Kecemasan Akan Pengangkatan

Sumber: www.wayoflife.org

Sebuah laporan CNN pada bulan September memperingatkan tentang “kecemasan pengangkatan.” Laporan tersebut mengutip jaringan “eksvangelikal” “yang telah melepaskan diri dari apa yang sekarang mereka pandang sebagai kepercayaan yang merusak dari beberapa gereja evangelikal (injili), Pantekosta dan Baptis” (“For Some Christians,” CNN, 27 September 2022). CNN memperingatkan tentang “pengalaman religius traumatis yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun – bahkan seumur hidup.” Salah satunya adalah “kecemasan akan pengangkatan,” yang “diakui oleh beberapa ahli agama dan profesi kesehatan mental sebagai jenis trauma agama.” Orang-orang eksvangelis yang suka merengek dan mudah tersinggung berbicara tentang “ditipu oleh para pemimpin gereja untuk menonton film bertema pengangkatan yang kejam atau menangis sampai tertidur memikirkan orang dan hewan peliharaan yang akan ditinggalkan.” Kecemasan akan pengangkatan bahkan disalahkan sebagai penyebab rasa takut akan ketinggian! Laporan CNN mengklaim bahwa “doktrin pengangkatan … jarang disebutkan dalam Alkitab” dan “baru muncul pada tahun 1800-an.” Tak satu pun dari klaim ini benar. Pengangkatan dengan jelas digambarkan dalam Alkitab dalam dua perikop yang menonjol (1 Korintus 15:50-58 dan 1 Tesalonika 4:13-18). Doktrin ini pertama kali diajarkan di gereja-gereja rasuli 2.000 tahun yang lalu dan telah dipercaya oleh orang Kristen sepanjang zaman gereja. (Lihat “Kapan Pengangkatan Pra-Trib Pertama Diajarkan?” www.wayoflife.org.) Mengenai “kecemasan akan pengangkatan,” itu adalah penyakit bagi orang yang belum diselamatkan. Bagi yang dilahirkan kembali, Pengangkatan adalah penghiburan, penguatan, dan tantangan ilahi. Perikop-perikop utama tentang Pengangkatan, menekankan hal ini. “Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.” (1 Tesalonika 4:18). “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:57-58).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, General (Umum) | Leave a comment

Apakah Nostradamus Memprediksi Kematian Ratu Elizabeth?

Sumber: www.wayoflife.org

Menurut laporan yang berkobar di situs berita online dan media sosial, kematian Ratu Elizabeth bulan September ini diprediksi oleh Nostradamus (nama asli Michel de Nostredame), seorang astrolog dan peramal Perancis yang menerbitkan Les Propheties (Nubuat-Nubat) pada tahun 1555. Ini adalah kumpulan dari 942 kuatrain, yang merupakan ramalan yang terdiri dari empat baris teks. “Ramalan” Nostradamus begitu tidak jelas sehingga bisa berarti apa saja; oleh karena itu, mereka sebenarnya tidak berarti apa-apa. Pada tahun 2005, Mario Reading menerbitkan Nostradamus: The Complete Prophecies for the Future di mana ia menafsirkan tulisan Nostradamus untuk mengatakan bahwa Ratu akan mati pada tahun 2022. Itu adalah tebakan yang bagus dari pihak Reading, tetapi Nostradamus tentu saja tidak memprediksi hal ini. Pertimbangkan ramalan Nostradamus yang sebenarnya dalam Quatrain 10/22 – “Karena tidak ingin menyetujui perceraian, yang kemudian akan diakui sebagai tidak layak: Raja Kepulauan akan diusir dengan paksa; menggantikan tempatnya seseorang yang tidak memiliki tanda raja.” Apa artinya? Siapa bisa tahu! Reading mengklaim bahwa angka pada kuatrain menunjukkan tahun ramalan itu akan terjadi. Reading juga mengklaim bahwa ramalan Nostradamus menunjukkan bahwa Raja Charles III akan turun tahta karena ketidakpopulerannya dan digantikan oleh Pangeran Harry. Nubuat yang sebenarnya berbunyi seperti ini: “Pada akhir perang, kekuatan besar berubah; dekat pinggir sungai tiga anak yang cantik lahir. Kehancuran orang-orang ketika mereka cukup umur; di negara kerajaan terlihat semakin berkembang dan berubah” (8/97). Untuk contoh lain dari ketidakjelasan ramalan Nostradamus, pertimbangkan hal berikut, yang dikatakan oleh beberapa orang untuk memprediksi kebangkitan Hitler: “Binatang buas karena kelaparan akan berenang melintasi sungai: Sebagian besar wilayah akan melawan Hister. Yang besar itu akan membuatnya terseret dalam sangkar besi, ketika anak Jerman itu tidak memperhatikan apa-apa” (2/24). Apa artinya ini? Tidak ada yang tahu! Dan pertimbangkan dugaan nubuat Nostradamus tentang Kebakaran Besar London tahun 1666: “Darah orang benar akan melakukan kesalahan di London, Dibakar oleh kilat dua puluh tiga enam: Wanita kuno akan jatuh dari tempatnya yang tinggi, Beberapa sekte yang sama akan dibunuh.” Apa artinya? Tidak ada yang tahu! Dan juga, Api Besar London tidak dimulai dengan kilat; melainkan dengan kebakaran di toko roti. Orang-orang sekarang berebut untuk membeli nubuatan Nostradamus, 8.000 telah terjual dalam beberapa hari, tetapi seharusnya mereka berebut untuk membeli Alkitab. Berbeda dengan ketidakjelasan Nostradamus yang gelap dan sulit diikuti pikiran, nubuatan Alkitab jelas dan rinci dan mencerahkan, dan tidak pernah gagal. Misalnya, nubuatan tentang kedatangan Kristus yang pertama dalam Perjanjian Lama menggambarkan waktu yang tepat dari kedatangan-Nya, tempat yang tepat dari kelahiran-Nya, ketidakadilan “pengadilan”-Nya, penusukan tangan dan kaki-Nya di kayu salib, kata-kata yang Dia katakan dari salib, para prajurit berjudi untuk pakaian-Nya, penguburan-Nya di makam orang kaya, kebangkitan tubuh-Nya, kenaikan-Nya kembali ke surga, di antara banyak detil lainnya. Pertimbangkan hanya salah satu dari ini: “Tetapi engkau, Betlehem Efrata, meskipun engkau kecil di antara ribuan orang Yehuda, tetapi dari padamu akan muncul Dia yang akan menjadi penguasa di Israel…” (Mikha 5:2) . Ini ditulis ratusan tahun sebelum Kristus lahir, dan menyebutkan nama kota kelahiran-Nya. Nubuatan Alkitab tentang Israel sama persisnya. Dikatakan bahwa Frederick Agung pernah menuntut bukti dalam satu kata bahwa Alkitab diilhami secara ilahi. Jawaban yang diberikan oleh rohaniwannya adalah “Kaum Yahudi, Yang Mulia” (Robert Newman, “Israel’s History Written in Advance,” Evidence for Faith, diedit oleh John Montgomery, hlm. 193-201). Pada awal pengalaman Israel sebagai sebuah bangsa, sebelum dia memasuki Tanah Perjanjian, Musa sudah menubuatkan sejarah lengkapnya. Tuhan memperingatkan bahwa jika Israel berbalik dari Hukum-Nya, Dia akan menghakiminya. Lihat Ulangan 28:25-32, 36-37, 63-67; 30:1-6. Nubuat ini ditulis sekitar tahun 1450 SM, atau hampir 3.500 tahun yang lalu. Nubuat itu menggambarkan kekalahan Israel di tangan kekuatan asing, pengusirannya dari negeri itu, penyebarannya ke ujung bumi, dan kepulangannya. (Lihat An Unshakeable Faith: A Christian Apologetics Course, tersedia dari www.wayoflife.org.)

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Alkitab, General (Umum) | Leave a comment

T.D. Jakes Mengurapi Anak Perempuannya Menjadi Penerus Pelayanan Wanitanya

Sumber: www.wayoflife.org

Pada 24 September, T.D. Jakes, gembala dari gereja Potter’s House di Dallas, mengurapi putrinya, Sarah Jakes Roberts, dengan minyak untuk “memberdayakan” dia untuk mengambil kendali pelayanan Woman, Thou Art Loosed dengan konferensi tahunannya (sekarang disebut Woman Evolve). Jakes berkata, “Seperti tanduk minyak Samuel yang mengurapi Daud, aku juga mengurapi kamu.” Dia “dibunuh dalam Roh” dan berbaring di atas panggung sementara Jakes berkata kepada orang banyak, “Saya ingin setiap wanita di ruangan ini untuk mengangkat tangan Anda dan menerima urapan Tuhan.” Sarah menggembalakan dua cabang Potter’s House (Los Angeles dan Denver) dengan suaminya Touré Roberts. Dia mengalami kehamilan di luar nikah pada usia 13 tahun, dan pernikahan pertamanya pada usia 19 tahun berakhir dengan perceraian (“T.D. Jakes’ Daughter,” Church Leaders, 26 September 2022). Jakes adalah seorang pembicara motivasional Church of God in Christ dan gembala dari sebuah gereja besar di Dallas, Texas. Bukunya Woman, Thou Art Loosed telah terjual jutaan eksemplar. Dia mengkhotbahkan pesan yang positif, mengangkat harga diri, dan bertemakan “semuanya tentang Anda.” Jakes mengkhotbahkan Injil kemakmuran, dengan salah mengklaim bahwa Yesus kaya secara duniawi dan bahwa Allah ingin kita juga kaya. Dia tinggal di sebuah rumah mewah senilai $1,7 juta. Dia mengoceh dalam gumaman yang tidak dapat dipahami yang dia sebut “bahasa lidah.” Dalam wawancara tahun 2015 dengan Huffington Post, Jakes menggambarkan pandangannya tentang homoseksualitas sebagai “sudah berkembang dan terus berkembang” (“T.D. Jakes Comes Out for ‘Gay Rights’ and ‘LGBT Churches,” Christian News Network, 7 Agustus 2015).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Wanita | Leave a comment

Perpuluhan dan Membaca Alkitab Setiap Hari

Oleh: Dr. Steven E. Liauw

Banyak orang yang hari ini menentang konsep perpuluhan untuk masa gereja sekarang. Mereka berkata bahwa Alkitab tidak mengajarkan Perpuluhan secara eksplisit. Tulisan singkat ini tidak akan mengargumentasikan perpuluhan secara komprehensif dan menyeluruh, tetapi sekedar menarik paralel antara perpuluhan dan membaca Alkitab setiap hari.

Hampir semua orang Kristen setuju bahwa membaca Alkitab setiap hari adalah hal yang baik dan perlu dilakukan. Orang-orang yang tidak setuju perpuluhan pun biasanya setuju bahwa membaca Alkitab setiap hari itu hal yang baik. Bisa jadi ada banyak orang Kristen yang gagal membaca Alkitab setiap hari memang, tetapi mereka mengakui bahwa itu kegagalan pribadi, mereka tidak akan menyangkal perlunya dan indahnya membaca Alkitab setiap hari.

Perbandingan berikut akan memperlihatkan bahwa ada banyak paralel antara perpuluhan dengan membaca Alkitab setiap hari.

Premis: Kalau baik bagi gereja-gereja Tuhan untuk mengajarkan orang Kristen untuk membaca Alkitab setiap hari, maka baik juga bagi gereja-gereja Tuhan untuk mengajarkan orang Kristen memberikan perpuluhan.

Perbandingan argumen yang sering diberikan:

1. Dalam perjanjian Baru Tuhan hanya menyuruh kita memberi persembahan, tidak menyuruh memberi sepersepuluh.

Kalau begitu, bisa juga diargumentasikan dalam Perjanjian Baru, Tuhan hanya menghimbau kita membaca Alkitab, tidak menyuruh membacanya tiap hari. Bahkan posisi perpuluhan lebih kuat lagi, karena dalam Perjanjian Lama, perpuluhan disebutkan secara eksplisit, sedangkan membaca Alkitab setiap hari tidak.

2. Memberi persepuluhan tidak mempengaruhi keselamatan, jadi tidak perlu diajarkan.

Membaca Alkitab setiap hari juga tidak mempengaruhi keselamatan, apakah berarti tidak perlu diajarkan?

Continue reading

Posted in Alkitab, General (Umum), Gereja | 2 Comments

Dunia Fantasi Ratu Elizabeth

Sumber: www.wayoflife.org

Almarhum Ratu Elizabeth II, seberapapun dia baik sebagai pribadi ataupun efektif sebagai kepala kerajaan, hidup dalam dunia fantasi, seperti kebanyakan orang. Ketika sang ratu meninggal pada 8 September pada usia 96, dia adalah penguasa Inggris yang paling lama memerintah. Dia naik takhta pada tahun 1952, tidak lama setelah Perang Dunia II. Winston Churchill adalah Perdana Menteri waktu itu. Dia sopan, penuh tanggung jawab, dapat diandalkan, ceria. Di depan umum, dia selalu berpakaian tanpa cela dan sopan. Dia menganggap serius pekerjaannya sebagai ratu. Dalam pesan ulang tahunnya yang ke-21 (1947) yang disiarkan dari Afrika Selatan, dia membuat janji publik berikut: “Saya menyatakan di hadapan kalian semua bahwa seluruh hidup saya, apakah itu panjang atau pendek, akan dikhususkan untuk melayani kalian dan melayani keluarga kerajaan besar yang menjadi milik kita semua. … Kiranya Allah menolong saya untuk menepati janji saya, dan Allah memberkati kalian semua yang bersedia untuk berbagi di dalamnya.” Dilihat dari sisi manapun, Elizabeth telah memenuhi janjinya. Masalahnya adalah dia hidup di dunia fantasi. Singgasananya adalah fantasi. Dia tidak memiliki otoritas yang nyata. Gerejanya adalah fantasi. Sebagai sebuah institusi, Gereja Inggris adalah nyata, tetapi sebagai sebuah gereja, hanyalah sebuah fantasi. Gereja Inggris tidak memiliki kemiripan dengan gereja yang kita lihat dalam Kitab Suci. Hal yang paling menyedihkan adalah bahwa Injil Elizabeth adalah sebuah fantasi. Dalam pesan Natal tahunannya, yang didengar oleh jutaan orang, satu-satunya Injil yang dia sampaikan adalah Injil kasihilah sesamamu. Dia menyebut Yesus, tetapi hanya sebagai seorang Guru, Teladan, Terang untuk diikuti, bukan Juruselamat dari dosa dan penghakiman. Dia berbicara tentang Tuhan dan kasih-Nya, tetapi dalam konteks kesesatan universalisme. Apa yang dia katakan pada tahun 1997 adalah tipikal: “Santo Paulus berbicara tentang Natal pertama sebagai kebaikan Allah yang mulai memancar atas dunia. Dunia membutuhkan kebaikan itu sekarang lebih dari sebelumnya, kebaikan dan tenggang rasa terhadap orang lain yang melucuti kebencian dan memungkinkan kita untuk bergaul satu sama lain dengan rasa hormat dan kasih sayang. Natal menegaskan kembali bahwa Tuhan bersama kita hari ini, tetapi seperti yang saya temukan lagi untuk diri saya sendiri tahun ini, Dia selalu hadir dalam kebaikan yang ditunjukkan oleh tetangga kita dan dalam kasih teman dan keluarga kita. Tuhan memberkati kalian semua dan selamat Natal.” Ini bukan Injil Yesus Kristus, dan tidak ada kebaikan manusia yang dapat menghapus dosa manusia di hadapan Allah dan menghapus upah dosa, yaitu kematian kekal. Seperti mungkin semua pendahulunya, dan seperti sebagian besar populasi dunia, Ratu Elizabeth menganut agama Kristen sebagai agama, tetapi agama Kristen sebagai agama tidak menyelamatkan. Keselamatan bukan hanya sebuah doktrin untuk dipercaya; melainkan adalah kehidupan baru yang supranatural di dalam Kristus. “Sebab aku telah menyampaikan kepada kalian, sebagai bagian dari hal-hal yang paling utama, apa yang aku telah terima: bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan kitab-kitab suci; dan bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah bangkit pada hari yang ketiga, sesuai dengan kitab-kitab suci” (1 Korintus 15:3-4).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Pandangan Alkitabiah tentang Dunia dan Kesehatan Mental yang Baik

Sumber: www.wayoflife.org

Anak Tuhan yang dilahirkan kembali, yang telah diselamatkan oleh iman di dalam Yesus Kristus, memiliki hak istimewa untuk memahami dan mempercayai Firman Tuhan, dan ini memberikan kesehatan mental yang baik di zaman ketidakpercayaan, skeptisisme, kebingungan, ketidakpastian, gejolak, ketakutan, kebohongan, fitnah, dan keragaman filosofi yang saling bertentangan ini.

Tentu saja, kesehatan mental yang baik tidak datang secara otomatis, bahkan untuk anak-anak Tuhan, hanya karena janji Tuhan tersedia bagi mereka. Janji-janji itu harus “dijadikan milik.” Saya harus menjadikannya milik saya dengan mempelajarinya, memahaminya dengan benar, merenungkannya, dan mempercayainya dalam menghadapi kesulitan. Dan saya harus tinggal di “tempat berkat” dengan berjalan di dalam terang, menaati Tuhan, dan mengakui dosa saya.

Berikut ini adalah contoh manfaat dari pandangan dunia alkitabiah:

Kemenangan atas ketakutan akan penghakiman

Dan inilah kesaksian itu, yaitu Allah telah memberikan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup tersebut ada di dalam PutraNya. 12 Barangsiapa memiliki sang Putra, ia memiliki hidup. Barangsiapa tidak memiliki sang Putra Allah, ia tidak memiliki hidup” (1 Yoh. 5:11-12) [Semua kutipan Perjanjian Baru di artikel ini diambil dari terjemahan Indonesian Textus Receptus / ITR]. “Jadi apakah yang akan kita katakan tentang semua ini? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang melawan kita? Dia yang tidak menyayangkan PutraNya sendiri, melainkan telah menyerahkan Dia bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama dengan Dia? Siapakah yang akan melayangkan gugatan terhadap orang-orang pilihan Allah? Allah yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus yang mati, dan lebih lagi yang bangkit, yang juga ada di sebelah kanan Allah, yang juga sedang berdoa bagi kita?” (Roma 8:31-34).

Kemenangan atas rasa takut kehilangan keselamatan

Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu, dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka, dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan tidak seorang pun akan merebut mereka dari tanganKu. BapaKu, yang telah memberikan mereka kepadaKu, lebih besar dari semua, dan tidak seorang pun dapat merebut mereka dari tangan BapaKu.” (Yoh. 10:27-29).

Kemenangan atas ketakutan akan zaman ini

Continue reading

Posted in Renungan | Leave a comment

Mennonite Meluluskan Resolusi untuk Bertobat dari Mengucilkan Kaum Homoseksual

Pada pertemuan tahunan mereka musim panas ini, Gereja Mennonite USA meluluskan dua resolusi tentang masalah menerima kaum homoseksual yang tidak bertobat sebagai anggota. “Resolusi untuk Pertobatan dan Transformasi,” bertobat dari kerusakan yang dilakukan pada orang-orang LGBTQ dan menyerukan inklusi yang lebih luas, disahkan oleh mayoritas 55,7% (“MC USA Delegate Assembly widens the circle for LGBTQ people,” Mennoniteusa.org, 1 Juni, 2022). Sebuah “resolusi organisasi” memperbarui pedoman keanggotaan sehingga para gembala tidak lagi dilarang melakukan “upacara perjanjian sesama jenis.” Resolusi ini lulus dengan mayoritas 82,8%. Kaum Mennonites menelusuri akar mereka ke Anabaptis Eropa dan Menno Simons (1492-1561) khususnya. Dimulai pada abad ke-17, sejumlah besar Mennonit menetap di Amerika dan Kanada. Mereka terbagi menjadi sekitar 40 kelompok, beberapa lebih konservatif daripada yang lain. Gereja Mennonite USA adalah kelompok terbesar dengan sekitar 530 jemaat dan merupakan yang paling “liberal,” yang berarti paling sesat, karena mereka mengikuti pemikiran manusia daripada Firman Tuhan. (Pada Mei 2022, Konferensi Mennonite Lancaster, dengan 180 jemaatnya, berpisah dari Gereja Mennonite USA karena pandangan mereka yang berubah tentang homoseksualitas.) Ada beberapa kelompok Mennonite yang konservatif dan separatis, termasuk Aliansi Alkitabiah Mennonit, Konferensi Mennonit Konservatif, Gereja Mennonite Pennsylvania Timur, dan Ohio Wisler Mennonite. Ada juga sejumlah kecil Mennonites “orde lama” yang mirip dengan Amish, bepergian dengan kuda dan kereta dan berpakaian biasa dan menghindari anggota yang melanggar aturan.

Posted in Gereja, LGBT | Leave a comment

China “Melikuidasi” Gereja Rumah

Berikut ini dikutip dari “China ‘Liquidates, ‘” Morning Star News, 26 Agustus 2022: “Otoritas di China pada 19 Agustus 2022 secara resmi ‘melikuidasi’ sebuah gereja rumah bersejarah di Xi’an, Provinsi Shaanxi, sebagai bagian dari tindakan keras terhadap gereja-gereja yang menolak untuk bergabung dengan Gereja Tiga-Mandiri yang dikendalikan negara, kata para pembela hak asasi manusia. Gereja Kelimpahan, yang dimulai sekitar 30 tahun yang lalu, telah menjadi sasaran sebagai ‘bidat’ yang dituduh mengumpulkan sumbangan ilegal, tetapi para pejabat menutupnya sebagai ‘organisasi sosial ilegal’ — yaitu yang menolak untuk bergabung dengan Gereja Tiga-Mandiri yang dikendalikan Partai Komunis China (PKC), menurut organisasi hak-hak agama yang berbasis di Italia, Bitter Winter. Penutupan itu tampaknya merupakan bagian dari seruan Presiden China Xi Jinping pada Desember 2021 untuk melakukan tindakan terhadap kelompok agama yang ‘tidak ter-cina-kan’ dan ‘ilegal’, Bitter Winter melaporkan. “Rencana Xi Jinping untuk memaksa semua orang Kristen Protestan untuk bergabung dengan Gereja Tiga-Mandiri yang dikendalikan pemerintah atau menghadapi penangkapan dan likuidasi gereja mereka karena dianggap xie jiao atau kelompok agama ilegal sedang dilaksanakan dengan kejam,” kata kelompok itu. Gereja Kelimpahan diperintahkan untuk menghentikan kegiatan atau anggota dan gembalanya akan ditangkap dan ditahan. Bitter Winter melaporkan bahwa Gembala Gereja Kelimpahan, Lian Changnian, dan putranya, Gembala Lian Xuliang, ditempatkan di bawah ‘pengawasan perumahan di tempat yang ditentukan.’ … Istri dari salah satu gembala yang ditangkap menyatakan, menurut China Aid, bahwa Gembala Lian Xuliang mengalami memar besar akibat pukulan di dahinya. “Matanya merah, dan ada darah kering di sudut matanya,” katanya. ‘Masker wajahnya juga memiliki garis-garis darah. Lengan dan tangannya memar dan bengkak. Tidak diragukan lagi ada penganiayaan fisik oleh orang-orang yang katanya adalah penegak hukum ini selama penegakan hukum mereka.’” [Pada bulan Agustus, pihak berwenang Tiongkok telah menggerebek Gereja Rumah Perjanjian, Gereja Reformasi Sinar Matahari Changchun, dan Gereja Sion di Beijing.]

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Tanaman Memanggil Pertahanan Udara

Berikut ini dari creationmoments.com, 29 Maret 2021: “Penelitian baru menunjukkan bahwa ketika diserang, banyak tanaman membuat bahan kimia yang akan membuat serangga yang memakan mereka itu mengalami gangguan pencernaan yang buruk. Mereka juga tampaknya memperingatkan tetangga mereka tentang serangan itu sehingga tanaman-tanaman sekitar juga memulai pertahanan mereka. Beberapa tanaman bahkan memanggil pertahanan udara. Beberapa tanaman, ketika diserang ulat, mengeluarkan aroma yang para ilmuwan gambarkan sebagai ‘bau daun hijau.’ Bau ini menarik tawon betina tertentu, yang akan bergerak ke tanaman tersebut. Tawon akan menyengat ulat, membuatnya lumpuh. Dia kemudian akan bertelur pada ulat hama itu, yang tetap lumpuh sampai tawon muda yang menetas memakannya. ‘Bau daun hijau’ itu adalah cara tanaman memanggil pertahanan udara. Ini adalah komunikasi antara tanaman dan serangga! Beberapa ahli biologi evolusi marah dengan kecerdasan dan rancangan dalam pengaturan ini. Tanaman seharusnya terlalu sederhana untuk berkomunikasi. Seperti yang dikatakan seorang evolusionis, ini ‘bukan pertahanan melawan apa pun’ … melainkan hanya ‘terjadi begitu saja.’ Saya ingat pernah mencoba alasan seperti itu sebagai seorang anak. Toples kue jatuh ke lantai saat saya mencoba menyelundupkan kue. “Itu terjadi begitu saja,” kataku, seolah toples kue itu hidup di depan mataku yang membelalak dan melompat ke lantai. Ibu saya mengingatkan saya bahwa hal-hal tidak ‘terjadi begitu saja.’ Dan sains mengajarkan kepada kita bahwa hal-hal tidak ‘terjadi begitu saja.’ Bukan saja kita melihat bahwa Tuhan itu ada, kita juga melihat sedikit kasih-Nya dalam menyediakan pertahanan bagi tanaman dan kecerdasan-Nya sebagai pencipta komunikasi. Pengarang: Paul A. Bartz. Ref: Chen, I. 1990. ‘Sekutu pemakan hama: memanggil cadangan,’ Science News, v. 138, 22 & 29 Desember. p. 410.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Jam Pasir dalam Bebatuan

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dari CreationMoments.com, 2 Agustus 2022: “Para geologis yang percaya evolusi menghitung usia bebatuan dengan menggunakan metode yang dikenal sebagai penanggalan radiometrik. Misalnya, penanggalan uranium-timbal bergantung pada perubahan uranium menjadi timbal. Kecepatan mana uranium berubah menjadi timbal tidak linier, namun tetap dapat diukur. Nilai kecepatan ini disebut waktu paruh. Jika kita mengetahui waktu paruh uranium, dan jumlah timbal yang sejak awal ada di dalam batu itu ketika terbentuk, maka kita dapat menghitung umur batu, dengan asumsi tidak ada timbal yang ditambahkan atau dikeluarkan dari batu. batu. Bayangkan sebuah jam pasir. Pasir mengalir dari atas ke bawah. Anda bisa mengukur berapa banyak pasir di bagian atas jam pasir, dan juga berapa banyak di bagian bawah. Terakhir, Anda dapat mengukur kecepatan aliran pasir dari atas ke bawah. Anda mungkin berpikir Anda dapat menggunakan nilai-nilai ini untuk menghitung berapa lama jam pasir telah berjalan, tetapi Anda salah. Ini karena Anda tidak tahu apakah semua pasir bermula dari atas, atau apakah jam pasir itu ada diguncang-guncang pada suatu waktu, yang akan membuat pasir turun lebih cepat. Dengan cara yang sama, para ahli geologi berasumsi bahwa batu beku (igneous rock) terbentuk tanpa timbal di dalamnya, tetapi tidak mungkin untuk mengetahui hal ini dengan pasti. Mereka juga berasumsi bahwa waktu paruh uranium tidak pernah berubah. Tapi kita sekarang memiliki banyak bukti yang menunjukkan bahwa waktu paruh pernah berubah dengan cepat di masa lalu. Pengarang: Paul F. Taylor. Ref: Humphreys, R. (et al), ‘Radioaktivitas dan Usia Bumi,’ (ICR).”

Posted in Science and Bible | Leave a comment