Darah yang Tepat

(Berita Mingguan GITS 26 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
“Walaupun kebanyakan orang akan setuju bahwa sistem peredaran darah kita sangatlah vital bagi kehidupan, banyak di antara kita yang tidak sepenuhnya menghargai cara kerja sistem tersebut yang hampir bisa dikategorikan sebagai suatu mujizat. Jantungmu memompa sebanyak seratus ribu kali dalam satu hari. Itu berarti jantungmu memompa sebanyak 10 ton darah setiap hari atau sekitar 80 juta gallon seumur hidup. Sistem peredaran darahmu membawa darah tersebut ke setiap sel dalam tubuhmu melalui jaringan kapiler yang sedemikian luasnya, sehingga jika sistem kapiler empat orang digabungkan, bisa merentangi jarak bumi ke bulan! Tetapi sistem peredaran darahmu juga memiliki kualitas bukan hanya kuantitas. Kondisi kimiawi darahmu dimonitor dan diatur agar tetap berada dalam rentang nilai yang sangat tepat agar keseimbangan terjaga detik demi detik, hari demi hari, tahun demi tahun. Sebagai contoh, keasaman darahmu diatur secara konstan agar tepat hingga hitungan seper-seratusjuta. Sistem peredaran darah kita tidak boleh hanya sekedar “cukup baik”; ia haruslah bekerja secara sempurna. Jadi, jika evolusi tak berakal yang menciptakan kita, maka evolusi haruslah menciptakan keseluruhan sistem ini secara sempurna dalam percobaan yang pertama. Sama sekali tidak ada tempat bagi jutaan tahun percobaan yang menghasilkan sistem peredaran darah yang jelek yang lalu diperbaiki melalui mutasi. Dalam hal ini, fakta-faktanya dengan jelas mendukung Kitab Suci, dan dengan kuat mengindikasikan bahwa kita diciptakan dalam bentuk yang sempurna – bukan dikembangkan perlahan-lahan melalui proses trial and error (coba-coba).”

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Teladan yang Saleh dari Eric Liddell

(Berita Mingguan GITS 26 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Di zaman ini saat olahraga telah menjadi suatu agama, kita baiknya memperhatikan teladan saleh dari Eric Liddell. Putra dari pasangan misionari Skotlandia ke Cina, Liddell menjadi pelari tercepat Skotlandia. Pada tahun 1923 ia memenangi lomba lari 100 meter di Kejuaraan AAA dengan waktu 9,7 detik, sebuah rekor yang bertahan 35 tahun. Seorang Kristen yang sangat berkomitmen, Liddell menjadi pembicara di berbagai kebaktian di Glasgow Students Evangelical Union selama tahun-tahun kuliahnya. Ia berhasil masuk tim atletik Inggris untuk Olimpiade 1924 di Paris, tetapi karena perlombaan lari 100 meter diadakan pada hari Minggu, ia menolak untuk ikut serta, walaupun nomor perlombaan itu adalah nomor andalannya. Ada perkataan bahwa “kebanyakan atlit datang ke pertandingan untuk menjadi hebat dan melakukan hal-hal yang hebat, Eric Liddell datang ke Olimpiade Paris untuk menjadi baik dan untuk melakukan hal-hal yang baik.” Walaupun dimintai oleh keluarga kerajaan sendiri dan dikritik oleh media Inggris karena mengecewakan negaranya, ia bertahan pada pilihannya dan menghabiskan hari Minggu itu berkhotbah di sebuah gereja Protestan di Paris. Ia masuk perlombaan 400 meter, dan sambil dia mengambil tempat di garis awal, seseorang memberikan dia secarik kertas dengan kutipan dari 1 Samuel 2:30: “….siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati.” Ia berlari dengan secarik kertas itu ditangannya dan menang, memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 47,6 detik. Pada tahun 1925, Liddell kembali ke Cina untuk memberitakan Injil. Pada tahun 1943, ia ditahan di kamp penjara Jepang di mana ia mati dua tahun kemudian. Liddell pernah berkata, “Kita semua misionari. Ke manapun kita pergi, kita entah sedang membawa orang lebih dekat kepada Kristus, atau kita sedang mendorong mereka menjauhi Kristus.”

Posted in General (Umum), Renungan | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pemimpin Lutheran Mengatakan Alkitab Bukan Satu-Satunya Otoritas

(Berita Mingguan GITS 26 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Mark Hanson, presiden penilik dari Evangelical Lutheran Church di Amerika, mengatakan pada tanggal 6 Desember bahwa Alkitab bukanlah otoritas terakhir mengenai homoseksualitas. Dalam sebuah pertemuan di Chicago, ia mengatakan, “Pengertian kita tentang homoseksualitas hari ini sepertinya tidak tercermin sama sekali dalam konteks para penulis Alkitab,” tetapi dia berpikir bahwa hal ini tidak menjadi masalah karena “Allah masih berbicara kepada kita” (Lighthouse Trails Research, 7 Des. 2009). Jadi, menurut pemimpin Lutheran ini, Alkitab jelaslah bukan satu-satunya otoritas bagi iman dan praktek kekristenan. Betapa sedih hasil dari sola scriptura-nya Martin Luther.

EDITOR: Pembaca kiranya dapat melihat betapa berbahayanya konsep bahwa Tuhan masih menurunkan wahyu khusus hari ini. Tuhan sudah berkata di akhir dari Kitab Wahyu, bahwa Ia tidak akan menambah lagi FirmanNya di zaman gereja lokal ini (Perjanjian Baru). Jika wahyu masih turun terus, tidak akan henti-hentinya orang mencoba untuk merevisi apa yang ada dalam Alkitab dengan suatu “wahyu baru.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , | Leave a comment

Cina Menutupi Gereja-Gereja Rumah yang Besar

(Berita Mingguan GITS 26 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Fast-Growing Christian Churches Crushed,” Fox News, 10 Des. 2009): “Delapan lantai berhadapan dengan ladang-ladang gandum, Gereja Golden Lamp (di Linfen) dibangun untuk menampung 50000 orang di jantung wilayah Cina yang menghasilkan batu bara. Namun itu adalah sebelum September yang lalu ini, saat ratusan polisi dan preman-preman yang dibayar menyerbu gereja-mega tersebut, menghancurkan pintu-pintu dan jendela-jendela, menyita Alkitab-Alkitab dan mengakibatkan lusinan orang masuk rumah sakit dengan luka-luka serius, demikian kata anggota-anggota dan aktivis-aktivis gereja tersebut. Hari ini, kedua gembala sidang gereja tersebut ada dalam penjara. Gerbang menuju kompleks gereja tersebut, yang ada di propinsi Shanxi di utara, terkunci dan sebuah kendaraan lapis baja milik polisi berjaga di luarnya. Penutupan gereja-mega pertama di Cina adalah tanda yang paling jelas bahwa pemerintah komunis tersebut bertekad untuk menghalangi pertumbuhan cepat kekristenan, dengan berbagai tindakan kekerasan di bulan-bulan terakhir ini yang menurut para pemimpin gereja di sana paling kejam dalam banyak tahun belakangan…Gereja-gereja rumah telah ada puluhan tahun, tetapi pertumbuhan mereka semakin cepat dalam beberapa puluh tahun terakhir, menghasilkan jemaat-jemaat yang semakin besar dan semakin dapat terlihat dibandingkan dengan kelompok-kelompok kecil sahabat dan tetangga yang biasanya kebaktian di rumah-rumah pribadi, yang menjadi nama gerakan tersebut (gereja rumah). Perluasan dan pertumbuhan mereka telah membuat para pemimpin Cina tidak tenang, mereka yang selalu curiga dengan grup sosial manapun yang independen dari kontrol mereka yang dapat menantang otoritas komunis…..Minimal dua gereja besar lainnya telah baru-baru ini menghadapi kekerasan yang sama. Di Beijing di bulan Oktober, otoritas pemerintah melarang anggota-anggota gereja rumah Shouwang untuk berkumpul di sebuah lokasi yang mereka telah sewa sebelumnya. Di Shanghai, jemaat Wangbang menghadapi pelarangan yang serupa. Kedua jemaat tersebut telah bertumbuh menjadi lebih dari 1000 anggota.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Tagged , , , , | Leave a comment

Yohanes Paulus II Semakin Dekat Menjadi Santo

(Berita Mingguan GITS 26 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Paus Benediktus XVI telah menggerakkan pendahulunya, Yohanes Paulus II, semakin dekat menuju status santo (suatu proses yang disebut beatification), dengan menandatangani sebuah dekrit tentang “kebaikan-kebaikannya” (AP, 18 Des. 2009). Satu-satunya langkah yang tersisa adalah bagi Vatikan untuk mengesahkan sebuah mujizat yang terjadi karena dia (Yohanes Paulus). Yohanes Paulus II telah masuk jalur cepat menjadi seorang santo tidak lama setelah kematiannya, apalagi Benediktus menghilangkan periode 5 tahun penungguan yang biasanya berlaku sebelum penyelidikan kesantoan dimulai. Bahkan saat penguburannya pun, di tahun 2005, ada teriakan-teriakan “Santo Subito” (Santo segera)! Seorang biarawati Perancis mengklaim bahwa dia disembuhkan dari penyakit Parkinson setelah berdoa kepada paus yang sudah mati itu, dan telah dilaporkan bahwa Yohanes Paulus II bisa saja dijadikan santo bulan Oktober 2010 jika para Doktor, Uskup, dan Kardinal, semuanya menyetujui mujizat yang dilaporkan ini. Doktrin santo-santa Roma Katolik adalah salah satu dari banyak sekali bukti bahwa Roma adalah “gereja” yang palsu. Istilah “santo” (orang kudus) muncul 62 kali dalam Perjanjian Baru, dan tidak pernah mengacu kepada seorang yang sudah mati yang lalu ditinggikan oleh Vatikan. Seorang kudus Perjanjian Baru adalah seorang yang percaya dalam Yesus Kristus. Istilah ini menggambarkan seseorang yang telah dikuduskan ke dalam keluarga Allah melalui darah Kristus. Orang-orang Kristen di Yerusalem, Roma, Korintus, Akhaia, Efesus, Filipi, dan Kolose, semuanya disebut orang-orang kudus (Rom. 15:25-26; 16:15; 1 Kor. 1:2; 2 Kor. 1:1; Ef 1:1; Fil. 1:1; Kol. 1:2). Saat nanti Yesus kembali dari Surga, Ia akan datang dengan beribu-ribu orang kudusNya, dan itu jauh lebih banyak dari jumlah santo yang diciptakan oleh Roma (Yud. 1:14)!

Posted in Katolik | Tagged , , , , | 1 Comment

Bagaimanakah Sikap Anggota Jemaat Terhadap Gembalanya?

(Berita Mingguan GITS 19 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)

Kenallah dengan mereka (1 Tes. 5:12). [Editor] : Dalam teks bahasa Yunani, kata “hormatilah” di ayat 12 secara literal adalah “kenallah.” Anggota gereja seharusnya berusaha untuk mengenal dan mengerti pemimpinnya. Junjunglah mereka (1 Tes. 5:13). Kasihilah mereka (1 Tes. 5:13). Taatilah mereka (Ibr. 13:17). Hormatilah dan dukunglah mereka (1 Tim. 5:17-18). Jika ada tuduhan terhadap mereka haruslah dengan saksi-saksi yang cukup (1 Tim. 5:19). Berdoalah untuk mereka (Ef. 6:18-19).

Posted in Gereja | Tagged , , , | 3 Comments

Delusi Gereja Komunitas Metropolitan

(Berita Mingguan GITS 19 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Persekutuan Universal dari Gereja-Gereja Komunitas Metropolitan terdiri dari 300 jemaat di 22 negara dan dapat membanggakan 43000 jumlah anggota. Persekutuan ini didirikan oleh seorang lelaki homoseksual bernama Troy Perry dan sekitar 80% keanggotaan mereka terdiri dari “GLBT,” yaitu Gay, Lesbian, Biseksual, dan Transgender (orang yang mengubah jenis kelaminnya). Mereka menyebut agama mereka “Queer Spirituality” (“queer” dalam bahasa Inggris berarti “aneh” dan sekaligus adalah slang untuk “gay”) dan mengklaim bahwa Allah menciptakan homoseksual sebagaimana adanya mereka. Mereka mengatakan, “Sudah waktunya kita mendengarkan pengalaman-pengalaman anak-anak Allah yang gay dan lesbian yang tahu dengan segenap hati mereka bahwa Allah telah menciptakan mereka sebagaimana adanya mereka” (Mona West, “The Bible and Homosexuality”). Sejarah Gereja Komunitas Metropolitan adalah pelajaran tentang betapa mengerikannya delusi rohani. Dalam otobiografinya, “The Lord Is My Shepherd and He Knows I Am Gay,” Troy Perry mengatakan bahwa dia mencoba untuk bunuh diri tahun 1968 ketika “pasangan cinta” laki-lakinya meninggalkan dia. Setelah itu ia mendapat teman seorang pengkhotbah wanita kulit hitam bernama Vera yang memberitahu dia bahwa tangan Allah ada padanya (Troy). Pengkhotbah wanita itu mengatakan, “Kamu adalah seorang pelayan, kamu selama ini demikian, dan tidak lama lagi kamu akan menggembalakan sebuah jemaat.” Troy menjadi yakin bahwa pesan ini dari Allah karena Vera memberitahu dia hal-hal tentang hidupnya yang tidak dapat diketahui oleh siapapun. Troy mengatakan, “Dia mulai memberitahu banyak hal tentang diri saya sendiri – dia memberitahu saya lebih banyak hal dari ayng mampu diketahui orang lain tentang diri saya. Hal ini sungguh membuat saya tercengang, dan saya tahu bahwa dia bukanlah wanita biasa. Dia memiliki kuasa penelaahan yang pastilah datang dari Allah.” Bukannya bertobat dari dosanya dan beriman kepada penebusan Kristus, Perry mengatakan bahwa dia mulai “merasakan hadiran Allah.” Dia memutuskan bahwa “Allah adalah kuasa kebaikan, energi, dan hal-hal positif yang terjadi.” Ketika Perry menanyakan Allah ini apakah Dia menghendaki dirinya memulai sebuah gereja, ia “mendengar sebuah suara kecil di dalam yang berkata, ‘Sekarang!’” Pada bulan Oktober 1968, ia memulai “kebaktian gay” yang pertama di ruang tamunya dengan kehadiran 12 orang. Khotbah pertama Perry berjudul “Setia Kepada Dirimu” yang diambil dari sebuah perkataan dari drama Hamlet-nya Shakespeare: “Terlebih dari segalanya: Setialah kepada dirimu sendiri.” Seandainya Perry percaya Alkitab, tentunya dia sudah tau bahwa Iblis mengetahui rahasia-rahasia dari hidup orang dan fakta bahwa Vera tahu hal-hal demikian bukanlah bukti bahwa dia dari Allah. Lebih lanjut lagi, “suara kecil” apapun harus dites dengan Alkitab, dan lagi, itu pastilah bukan dari Allah karena menasihatkan Perry untuk melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah. Alkitab mengatakan bahwa semua manusia adalah pendosa, bahwa Allah mengasihi mereka dan Yesus mati bagi mereka, tetapi Allah juga memanggil semua orang untuk bertobat dan beralih ke jalan-jalanNya yang suci. Orang berdosa harus disambut untuk mendengarkan Firman Allah, tetapi hanyalah yang bertobat yang diperbolehkan untuk bergabung. Sebagian anggota jemaat Korintus dulunya adalah homoseksual, tetapi mereka telah bertobat dan berubah (1 Kor. 6:9-11).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Parlemen Agama-Agama Dunia Bertemu di Melbourne

(Berita Mingguan GITS 19 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Lebih dari 6000 orang menghadiri Parlemen Agama-Agama Dunia yang kelima di Melbourne, Australia, tanggal 3-9 Desember lalu, untuk memproklamirkan kesatuan antar agama, perdamaian dunia, dan kekudusan serta kerentanan bumi. Lebih dari 220 “tradisi-tradisi iman” hadir untuk merayakan tema “Making a World of Difference: Hearing Each Other, Healing Each Other” (Membuat Perbedaan yang Mendunia: Mendengar Satu Sama Lain, Menyembuhkan Satu Sama Lain). Ada orang-orang Hindu, Budha, Shinto, Muslim, Zoroaster, Wicca (persatuan sihir), Scientologi, Sikh, Aborigin Australia, penyembah alam dari Amerika Utara, Jai, Atheis, Baha’is, Roma Katolik, Protestan, Injili, bahkan seorang Baptis yang bernama Jimmy Carter. Ceramah utamanya disampaikan oleh Ravi Shankar, “orang suci” Hindu yang mengatakan bahwa Allah “ada dalam hati setiap dan semua kita” dan bahwa gerakan antar-agama adalah “keharusan demi keberlangsungan planet kita.” Seorang aktivis anak dari Inggris menyerukan larangan bagi orang tua untuk memukul anaknya, sambil mengklaim bahwa hal tersebut melanggar hak dan kehormatan anak-anak. Seorang mantan hakim pengadilan tinggi Inggris menjelaskan kepada Parlemen bagaimana caranya membaca Alkitab sedemikian rupa sehingga homoseksualitas dibenarkan. Parlemen Agama-Agama Dunia yang pertama di tahun 1893 di Chicago adalah pertemuan formal pertama antara kekristenan dengan agama-agama Timur. Seorang swami Hindu, Vivekananda, ditepuki tangan selama tiga menit ketika dia berbicara dan menyebut audiens-nya “saudara-saudari.” Ia mengatakan bahwa “jalan-jalan berbeda yang manusia ambil….bengkok ataupun lurus, semuanya memimpin” kepada Allah. Sebaliknya, Yesus berkata, “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6).

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Kebaktian Penyembahan Bumi di PBB

(Berita Mingguan GITS 19 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
PBB memiliki sebuah program penyembahan bumi yang diberi nama “Kebaktian Sabat Persatuan Bangsa-Bangsa untuk Lingkungan.” Pertama kali muncul di tahun 1990, ini adalah suatu seruan untuk berdoa kepada suatu hal yang tidak dikenal demi keselamatan bumi. Program ini menggambarkan “hal” itu hanya sebagai “energi yang menggerakkan segala sesuatu.” Ini adalah suatu panggilan kepada semua orang “untuk bergabung dengan bumi dan satu sama lain” untuk “penyembuhan bumi dan pembaharuan semua kehidupan.” Program ini mengajak penduduk bumi untuk bersenandung dengan kata-kata ini: “Kami hidup dalam segala sesuatu; segala sesuatu hidup dalam kami. Kami hidup oleh matahari; kami bergerak dengan bintang-bintang.” Ini adalah penyembahan berhala tipe pantheisme yang menjadi inti dari tujuan-tujuan New Age di PBB.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Penelitian Baru Menyimpulkan Bahwa Seleksi Alam “Mungkin Bukanlah Penyebab Munculnya Spesies Baru”

(Berita Mingguan GITS 19 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Sebuah penelitian yang menggunakan studi komputer atas ribuan tanaman dan binatang “memperlihatkan bahwa spesies-spesies baru mungkin muncul karena kejadian-kejadian langka dan bukan melalui akumulasi perubahan-perubahan kecil yang terjadi sebagai respons atas perubahan lingkungan” (“Evolution may take giant leaps,” Physorg.com, 11 Des. 2009). Studi ini dilakukan oleh Mark Pagel dan ilmuwan-ilmuwan lainnya di Universitas Reading. Walaupun penelitian ini berbasiskan asumsi-asumsi Darwinian, kesimpulannya tidaklah mendukung proses Darwinian. Charles Darwin mengklaim ahwa spesies-spesies beru muncul melalui suatu proses seleksi alam yang perlahan atau dikenal juga sebagai teori “yang paling fit yang bertahan hidup.” Namun demikian, baik Darwin sendiri maupun para pengikutnya tidak pernah memberikan bukti tentang teori mereka. Buku Darwin yang terbit tahun 1859 berjudul “The Origin of Species,” namun ia tidak memberikan bukti apapun. Satu-satunya bukti yang ia berikan untuk adaptasi dan perubahan-perubahan minor adalah masih di dalam satu “jenis” makhluk hidup. Sejak saat itu (buku Darwin), para pengikut Darwin telah mencari, melacak, menggali, membongkar, mengacak-acak, dan menebak-nebak, dalam usaha mereka menyediakan bukti untuk “teori” Darwin, tetapi semuanya sia-sia. Sampai hari ini tidak ada satu titikpun bukti yang tidak terbantahkan. Pagel mengatakan bahwa “model yang paling cocok dengan data yang ada ternyata secara mengejutkan tidak cocok dengan ide bahwa munculnya spesies baru adalah karena banyak hal-hal kecil yang menumpuk.” Fakta ini hanyalah mengejutkan bagi seorang pendukung Darwin.

Posted in Science and Bible | Leave a comment