Jangan Menjamah Orang yang Diurapi Tuhan

(Berita Mingguan GITS 16 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Salah satu taktik yang dipakai oleh banyak pihak agar tidak dikritik dan didisiplin adalah menyalahgunakan Firman Tuhan. Salah satu perikop yang sering salah dipakai adalah Matius 18:15-20. [Editor: Perikop ini adalah tentang bagaimana seorang Kristen di sebuah gereja lokal menegur saudara yang bersalah terhadap dia secara empat mata dulu, lalu membawa dua tiga saksi, lalu baru dibawa ke jemaat. Banyak yang memakai perikop ini untuk mempersalahkan orang-orang yang memperingati akan para penyesat]. Kita telah berulang kali berhadapan dengan alasan-alasan seperti ini. Konteks perikop ini sama sekali bukan tentang memberi peringatan mengenai suatu pelayanan khotbah atau pengajaran yang publik (misalnya buku, website, dll.). Perikop ini adalah tentang suatu kesalahan satu pribadi terhadap pribadi lain. Satu lagi Firman Tuhan yang sering disalahgunakan berulang kali adalah 1 Samuel 24:10, yang dijadikan dasar doktrin “jangan menjamah orang yang diurapi Tuhan.” Daud mengatakan, “Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.” Konteksnya adalah tentang membunuh seorang raja Israel yang diurapi. Rupanya para pengajar sesat yang tidak mau dikritik ini merasa mereka raja (dikalangan Baptis Independen juga ada, misalnya Jack Hyles yang bersikap seperti raja dan merasa berada di atas teguran dan disiplin, demikian juga Jack Schaap dan banyak lagi yang lain yang meniru sikap penggembalaan yang tidak alkitabiah ini). Tetapi bahkan seorang raja Israel pun tidak berada di atas teguran. Daud tidak membunuh Saul, tetapi nabi Samuel tidak segan menegur raja yang kacau itu, dan nabi Nathan tidak segan menegur raja Daud, dan kita bisa melihat banyak contoh lain lagi seperti ini di Alkitab. Bahkan raja pun dapat ditegur oleh pemberita kebenaran yang berasal dari Allah. Demikian juga pemimpin-pemimpin hari ini. EDITOR: Satu lagi perikop yang paling salah digunakan adalah: jangan menghakimi! Kalau kita mengekspos suatu pengajaran sesat, para pendukungnya segera membanjiri forum dengan seruan: jangan menghakimi! Mereka sama sekali tidak tertarik dengan konteks Alkitab dan pengajaran Alkitab tentang menghakimi. Alkitab mengharuskan kita menghakimi pengajaran seseorang berdasarkan Kitab Suci, tetapi tidak boleh menghakimi hati seseorang. Lihat artikel berikut untuk penjelasan lebih lanjut: https://graphe-ministry.org/articles/?p=8

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Hati-Hati Terhadap John Eldredge Dan Ransomed Heart Ministries

(Berita Mingguan GITS 16 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)
John Eldredge, salah satu pendiri dari Ransomed Heart Ministries dan penulis buku The Sacred Romance dan Wild at Heart, adalah seorang pembimbing rohani yang sangat berbahaya. Ia mempromosikan psikologi sekuler yang dikemas dalam kata-kata rohani (dikenal dengan istilah psycho-babble), dan menghabiskan banyak waktu bicara mengenai “father wounds” (Editor: suatu konsep bahwa hampir semua orang waktu kecil mendapatkan luka baik batin maupun fisik dari ayah mereka, dan bahwa ini menimbulkan perilaku menyimpang belakangan dan perlu disembuhkan. Ini ide yang tidak Alkitabiah dan berakar dari psikologi Freud yang atheistik). Salah satu mentor dia adalah psikologis self-esteem, Larry Crabb, dan dia bekerja dengan Focus on the Family selama 10 tahun. Dia mengajarkan bahwa Yeremia 17:9 tidak berlaku bagi orang percaya dan bahwa orang percaya boleh mengikuti kata hatinya sendiri, tetapi Paulus mengerti bahwa manusia lama masih sangat berpengaruh dalam kehidupan Kristiani (mis. Roma 7:18; Ef. 4:22-23). Satu-satunya cara seorang percaya bisa tahu jalan yang benar dalam hidup ini adalah mengikuti Alkitab, bukan hatinya sendiri yang sering menipu. Eldredge mengajarkan bahwa jika pergi ke gereja atau membaca Alkitab menjadi suatu beban, maka praktek ini bisa saja diabaikan. “Kamu bahkan mungkin perlu tidak pergi ke gereja untuk sementara atau membaca Alkitab” (Eldredge, The Journey of Desire). Dia mengklaim bahwa satu tahun saat dia berhenti pergi ke gereja adalah “salah satu tahun yang paling menyegarkan dalam hidup saya.” Ini adalah ketidaktaatan yang sangat jelas terhadap pengajaran Alkitab (mis. Kis. 2:42; Ibr. 10:25). Buku pembimbing Wild at Heart menyuruh para konselor dan pemimpin grup kecil untuk tidak membiarkan siapapun mendominasi diskusi kecil dan untuk berhati-hati terhadap “polisi doktrin” yang sangat mementingkan kemurnian doktrin.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Hummingbird yang Luar Biasa

(Berita Mingguan GITS 16 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)
300 spesies hummingbird memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari hummingbird raksasa, dengan panjang sekitar 20 cm hingga hummingbird lebah, dengan panjang sekitar 5 cm. Sayap hummingbird mengepak sesuai dengan pola angka delapan yang memungkinkan burung tersebut terbang di tempat dan terbang ke arah belakang (dengan cara menggerakkan sayap secara sirkuler di atas kepalanya), terbang ke arah samping, dan bahkan terbang terbalik. Burung ini dapat mengepakkan sayap hingga 200 siklus per detik dan dapat mencapai kecepatan 50 mil per jam. Otot sayap yang diperlukan untuk sistem penerbangan ini mencapai 40% berat total burung ini. Paruhnya yang panjang dan kurus didesain untuk makan sari bunga; lidahnya memiliki dua lekukan yang ia pakai untuk menyimpan sari tersebut. Lidah itu dapat keluar masuk dengan kecepatan 13 kali per detik, dan disimpan dengan cara menggulungnya ke belakang kepala burung. Lidah ini juga bergerigi sehingga ia dapat menyapu serangga dari dalam bunga. “Ia tidak dapat hidup dari sari bunga saja, tetapi juga memerlukan protein dari serangga. Tanpa lidahnya yang spesial ia tidak mungkin bisa menangkap serangga” (A Close Look at the Evidence, 14 Juli). Satu jenis hummingbird adalah burung yang dapat menukik paling cepat di dunia. “Seekor rajawali peregrine yang menukik menuju mangsanya mencapai kecepatan relatif 200 panjang badan per detik. Ini sudah mendekati kecepatan pesawat ulang alik dari luar angkasa memasuki atmosfir bumi, yaitu 207 panjang badan per detik. Jadi, rajawali peregrine sering dikira sebagai burung pemberani yang paling cepat di bumi. Para ilmuwan kini menemukan bahwa seekor burung hummingbird jantan yang berwarna merah jambu yang disebut Anna’s Hummingbird adalah Jagoannya di antara burung-burung. Sebagai bagian dari ritual kawinnya, hummingbird jantan ini akan mencoba untuk membuat betina terkesan akan kecepatan dan kemampuan akrobatiknya. Pertama, sang jantan akan terbang hingga 90 kaki (sekitar 30 meter) di atas tanah. Lalu, ia akan mulai menukik tajam. Ketika dia sudah mendekati si betina, ia menarik diri, naik lagi. Dalam manuver yang hampir kena itu, ia merasakan lebih dari sembilan kali gaya gravitasi. Kecepatan relatifnya selama dia turun adalah 385 panjang badan per detik. Itu hampir dua kali lipat kecepatan relatif rajawali peregrine; ia lebih cepat dari pesawat ulang alik memasuki atmosfir bumi dan lebih dari dua kali lipat kecepatan relatif pesawat jet dengan kekuatan penuh” (http://www.creationmoments.com/radio/transcript.php?t=2889). Satu jenis hummingbird dapat terbang 500 mil nonstop melintasi Gulf of Mexico.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Usa Today Mengatakan Bahwa Gereja Katolik Memainkan Peran Penting Dalam Kjv

(Berita Mingguan GITS 09 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Sebuah laporan dari USA Today dalam sebuah pertunjukan Alkitab keliling membuat klaim yang sangat luar biasa bahwa Gereja Roma Katolik memainkan peran yang penting dalam munculnya King James Bible. Pertunjukan itu, yang disebut Passages, akan diluncurkan di Vatican pada bulan Oktober. “Pengumuman tersebut dilakukan di Kedutaan Vatikan untuk menggarisbawahi kontribusi Katolik terhadap teks Inggris yang paling dicintai sepanjang masa, KJV 1611, yang mengambil 80% gaya bahasanya yang agung dari terjemahan yang terdahulu yang dibuat oleh seorang imam Katolik” (“New Museum to Use Science to Tell Bible’s History,” USA Today, 8 April 2011). Yang lupa disebut oleh wartawan tersebut adalah peran Roma yang paling signifikan dalam proyek tersebut, yaitu membakar hidup-hidup “imam Katolik” yang disebut itu dalam suatu pertunjukan umum di Vilvoorde, Belgium. “Imam” yang dimaksud adalah William Tyndale, yang mempublikasikan Alkitab Inggris pertama yang dicetak dan Alkitab Inggris pertama yang diterjemahkan langsung dari bahasa Yunani dan Ibrani. Walaupun dia adalah seorang imam Katolik yang ditahbiskan, dia telah menolak gereja Roma Katolik dan kesesatan-kesesatannya dan menyebut Paus sebagai Antikristus. Dalam tulisannya The Practice of Prelates, Tyndale menggambarkan sang paus sebagai suatu tanaman jalar beracun yang memanjati sebuah pohon dan lambat laun menyerap kekuatan inangnya dan membunuhnya, menekankan bahwa inilah yang dilakukan oleh sang paus terhadap Inggris dan setiap negara lain yang masuk dalam genggamannya. Tyndale menyebut Roma Katolik sebagai “sebuah sarang burung yang najis.” Tyndale juga dengan berani melanggar hukum Roma yang melarang penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa umat sehari-hari tanpa izin gereja. Ketika Perjanjian Baru Tyndale diselundupkan masuk ke Inggris (karena otoritas Roma Katolik di sana melarang distribusinya), sejumlah besar disita dan dibakar, mulai dari tahun 1526. Hingga tahun 1528, penjara penuh dengan orang-orang yang “kejahatannya” adalah membaca Perjanjian Baru dalam bahasa Inggris, dan pada tahun 1529 Thomas Hitton menjadi yang pertama dari sederetan panjang orang percaya yang dibakar di tiang karena memiliki Alkitab Tyndale. (Orang-orang lain sudah banyak yang dibakar karena memiliki Alkitab Wycliffe). Pada Mei 1535, Tyndale ditangkap karena “kesesatan-kesesatan”nya dan karena keberaniannya melanggar hukum Paus. Setelah dipenjara hampir satu setengah tahun di penjara yang dingin dan gelap di kastil Vilvoorde, William Tyndale akhirnya dibawa keluar ke lapangan umum, dicekik, dan tubuhnya dibakar. Otoritas Roma Katolik juga membakar John Rogers, penerjemah dari Alkitab Matthew, satu lagi pendahulu King James 1611. Lebih lanjut lagi, Alkitab Geneva, yang adalah Alkitab Inggris paling populer sebelum KJV, diterbitkan di Geneva, Switzerland, bukan di Inggris karena alasan sederhana yaitu Ratu Inggris waktu itu Mary, seorang Katolik, melancarkan penganiayaan yang sedemikian kejam terhadap orang-orang yang percaya Alkitab sehingga banyak yang lari ke Geneva. Kembali ke masa sebelum Tyndale, yaitu Alkitab Inggris pertama, jangan lupa bahwa Gereja Roma Katolik mengutuk John Wycliffe karena “kesesatan” menerjemahkan Alkitab Inggris dan sedemikian membenci dia sehingga mereka menggali kembali tulang-tulangnya dan membakarnya 44 tahun setelah kematiannya. Ya, Gereja Roma Katolik memang memainkan peran yang sangat penting dalam Alkitab-Alkitab bahasa Inggris sebelum King James, dan jangan pernah kita lupakan!

Posted in Alkitab, Katolik | Leave a comment

Peta Menyerukan Agar Penerjemah NIV Menghormati Binatang

(Berita Mingguan GITS 09 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)
PETA (People for the Ethical Treatment of Animals) menyerukan kepada para penerjemah NIV yang baru untuk menghilangkan apa yang mereka sebut bahasa yang “speciesis” (condong terhadap spesies tertentu, seperti rasis adalah condong terhadap ras tertentu) dan agar mereka mengacu kepada binatang dengan menggunakan kata ganti “he” atau “she” dan bukan “it” (“PETA: Don’t Call Animals It,” CNN Belief Blog, 23 Maret 2011). Bruce Friedrich, wakil presiden PETA untuk urusan kebijaksanaan, mengatakan bahwa “menyebut binatang dengan kata ‘it’ menghilangkan sesuatu dari mereka; mereka dikasihi Allah.” Jadi sepertinya anjing dan babi juga perlu self-esteem (harga diri). Mungkin kita juga perlu mengharuskan para peternak untuk menyewa psikolog bagi binatang-binatang mereka. Jelas sekali bahwa orang ini tidak tahu Alkitab sama sekali. Alkitab mengatakan bahwa binatang diciptakan demi manusia. Hanya manusia yang diciptakan dengan rupa Allah (Kej. 1:25-27). Di seluruh Alkitab kita melihat contoh manusia mempergunakan binatang untuk pekerjaan, mengendarai mereka untuk transportasi dan perang (Neh. 2:12; Maz. 32:9; Ams. 21:31; Mat. 21:1-7), membajak dengan mereka (Ul. 25:4), dll. Tidak ada dalam Kitab Suci hal seperti ini dipersalahkan. Ini tidak berarti manusia boleh kejam terhadap binatang; ini berarti manusia punya hak dari Tuhan untuk berkuasa atas ciptaan dan untuk mempergunakannya bagi keperluan-keperluan manusia. Alkitab mengedepankan kebaikan bahkan terhadap binatang-binatang di dunia ini (Ams. 12:10). Mengenai vegetarianisme, sejak zaman Nuh hingga hari ini Allah telah menetapkan bahwa manusia boleh makan daging binatang (Kej. 9:3). Bangsa Israel makan daging. Tuhan Yesus Kristus makan daging. Santapan Paskah adalah seekor domba (Kel. 12:5-10), dan Kristus makan malam Paskah (Mat. 26:17-19). Dia juga makan ikan (Luk. 24:42, 43). Ada orang yang mau membuat kita percaya bahwa larangan untuk makan daging babi dan daging-daging lain adalah untuk alasan kesehatan, tetapi tidaklah demikian. Larangan makanan tertentu di Perjanjian Lama adalah untuk memisahkan Israel dari bangsa-bangsa lain dan untuk mengajar kepadanya perbedaan antara sesuatu yang kudus dan yang najis. Dalam gereja-gereja Perjanjian Baru, Allah telah menghilangkan larangan makanan tersebut. Bahkan, dalam 1 Timotius 4:1-5 kita membaca bahwa mereka yang “melarang orang makan makanan” sedang mengajarkan ajaran setan-setan. Tidaklah kejam ketika seseorang membunuh binatang dalam proses berburu atau memancing atau memakannya. Tidaklah kejam untuk membantai binatang untuk makanan. Itu salah satu alasan Allah menciptakan binatang. Orang Kristen bebas untuk makan daging dan bebas untuk tidak makan daging. Itulah pengajaran dalam Roma 14:2-3, 6. Petrus berbicara mengenai “hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan” (2 Pet. 2:12). Ini mengacu kepada binatang seperti babi dan ayam yang memang diciptakan untuk makanan manusia (setelah kejatuhan dalam dosa dan air bah).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Misionari Penerjemah Alkitab Terbunuh Oleh Pengeboman Di Israel

(Berita Mingguan GITS 09 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Seorang misionari dari Inggris terbunuh dalam pengeboman baru-baru ini di Yerusalem. Mary Jane Gardner, yang tergabung dalam Wycliffe Bible Translators, telah bekerja menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Perancis-Ife bagi suku Togo selama 20 tahun. Dia terbunuh pada tanggal 23 Maret ketika sebuah bom meledak dekat sebuah perhentian bis di Yerusalem. Lima orang Amerika juga terluka dalam serangan tersebut. Gardner berada di Israel untuk belajar Ibrani untuk tujuan penerjemahan Perjanjian Lama. Dilaporkan bahwa orang-orang Palestina saling mengirimi kue di jalan-jalan kota-kota mereka untuk merayakan pengeboman yang sukses tersebut (“Terror Attack’s Victim Was Bible Translator,” WorldNetDaily, 31 Maret 2011). William Murray, pemimpin dari Religious Freedom Coalition, mengatakan bahwa sudah biasa bagi media massa untuk tidak melaporkan ketika ada orang Kristen Amerika atau Eropa yang mati karena serangan teroris di Israel. “Sepertinya media ingin membuat gambaran bahwa orang-orang Palestina hanya membunuh orang Israel, dan kalau begitu maka tidak ada masalah,” demikian dia katakan.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Alarm Kelelawar Yang Tak Pernah Gagal

(Berita Mingguan GITS 09 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dari Creation Moments, 22 Maret 2011: “Kelelawar yang bergerak cepat membelah angkasa dalam kegelapan, senyap tak bersuara bagi makhluk yang tidak dapat mendengar radar ultrasonic mereka. Bagaimana mungkin jangkrik malam – kudapan bagi kelelawar – dapat mempertahankan diri? Coba kita menyelesaikan masalah ini dari sudut pandang Pencipta, yang ingin memberikan jangkrik malam kesempatan untuk melarikan diri dari kelelawar. Tentunya bisa saja kamu mendesain jangkrik tersebut agar tetap bersembunyi pada malam hari, namun kalau demikian bukan jangkrik malam lagi namanya. Kamu juga bisa saja memberikan si jangkrik kemampuan untuk mendengar radar kelelawar, tetapi itu saja tidak dapat menolong si jangkrik jika dia tidak dapat melarikan diri. Solusi yang diciptakan oleh sang Pencipta yang sejati untuk membantu si jangkrik malam mempertahankan hidupnya adalah suatu contoh lain desain yang luar biasa. Ia telah membuat dalam tubuh di jangkrik sebuah detektor kelelawar yang berukuran satu sel saja, terpatri ke dalam sistem saraf si jangkrik. Detektor ini akan terpicu oleh frekuensi suara yang dipakai oleh kelelawar untuk bernavigasi. Ketika terpicu, sel ini akan menembakkan hingga 500 impuls per detik. Impuls-impuls saraf ini secara otomatis akan membuat jangkrik menjauhi sumber suara ultrasonik tersebut. Fakta teknis yang paling menakjubkan tentang detektor kelelawar ini adalah ia hanya bekerja jika si jangkrik sedang terbang dan rawan diserang kelelawar. Ketika jangkrik aman dari kelelawar – misalnya sedang beristirahat, atau bersembunyi, makan, atau membersihkan diri – sel detektor kelelawar tidak akan menembakkan peringatan sama sekali! Keindahan yang sangat jitu yang didesain oleh sang Pencipta ke dalam si jangkrik demi perlindungannya adalah saksi akan hikmatNya dalam mengurus semua yang telah Ia ciptakan. Belajarlah lebih banyak lagi akan hikmat ini dalam Alkitab.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

CCM Dipenuhi Kristus Palsu dan Allah Palsu

(Berita Mingguan GITS 02 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Seorang gembala sidang menulisi saya untuk mengritik saya karena peringatan-peringatan saya tentang bagaimana West Coast (sebuah sekolah Alkitab di California) mengadaptasi CCM (Contemporary Christian Music). Dia mengatakan bahwa kalau posisi saya benar, dan jika kita berhenti memakai CCM karena kesesatan para penulis lagu-lagu tersebut, maka saya juga harus berhenti memakai himne-himne Protestan kuno, dan saya harus berhenti memakai Alkitab King James karena diterjemahkan oleh Anglican. Dalam balasan saya, saya menjawab bahwa apapun perbedaan doktrin antara seorang Baptis dengan seorang Protestan kuno, minimal kita masih memiliki Allah yang sama, tetapi seringkali itu tidak benar berkaitan dengan Contemporary Christian Worship. Faktanya, secara doktrinal seorang Baptis yang kuno jauh lebih dekat dengan Protestan kuno dibandingkan dengan khalayak CCM hari ini. Banyak artis-artis CCM yang berpengaruh hari ini yang menyembah allah yang bukan Tritunggal. Sebagai contoh adalah Geron Davis, Joel Hemphill, Mark Carouthers, Lanny Wolfe, dan Phillips, Craig dan Dean. Artis-artis CCM lainnya menyembah allah yang bukan pembalas. Stuart Townsend, misalnya, menyangkal bahwa Allah memiliki sifat pembalas, yang adalah suatu penolakan terang-terangan terhadap Allah yang dalam Alkitab. (Stuart Townsend, “Mission: Worship, The Story Behind the Song,” http://www.youtube.com/watch?v=BdVQNyQmdM4). Banyak artis CCM yang menyembah allah yang tidak menghakimi. Lihat saja betapa populernya buku The Shack di kalangan artis CCM. Buku ini sudah didukung oleh Michael W. Smith dan telah diterima baik di lingkaran CCM yang terkemuka misalnya Calvary Chapels, gereja-gereja Vineyard, dan Hillsong. “allah” dalam The Shack adalah allah gereja emerging, allah orang-orang seperti Brian McLaren dan Rob Bell. “allah” ini cool, suka rock & roll, tidak menghakimi, tidak murka terhadap dosa, tidak mengirim orang-orang yang tidak percaya ke neraka yang berapi-api kekal, tidak mengharuskan pertobatan dan kelahiran kembali, tidak menaruh tuntutan terhadap manusia. Banyak artis CCM yang menyembah kristus pemberontak. Mark Stuart dari Audio Adrenaline mengatakan, “Yesus Kristus adalah pemberontak terbesar yang pernah ada di muka bumi” (Pensacola News Journal, Pensacola, Florida, 1 Maret 1998, hal. 1, 6E). Sonny dari P.O.D mengatakan, “Kami percaya Yesus adalah pemberontak pertama; punk rocker pertama” (http://www.shoutweb.com/interviews/pod0700.phtml). Ini adalah penghujatan yang nyata. Alkitab mengatakan bahwa pemberontakan itu seperti dosa bertenung (1 Samuel 15:23, dalam bahasa asli “pendurhakaan” adalah “pemberontakan”). Seorang pemberontak adalah seorang yang melanggar hukum, tetapi Kristus adalah pemberi hukum yang datang ke bumi untuk memenuhi tuntutan hukumNya sendiri (Mat. 5:17-19). Banyak artis CCM yang menyembah kristus yang suka pesta rock & roll. Carman, dalam video-nya Live…Radically Saved, mengatakan “Yesus selalu cool; Dia selalu hebat.” Petra mengatakan bahwa “Allah memberikan rock and roll kepada kamu/Taruhlah dalam jiwa semua orang.” Dalam lagu “Party in Heaven,” Band Daniel menyanyikan “Sang Domba dan Saya sedang minum anggur [yang memabukkan].” Phil Driscoll mengatakan, “Allah adalah Raja Jiwa; Dia adalah Raja semua Ritme” (dikutip oleh Tim Fisher, Battle for Christian Music, hal. 82). Band Messiah Prophet mengatakan, ‘Yesus adalah Master Metal,” dan Barren Cross mengatakan, “Lebih hebat dari obat, Yesus nge-rock.” John Fischer menggambarkan Allah sedang menghisap cerutu sambil bergoyang dengan musik rock (CCM Magazine, Juli 1984, hal. 20), sementara J. Lee Grady mengatakan bahwa Yesus menikmati dansa bersama para malaikat dan “meliuk-liuk terhadap suara R & B Kristen yang keluar dari boom box” (Charisma, Juli 2000). Bahwa khalayak ramai CCM menyembah allah yang berbeda dengan seorang “kuno” yang percaya Alkitab adalah alasan mengapa mereka begitu nyaman memakai musik yang telah diidentifikasikan sebagai sesuatu yang mengedepankan seks oleh dunia sekuler. Sebagaimana Gene Simmons dari KISS mengatakan, “itulah inti dari rock – seks dengan bom 100 megaton, beat-nya itu” (Entertainment Tonight, ABC, 10 Des. 1987). Tetapi kalau allah kamu tipe yang tidak menghakimi, pemberontak, pecinta pesta rock & roll, itu tentu tidak penting!

Posted in musik | Leave a comment

ATP: Bensin untuk Sel Hidup

(Berita Mingguan GITS 02 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)Sel makhluk hidup mendapatkan energi dari ATP (Adenosine TriPhosphat), yang dibentuk dalam mitokondria sel oleh sebuah motor generik yang luar biasa yang disebut APT-synthase. Tanpa ATP, tidak akan ada kehidupan biologis dan tanpa motor ATP tidak akan ada ATP. Satu triliun triliun motor yang kompleks ini hanya akan mengambil tempat sebesar kepala jarum pentul. Mereka biasanya berputar dengan kecepatan 10.000 rpm dan itu membuat gaya torsi yang sangat besar, setiap putaran akan menghasilkan tiga molekul ATP. “Tubuh manusia menghasilkan ATP seberat tubuhnya sendiri setiap hari, dihasilkan oleh triliunan motor-motor ini. Dan ATP ini dengan cepat sekali akan dikonsumsi sebagai energi yang vital bagi reaksi biokimia, termasuk sintesis DNA dan protein, kontraksi otot, transportasi nutrien dan impuls saraf. Organisme tanpa ATP adalah ibarat mobil tanpa bensin. Sianida sedemikian beracun karena zat tersebut menghentikan produksi ATP…..karena energi sedemikian vital bagi kehidupan, kehidupan tidak dapat berevolusi tanpa motor penghasil ATP ini berfungsi secara penuh. Ini adalah masalah yang jauh lebih mendasar lagi: seleksi alam per definisi adalah proses yang memerlukan reproduksi, jadi memerlukan hal-hal yang bisa mereproduksi diri sendiri sejak awalnya. Namun demikian reproduksi diri sendiri memerlukan ATP sebagai energi! Demikian juga untuk mengekspresikan informasi yang terseleksi. Jadi, kalaupun suatu rangkaian langkah perlahan dapat dibayangkan hingga mencapai “puncak mustahil” ini, tidak akan ada cara bagi seleksi alam untuk memanjatnya. Ini karena semua bentuk-bentuk menengah hipotetis tidak memiliki energi dan oleh karena itu mati” (Jonathan Sarfati, By Design, hal. 135, 136). Suatu gambaran grafis akan motor ATP-synthase dapat dilihat di http://4simpsons.wordpress.com/2010/11/22/an-86-second-example-of-intelligent-design/

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Serangan Baru Rob Bell Terhadap Neraka

(Berita Mingguan GITS 26 Maret 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Buku baru Rob Bell yang berjudul Love Wins telah menimbulkan kontroversi besar, yang cukup membingungkan. Orang tersebut telah menyangkal adanya suatu neraka yang berapi-api kekal dan mengajarkan iman universalism (bahwa semua orang pada akhirnya akan masuk Surga) sejak lama. Dalam suatu wawancara tahun 2005 dengan Beliefnet, Bell mengatakan “gereja harus berhenti melihat semua orang dalam kategori masuk atau keluar, selamat atau tidak selamat, orang percaya atau orang bukan percaya.” Dalam bukunya yang berpengaruh, Velvet Elvis, yang populer di kalangan Southern Baptist, dia menggambarkan suatu pernikahan yang dia laksanakan bagi dua orang yang tidak percaya yang memberitahu dia bahwa “mereka tidak mau Yesus atau Allah atau Alkitab atau agama dibicarakan” tetapi mereka mau dia membuat pernikahan itu “serohani mungkin” (hal. 76). Bell setuju dengan permintaan yang sangat konyol ini dan mengatakan bahwa teman-teman kafirnya itu “bergema dengan Yesus, entah mereka mau mengakuinya atau tidak” (hal 92). Buku Bell yang paling baru, Love Wins, meneruskan hal-hal yang sama. Bukan hanya dia mengajarkan hampir-universalisme (dia menyangkal mengajarkan universalisme, tetapi pada kenyataannya memang demikian), ia memberitakan allah palsu, kristus palsu, injil palsu, surga palsu, dan neraka yang palsu. Ia sangat ahli dalam hal mengutip Alkitab di luar konteks dan memasukkan kesesatan-kesesatannya ke dalam teks. Walaupun Bell menyangkal dia percaya universalisme, dengan jelas dia mendukung hal itu dalam buku ini, walaupun dia bisa saja menyisakan ruang bagi orang-orang tertentu untuk masuk ke semacam neraka untuk sementara waktu. Perhatikan dua dari sekian banyak kutipan sebagai bukti: “Penekanan bahwa Allah akan bersatu dan berdamai dengan semua manusia adalah suatu tema yang para penulis dan para nabi ulangi terus menerus . . . Allah yang Yesus ajarkan tidak pernah menyerah hingga segala sesuatu yang terhilang telah ditemukan. Allah ini tidak pernah menyerah. Tidak pernah” (Love Wins, Kindle location 1259-1287). “Kasih Allah akan melumerkan semua hati yang keras, dan bahkan ‘orang berdosa yang paling parah’ sekalipun pada akhinrya akan menyerah dalam perlawanan mereka dan kembali kepada Allah. Dan demikianlah, mulai dari gereja awal, ada tradisi Kristen yang sejak kuno bahwa Allah pada akhirnya akan merestorasi segala sesuatu dan semua orang” (Love Wins, location 1339-1365) Bell bahkan mengklaim bahwa Sodom dan Gomora akan direstorasi (location 1057-1071, 1071-1082). Bell hanya punya olok-olok bagi berita Injil bahwa Yesus mati bagi dosa-dosa manusia dan bahwa mereka yang bertobat dan percaya (dan hanya mereka yang bertobat dan percaya) akan diselamatkan. Sebagaimana gaya kebanyakan penyesat, Bell meredefinisi ulang istilah-istilah Alkitab. Ia mendefinisikan baik surga maupun neraka sebagai realita di bumi ini. Ia mengatakan bahwa pernyataan-pernyataan dalam Alkitab mengenai neraka sebagai tempat api dan penyiksaan hanyalah puisi.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | 2 Comments