2011). Menteri luar negeri, Hillary Clinton “telah membuat hak homoseksual sebagai fokus utama agenda Departemen Negara, mengekspresikan pandangannya bahwa ‘hak gay adalah hak asasi manusia dan hak asasi manusia adalah hak gay.’” Oleh karena itu, Hillary adalah hamba perempuan yang cocok bagi Presiden Obama dan visinya untuk membudidayakan kerusakan moral. Suzanne Nossell, juru bicara Departemen Negara, mengatakan bahwa “ini adalah permulaan yang krusial bagi suatu pengakuan universal akan serangkaian hak-hak baru yang akan menjadi bagian dari sistem internasional.” Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah suatu institusi Antikristus yang berada di garis depan upaya untuk membangun suatu pemerintahan global dan satu agama dunia, dan ini adalah penggenapan nubuat Alkitab. Yesus menyamakan hari-hari terakhir dengan hari-hari Sodom dan Gomora (Luk. 17:26-30). Yohanes menubuatkan bahwa Babel akhir zaman akan menjadi “tempat bersembunyi semua roh najis” ( Wah. 18:2). Kita sedang menyaksikan penggenapan Mazmur 2 sambil dunia bersatu “melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!”” (ay. 1-3). Ini merujuk kepada penolakan keseluruhan hukum-hukum Allah yang suci dan berkembangnya relativisme moral.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Pemimpin Injili Menandatangani Pernyataan Bahwa Allah Islam dan Allah Alkitab Adalah Satu “Allah”

(Berita Mingguan GITS 25 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Pada saat ketika “Injili konservatif” John Piper bergandeng tangan dengan Rick Warren dalam pelayanan dan telah memproklamirkan bahwa dia secara theologis sehat, kami mau mengingatkan pembaca bahwa Warren telah menandatangani “A Christian Response to ‘A Common Word Between Us and You’” pada bulan November 2007. Dokumen ini mengatakan bahwa Muslim dan Kristen menyembah Allah yang sama dan mengklaim bahwa “masa depan dunia bergantung pada perdamaian antara Muslim dan Kristen.” Pernyataan itu berbunyi, “…kita harus terlibat dalam dialog antar-iman sebagai orang-orang yang mencari kebaikan orang yang lainnya, karena Allah yang satu tanpa henti mencari kebaikan kita” (http://www.yale.edu/faith/acw/acw.htm). Pernyataan ini ditandatangani oleh dua guru besar injili dalam hal pertumbuhan gereja, Rick Warren dan Bill Hybels. Dalam tindakan ini mereka disertai oleh ratusan penandatangan lainnya, termasuk Roma Katolik (misal “Bapa” Joseph Daoust, Presiden dari Jesuit School of Theology Berkeley) dan modernis-modernis theologis yang prominen dan para emergent (misal Harvey Cox dan Elizabeth Fiorenza dari Harvard Divinity School, Tony Jones dari Emergent Village, dan Brian McLaren), dan guru self-esteem Robert Schuller. “Injili” lain yang menandatangani dokumen yang tidak alkitabiah ini adalah Leith Anderson (Presiden dari National Association of Evangelicals), Robert Cooley (Presiden Emeritus, Gordon-Conwell Theological Seminary), Mike Edens (Associate Dean of Graduate Studies, New Orleans Baptist Theological Seminary), Timothy George (Beeson Divinity School di Samford University), Lynn Green (International Chairman of Youth With A Mission), Peter Kuzmic (Gordon-Conwell), David Neff (Editor Utama dari Christianity Today), Roy Oksnevad (Institute of Strategic Evangelism di Wheaton College), Richard Mouw (Presiden dari Fuller Theological Seminary), Dough Pennover (Dekan dari School of Intercultural Studies, Biola University), John Stott (Rektor Emeritus dari All Souls Church London), Michael Treneer (Presiden Internasional dari The Navigators), Berten Waggoner (Direktur Nasional dari Vineyard Churches), David Yonggi Cho (gembala sidang senior Yoido Full Gospel Church Seoul), dan Bruce Clemenger (Presiden dari The Evangelical Fellowship Canada).

Posted in Islam, New Evangelical (Injili) | 5 Comments