Penonton Film Tidak Mau Meninggalkan Dunia Imajiner

(Berita Mingguan GITS 16 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dilaporkan bahwa ada fans-fans film Avatar yang mengalami gejala-gejala putus obat yang kuat karena mereka tidak mau meninggalkan dunia imajiner di film itu. Avatar, yang kemungkinan akan menjadi film yang paling laris sepanjang masa, adalah sebuah film fiksi ilmiah tentang sebuah dunia yang disebut Pandora yang dihuni oleh suatu ras “humanoid” (mirip manusia) yang disebut Na’vi. Grafik 3D yang hebat menenggelamkan para penonton di dunia fiktif ini di mana para penghuni yang cinta damai bersekutu dengan alam. Para penulis film bahkan menciptakan suatu bahasa Na’vi yang terdiri dari 1000 kata. Situs forum fans film tersebut telah menerima lebih dari 1000 post berkaitan dengan orang-orang yang mengalami pikiran-pikiran obsesif tentang film tersebut (“Audiences Experience ‘Avatar’ Blues,” CNN, 11 Jan. 2010). Salah seorang yang demikian berkata, “Saya tidak dapat memaksa diri saya sendiri untuk berpikir bahwa ini hanyalah film, untuk melupakannya.” Yang lain lagi berkata, “Semenjak saya menonton ‘Avatar’ saya depresi. Melihat dunia Pandora yang demikian indah dan semua Na’vi itu membuat saya ingin menjadi salah satu dari mereka. Saya tidak dapat berhenti berpikir tentang semua hal yang terjadi di film tersebut dan semua air mata dan getaran yang saya dapatkan darinya. Saya bahkan memikirkan bunuh diri, dengan pikiran bahwa jika saya melakukannya saya akan dilahirkan kembali di sebuah dunia mirip dengan Pandora.” Imajinasi manusia adalah medan perang rohani yang besar dan harus dijaga dengan sangat waspada. Alkitab menasihatkan, “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (2 Korintus 10:5). Industri hiburan modern membidikkan senjata-senjata berat mereka terhadap imajinasi manusia. Para pencipta hiburan yang terpengaruh oleh Setan (Efesus 2:1-2) ingin merusakkan imajinasi melalui sensualitas dan membalikkannya dari Allah yang hidup dengan cara menciptakan dunia-dunia yang sia-sia. Ada bahaya yang besar bagi orang percaya dalam genre fiksi ilmiah dan horror, yang biasanya sama sekali kosong kebenaran dan realita. Pandora tidak eksis, tetapi Surga dan Neraka benar ada. Tidak ada seorangpun yang akan dilahirkan kembali ke dalam Pandora, tetapi Yesus berjanji bahwa manusia bisa lahir kembali ke dalam hidup yang kekal mellaui pertobatan dan iman kepadaNya dan hidup selamanya di suatu tempat yang jauh jauh lebih indah dari apapun yang pernah dibayangkan oleh penulis film atau ahli grafis Hollywood.

Posted in General (Umum), Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Camping Menetapkan Tanggal Lain Lagi Bagi Kedatangan Kedua Yesus Kristus

(Berita Mingguan GITS 09 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Harold Camping, seorang yang sangat kebingungan dan pemimpin dari Family Radio Network, mengklaim bahwa Kristus akan kembali lagi tanggal 21 Mei 2011. Ini adalah kali kedua Camping membuat sebuah prediksi gila. Di dekade sebelumnya ia memprediksikan bahwa Kristus akan kembali lagi tanggal 6 September 1994, dan saya tidak perlu memberitahu anda bahwa hal itu tidak terjadi. Anda tentunya berpikir bahwa kesalahan kelas kakap seperti ini akan menghentikan karir bernubuat dan mengajarnya, tetapi di zaman penuh kesesatan ini, ada cukup banyak orang-orang naif yang tidak mengerti Alkitab yang siap mendukung penyesat-penyesat seperti ini. Kesesatan Camping didengar di 55 stasiun radio di Amerika dan melalui gelombang pendek ke negara-negara seberang lautan, dan program dia diterjemahkan ke dalam 48 bahasa. Camping percaya bahwa zaman gereja telah berakhir tahun 1988, dan bahwa Allah telah beralih dari gereja-gereja (sebagai tiang penopang dasar kebenaran) ke Family Radio (radionya Camping) sebagai caraNya menyebarkan Injil. Para pengikutnya bertemu di rumah-rumah untuk mendengarkan khotbah-khotbah Camping. Tidak ada pembaptisan, tidak ada Perjamuan Tuhan, tidak ada gembala sidang. Di akhir tahun 2001, Jim Barker, Gembala Sidang Baptis dari Elmont, New York, dicekal dari menyampaikan khotbah tentang gereja di radio WFME yang siaran dari West Orange, New Jersey. Walaupun ia telah berkhotbah di stasiun radio itu banyak tahun, ia diberitahu bahwa ia tidak boleh lagi menyatakan dirinya seorang gembala sidang atau menyinggung tentang gereja. Barker memberi peringatan, “Camping mengatakan bahwa orang berdosa tidak dapat lagi diselamatkan di gereja-gereja dan jika orang-orang Kristen menentang dia dan terus menghadiri kebaktian-kebaktian gereja maka anak-anak mereka tidak dapat diselamatkan.” Camping juga percaya “pemilihan berkedaulatan,” bahwa kamu hanya dapat berharap bahwa kamu telah dipilih dan bahwa “seorang bayi dapat diselamatkan semudah seorang dewasa” (Time Has an End: A Biblical History of the World, 2005, hal. 17). Mengenai pertanyaan paling penting dalam hidup ini, “Apa yang harus ku lakukan agar selamat?” Camping menjawab, “Kamu tidak dapat melakukan apa-apa.” Puji syukur Alkitab telah menjawab pertanyaan itu, dan jawabannya adalah “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus” (Kis. 16:31). Mengenai kedatangan Yesus, tidak ada keraguan sedikit pun bahwa Ia akan datang kembali, tetapi kita tidak tahu kapan. Kita hanya tahu bahwa bisa terjadi kapan saja. Kita diinstruksikan untuk menantikan Dia setiap waktu. Namun satu hal yang kita tahu dengan pasti, yaitu bahwa Yesus TIDAK akan kembali tanggal 21 Mei 2011, karena Yesus berkata, “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” (Mat. 25:13).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Orang-Orang Yahudi Menghalangi Keselamatan Orang-Orang Non-Yahudi

(Berita Mingguan GITS 09 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Hughie Seaborn, salah satu teman kami dari Australia — “Dalam renungan Alkitab saya pagi ini saya sedang membaca dari 1 Tesalonika dan sampai pada ayat ke-16 dari pasal 2, dan bertanya-tanya bagaimana mungkin Paulus mempersalahkan orang-orang Yahudi mengenai banyaknya jumlah bangsa-bangsa non-Yahudi yang belum selamat. Jika Kalvinisme benar, bagaimana mungkin orang-orang Yahudi ini dapat menggagalkan Allah untuk menyelamatkan orang non-Yahudi manapun jika ia memang orang pilihan? Saya telah membaca ayat ini banyak kali sejak saya sadar akan ketidakkonsistenan Kalvinisme, tetapi barulah pagi ini untuk pertama kalinya saya ingat ayat 16 berbicara kepada saya secara spesifik untuk menggugurkan poin I dari “TULIP.” Jelas sekali, Rasul Paulus berpikiran bahwa bisa saja orang yang tadinya dapat (mungkin) diselamatkan (jika diberi kesempatan untuk mendengarkan berita keselamatan), menjadi tidak selamat jika berita itu dengan suatu cara tidak sampai kepada pendengaran mereka. Juga sangat jelas, Paulus sama sekali tidak memiliki konsep bahwa orang-orang secara “irresistible” (tidak dapat ditolak) dilahirbarukan dan diberikan iman sebelum ia mendengar dan percaya kepada Injil. 1 Tesalonika 2:14-16 berbunyi, “Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi. Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi, karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya.”

Posted in Kalvinisme | Tagged , , , , , | 1 Comment

Para Ilmuwan Belajar Keahlian Teknik Tingkat Tinggi dari Lebah

(Berita Mingguan GITS 09 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Ilmuwan-ilmuwan yang mempelajari kemampuan lebah yang luar biasa untuk mendarat, mendapatkan pelajaran-pelajaran yang dapat membantu para ahli teknik mendesain pesawat otomatis generasi baru. Lebah, yang tidak pernah masuk sekolah penerbangan dan yang memiliki otak kecil berukuran biji sesawi, dapat melakukan berbagai manuver yang kompleks, mendarat dengan mulus dan tanpa salah di berbagai jenis permukaan mulai dari yang vertikal hingga yang terbalik. Lebah menunggu hingga ia tinggal sekitar setengah inci dari permukaan, kemudian ia langsung melakukan keajaiban pendaratan akrobatiknya yang dimulai dengan gerakan melayang-layang. Seorang ilmuwan neurologi di Queensland Brain Institute, di mana cara terbang lebah sedang dipelajari, mengobservasi demikian, “Ini adalah sesuatu yang tidak akan terpikir oleh seorang ahli teknik sambil ia duduk di kursi dan memikirkan bagaimana mendaratkan sebuah pesawat. Ini adalah sesuatu yang kita tidak akan pikirkan kecuali kita telah memperhatikan bagaimana lebah melakukan pendaratan” (“Why Bees Always Have a Safe Landing,” MSNBC, 23 Des. 2009). Sebagai kesimpulan kami mengutip dari Andrew McIntosh, yang memiliki gelar Ph.D dalam teori kombustio dari Cranfield Institute of Technology dan D.Sc (Doctor of Science) dalam bidang Matematika dari Universitas Wales, “Tidaklah ilmiah untuk, di satu sisi berargumen bahwa Boeing 747 jelas didesain, semantara di sisi lain menolak sama sekali bahwa telah ada suatu desain dalam penerbangan burung elang, hummingbird, atau lebah, yang jauh lebih hebat. Pikiran-pikiran manusa modern dalam media sekuler mengedepankan suatu dualitas yang tidak ilmiah ketika mereka memuji-muji kompleksitas teknis dalam mesin-mesin buatan manusia, berbangga hati dalam kemajuan-kemajuan kreatif manusia, tetapi menggambarkan kompleksitas di dunia sekeliling kita (yang sering jauh lebih rumit dari pada mesin-mesin buatan manusia) sebagai akibat dari suatu eksperimen kosmik yang tidak direncanakan, tanpa seorang Pencipta” (In Six Days: Why Fifty Scientists Choose to Believe in Creation, diedit John Ashton, 2001, hal. 166).

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , | Leave a comment

Televisi Adalah Lereng yang Licin

(Berita Mingguan GITS 09 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Televisi adalah lereng yang licin. Ia semakin lama semakin memburuk, dan mayoritas rumah tangga Kristen sedang menyerah takluk kepada lagu godaan Hollywood. Seperti katak yang berada dalam kuali yang memanas perlahan, umat Allah yang tidak peduli tentang separasi dari kebobrokan Hollywood telah menjadi tidak sensitif lagi terhadapnya. Seorang teman misionari sedang makan bersama seorang gembala sidang Baptis fundamental dan istrinya beberapa tahun lalu ketika topik mengenai film Titanic (rating PG-13) muncul. Ketika misionari itu menyatakan pendapatnya bahwa film itu fasik, istri gembala sidang itu mengatakan bahwa mereka telah menonton film itu dan menikmatinya. Misionari itu bertanya apa pikiran mereka tentang ketelanjangan yang ada di film tersebut, dan istri gembala itu mengatakan bahwa itu dilakukan “dengan cita rasa tinggi.” Ini menggambarkan betapa duniawinya banyak gereja Baptis fundamental (EDITOR: Apalagi gereja-gereja lain). Jika gembala-gembala sidang dan istri-istri mereka menikmati sebuah film yang menonjolkan hubungan sebelum pernikahan dan ketelanjangan, apa yang kira-kira ditonton oleh anggota gereja biasa! Alkitab mengatakan bahwa gembala sidang harus menjadi contoh bagi kawanan domba (1 Pet. 5:3). Celakalah khalayak ramai gembala sidang dan diaken dan guru-guru sekolah minggu yang nyaman dengan limbah sampah Hollywood dan yang tidak mengajari umat mereka takut akan Allah dan separasi dari dunia ini.

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , | Leave a comment

Imam Anglikan Merekomendasikan Tindakan Mengutil (Mencuri)

(Berita Mingguan GITS 02 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam khotbah minggunya tanggal 20 Desember, imam Anglikan Tim Jones merekomendasikan agar orang-orang miskin mengutil dari toko-toko besar. Ia mengklaim bahwa tindakan itu tidak melanggar perintah Tuhan yang ke-delapan, karena “ini diperbolehkan bagi mereka yang dalam situasi mendesak untuk mengambil bahan makanan agar tidak kelaparan” (“Thou Shalt Shoplift,” Daily Mail, 22 Des. 2009). Penyesat dari Gereja Inggris ini, yang menggembalakan di St. Lawrence dan St. Hilda di York, Inggris, sepertinya lebih banyak membaca Karl Marx dari pada Alkitab. Tidak heran bahwa ada survei baru-baru ini yang menemukanbahwa 93% orang di Inggris tidak memiliki rencana untuk ke gereja Natal ini. Para pemimpin Anglikan menyalahkan “sekularisme” untuk penurunan jumlah pengunjung kebaktian mereka, tetapi penyebab yang sebenarnya adalah kesesatan yang parah dan yang menghancurkan jiwa. Firman Allah mengatakan bahwa bahkan jika seseorang mencuri “untuk memuaskan nafsunya karena lapar,” ia tetap telah melakukan suatu kejahatan dan harus “membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan” (Ams. 6:30-31). Hukum Allah berkata bahwa jika seseorang tertangkap mencuri dan “tidak punya,” artinya ia terlalu miskin untuk membayar kembali apa yang telah ia curi, “ia harus dijual ganti apa yang dicurinya itu” (Kel. 22:3).
EDITOR: Kita tidak lagi di bawah hukum Taurat, jadi hukum-hukum sipil Israel tidak berlaku secara langsung bagi kita. Hari ini jika seseorang kedapatan mencuri, kita tidak turun tangan menjatuhkan hukuman sesuai dengan hukum Taurat, melainkan menyerahkannya kepada hukum Indonesia, tempat di mana kita berada. Namun demikian, hukum Taurat tetap merupakan standar bagi kita untuk melihat nilai keadilan yang Tuhan tanamkan. Masyarakat yang berdasarkan Alkitab akan mencontoh dan mengaplikasikan prinsip-prinsip yang ada dalam Taurat sesuai dengan kondisi dan zaman modern ini.

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , | Leave a comment

Denominasi-Denominasi Protestan Liberal Terus Menurun

(Berita Mingguan GITS 02 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Denominasi-denominasi “utama” Protestan liberal di Amerika Serikat meneruskan penurunan jumlah mereka. Menurut jajak pendapat Barna yang terakhir, enam denominasi demikian yang terbesar, telah kehilangan lebih dari seperempat keanggotaan mereka dalam 50 tahun terakhir. Denominasi yang dimaksud adalah American Baptist Church, Episcopal Church, Evangelical Lutheran Church di Amerika Presbyterian Church USA, United Church of Christ, dan United Methodist Church. Keanggotaan “gereja-gereja” ini juga semakin lama semakin abu-abu. Hanya 2% anggota berumur 25 tahun ke bawah, sementara sepertiga anggota berumur 60 tahun ke atas. Walaupun jumlahnya berkurang, denominasi-denominasi ini tetap kaya, menghasilkan lebih dari $15 milyar dolar dalam sumbangan, mirip sekali dengan gereja Laodikia yang di Wahyu pasal 3. “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat” (Wahyu 3:15-18).

Posted in Gereja, Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , , | Leave a comment

Puji Tuhan untuk Ilmu Pengetahuan Sejati

(Berita Mingguan GITS 02 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Ilmu pengetahuan modern adalah hal yang indah dalam banyak hal. Sejauh mana ia mencerminkan kebenaran dan realita, ilmu pengetahuan adalah suatu karunia Allah, karena “Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; 22 Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi” (Daniel 2:21-22). Penemuan-penemuan modern dalam bidang-bidang seperti kedokteran, transportasi, komunikasi, energi, pengawetan makanan, bahan-bahan sintetis, dan produksi masal, telah mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Pada saat yang sama, yang Paulus maksud dengan “apa yang disebut pengetahuan” (pengetahuan palsu, 1 Tim. 6:20), dengan kesombongan yang luar biasa dan keyakinan bahwa ia tahu hal-hal yang sebenarnya ia tidak tahu, adalah suatu kutukan. Sebagaimana Dr. Marvin Lubenow katakan, “Kegagalan komunitas ilmu pengetahuan untuk menyadari tingginya derajat subjektivitas dalam penafsiran-penafsirannya tentang kejadian-kejadian di masa lampau, adalah alasan utama adanya “perang” antara Alkitab dan bagian ilmu pengetahuan yang satu ini……Karena percaya bahwa kita memiliki catatan sejarah yang akurat akan dua kejadian di masa lampau, yaitu penciptaan dan air bah, kita sebagai orang Kristen menerima dengan syukur dan terima kasih segala sumbangsih ilmu pengetahuan dalam hidup kita sambil kita juga menantang otoritas ilmu pengetahuan untuk membuat pernyataan-pernyataan dogmatik mengenai masa lalu” (Bones of Contention: A Creationist Assessment of Human Fossils, 2004, hal. 259).

Posted in Science and Bible | Tagged , , | Leave a comment

Malaikat Tidak Bisa Terbang, Kata Ilmuwan

(Berita Mingguan GITS 02 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Roger Wotton, seorang profesor di Universitas College London, mengatakan bahwa malaikat-malaikat yang digambarkan di berbagai karya seni rohani, tidak dapat terbang. “Hanya dengan melihat sekilas saja bukti-bukti dalam karya-karya seni tersebut memperlihatkan bahwa malaikat-malaikat dan para kerubim tidak dapat tinggal landas dan tidak dapat terbang” (“Angels Can’t Fly,” London Telegraph, 22 Des. 2009). Pada kenyataannya, Wotton memang benar, tetapi hanyalah karena karya-karya seni “rohani” sudah terkenal sama sekali tidak cocok dengan Kitab Suci. Yesus yang dalam Alkitab sama sekali tidak seperti lelaki kebancian berambut panjang yang sering dipampang di berbagai “karya seni rohani,” sehingga sama sekali tidak mengejutkan jika berbagai lukisan malaikat juga salah. Minmal ada tiga jenis malaikat digambarkan dalam Alkitab, dan hanya dua yang memiliki sayap. Mereka adalah serafim (Yesaya 5:2) dan kerubim (Keluaran 25:20; Yehezkiel 10:5). Dalam penampilan, serafim dan kerubim sama sekali tidak seperti manusia. Di sisi lain, malaikat-malaikat yang menampakkan diri kepada manusia dan membawa pesan dari Allah digambarkan mirip manusia dalam penampilan mereka dan tidak pernah dikatakan memiliki sayap. Pada kenyataannya, mereka bahkan sering disalah kira sebagai manusia (mis. Hak. 6:22; 13:6). Walaupun Wotton benar mengenai kemampuan terbang malaikat-malaikat dalam lukisan, ia sama sekali salah dalam pemikirannya yang humanistik dan evolusionistik. Malaikat Gabriel dikatakan “terbang dengan cepat” (Daniel 9:21), namun ia tidak pernah dikatakan memiliki sayap apapun. Seorang agnostik evolusionis dibutakan oleh penolakannya yang disengaja untuk mengakui keberadaan Allah yang mahakuasa. (Dalam sebuah artikel yang berjudul “Sepuluh Tulah Mesir,” Wotton menyebut penghukuman-penghukuman yang ajaib dalam Keluaran sebagai “mitos”). Dia yang menciptakan hukum-hukum alam dapat menciptakan hukum apapun yang lain yang Dia kehendaki – atau mengatasi hukum-hukum yang telah Ia ciptakan sendiri. Wotton juga salah dengan berkata bahwa malaikat adalah mitos hasil imajinasi manusia. Ia mengatakan, “Melihat hal-hal ini mengajar kita sesuatu tentang apa yang kita percaya dan apa yang benar-benar ada. Malaikat adalah simbol-simbol agamawi yang kuat bagi umat beriman.” Pada kenyataannya, malaikat bukan hanya simbol; mereka adalah makhluk-makhluk yang berkuasa yang dibentuk oleh Allah sebelum manusia dan yang secara dekat berhubungan dengan kehidupan di bumi. Mereka adalah “roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan” (Ibr. 1:14). Orang-orang percaya dinasihatkan untuk jangan lupa “lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat” (Ibrani 13:2).

Posted in General (Umum), Science and Bible | Tagged , , , | Leave a comment

Kebudayaan Hollywood Menciptakan “Masalah-masalah Gambar Diri yang Gila”

(Berita Mingguan GITS 02 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Brian Snider – “Menginvestasikan banyak uang, waktu, dan kekhawatiran, ke tubuh kita ini adalah jalan buntu yang tak berpengharapan. Namun sungguh menyedihkan, itulah yang dituntut oleh kebudayaan Hollywood dari mereka yang menyembah di altarnya. Aktris Brittany Murphy, yang secara misterius mati karena “sebab-sebab alamiah” dua minggu lalu, ternyata telah menghabiskan waktu yang banyak sekali mengkhawatirkan tentang tubuh yang toh hanya membawa dia hingga umur 32 tahun. “Dia memiliki masalah gambar diri yang gila,” kata salah seorang temannya. “Berat badannya, rambutnya, pakaiannya, kulitnya, giginya, semuanya. Dia selalu begitu sadar diri.” Orang lain lagi menambahkan: “Banyak dari masalah-masalahnya adalah karena gambar diri yang jelek. Dia memakai makeup dalam jumlah yang sangat banyak, berton-ton bulu mata palsu, menyelubungi giginya, mewarnai rambutnya pirang, menurunkan berat badan – dia mau menjadi seorang yang cantik. Dia tidak mau menjadi wanita gemuk dari film Clueless.” Hal-hal yang dia habiskan waktunya khawatirkan – tubuh, mata, gigi dan rambut, kini sedang terbaring di sebuah kubur, walaupun rohnya telah beralih kepada kekekalan. Dan dengan banyaknya waktu yang ia habiskan untuk mengkhawatirkan hal-hal yang akan segera berlalu, kita bertanya-tanya berapa banyak waktu dia habiskan untuk mengkhawatirkan kondisi jiwanya. Aktris muda ini telah dibohongi oleh mesin Satanik industri perfilman, yang meyakinkan orang bahwa tampang, prestise dan glamor adalah hal-hal hebat yang patut dikejar. Ada keawetan dalam hal kematian yang membuatnya hal yang sangat serius. Lebih baik memiliki sudut pandang Kitab Suci saat ini daripada sudut pandang Hollywood, yang hanya dapat memimpin kepada penyesalan kekal. “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” (1 Yoh. 2:15-17). “Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya. Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega. Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria” (Pengkhotbah 7:2-4).

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , , , | Leave a comment