Christianity Today Menghadap Dua Arah Dalam Topik Adam

(Berita Mingguan GITS 25 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Ilah-ilah Hindu dapat menghadap ke banyak arah pada saat yang bersamaan; mereka dapat menjadi lelaki sekaligus perempuan; baik sekaligus jahat. Ini mengingatkan saya akan pendekatan Christianity Today terhadap doktrin. Ini murni adalah filosofi emerging church: sinkretistik, tidak memiliki kepastian, membenci dogmatisme. CT (Christianity Today) didirikan oleh Billy Graham pada tahun 1956 sebagai publikasi yang merefleksikan pemikiran Injili, dan proses kesesatannya adalah peringatan yang keras bagi para fundamentalis yang tergoda oleh “injili konservatif.” Christianity Today sangatlah konservatif pada tahun-tahun awalnya. Yang menghancurkan kepekaan rohani majalah ini adalah penolakan terhadap separatisme dan penerimaan terhadap asosiasi yang tidak baik. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33). Kini CT berpikir bahwa adalah mungkin untuk percaya Alkitab sambil tidak mempercayai apa yang Alkitab ajarkan tentang Adam. Ada artikel pada bulan Juni 2011 yang berjudul “The Search for the Historical Adam” (Mencari Adam yang Historis) yang tanpa malu-malu membela “evolusi theistik,” yang adalah penyerahan diri murahan kepada Darwinisme. Secara khusus, CT sangat antusias dengan ahli genetika John Collins, “salah satu ilmuwan yang paling hebat yang mengidentifikasikan diri sebagai seorang Kristen injili,” yang “dengan kuat mempertahankan evolusi Darwinian sambil juga mempertahankan adanya seorang Pencipta.” Sudah dapat ditebak, CT juga mengutip superhero injili C. S. Lewis sebagai otoritas untuk menolak Adam yang ada dalam Alkitab. Lewis dengan sangat konyol percaya bahwa manusia timbul dari “bentuk binatang” dan pada suatu waktu Allah memasukkan ke dalam bentuk binatang itu kesadaran diri manusia. Demi dialog, CT juga secara singkat mengutip pandangan “konservatif” yang minoritas bahwa “jika Adam tidak benar-benar ada, seluruh argumen Paulus [dalam Roma 5] hancur berantakan.” Sungguh, ini bukan hanya suatu pandangan “konservatif,” ini adalah satu-satunya pandangan yang diajarkan oleh Alkitab: oleh Musa (Kej. 2:19-23; 3:8, 9, 17, 20, 21; 4:1, 25; 5:1-5; Ul. 32:8), oleh Tawarikh (1 Taw. 1:1), oleh Ayub (31:33), oleh Lukas (Luk. 3:38), oleh Paulus (Rom. 5:14; 1 Kor. 15:22, 45; 1 Tim. 2:13-14) dan oleh Yudas (14). Jika Adam bukanlah orang yang sesungguhnya, silsilah Mesias dalam Alkitab adalah omong kosong dan Injil adalah suatu cerita dongeng. “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli. . . anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah” (Luk. 3:23, 38). Jika Adam bukan manusia yang benar-benar ada, maka siapakah yang mati ketika Adam berdosa (Kej. 5:5)?

Posted in New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Organisasi Kristen Pro-Kehidupan Yang Terbesar Di Inggris Mempromosikan Allah Yang Tidak Menghakimi

(Berita Mingguan GITS 18 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
CARE (Christian Action, Research and Education), organisasi pro-kehidupan (anti-aborsi) yang terbesar di Inggris, menyerukan Allah yang tidak menghakimi, yang adalah berhalanya gerakan ekumene. Melalui jaringan mereka yang terdiri dari 162 pusat konseling kehamilan krisis, website mereka, dan juga literatur mereka, CARE memiliki pengaruh yang besar. Di satu sisi mereka mengklaim “mempertahankan kehormatan dan kekudusan hidup manusia,” tetapi pendekatan konselingnya yang tidak menghakimi melemahkan tujuan ini. Karena telah menyerah kepada filosofi psikologi konseling, CARE menginstruksikan wanita untuk menanyakan “perasaan” mereka tentang apa yang benar dan yang salah. Pamflet organisasi tersebut yang berjudul Making a Decision memakai kata “merasa” atau “perasaan” sebanyak 23 kali. Wanita yang membuat keputusan apakah mau “mengakhiri” kehamilan atau tidak disuruh untuk menetapkan “nilai-nilai pribadimu” dan memutuskan apakah keputusan tertentu manapun adalah “benar atau salah dalam pandanganmu.” CARE mendukung “pilihan yang dibuat dengan informasi” mengenai apakah mau mempertahankan anak tersebut, menyerahkannya untuk adopsi, atau mengaborsi, tetapi mereka tidak menyatakan Firman Allah bahwa aborsi adalah dosa pembunuhan. Kesalahan CARE yang mendasar adalah pandangan tentang Allah yang salah. CARE mengatakan, “Kasih Allah adalah penuh belas kasih, tidak menghakimi dan tidak menghukum” (Called to Care). Dr. E.S. Williams dengan tepat memperingatkan: “Efek dari konseling yang tidak menghakimi adalah menciptakan impresi dalam pikiran seorang wanita bahwa tindakan aborsinya tidak akan dihakimi, tetapi ini adalah nasihat yang sungguh jahanam, karena Allah membenci tindakan yang sedang dipertimbangkan itu. …Berdasarkan pandangan tentang Allah yang palsu ini, konselor yang ‘penuh belas kasih’ dapat menawarkan sang wanita baik untuk aborsi sekaligus juga ‘pengampunan.’” (What Is Going on in Christian Crisis Pregnancy Counselling? Hal. 61). Allah yang benar dan hidup memang penuh belas kasih melewati batas pemahaman, karena Ia telah mengutus AnakNya untuk menderita menggantikan orang berdosa, tetapi Ia juga pemberi hukum yang kudus kudus kudus, dan hakim atas dosa. Ia telah menyediakan keselamatan penuh dari dosa, tetapi hal ini tidak otomatis berlaku pada seseorang. Ia menuntut pertobatan. Kasih karunia Allah mengajar orang berdosa untuk “pergi dan jangan berdosa lagi. “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu” (Ibr. 10:26). Allahnya CARE sama dengan allah The Shack. “Kasih tak bersyarat” ilah ini tidak memiliki aturan, tidak membuat orang merasa bersalah atas tindakan mereka; dan tidak pernah mengirim siapapun ke neraka yang berapi-api. Inilah berhala kesesatan akhir zaman dan inilah ilah yang ditemukan seseorang melalui gerakan ekumene. Lagu kebangsaan ilah ini dinyanyikan dengan musik Christian rock.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Psikologi | Leave a comment

Trend Dansa Ekumenikal

(Berita Mingguan GITS 18 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dansa “kebangkitan” adalah trend baru yang sedang melanda dunia. Dansa ini diciptakan oleh UpToFaith, sebuah pelayanan di Hungaria yang melakoni Dansa Kebangkitan yang pertama di Heroes Square di Budapest pada Hari Minggu Paskah 2010. UpToFaith digambarkan sebagai “sekelompok artis yang tujuannya adalah untuk melihat dan membuat terlihat hal yang tidak kelihatan dalam keterlihatan, kekekalan dalam waktu, dan hati manusia.” Semuanya abu-abu secara doktrinal, sehingga memungkinkan ekumenisme yang luas. Musiknya memiliki “beat yang memacu dengan elemen-elemen techno dan rap” dan liriknya hampir tidak memiliki arti. Perhatikan bagian reff dari Up to Faith Dance: “When it’s up to faith, be the difference/ It’s not up to fate, go the distance/ Once upon a time, write the story/ People up to faith, hearts restoring/ What’s the word today, who will lead us/ Living Word today, only Jesus/ Coming back to home, tears to laughter/ Happy ending found here and after.” Apa arti lagu ini? Apapun juga yang anda inginkan. Roma Katolik, Protestan, Baptis, bahkan orang New Age dapat menemukan arti masing-masing dalam kata-kata tersebut. UpToFaith mendistribusikan video pelatihan untuk mengajarkan koreografi dansa tersebut. Dansa ekumenis ini sudah diulangi di banyak tempat tahun ini, termasuk Gereja Saddleback-nya Rick Warren. Second Baptist Church di Houston menggelar dansa ini di gedung Discovery Green di pusta kota. Dansa ini dijadwalkan akan digelar pada bulan November di Richmond, Virginia, oleh Baptist General Association of Virginia. Paige Peak, asisten direktur eksekutif untuk Virginia Baptist Mission Board, mengatakan, “Baptis di Virginia akan datang bersama dalam persatuan dan koopersai melalui sebuah dansa perayaan” (“In November, Baptists in Virginia Will Be Dancing,” Associated Baptist Press, 31 Mei 2011). Dansa-dansa ini tidak menyerukan pesan Injil yang jelas, mereka menyerukan pesan kesesatan akhir zaman. Semuanya adalah mengenai harga diri-ku dan kebebasan untuk mengikuti hati-ku. Ini adalah mengenai membangun gereja dunia yang esa. Ini adalah mengenai meniru jalan dunia berlawanan dengan Roma 12:2. Ini adalah 2 Timotius 4:3-4 dengan latar belakang musik rock. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”

Posted in Ekumenisme, musik | Leave a comment

Alkitab “Hijau” Yang Pro-Homoseksual

(Berita Mingguan GITS 11 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Alkitab versi The Message, yang diterbitkan oleh Eugene Peterson, sangatlah populer dan berpengaruh. Rick Warren sering sekali mengutip Alkitab ini, lima kali dalam pasal pertama The Purpose Driven Life saja. “The Message” telah direkomendasikan antara lain oleh orang-orang seperti Warren Wiersbe, J.I. Packer, Jerry Jenkins, Joyce Meyer, Stuart dan Jill Briscoe, Vernon Grounds, Bill Hybels, Leighton Ford, Billy Graham, Joni Earckson Tada, Chuck Swindoll, Bill Gaither, John Maxwell, Gordon Fee, Gordon MacDonalds, dan Max Lucado. Namun demikian, ini adalah versi “Alkitab” yang paling aneh dan korup dari semua yang pernah saya lihat. Ia memiliki semacam atmosfir New Age (mungkin karena interaksi Peterson yang mendalam dengan mistikisme kontemplatif Katolik), dan bahkan memakai terminologi okultik seperti “sebagaimana di atas, demikianlah di bawah.” Versi ini juga aneh sekali sangat berkiblat kepada environmentalisme. Dalam Roma 15:13, The Message berbunyi, “Semoga Allah yang hijau memenuhimu dengan sukacita,” dan dalam 1 Korinuts 6:9-10 mengatakan bahwa barangsiapa yang “menggunakan dan menyalahgunakan bumi dan segala sesuatu di dalamnya, tidak berhak masuk ke dalam kerajaan Allah.” The Message juga pro-homoseksual, dan mendukung konsep mereka yang mengatakan bahwa homoseksualitas adalah suatu kondisi alami yang dapat Allah berkati, bukan suatu dosa yang memerlukan pertobatan. Semua perikop yang mengutuk homoseksualitas diubah dalam The Message. Sebagai contoh, 1 Korintus 6:9-11, dalam Alkitab Indonesia Terjemahan Baru: “banci, orang pemburit . . . tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah,” [Editor: pemburit adalah istilah untuk “homoseksual,” berasal dari kata “burit” yang artinya “dubur atau pantat”] diubah menjadi kalimat yang tidak jelas: “mereka yang saling menyalahgunakan, menyalahgunakan seks..” Dalam 1 Timotius 1:10, “bagi orang cabul dan pemburit . . .” diubah menjadi “orang yang tidak bertanggungjawab, yang melawan otoritas, bertindak kasar terhadap Allah, kehidupan, seks, kebenaran, dan apapun juga.” Roma 1:26-27 diubah menjadi “bingung identitas seksual, mereka menyalahgunakan dan menajiskan satu sama lain, wanita dengan wanita, laki-laki dengan laki-laki – hanya hawa nafsu tanpa kasih.” Ini cocok dengan pemikiran humanistik bahwa selama para homoseksual “mengasihi” satu sama lain, semuanya baik-baik saja. Seorang saudara membuat pengamatan yang cermat bahwa “The Message adalah pendahulu dari apa yang ujung-ujungnya akan menjadi Alkitab yang tanpa Kristus dan tanpa menyinggung dosa.” Hati-hatilah akan The Message dan dunia Injili yang sedemikian korup sehingga menyenangi versi ini!

Posted in Alkitab, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Seminari Fuller Mempelajari Theologi Zombie

(Berita Mingguan GITS 11 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Divisi Fuller Theological Seminary di Texas, dijadwalkan akan mendiskusikan Theologi Zombie pada tanggal 13 Juni. Diskusi ini akan dipimpin oleh John McAteer, yang memiliki Ph.D dalam filosofi dari Universitas California Riverside dan MA dalam Philosophy of Religion dari Biola, “di mana dia mendapatkan pendidikan yang ketat dalam analisis kontemporer terhadap metafisika dan epistemologi.” Pendidikan seperti ini adalah resep menuju kekandasan rohani. Ia “mempelajari apa yang membuat hidup ini berarti: kasih, etika, agama, dan hubungan antara hal-hal yang bernilai ini” dan “menikmati makanan enak dan restoran bagus, bermimpi tentang menjadi seorang imam Episkopal dan/atau memulai suatu gereja emerging, dan menonton film dan TV” (www.fuller.edu). Dialog Theologi Zombie akan mencoba untuk menjawab pertanyaan, “Apa yang dapat kita pelajari dari zombie tentang tubuh, jiwa, dan kehidupan setelah kematian?” Diskusi Theologi Zombie adalah bagian dari “Fuller Conversations,” yang mencoba untuk “mengeksplorasi bagaimana iman pada Allahnya Yesus Kristus berhubungan dengan bagaimana manusia dapat berkembang dalam setiap lingkup kehidupan.” Fuller Seminary adalah contoh dari hati dan jiwa gereja emerging. Ia bersifat eklektik dan sinkretistik, dan hampir segala sesuatu ditoleransi kecuali iman kepada Alkitab sebagai Firman Allah yang tiada salah. Yesus Kristus dan para rasul memberitakan kebenaran, tetapi dialog-dialog Fuller menghasilkan pertanyaan dan keraguan. Gereja emerging mempelajari film-film Hollywood yang kotor, bukan untuk mengritik mereka secara alkitabiah dan menolak mereka dengan suatu finalitas, tetapi karena mereka mencintai dunia dan merasa nyaman dengan dunia. “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” (1 Yoh 2:15-17).

Posted in Emerging Church, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Gereja Episkopal Menyerah Kepada Paus

(Berita Mingguan GITS 11 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Gereja Episkopal St. Luke di Bladensburg, Maryland, kini bergabung dengan Gereja Katolik di bawah peraturan baru Vatikan yang sengaja dibuat untuk memancing para Protestan yang merasa kurang puas (“Episcopal Church in Bladensburg to Convert,” The Washington Post, 6 Juni 2011). Peraturan-peraturan baru tersebut, yang diciptakan tahun 2009 oleh Paus Benediktus, mengizinkan gereja-gereja Anglikan (Episkopal adalah Anglican di Amerika) untuk mempertahankan sebagian ritual dan tradisi mereka, termasuk imam-imam yang menikah. Anggota-anggota gereja di St. Luke mengatakan, “mereka sedang memuaskan kerinduan mereka akan otoritas agama yang jelas” dengan cara menyerahkan diri ke bawah otoritas kepausan. Mereka mengatakan bahwa sungguh senang sedang membalikkan Reformasi Protestan. Gembala sidang Mark Lewis mengatakan bahwa dia telah “memesan sebuah patung Maria yang besar dan berencana akan mengajarkan lebih banyak lagi tentang doa rosario.” Walaupun Gereja Roma Katolik telah dilemahkan selama setengah abad terakhir – melalui skandal moral, hilangnya sejumlah besar imam, dan negara-negara barat yang semakin sekuler – pengaruhnya tetap sangat besar. Banyak denominasi Protestan sudah tidak lagi memiliki “protes” apa-apa; semangat pro-Roma kini membanjiri dunia Injili, sementara gerakan Kharismatik, musik Kristen kontemporer dan gerakan doa kontemplatif, semuanya menjadi jembatan menuju Roma.

Editor: Denominasi-denominasi Protestan keluar dari Roma tetapi keluar kepalang tanggung, masih banyak meminjam sistem Roma, seperti sinode, “pendeta” sebagai imam, “perjamuan kudus,” baptisan bayi, dll. Tidak heran bahwa kini mereka kembali ke Roma. Puji syukur bahwa sejak dulu, ada gereja-gereja yang tidak pernah menjadi bagian dari Roma, seperti kaum Waldenses, Paulician, Anabaptis, dan yang di zaman sekarang ini adalah kaum Baptis.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

Imam Muslim Mau Melarang Perikop Alkitab Tertentu

(Berita Mingguan GITS 11 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Pakistani Muslim Clerics,” CNSNews.com, 1 Juni 2011: “Sekelompok imam yang radikal di Pakistan, ingin agar Mahkamah Agung negara tersebut mendeklarasikan perikop-perikop tertentu dalam Alkitab sebagai penghujatan – karena perikop-perikop ini menggambarkan dosa tokoh-tokoh Alkitab tertentu yang dianggap nabi Islam oleh orang-orang Muslim. Jika pengadilan tidak melakukan hal ini, mereka katakan, maka para pengacara mereka akan mengajukan agar Alkitab dilarang di Pakistan….pemimpin inisiatif ini, Abdul Rauf Farooqi, dan imam-imam lain dalam kampanye ini, ingin agar pengadilan tertinggi di Pakistan mendeklarasikan perikop-perikop Alkitab tertentu sebagai penghujatan. …pernyataan-pernyataan Alkitab bahwa Yesus adalah Allah, bahwa Dia mati dan bangkit dari antara orang mati, bahwa keselamatan hanyalah melalui namaNya, semuanya bertentangan dengan pengajaran Islam. Pernyataan-pertanyaan ini, bisa saja dilihat oleh orang Muslim sebagai menghujat – baik itu terhadap Qur’an, dan secara tidak langsung terhadap Muhammad, yang orang Islam percayai menerima wahyu tanpa salah dari Allah. Hukum penghujatan di Pakistan memiliki pasal (295-C) yang mengancamkan penjara seumur hidup atau hukuman mati bagi yang menjelekkan nama Muhammad, ‘dengan kata-kata, baik lisan maupun tulisan, atau melalui representasi visual atau imputasi apapun, sindiran, baik langsung maupun tidak langsung.’ …Pada tahun 2006, seorang analis dan penulis Pakistan yang terkenal, Khaled Ahmed, memperingatkan bahwa para radikal bisa saja menargetkan Alkitab melalui isu penghujatan…..Partai JUI-S-nya Farooqi, pecahan dari partai agamawi lainnya, JUI, berhubungan dekat dengan organisasi-organisasi jihad termasuk Taliban. Pendirinya, Sami-ul-Haq, mengepalai sebuah madrassah yang mendidik tokoh-tokoh Taliban penting, termasuk Mullah Omar.”

Posted in Islam | Leave a comment

(Berita Mingguan GITS 03 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, fisikawan teoritis yang terkenal seluruh dunia, Stephen Hawking, mengklaim bahwa tidak ada surga. Dia mengibaratkan otak adalah seperti sebuah komputer yang berhenti bekerja ketika komponen-komponennya gagal. “Tidak ada surga atau kehidupan setelah mati bagi komputer-komputer yang rusak; itu adalah cerita dongeng bagi orang-orang yang takut kegelapan” (“Stephen Hawking: ‘There Is No Heaven,’” The Guardian, 15 Mei 2011). Dia mengatakan bahwa surga adalah cerita dongeng, namun dia sendiri percaya adanya alien. Dalam bukunya pada tahun 2010, The Grand Design, Hawking mengatakan bahwa “tidak perlu Allah…untuk memulai alam semesta.” Dalam sebuah wawancara tahun 1998 dengan Der Speigel, dia mengklaim telah mendemonstrasikan bahwa “asal muasal alam semesta dapat saja ditentukan oleh hukum-hukum ilmu pengetahuan” dan bahwa ini membuktikan “bahwa Allah tidak diperlukan.” Ilmu pengetahuan sama sekali tidak membuktikan hal semacam ini. Ilmu pengetahuan tidak pernah membuktikan bahwa alam semesta berasal dari kehampaan, bahwa persamaan-persamaan dasar dalam fisika, dan hukum-hukum alam yang sedemikian tepat baik di bumi maupun di luar bumi, bisa terjadi begitu saja, bahwa kehidupan datang dari benda mati, atau bahwa manusia berasal dari amuba. Ini bukan ilmu pengetahuan, tetapi fiksi “ilmiah.” Segala sesuatu terjadi karena kebetulan, Hawking memberitahu The Guardian, tetapi dia juga mengklaim bahwa ada tujuan dalam kehidupan dan bahwa “kita perlu mencari nilai tertinggi dalam tindakan-tindakan kita.” Mengapa harus mencari nilai? Apa itu nilai? Mengapakah tindakan kita berarti? Ilmu pengetahuan tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu atau pertanyaan-pertanyaan kehidupan penting lainnya. Ilmuwan perlu fokus kepada ilmu pengetahuan sejati, yaitu meneliti dunia ini, bukan berspekulasi tentang metafisika. Tidak ada satupun fakta ilmiah yang bertentangan dengan satu pun pengajaran Alkitab.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Hukum Shariah

(Berita Mingguan GITS 03 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Karakteristik-karakteristik hukum Sharia Islam berikut ini disadur dari sebuah daftar oleh Nonie Darwish, penulis dari Cruel and Unusual Punishment: The Terrifying Global Implications of Islamic Law. Baru-baru ini seorang wanita muda secara brutal dicambuk sampai mati di bawah hukum Shariah karena dia diperkosa. Lihat keseluruhan 34 poin di http://frontpagemag.com/2010/08/27/sharia-for-dummies/print. 1- Seorang Muslim yang meninggalkan Islam harus dibunuh segera. 2 – Seorang Muslim akan diampuni jika membunuh: seorang yang murtad, seorang pezinah, seorang perampok. Keadilan jalanan dan pembunuhan demi kehormatan (honor killing) dapat diterima. 3 – Seorang Muslim tidak akan dijatuhi hukuman mati jika ia membunuh seorang non-Muslim, tetapi akan dijatuhi hukuman mati jika membunuh seorang Muslim. 4 – Non-Muslim tidak sama rata dengan Muslim di bawah hukum ini. Mereka harus taat kepada hukum Islam jika mereka mau aman. Mereka dilarang untuk menikahi wanita Muslim, mempertontonkan anggur atau daging babi secara umum, mengutip Kitab Suci mereka atau secara terbuka merayakan hari besar atau pemakaman keagamaan mereka. Mereka dilarang untuk membangun gereja baru atau membangun gereja yang lebih tinggi daripada mesjid. Mereka tidak boleh masuk sebuah mesjid tanpa izin. Seorang non-Muslim tidak lagi mendapat perlindungan jika ia memimpin seorang Muslim keluar dari Islam. 5 – Seorang non-Muslim tidak dapat memerintah – bahkan atas minoritas yang non-Muslim. 6 – Tidak ada batasan umur bagi anak-anak perempuan untuk menikah. Kontrak pernikahan dapat dilakukan kapan saja setelah sang perempuan lahir dan dapat masuk ke dalam hubungan suami istri pada umur delapan atau sembilan. 7 – Seorang lelaki memiliki hak untuk mengambil hingga empat istri dan tidak ada satu pun yang memiliki hak untuk menceraikan dia – bahkan jika dia melakukan poligami tersebut. 8 – Kesaksian seorang wanita di pengadilan memiliki setengah nilai kesaksian seorang lelaki. 9 – Untuk membuktikan pemerkosaan, seorang wanita harus memiliki empat saksi lelaki. 10 – Seorang wanita Muslim harus menutupi setiap inci tubuhnya, yang dianggap “Aurat,” organ seksual. 11 – Seorang Muslim harus berbohong jika tujuannya diharuskan. Ini berarti bahwa demi menaati perintah-perintah Islam, seperti Jihad, seorang Muslim diharuskan untuk berbohong dan tidak perlu merasakan perasaan malu atau bersalah berkaitan dengan bohong ini.

Posted in Islam | 2 Comments

Harold Camping Mengatakan Bahwa Dia Benar

(Berita Mingguan GITS 28 Mei 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Menjawab pertanyaan mengapa hari penghakiman tidak datang tanggal 21 Mei seperti yang dia prediksikan, Harold Camping mengatakan bahwa sebenarnya hari penghakiman memang datang! Berbicara langsung di siaran Family Radio-nya pada tanggal 23 Mei, Camping mengatakan, “Allah mendatangkan Hari Penghakiman ke atas seluruh dunia. Ini akan berlanjut hingga 21 Oktorber 2011, dan pada saat itu seluruh dunia akan dihancurkan.” Dia mengklaim bahwa prediksi-prediksi dia sebelumnya adalah benar juga, karena mereka digenapi “secara rohani.” Pada tanggal 12 Mei 1988, penghakiman datang ke atas gereja-gereja, dan pada tanggal 7 September 1994, penghakiman berlanjut kepada gereja-gereja. Camping dan juga para penebak Global Warming memiliki formula “selalu menang” yang sama. Apapun yang terjadi, mereka selalu benar! Ini mengingatkan kita tentang almarhum “Reverend Ike” yang nyentrik yang sering berkata, “Kamu tidak akan kalah kalau memakai cara saya.” Tidak diragukan lagi, ketika 22 Oktober nanti tiba, Camping akan berkata, “Seluruh dunia telah dihancurkan kemarin!” Kasus Camping ini mirip dengan semangat William Miller untuk menentukan tanggal kedatangan kembali Yesus pada abad 19. Ketika tanggal yang dia tentukan, 1843, terbukti salah, dia mengubah tanggalnya menjadi 1844. Puluhan ribu orang mengikuti prediksi Miller, dan banyak kelompok “adventis” yang tidak alkitabiah muncul karena atmosfir semangat agamawi tersebut. Setelah Oktober 1844 berlalu tanpa kejadian yang menghebohkan, Ellen Harmon mengatakan bahwa dia mendapatkan penglihatan, di mana dia belajar bahwa kedatangan kembali Yesus bukanlah ke bumi melainkan ke ruang maha kudus di Surga untuk memulai menyelidiki catatan-catatan pekerjaan manusia. Ellen menikah dengan James White dan mereka mendirikan gereja Seventh-day Advent, yang masih bersama kita hari ini dengan banyaknya kesesatannya (seperti Investigative Judgment, Editor: doktrin bahwa penghakiman atas orang Kristen telah dimulai sejak tahun 1844) yang diajarkan oleh seorang nabi wanita. Penafsiran nubuat secara normal-literal adalah perlindungan terhadap eksegsis allegorical yang liar, dan metode penafsiran ini mengajarkan kita bahwa Hari Pengangkatan orang-orang kudus Perjanjian Baru bisa terjadi kapan saja, penghakiman dunia akan mengikuti kejadian itu, dan segala ejekan orang-orang yang tidak percaya tidak akan menghentikan ini. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap” (2 Pet. 3:9-10).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment