Penelitian Besar Mengkonfirmasi Bahwa Vaksin Tidak Menyebabkan Autisme

(Berita Mingguan GITS 13 April 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Massive Study” Futurism.com, 5 Maret 2019: “Lebih dari dua dekade yang lalu, seorang dokter mempublikasikan sebuah penelitian yang mengklaim bahwa vaksin dapat menyebabkan autisme. Walaupun penelitian ini belakangan telah secara total dibuktikan salah – dan dokter yang melakukannya dicopot dari prakteknya – kepercayaan ini bertahan dalam masyarakat. Kini, sebuah penelitian besar-besaran, terhadap lebih dari setengah juta anak-anak, telah mengkonfirmasi apa yang telah dikatakan oleh komunitas medis selama dua dekade: vaksin tidak menyebabkan autisme. Tetapi di era sekarang ini, ketika teori-teori aneh bisa terus menyebar secara online walaupun ada banyak bukti yang membuktikannya salah, banyak orang yang khawatir bahwa penelitian saja tidak dapat secara efektif menyelesaikan krisis vaksin di dunia. Dalam sebuah tulisan yang diterbitkan hari Selasa, dalam Jurnal Annals of Internal Medicine, para periset dari Statens Serum Institut di Denmark, menggambarkan bagaimana mereka menganalisis data dari sekitar 657.461 anak yang lahir di Denmark antara tahun 1999 dan 2010, dengan cek-up rutin atas kesehatan anak-anak tersebut. Dari semua anak-anak ini, 6.517 didiagnosis dengan autisme. Para periset lalu membandingkan anak-anak yang telah divaksinasi dengan vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella) dalam kelompok itu, dengan anak-anak yang tidak divaksin MMR. Kesimpulan mereka: penelitian secara kuat mendukung bahwa vaksinasi MMR tidak meningkatkan resiko untuk autisme, tidak memicu autisme pada anak-anak yang rentan, dan tidak terhubungkan dengan meningkatkan kasus autisme setelah vaksinasi.’ Tentu saja, ini bukanlah penelitian pertama yang menyimpulkan bahwa vaksin hampir pasti tidak menyebabkan autisme. Namun, ini adalah penelitian yang terbesar dan terpanjang tentang topik ini, dan muncul pas pada waktu ketakutan masyarakat akan vaksin menghasilkan munculnya lagi cacar di seluruh dunia.”

Posted in Kesehatan / Medical | 2 Comments

Gembala Sidang Pantekosta di Afrika Selatan Memalsukan Kebangkitan

(Berita Mingguan GITS 30 Maret 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang gembala sidang Pantekosta di Afrika Selatan telah tertangkap memalsukan suatu kebangkitan (“South Africa funeral firm to sue pastor, for ‘resurrection stunt,’” BBC News, 26 Feb. 2019). Sebuah video tentang Gembala Alph Lukau sedaang membangkitkan seorang lelaki dari kematian, “menjadi viral,” tetapi ternyata, itu adalah suatu hoax. Dalam video tersebut, sang gembala, yang gereja ada di deekat Johannesburg, sedang berdiri di samping seorang lelaki yang terbaring dalam sebuah peti mati, berpura-pura mati. Untuk menambahkan kesan otentik, Lukau memperkenalkan keluarga dan teman-teman dari “orang mati” tersebut. Dia lalu menggerakkan tangannya di atas tubuh orangg mati itu, berhenti secara dramatis, lalu berseru, “Baangkitlah!” Orang tersebut langsung naik duduk, tetapi dengan tatapan mata yang terbelalak, seolah-olah dia kebingungan. Sekelompok direktur rumah duka yang dimanipulasi oleh rekayasa ini menuntut sang gembala. Ini hanyalah peristiwa terbaru dari 100 tahun lebih penipuan, kesesatan, skandal, dan kekacauan yang muncul dari gerakan Pantekosta-Kharismatik. Bermula dari murid-murid sekolah Alkitabnya Charles Parham di Kansas, yang mengklaim berbicara dan menulisa dalam “bahasa lidah” yang mereka klaim adalah bahasa Mandarin, tetapi ternyata bukanlah bahasa apa-apa, dan “paduan suara kudus” Azusa Street yang sebenarnya adalah kekacauan masal. Lihat “Azusa Street and the Birth of Pentecostalism,” www.wayoflife.org/azusa/.

Tuhan Yesus membangkitkan orang mati sebagai tanda bahwa Dia adalah Mesias. Dan Petrus membangkitkan Dorkas dari kematian (Kis. 9:36-42) sebagai “tanda kerasulan” (2 Korintus 12:12). Tidak ada Rasul hari ini; hanya penipu-penipu yang berpura-pura menjadi Rasul. Para Rasul meletakkan dasar dari jemaat-jemaat Perjanjian Baru (Ef. 2:20), menyelesaikan kanon Alkitab, dan pulang kepada Tuhan. Pada saat kedatangan kembali Kristus, mereka akan duduk di atas 12 takhta (hanya 12) menghakimi 12 suku Israel (Luk. 22:30). Kedua belas nama mereka (hanya 12) tertulis di Yerusalem Baru (Wah. 21:14). Kami percaya akan Allah yang melakukan mujizat dan kami telah merasakan mujizat-mujizat selama hampir setengah abad berjalan bersama dengan Dia, tetapi kami tidak percaya akan karunia melakukan tanda dan mujizat untuk hari ini. Dan kami percaya pada kesembuhan sesuai dengan Yakobus 5, tetapi kami tidak percaya dalam karunia penyembuhan hari ini, karena itu berkaitan dengan para Rasul. Walaupun kami telah menghadiri berbagai “KKR kesembuhan” yang dilakukaan oleh berbagai penyembuh Pantekosta yang paling terkenal di zaman ini, kami hanya menyaksikan tidak lain dari kesesatan, kekacauan, dan kepalsuan. Mereka mengklaim hidup dalam kuasa Pentakosta dan memiliki baptisan khusus Roh Kudus dan kuasa rasuli, tetapi mereka tidak bisa menyembuhkan seperti para rasul, mereka tidak bisa membangkitkan orang mati seperti para Rasul, mereka tidak bisa berbicara dalam bahasa-bahasa seperti para Rasul, mereka tidak bisa bernubuat seperti para Rasul, dan mereka tidak memiliki hikmat rohani para Rasul.

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Pengadilan Israel Membebaskan Kain dan Mempersalahkan Elia

(Berita Mingguan GITS 30 Maret 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah persidangan yang dilangsungkan di Israel, November lalu, Elia ditemukan bersalah atas pembunuhan, sedangkan Kain dibebaskan. Persidangan itu dilakukan di Museum Bible Lands di Yerusalem, di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan, dengan tujuan untuk mengaplikasikan standar dan preseden hukum Israel modern kepada perikop-perikop Alkitab. Elia dan Kain dibela oleh pengacara-pengacara top: Elia oleh Avigdor Feldman, dan Kain oleh Zion Amir. Feldman berargumen bahwa Elia harus dibebaskan karena dia bertindak atas nama Allah dan Yudaisme, tetapi Hakim Aylon Infeld memutuskan bahwa “sang tertuduh ditemukan bersalah akan pembunuhan berencana sesuai dengan paragraf 300 dari kode pidana Israel” (“Jerusalem 2018: Biblical Figures on Trial,” Israel Today, Feb. 2019, hal. 4-5). Sementara Kain, pengacaranya berargumen bahwa “teks tidak memberikan indikasi akan suatu rencana sebelumnya untuk melakukan pembunuhan.” Salah satu murid Amir menyatakan bahwa Kain tidak bisa tahu apa efek pembunuhan atas masyrakarat, dan hal ini “cukup untuk suatu pembebasan.” Murid-murid lain berargumen bahwa mungkin Habel juga sama bersalahnya, bahwa dia mengejek Kain karena Allah tidak menerima persembahannya. Ini adalah contoh bagaimana Israel modern menghakimi Firman Allah, bukannya menempatkan diri di bawah otoritas Firman Allah, bagaimana hukum-hukumnya tidak didasarkan pada kebenaran Alkitab, dan bagaimana dia mengikuti pemikiran manusia, bukan Kitab Suci.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Mahkamah Agung AS Berpihak pada Pengadilan Negeri untuk Melawan Kebebasan Beragama

(Berita Mingguan GITS 30 Maret 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Christian B&B Owner Forced to Serve Gay Couples,” CBNNews.com, 19 Mar. 2019: “Mahkamah Agung AS menolak untuk mendengarkan ajuan kasasi dari seorang pemilik motel Kristen yang diperintahkan oleh pengadilan negeri untuk melayani sepasang wanita lesbian, walaupun hal itu melanggar kepercayaan agamanya. Mahkamah Agung menolak ajuan banding tersebut pada hari Senin, jadi mempertahankan keputusan pengadilan negeri yang memenangkan pasangan lesbbian tersebut. Kini, kasus penuntutan itu akan berlanjut untuk menentukan hukuman yang harus dihadapi oleh pemilik bisnis Kristen tersebut. Phyllis Young, pemilik dari Aloha Bed & Breakfast di Honolulu, Hawaii, menolak untuk menyewakan sebuah kamar di rumahnya kepada Diane Cervili dan Taeko Bufford pada tahun 2007, karena kepercayaan imannya tentang pernikahan. Cervili dan Bufford menuntut Young atas tindakannya dan menuduhnya telah mendiskriminasikan mereka seksualitas mereka. Alliance Defending Freedom mewakili Young dan berargumen bahwa karena dia ‘hanya menyewakaan 1-3 kamar di rumah pribadinya, dia tidak masuk di bawah hukum akomodasi publik Hawaii yang membuat diskriminasi orientasi seksual sesuatu yang melanggar hukum.’ Advokat hukum konservatif tersebut juga menunjukkan bahwa Konstitusi (UUD) AS melindungi hak Young untuk tidak mempromosikan perilaku yang bertentangan dengan imannya atau berasosiasi dengan orang-orang yang tidak mau menghargai imannya. Namun, sebuah pengadilan negeri memutuskan bahwa Young melanggar hukum akomodasi publik yang dibuat oleh Komisi Hak Asasi Hawaii. Hukum tersebut beraplikasi kepada pelayanan penyambutan, entertainment, dan transportasi. Hukum mengatakan bahwa adalah ‘ilegal untuk tidak memberikan seseorang akses atau memperlakukan mereka secara tidak sama di suatu tempat akomodasi publik’ karena ‘agama,’ ‘orientasi seksual,’ dan ‘identitas atau ekspresi gender’ seseorang.

Posted in LGBT, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Bukti Sejarah untuk Yesus (Updated)

Oleh: Dr. David Cloud,  Maret 2017 (revisi 22 Februari 2019)
Diterjemahkan: Dr. Steven Liauw

Beberapa orang skeptis yang lebih radikal menyangkal bahwa Yesus adalah seorang tokoh yang benar-benar ada dalam sejarah. Pandangan ini disebut “mitos Yesus.” Sebagai contoh, pada tahun 2012, Timothy Freke menerbitkan buku The Jesus Mysteries: Was the ‘Original Jesus’ a Pagan God?

Berikut ini adalah pembantahan terhadap mitos bahwa Yesus adalah mitos:

 

1. Historisitas Yesus tidak dipertanyakan hingga belakangan ini.

Jika ada keraguan sedikitpun tentang apakah Yesus benar-benar eksis atau tidak, para musuh kekristenan di abad-abad awal sudah pasti akan memakai hal ini untuk menyerang kesahihan kekristenan. Tetapi serangan seperti ini tidak pernah dilakukan.

Ensiklopedia Britannica mengatakan:

“Kisah-kisah yang independen ini membuktikan bahwa di masa-masa kuno, bahkan pada lawan kekristenan sekalipun tidak pernah meragukan historisitas dari Yesus, yang dipermasalahkan untuk pertama kalinya, dan tanpa alasan yang memadai, oleh beberapa penulis di akhir abad 18, selama abad 19, dan pada awal dari abad 20” (“Jesus Christ,” Encyclopedia Britannica, 1974).

Sejarahwan Jaroslav Pelikan mengobservasi:

“Tidak peduli apapun yang seseorang secara pribadi pikirkan atau percayai mengenai Dia, Yesus dari Nazaret telah menjadi tokoh dominan dalam sejarah budaya Barat selama hampir dua puluh abad” (Jesus Through the Centuries, hal. 1).

 

2. Perjanjian Baru, yang adalah saksi utama tentang Yesus, adalah catatan sejarah dengan otoritas tertinggi, bahkan dari sudut pandang sekuler.

Bukti bahwa Perjanjian Baru ditulis segera sesudah kematian Yesus, tidak dapat dibantah. Kita telah mempelajari bukti ini dalam bagian “Sifat Alkitab” (Ini mengacu kepada buku An Unshakeable Faith, yang mengandung juga artikel “Bukti Sejarah untuk Yesus” ini).

Continue reading

Posted in Apologetika, Arkeologi, Kristologi | Leave a comment

Orang Kristen dan Minuman Beralkohol: Pergeseran Nilai (Updated)

Orang Kristen Minum-minum Adalah

Topik yang Memperlihatkan Pergeseran

Perubahan cepat sikap orang Kristen “yang percaya Alkitab” terhadap minum minuman keras adalah salah satu tanda zaman yang jelas.

Ketika Amendemen ke-18 [Undang-Undang AS], yang “melarang pembuatan, penjualan, atau pemindahan minuman yang memabukkan,” disahkan pada Januari 1919, Konvensi Baptis Selatan menyebutnya “kemenangan terbesar bagi reformasi moral di Amerika sejak Deklarasi Kemerdekaan” (“Prohibition and Baptists 100 Years Later,” Baptist Press, 17 Jan. 2019). Mulai dari tahun 1880an, Baptis Selatan [disingkat SBC, Southern Baptist Convention] memimpin kampanye negara bagian maupun nasional untuk pelarangan [minuman keras]. Pada tahun 1896, SBC mengatakan bahwa “tidak ada seorang pun yang boleh dipertahankan dalam persekutuan dengan sebuah gereja Baptis, jika ia terlibat dalam pembuatan atau penjualan minuman beralkohol.” Orang-orang Baptis Selatan “percaya bahwa sulit untuk menemukan faktor tunggal lainnya yang menimbulkan penderitaan, cidera dan kerusakan dalam skala yang sedemikian luas, seperti penggunaan alkohol yang luas.” Setelah Amendemen ke-18 dicabut pada tahun 1933, SBC menegaskan ulang komitmennya “yang tidak berubah” terhadap prinsip “penolakan total” dari minuman alkohol sebagai satu-satunya cara hidup yang masuk akal bagi seorang individu.”

Sejarahwan Baptis, Gregory Wils, mengatakan bahwa sejak pertengahan 1800an, orang-orang Baptis telah berprinsip bahwa “seorang hamba Tuhan yang minum alkohol tidak memenuhi syarat untuk berkhotbah” (The Southern Baptist Theological Seminary 1859-2009).

Pada tahun 1870, The Religious Herald, koran resmi dari kaum Baptis Virginia, mengatakan bahwa “bertarak total dari minuman memabukkan, dengan pembatasan tertentu, dianjurkan oleh kebijaksanaan, pengalaman khalayak ramai, pendapat dari banyak orang yang bijak dan baik, dan oleh penerapan yang baik dari beberapa prinsip Firman Tuhan” (18 Agus. 1870).

Ketika saya seorang bocah yang tumbuh besar di sebuah gereja Baptis Selatan, para Injili dan Baptis di Amerika tidak pergi minum-minum dan tidak pergi ke bar. Ada pengecualian, tetapi jarang. Sekolah-sekolah seperti Wheaton dan Baylor memiliki aturan yang tidak memperbolehkan minum-minum.

Pada tahun 1960an, oleh karena pengaruh dari filosofi Injili Baru yang anti-separasi dan longgar, para Injili mulai menerima “minum-minum sosial.” Pada tahun 1978, Richard Quebedeaux mendokumentasikan perubahan dramatis yang sedang terjadi waktu itu di dalam tubuh Injili, hanya 30 tahun setelah berkobarnya semangat “Injili Baru.” Dia mengamati bahwa “kebudayaan luas telah berpengaruh mendalam terhadap gerakan Injili secara keseluruhan” (The Worldly Evangelicals, 1978, hal. 115). Walaupun Quebedeaux tidak menghubungkannya, ini sesungguhnya adalah hasil dari penolakan terhadap separasi. Dia mengatakan:

Continue reading

Posted in New Evangelical (Injili), Separasi dari Dunia / Keduniawian | 12 Comments

Minyak dari Pohon yang Mati dengan Cepat

(Berita Mingguan GITS 2 Februari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 21 Nov. 2017: “Berbagai organisasi perhutanan memiliki masalah besar dengan kumbang-kumbang. Kumbang Mountain Pine menginfestasi banyak pohon konifer di Amerika Serikat Barat. Rupanya, 40 juta acre hutan telah dirusak oleh binatang-binatang ini. Sejenis jamur bisa masuk ke dalam pohon bersama dengan kumbang tersebut, dan jamur ini bisa mengganggu transportasi air dan nutrien. Kumbang tersebut menaruh telurnya di kulit pohon, dan larva kumbang juga dapat menyebabkan pohon tersebut mati. Seolah hal ini belum cukup buruk, perusahaan-perusahaan perhutanan lalu akan kesulitan untuk menghilangkan pohon-pohon ini sebelum mereka menimbulkan kerusakan lebih lanjut karena kebakaran hutan. Namun, kayu dari pohon-pohon ini, kemungkinan akan terpecah dan rusak, dan sering sudah ternodai oleh hadirnya kumbang dan jamur. Para ilmuwan di Universitas Washington telah menemukan suatu solusi yang sangat pintar. Kayu yang rusak itu masih bisa dipakai sebagai bahan bakar. Jadi, Fakultas Ilmu Lingkungan dan Hutan dari Universitas Washington telah menemukan cara untuk memanaskan kayu ini, dan material organik lainnya, dengan suhu yang sangat tinggi, tanpa perlunya oksigen. Perlakuan ini akan menghasilkan sejenis minyak bahan bakar, yang berbentuk cairan coklat tua. Bahan bakar ini telah dipakai di beberapa negara untuk memanaskan bangunan, seperti rumah sakit. Jenis minyak yang berbeda akan memiliki komposisi yang berbeda. Walaupun tidak pasti ada kemiripan yang dekat antara minyak dari kayu ini, dengan minyak petroleum, proses ini minimal mendemonstrasikan bahwa bahan bakar minyak tidak memerlukan jutaan tahun untuk terbentuk. Dengan cara yang sama, minyak petroleum tidak memerlukan jutaan tahun, tetapi dapat terbentuk dalam situasi yang muncul pada waktu Air Bah. Ref: ‘More efficient way to make oil from dead trees,’ ScienceDaily, 2 Mei 2017.

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Gubernur New York Merayakan Undang-Undang Aborsi Baru yang Mengizinkan Pembunuhan Bayi-Bayi Hingga Saat Kelahiran

(Berita Mingguan GITS 2 Februari 2019, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “NY Governor Cuomo Celebrates,” The Daily Wire, 23 Jan. 2019: “Pada hari Selasa, Gubernur New York, Andrew M. Cuomo, dengan hati yang gembira bahwa badan legislatif New York telah meluluskan Undang-Undang Kesehatan Reproduksi, yang akan mengizinkan ibu-ibu untuk membunuh (maaf, maksudnya mengaborsi) bayi-bayi mereka, sampai dengan saat kelahiran, merayakan legalisasi pembunuhan ini dengan memerintahkan agar puncak menara di One World Trade Center, Jembatan Gubernur Mario M. Cuomo, Jembatan Kosciuszko, dan Bangunan Alfred E. Smith di Albany, semua dinyalakan lampu merah dadu pada malam Selasa. Cuomo terkekeh-kekeh, “Undang-undang Kesehatan Reproduksi adalah suatu kemenangan historis bagi rakyat New Yorkk dan bagi nilai-nilai progresif kita. Menghadapi pemerintah federal yang berniat untuk membatalkan Roe vs. Wade (Editor: ini adalah keputusan pengadilan yang melegalkan aborsi di seluruh AS) dan hak-hak reproduksi wanita, saya berjanji bahwa kita akan menjalankan legislasi yang kritis ini dalam 30 hari pertama sesi baru – dan kita sungguh telah melakukannya. Saya memerintahkan agar tempat-tempat bersejarah di New York dinyalakan lampu merah muda untuk merayakan pencapaian ini dan menyinari terang ke depan menjadi contoh bagi bagian-bagian negara ini yang lain.’ …Cuomo telah sejak lama memperjuangkan pembunuhan bayi-bayi yang belum lahir dan sangat merendahkan orang-orang yang pro-life (Editor: pro-kehidupan dan menentang aborsi), dengan mengatakan bahwa orang-orang demikian ‘tidak memiliki tempat di negara bagian New York.’”

Posted in Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Rangkuman Pendek Inkuisisi Roma Katolik

Oleh Dr. David Cloud (Penerjemah: Dr. Steven Liauw)

Berikut ini dirangkum dari pembelajaran tentang Inkuisisi Roma Katolik dalam buku A History of the Churches from a Baptist Perspective, tersedia dari Way of Life Literature:

Inkuisisi secara formal dimulai pada abad ke-13 untuk mengendalikan orang-orang yang berada dalam jangkauan Gereja Roma Katolik. (Inkuisisi artinya interogasi, penyelidikan). Sampai akhirnya, inkuisisi akan merambah ke hampir semua sudut Eropa dan lebih jauh lagi, ke berbagai daerah yang ditaklukkan oleh Spanyol dan negara-negara Katolik lainnya yang melakukan kolonisasi.

Inkuisisi adalah alat Roma untuk menegakkan hukum-hukumnya. Adalah ilegal untuk tidak setuju dengan doktrin-doktrin dan praktek-praktek Roma, untuk memberitakan doktrin lain apapun selain doktrin Roma, dan untuk menerjemahkan atau membaca Alkitab dalam bahasa umum tanpa izin dari otoritas Katolik. Orang-orang yang melanggar ditangkap, dianiaya, dilucuti harta miliknya, dan dimatikan.

Pada masa pemerintahan Paus Innocent III (1198-1216) inilah Inkuisisi Roma Katolik menjadi suatu institusi yang terorganisir dan sistematis. “Penganiayaan agamawi mengambil bentuk-bentuk baru. Zamannya Innocent menjadi salah satu zaman teror terhadap semua kebebasan berpikir dan beribadah” (William Blackburn, History of the Christian Church from Its Origin, hal 307).

Continue reading

Posted in Katolik, Penganiayaan / Persecution | 8 Comments

Asosiasi Psikologi Amerika Mendeklarasikan Maskulinitas “Secara Psikologis Berbahaya”

(Berita Mingguan GITS 19 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “American Psychological Association,” 8 Jan. 2019, frontpagemag.com: “Revolusi budaya berjalan sedemikian cepat, sehingga ia mulai kehabisan bahan. Dalam lima tahun terakhir, kelompok Kiri telah memeluk supremasi rasial, menolak biologi, mendukung anti-semitisme, dan mendeklarasikan bahwa sains adalah konspirasi ras putih yang patriarkis. Apa yang tersisa? APA (Asosiasi Psikologi Amerika) kini mengklaim bahwa ‘maskulinitas tradisional adalah berbahaya secara psikologis.’ ‘Penekanan utama dari riset selanjutnya adalah bahwa maskulinitas tradisional – ditandai oleh stoikisme, sifat bersaing, dominasi, dan agresi – adalah, secara keseluruhannya, berbahaya,’ klaim APA. Garis-garis pedomannya yang baru bersikukuh bahwa, ‘gender mengacu kepada pengalaman dan karakteristik psikologis, sosial, dan budaya, yang terasosiasikan dengan status sosial perempuan atau lelaki.’ Jika gender hanyalah suatu pola pikir, maka maskulinitas dengan mudah dapat dijadikan suatu penyakit mental. Inilah yang terjadi jika orang-orang yang sakit jiwa yang berbalik menjadi penguasa rumah sakit jiwa APA.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment