Perbedaan Kalvinis dengan non-Kalvinis (1)

PERBEDAAN KALVINIS DENGAN NON-KALVINIS
Bagian 1: Jika manusia harus beriman agar selamat, apakah berarti ia punya andil dalam keselamatan?
Oleh Dr. Steven E. Liauw

Ketika mendiskusikan mengenai masalah Kalvinisme, banyak terjadi salah pengertian dan debat kusir, karena tidak mengerti inti perbedaan satu pandangan dengan lainnya. Akibatnya, kedua belah pihak ngotot pada posisinya masing-masing, dan saling menyalahkan, bahkan tanpa benar-benar mengerti apa yang dimaksud oleh pihak lawan. Tentu, ini diperparah ketika suatu istilah dipakai dengan dua  pengertian yang berbeda, sehingga diskusi tidak pernah mencapai titik temu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui, di mana letak perbedaan yang sebenarnya, antara seorang Kalvinis dengan seorang non-Kalvinis. Seri ini akan membahas satu-persatu, perbedaan-perbedaan krusial antara Kalvinis dengan non-Kalvinis. Ada cukup banyak perbedaan, tetapi saya akan fokus kepada satu perbedaan di setiap seri.

Pertama-tama, sebelum membahas perbedaan, kita perlu melihat dulu, tentang persamaan mereka. Kalvinis maupun non-Kalvinis (yang Alkitabiah) percaya Alkitab sebagai Firman Allah dan standar kebenaran. Keduanya percaya bahwa keselamatan didasarkan pada karya pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib, menggantikan manusia. Keduanya percaya bahwa keselamatan hanyalah karena kasih karunia, tanpa ada jasa atau usaha manusia di dalamnya.

Mungkin di sinilah Kalvinis mulai protes, dan menegaskan bahwa non-Kalvinis sedikit banyak mengandalkan jasa/usaha manusia untuk masuk Surga. Tetapi, itu tidak benar. Semua orang yang Alkitabiah akan mengatakan bahwa keselamatan tidaklah tergantung pada jasa/usaha manusia. Letak perbedaan sebenarnya adalah: KALVINIS MENGANGGAP IMAN PERCAYA SEBAGAI SUATU JASA/USAHA, SEDANGKAN NON-KALVINIS MENGATAKAN BAHWA IMAN PERCAYA BUKANLAH USAHA.
Continue reading

Posted in Kalvinisme | Tagged , , , , , | 35 Comments

Ketika Tuhan Tidak Mendengar Seruan Kita

“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2)

Kita sering komplain kepada Tuhan bahwa Ia tidak mendengarkan doa-doa kita, khususnya ketika Allah tidak merespon sesuai dengan keinginan kita. Tetapi ini tidak berarti bahwa Allah tuli, sebab “Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar?” (Mazmur 94:9) Allah mendengar sesuatu yang ada dalam pikiran kita, bahkan sesuatu yang belum terucap oleh mulut kita, “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.” (Mazmur 139:2)
Continue reading

Posted in Renungan | Tagged | 3 Comments

SIAPAKAH FUNDAMENTALIS ITU?

Kebanyakan orang Kristen di Indonesia tidak mengenal Kristen Fundamentalis. Yang dikenal adalah kaum Injili, Liberal, Pantekosta, dan Reform atau Protestan. Tahun 70-an di mata sebagian orang Kristen Indonesia, yang alkitabiah adalah yang Injili sedangkan yang Liberal itu salah tanpa pengertian.

Tahun 80-an setelah Stephen Tong mendirikan Reform, sebagian orang Indonesia yang kurang informasi berpikir yang berbau Reform itulah yang alkitabiah. Sesungguhnya siapakah Fundamentalis, Liberal, Injili, dll. itu? Apakah ada perbedaannya jika kita menjadi salah satu dari mereka? Ikutilah nasehat Yakobus, Atetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit (tidak menegur), maka hal itu akan diberikan kepadanya (1:5).

Continue reading

Posted in General (Umum) | Comments Off on SIAPAKAH FUNDAMENTALIS ITU?