Oleh: David Cloud
Sumber: www.wayoflife.org
Arti Pertobatan
Pertobatan alkitabiah adalah perubahan pikiran yang menghasilkan perubahan hidup
Pertobatan alkitabiah adalah perubahan pikiran yang menghasilkan perubahan hidup. Pertobatan adalah perubahan pikiran, tetapi bukan hanya perubahan pikiran. Ia adalah perubahan pikiran yang begitu dramatis sehingga menghasilkan perubahan hidup. Akar makna pertobatan adalah berbalik arah, mengubah arah. Pertobatan adalah tanggapan orang berdosa terhadap pekerjaan Roh yang menginsafkan seperti yang dijelaskan dalam Yohanes 16:8-10.
Dalam buku Repentance and Soul Winning, kami mengeksegesis setiap perikop dalam Alkitab tentang pertobatan. Kajian ini menjadi sumber dari definisi “Pertobatan adalah perubahan pikiran yang menghasilkan perubahan hidup.” Repentance and Soul Winning dapat diperoleh dari https://www.wayoflife.org/books/
Studi berikut adalah ringkasan singkat dari isu penting ini.
Pertobatan Diberitakan oleh Para Pengkhotbah dalam Alkitab
Para pengkhotbah dalam Alkitab memproklamirkan pertobatan. Jika iman sama dengan pertobatan, ini tidak masuk akal. Orang-orang yang mengikuti Alkitab akan mengkhotbahkan pertobatan dan akan menuntut buktinya.
Yohanes Pembaptis (Mat. 3:1-8)
Yesus Kristus (Mat 4:17; 9:13; 11:20-21; Luk 13:1-5; 15:7, 10; 24:46-48). Tujuan Kristus berurusan dengan manusia bukan hanya untuk memimpin mereka kepada doa orang berdosa, tetapi untuk membawa mereka kepada pertobatan dan keselamatan sejati. Dia menggambarkan keselamatan dalam kaitannya dengan pertobatan.
Petrus (Kis. 2:38; 3:19; 5:31; 8:22-23; 2 Ptr. 3:9)
Paulus (Kis. 17:30; 20:20-21; 26:20).
Dalam perikop-perikop kunci ini kita melihat pelajaran mendasar berikut yang memberikan pemahaman yang baik tentang pertobatan: (1) Pertobatan adalah perintah Kristus; Ia mengulanginya dua kali sebagai penekanan (Luk. 13:2, 5). (2) Pertobatan harus diberitakan sebagai bagian dari Amanat Agung Kristus (Luk. 24:46-48). (3) Allah memerintahkan semua manusia untuk bertobat (Kis. 17:30). (4) Baik pertobatan maupun iman harus diberitakan (Kis. 20:21). (5) Pertobatan adalah terhadap Allah, karena terhadap Allah-lah manusia bersalah dalam dosa dan pemberontakannya (Kis. 20:21). (6) Pertobatan adalah berbalik kepada Allah (Kis. 26:20). (7) Pertobatan mendatangkan buah. Ia menghasilkan perbuatan. Perbuatan adalah bukti pertobatan sejati (Mat. 3:8; Kis. 26:20).
Yang Bukan Merupakan Pertobatan
Pertobatan bukanlah reformasi.
Manusia memiliki kemampuan untuk mereformasi kehidupan mereka sendiri dalam arti tertentu. Bukan hal yang aneh bagi manusia yang mendapat masalah untuk menjadi sadar dan mengubah cara hidup mereka. Pemabuk berhenti minum; pemukul istri berhenti dari kekerasan mereka; pencuri menjadi warga negara yang jujur; pelacur berubah dari kehidupan yang buruk. Semua ini dengan sendirinya bukanlah pertobatan alkitabiah.
Reformasi berpusat pada manusia dan berpusat pada dunia ini; sedangkan pertobatan berpusat pada Tuhan dan berpusat pada kekekalan. Orang yang hanya melakukan reformasi memperhatikan orang-orang yang telah dia sakiti dan konsekuensi dari tindakannya dalam kehidupannya saat ini. Injil, di sisi lain, menyerukan “pertobatan kepada Allah…” (Kisah Para Rasul 20:21). Pertobatan Anak yang Hilang ditunjukkan oleh perubahan sikapnya terhadap Allah dan juga terhadap ayahnya. “Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, AKU TELAH BERDOSA TERHADAP SORGA dan terhadap bapa” (Lukas 15:18).