Gereja di Kalifornia Diprotes Karena Memasang Kata-Kata Bahwa Homoseksualitas Adalah Dosa

(Berita Mingguan GITS 19 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “California Church Enrages LGBT Community,” The Stream, 7 Jan. 2019: “Para pemrotes berdemonstrasi melawan sebuah gereja di Kalifornia utara, menuntut agar gembala sidangnya menurunkan sebuah pesan di depan gereja yang mereka percayai adalah kebencian terhadap komunitas LGBT. Pesan yang prominen tersebut, yang dipasang oleh Justin Hoke, gembala sidang dari Gereja Trinity Bible Presbyterian, berbunyi ‘Bruce Jenner adalah seorang laki-laki. Homoseksualitas masih adalah dosa. Budaya bisa berubah. Alkitab tidak berubah.’ Pesan itu membuat para warga LGBT di Siskiyou County menjadi marah, dan mereka berkumpul di luar gereja pada hari Minggu untuk menuntut sang gembala menurunkan pesan itu dan menyimpan kepercayaan seperti itu di dalam tembok-tembok gereja. Namun Hoke berargumen bahwa pesan itu bukanlah kebencian dan bahwa ia mengekspresikan pengajaran Alkitabiah tentang gender dan seksualitas. ‘… sangatlah buruk untuk menyebut pesan ini sebagai penuh kebencian,’ kata Hoke. ‘Tidak ada kebencian sama sekali dalam pesan ini.’ ‘Orang-orang menjadi marah karena kami mengatakan bahwa hal ini salah, sejak dulu sudah salah, dan sekarang masih salah menurut Allah kami,’ tambah Hoke. …Hoke mengatakan, karena adanya berbagai protes, dia berencana untuk mempertahankan pesan itu hingga demonstrasi berhenti. Kalayjian dan para pemimpin protes lainnya menerima tantangan itu, dan berkata bahwa mereka akan protes di luar gereja setiap Minggu sampai sang gembala menurunkan pesan tersebut. FOLLOW-UP: Gembala Hoke mengundurkan diri dari penggembalaan Gereja Trinity Bible Presbyterian setelah anggota-anggota gereja mengancam akan pergi. Dia mengatakan, “Mulai hari ini, saya bukan lagi gembala dari Gereja Trinity Bible Presbyteria. …telah diputuskan demi kepentingan terbaik gereja lokal ini bahwa kami berpisah. Saya mau menambahkan ini, saya tidak mau pergi, saya juga tidak mau mundur, dan saya sebenarnya siap untuk tinggal.” Dia menolak tawaran bantuan finansial, dan berkata bahwa dia tidak mau “menggunakan 5 menit ketenaran ini sebagai kesempatan untuk menarik simpati dan maksud baik orang-orang lain.” Dia menambahkan, “Tuhan telah menyediakan kebutuhan saya. Tolong doakan agar Allah akan membuka lebih banyak lagi pintu bagi saya untuk memberitakan Injil, hanya itu yang saya mau dan perlukan.”

Posted in LGBT | 1 Comment

Waktu Renungan Sang Pengkhotbah

(Berita Mingguan GITS 19 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Pengkhotbah yang efektif akan memakai waktu pembelajaran Alkitab dan doanya di pagi hari, dan menganggapnya seperti hukum kerajaan Media Persia. D. Martyn Lloyd-Jones mengatakan, “Saya telah selalu merasa, dan semakin lama semakin yakin, bahwa salah satu aturan terbesar bagi seorang pengkhotbah adalah untuk mengamankan waktu pagi. Buatlah ini menjadi suatu aturan absolut. Usahakan untuk mengembangkan suatu sistem, yang dengannya anda tidak tersedia untuk ditelpon pada pagi hari; biarkan istrimu atau orang lain menerima pesan-pesan untuk anda, dan beritahukan orang-orang yang menelpon bahwa anda tidak sedang santai. Kita harus secara literal berjuang demi hidup kita dalam hal ini!” (Preaching and Preachers, hal. 166, 167). John Henry Jowett berkomentar, “Dengan segenap hati saya memberikan nasihat ini: jadilah sistematis seperti seorang pebisnis. Masuklah dalam ruang belajar anda pada jam yang ditentukan, dan hendaklah jam tersebut sama paginya dengan seorang pebisnis pergi ke gudangnya atau kantornya. …Saya bisa melihat dan mendengar pada pebisnis di jemaat saya ketika mereka berangkat pagi untuk mendapatkan roti mereka pada hari itu. Dan apakah Pelayan mereka akan ketinggalan dalam usahanya mencari Roti Hidup? Apakah dia akan berbaring dan berleha-leha sepanjang hari, dipermalukan oleh orang-orang yang katanya ia pimpin, dan apakah kemalasannya akan mengganggu pelayanan kudus ketika ‘para domba yang lapar memandang dan tidak mendapat makanan’? Biarlah sang pelayan, saya katakan, serius seperti sang pebisnis. Biarlah dia menggunakan sistem dan metode, dan biarlah dia sangat memperhatikan ketepatan waktu dalam kebiasaan pribadinya dalam melayani Tuhan, sama seperti jika dia masuk kantor pemerintah dalam tugas untuk negaranya. Dan kepada keteraturan, biarlah dia menambahkan rasa proporsi. Baiklah dia mempertimbangkan perbandingan nilai berbagai hal. Biarlah dia menempatkan hal-hal yang utama sebagai yang pertama, dan baiklah dia mencurahkan kesegaran tenaganya untuk hal-hal yang vital dan penting. Gentlemen, semua ini akan memberikan upah, dan upahnya akan baik sekali” (The Preacher: His Life and Work).

Posted in Ministry, Renungan | Leave a comment

“Jangan Masukkan Allah dalam Kotak”?

(Berita Mingguan GITS 12 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah wawancara video dengan The Gospel Coalition, J. D. Greear, Presiden dari Southern Baptist Convention (SBC, Konvensi Baptis Selatan) mengatakan bahwa Allah masih dapat berbicara dengan suara audibel kepada orang percaya hari ini, dan tidak terbatas pada berbicara melalui Kitab Suci (“Southern Baptist President,” BreakingChristianNews.com, 4 Jan. 2019). Greear mengatakan bahwa dia “tidak akan pernah menaruh Allah dalam sebuah kotak mengenai apa yang Ia bisa lakukan hari ini.” Ini adalah posisi Pantekosta sejak awal gerakan ini. “Jangan taruh Allah dalam kotak” selalu dimaksudkan untuk berarti bahwa Allah dapat melakukan segala jenis hal yang tidak kita jumpai dalam Alkitab, misalnya membuat orang berjatuhan, menempelkan mereka ke lantai seperti kena lem, membuat mereka berbicara ngaco ngalor-ngidul, tertawa histeris tiada henti, bergoncang-goncang dan kejang-kejang, mengaum seperti singa dan meringkik seperti keledai, dan berkeliaran seperti orang mabuk. “Jangan taruh Allah dalam kotak” telah selalu menjadi lagu tema bagi orang-orang yang tidak mau dibatasi oleh Kitab Suci.

Mantan tokoh Pantekosta, Hughie Seaborn, berkomentar sebagai berikut: “Konvensi Baptis Selatan tidak lama lagi akan sepenuhnya kharismatik. Allah bisa melakukan apa saja yang Ia inginkan, tetapi Ia tidak akan menentang FirmanNya, dan FirmanNya dalam Ibrani 1:1-2 memberitahu kita bahwa, ‘pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi [yang menerima mimpi, penglihatan, dan suara-suara audibel], maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya [melalui hal yang sempurna itu, yaitu Firman Allah yang tertulis].’ Mimpi-mimpi, penglihatan-penglihatan, dan suara-suara audibel adalah subjektif dan penuh dengan penipuan yang berbahaya. Bagaimanakah kita bisa tahu dengan pasti siapa yang berbicara kepada kita, bahkan jika yang kita terima sama dengan Alkitab? Iblis banyak berbicara hal-hal yang benar, tetapi ia selalu memiliki agenda. Firman Allah yang tertulis adalah satu-satunya keamanan yang kita miliki di hari-hari terakhir yang berbahaya ini. J. D. Greear adalah seseorang yang berbahaya. Ketika mereka berkata bahwa mereka ‘tidak mau menaruh Allah dalam kotak mengenai apa yang Ia dapat lakukan hari ini,’ sebenarnya yang mereka katakan adalah mereka tidak mau Allah ‘menaruh mereka dalam kotak.’ Ini adalah isu sebenarnya dengan kelompok ini. Isu sebenarnya bukanlah ‘Jangan beritahu saya apa yang Allah bisa dan tidak bisa lakukan,’ tetapi adalah ‘Jangan beritahu saya apa yang saya bisa dan tidak bisa lakukan.’ Mereka tidak suka batasan-batasan yang diterapkan oleh Kitab Suci ke atas diri mereka.”

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Baptis Selatan dan Kharismatikisme

(Berita Mingguan GITS 12 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Gerakan kharismatik telah menyebar di dalam Konvensi Baptis Selatan sejak akhir 1980an, dan kecepatan penyebarannya telah meningkat seiring dengan berlalunya dekade demi dekade. Pada April 1995, majalah Charisma melaporkan bahwa dua profesor di Southern Baptist Theological Seminary (William Hendricks dan Tim Webber), mendorong gereja-gereja untuk tidak takut akan gerakan kharismatik. Hendricks, direktur dari program doktoral di Southern tersebut, mengatakan, “Kita tidak seharusnya merasa diserang atau terancam oleh suatu pengalaman, perspektif, atau pemahaman alternatif tentang Roh Kudus,” dan memperingatkan bahwa jika anda melawan gerakan kharismatik, “anda bisa jadi melawan pengalaman yang sah dari Roh.” Pada bulan Maret 1999, sebuah laporan majalah Charisma berjudul “Menggoncang Tradisi Baptis Selatan” memberikan banyak contoh jemaat-jemaat Baptis Selatan yang kharismatik. Pada waktu itu, gembala-gembala Baptis Selatan seperti Jack Taylor, Ron Phillips, dan Gary Folds, menyambut kekacauan tidak alkitabiah yang terjadi di Gereja Toronto Airport di Ontario dan Sidang Jemaat Allah Brownsville di Pensacola, Florida. “Kebangkitan rohani” ini mengambil bentuk berbicara dengan suara-suara tidak jelas, jatuh ke lantai, berguling-guling di lantai, menggonggong seperti anjing, mengaum seperti singa, meringkik seperti keledai, kena setrum listrik, tergoncang-goncang, kejang-kejang, dan pengalaman-pengalaman aneh lainnya yang tidak memiliki dukungan Alkitab. Sejak saat itu, Konferensi Minyak dan Anggur Segar yang dibuat oleh Ron Phillips di Central Baptist Church di Hixon, Tennessee, telah mempromosikan kesesatan-kesesatan kharismatik. Salah satu pembicaranya adalah Rodney Howard-Browne, yang dijuluki “bartender Roh Kudus.” Gembala sidang Baptis Selatan, Dwain Miller, dari Second Baptist Church di El Dorado, Arkansas, bernubuat bahwa Allah akan memakai Phillips “untuk membawa pembaharuan kepada 41.000 gereja-gereja Baptis Selatan.” Phillips memberitahu koran Tennessean bahwa ia pertama kali mengalami berbahasa lidah ketika dia sedang tidur! Pada tahun 2008, Phillips menghitung sejumlah 500 gereja-gereja dalam jaringan kharismatiknya (“Charismatic Southern Baptist Churches,” Baptist Standard, 30 Okt. 2008). James Robison, yang pernah menjadi seorang penginjil Baptis Selatan yang berapi-api dan berkhotbah melawan liberalisme theologis dari sekolah-sekolah Baptis Selatan dan keduniawian dari gereja-gerejanya, mendapatkan pengalaman kharismatik pada tahun 1979 dan menjadi seorang ekumenis kharismatik yang bergandengan tangan dalam persekutuan dan pelayanan dengan orang-orang Roma Katolik yang “dibaptis Roh” dan memuji Paus Yohanes Paulus II sebagai “salah satu perwakilan moralitas yang terbaik di bumi ini.” Bill Sharples mengundurkan diri dari penggembalaan di sebuah gereja Baptis Selatan setelah menerima gerakan bahasa lidah, tetapi 25% dari pertemuan-pertemuan yang dia adakan tetap di gereja-gereja Baptis Selatan dan dia mengklaim bahwa 15 sampai 20 persen dari orang-orang Baptis Selatan yang dia temui, terbuka terhadap gerakan kharismatik. Pada November 2005, Badan Misi Asing Baptis Selatan, memungut suara untuk melarang para misionari mereka untuk berbicara dalam bahasa lidah, tetapi Jerry Rankin, kepala dari Badan tersebut, berkata bahwa ia telah berbicara dalam “bahasa doa pribadi” selama 30 tahun. Betapa kebingungan dan kekacauan yang mendalam! Berbicara dalam sebuah kebaktian chapel di Southwestern Baptist Theological Seminary pada tahun 2006, Gembala Dwight McKissic, seorang pengawas, memberitahu para mahasiswa bahwa ia berbahasa lidah dalam “kehidupan doa pribadinya” dan telah melakukan itu sejak tahun 1981, ketika ia seorang murid seminari (“Southwestern Trustee’s Sermon on Tongues Prompts Response,” Baptist Press, 30 Agus. 2006). Pada Mei 2015, Badan Misi International Baptis Selatan, membalikkan kebijakannya yang sebelumnya, dan kini menerima misionari yang berbahasa “lidah,” selama mereka tidak “mengganggu” (“FAQs on Missionary Appointment Qualifications,” IMB Policy 200-1, IMB.org). Salah satu jembatan utama dari gerakan kharismatik untuk masuk ke dalam gereja-gereja dan rumah-rumah Baptis Selatan adalah musik Kristen kontemporer. Buku Himne Baptis Selatan edisi 2008 mengandung banyak sekali lagu-lagu yang ditulis kaum kharismatik. Sekitar 75 dari 100 lagu kontemporer teratas, masuk di dalamnya. Lagu-lagu ini adalah jembatan langsung ke “gereja” esa sedunia. Saya tidak tahu ada satupun artis musik Kristen kontemporer yang prominen yang secara praktek menentang gerakan kharismatik dan ekumenisme, dan itu termasuk keluarga Getty. Karena Konvensi Baptis Selatan menolak untuk secara konsisten melawan kesalahan ini, maka seluruh adonan akan terus terkhamiri. Alkitab memperingatkan bahwa “sedikit ragi mengkhamirkan seluruh adonan.” Ini benar untuk dosa (1 Kor. 5:6), dan juga benar untuk doktrin yang salah (Gal. 5:9). Dan dalam beberapa tahun lagi, [karena banyak gereja Baptis Independen sekarang bermain-main dengan musik Kristen kontemporer] akan ada orang yang menulis tentang masuknya “bahasa lidah” dan fenomena kharismatik lainnya di antara kaum Baptis Independen.

Posted in Gereja, Kharismatik/Pantekosta, Sejarah dan Doktrin Baptis | 1 Comment

Kapal Nuh yang Tidak Mungkin

(Berita Mingguan GITS 12 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 14 Des. 2018: “Menurut Alkitab, Bahtera Nuh berukuran panjang 150 meter, lebar 25 meter, dan tinggi 15 meter. Ia dibuat dari sejenis kayu yang disebut kayu gofir. Bisa jadi ini kayu laminasi [hasil manufaktur], tetapi yang jelas adalah kayu. Namun, para peragu mengklaim bahwa bahkan hari ini kapal-kapal kayu tidak bisa dibuat sebesar itu karena kayu tidak cukup kuat untuk menahan tekanan yang dihasilkan oleh struktur sebesar itu; mereka berkata bahwa hanya besi yang bisa menahan tekanan tersebut. Tentu saja, itu tidak benar. Para penulis kuno memberitahu kita tentang suatu pertempuran laut pada tahun 280 SM, dan di dalamnya ikut berpartisipasi kapal Leontifera. Mereka menggambarkan Leontifera dengan cukup mendetil. Mereka memberitahu kita bahwa kapal itu mengangkut 1.600 pendayung, dengan tambahan lagi 1.200 prajurit. Dari hal-hal ini dan detil-detil lainnya, Leontifera diperkirakan memiliki panjang antara 130 hingga 170 meter. Plutarch memberitahu kita tentang sebuah kapal lain yang dibuat sekitar tahun 294 SM, yang memiliki dua kali lebih banyak pendayung daripada Leontifera. Pada akhir abad ketiga SM, Ptolemy Philopator membuat sebuah kapal yang memerlukan 400 pelaut, ditambah 4.000 pendayung, untuk dapat dioperasikan. Dengan tambahan prajurit lagi di atasnya, kapal itu mengangkut 7.250 orang. Kapal perang ini berukuran 130 meter panjangnya, lebih lebar dari bahtera Nuh, dan kira-kira sama tingginya. Alkitab dapat dipercaya dalam segala yang diajarkan, bahkan ketika berbicara tentang fakta sejarah atau dunia alam yang dipelajari oleh limu pengetahuan. Ref: Creation, 6-8/00, hal. 46-48, ‘The Large Ships of Antiquity.’”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Paus Fransiskus Mendeklarasikan Bahwa Penyembahan Maria Tidaklah Opsional dan Bahwa Maria Harus Disambut ke dalam Hidup Kita

(Berita Mingguan GITS 5 Januari 2019, sumber: www.nowtheendbegins.com dan www.christiannews.net)

Artikel dan gambar disadur dan diterjemahkan dari “Pope Francis Declares In Mass On Tuesday That Worshipping Mary Is ‘Not Optional’ And That She ‘Provides All Blessings’ As The Mother Of God” (https://www.nowtheendbegins.com/pope-francis-declares-in-mass-tuesday-worshipping-mary-not-optional-she-provides-all-blessings-catholic-church/). Jorge Bergoglio, yang juga dikenal sebagai ‘Paus Fransiskus,’ memimpin para Roma Katolik, pada hari Selasa lalu, untuk memperingati sebuah hari raya yang disebut “The Solemnity of Mary, Mother of God.” Di dalam peringatan tersebut ia mengekspresikan harapan bahwa Maria akan “melindungi” umatnya selama tahun baru, dan mengklaim bahwa dalam masa-masa kesusahan, manusia bukan saja seharusnya “menatap ibu kita tersebut,” tetapi juga mengizinkan Maria menatap mereka, karena dia adalah “kehidupan kita, kebaikan kita dan pengharapan kita.”

Saya akan memulai dengan mengatakan bahwa sebelum saya diselamatkan, saya adalah seorang Roma katolik selama 30 tahun hidup saya. Saya mengenyam 12 tahun pendidikan di sekolah Katolik, diajar oleh para suster dan imam, dan menjadi seorang putra altar selama 3 tahun, dengan setia menghadiri misa dan menyembah Maria dan Yesus, dengan urutan seperti itu, seperti sebagaimana saya diajarkan. Lalu saya diselamatkan, dipenuhi oleh Roh Kudus, membuka Alkitab, dan rasa mual karena telah dibohongi selama tahun-tahun itu menerpa saya.

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”(Yoh. 14:6).

Coba lihat foto Paus Fransiskus sedang menyembah di hadapan patung “sang ibu dan anak”, perhatikan dengan baik. “Yesus” Roma Katolik digambarkan sebagai bayi kecil yang lemah yang memerlukan ibunya untuk berfungsi. Maria digambarkan bagi kita sebagai “mediatrix semua kasih karunia,” padahal tidak ada lagi yang bisa lebih jauh dari kebenaran. Tidak ada seorang pun, satu manusia atau oknum pun dalam Alkitab, yang pernah berdoa kepada Maria. Tidak ada satu orang pun yang dalam Alkitab mencoba berbicara kepada Maria setelah dia meninggal. Tidak ada satu orang Kristen pun tercatat yang meminta sesuatu kepada Maria, bahkan selama ia masih hidup. Lebih lanjut lagi, pada hari Pentakosta Maria ada di ruang atas bersama 120 murid lainnya, tetapi ia hadir sebagai seorang murid biasa, sebagai partisipan yang tidak bersuara. Tidak tercatat ia menyumbangkan input apapun.

Continue reading

Posted in Katolik | Leave a comment

Pemerintah Cina Menutup Gereja-Gereja Besar dengan Kekerasan

(Berita Mingguan GITS 29 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut in disadur dari “Hong Kong Christians Protest Brutal China Crackdown,” Breitbart, 23 Des. 2018: “Pada tanggal 9 Desember, pasukan keamanan Cina melaksanakan serangkaian penyerbuanyang terkoordinasi pada Gereja Early Rain Covenant (Gereja PerjanjianHujan Awal), salah satu gereja rumah yang paling menonjol di Cina.Mereka menangkap sebanyak seratus anggota, termasuk Gembala Wang Yidan istrinya. Menurut Gina Goh, manajer International ChristianConcern untuk daerah Asia Tenggara, para pejabat memukuli, menyiksa,dan menahan makanan dan penggunaan WC terhadap para tahanan Kristen.Beberapa orang Kristen diseret di atas tanah, diinjak, diikat padakursi, dan ditarik rambutnya hingga lepas dari kulit kepala mereka,kata Goh. Enam hari kemudian, para pejabat mengulangi tindakan yangsama pada Gereja Rongguili di Guangzhou, gereja terbesar yang tidakterdaftar di Cina selatan. Para pejabat lokal menutup gerejatersebut, sambil menghentikan sebuah kelas Alkitab anak-anak yangsedang berlangsung, dan menyita sekitar 4000an buku-buku rohani.Serbuan-serbuan pra-Natal ini adalah bagian dari penyerangan yangsemakin meningkat terhadap gereja-gereja rumah dan orang-orangKristen yang tidak berizin, sebagai bagian dari usaha rezim Xi untukmemastikan kontrol yang absolut terhadap semua aktivitas rohani dinegara tersebut. Sejauh tahun ini berlangsung, sudah ada lebih dari10.000 kasus orang Kristen ditahan di Cina, dibandingkan dengan hanyasedikit lebih dari 3.000 kasus di tahun lalu, menurut Bob Fu dariChina Aid, sebuah organisasi Kristen berbasis AS yang nirlaba.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

ATP Penting untuk Kehidupan

(Berita Mingguan GITS 29 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Seeing the Non-existent: Evolution’s Myths and Hoaxes, David Cloud: “Sel hidup mendapatkan energi dari ATP (Adenosine TriPhosphate), yang diproduksi di dalam mitokondria sel tersebut, oleh suatu motor generik yang luar biasa yang disebut ATP Synthase. Tanpa ATP, tidak akan ada kehidupan biologis, dan tanpa motor ATP, tidak akan ada ATP. Satu trilyun trilyun dari motor-motor kompleks ini dapat dimuat pada sebuah kepala jarum. Motor-motor ini biasanya berputar dengan kecepatan 10.000 rpm, dan menghasilkan gaya torsi yang luar biasa, dengan setiap putarannya menghasilkan tiga molekul ATP. ‘Tubuh manusia menghasilkan ATP seberat tubuhnya setiap hari, dihasilkan oleh trilyunan motor-motor ini. Dan para ATP ini dengan cepat sekali dikonsumsi untuk menggerakan berbagai reaksi biokimia yang vital, termasuk sintesis DNA dan protein, kontraksi otot, perpindahan nutrien dan impuls saraf. Suatu organisme tanpa ATP adalah seperti mobil tanpa bensin. Sianida sedemikian beracun persis karena ia menghentikan produksi ATP. …karena energi adalah vital bagi kehidupan, kehidupan tidak mungkin berevolusi sebelum motor ini berfungsi sempurna. Ini adalah masalah yang lebih mendasar lagi: seleksi alam, per definisi, adalah pembedaan reproduksi, jadi memerlukan entitas-entitas yang bisa mereproduksi diri sendiri sejak awalnya. Namun reproduksi diri memerlukan ATP untuk menyediakan energinya! Demikian juga ekspresi dari informasi yang dipilih. Jadi, bahkan jika serangkaian langkah-langkah gradual dapat dibayangkan mencapai puncak dari Gunung Mustahil ini, tidak ada seleksi alam yang memungkinkan pendakian tersebut. Ini karena semua bentuk peralihan hipotetis tidaklah memiliki energi dan dengan demikian mati’ (Jonathan Sarfati, By Design, hal. 135, 136). Shem Dharampaul, M.D., mengobservasi: “Dalam jalur glikolitik yang menghasilkan ATP, diperlukan input dua molekul ATP untuk menghasilkan empat molekul ATP (dengan produk netto dua molekul). Ini adalah skenario klasik ayam dan telur. Dari mana dua molekul pertama muncul?” Penjelasan grafis dengan sintesis ATP dapat dilihat di

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Gereja Inggris Menawarkan Seremoni Seperti Baptisan bagi Kaum Transgender

(Berita Mingguan GITS 22 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Church of England,” CNSNews.com, 13 Des. 2018: “Membuktikan bahwa mereka terus berubah untuk mengikuti zaman, Gereja Inggris telah mengumumkan bahwa kini mereka akan menawarkan seremoni-seremoni seperti baptisan kepada orang-orang transgender, yaitu orang-orang yang menyangkali jenis kelamin biologis mereka – misal seorang lelaki yang mengklaim dia seorang wanita – dan mau ‘dibaptis ulang’ dalam identitas jenis kelamin dan nama mereka yang baru. Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah menciptakan kita dalam gambarNya, lelaki dan perempuan, tetapi Gereja Inggris merasa mereka bisa lebih canggih dari Allah. Keputusan untuk menawarkan seremoni “Affirmation of Baptismal Faith” yang baru, diambil oleh Dewan Uskup di Inggris, pada Senin 3 Desember. … Dalam seremoni itu, ‘sang pelayan meletakkan tangannya pada kandidat, menyebut nama mereka, dan berdoa untuk mereka,’ demikian lapor The Telegraph. Affirmation of Baptismal Faith memungkinkan orang-orang untuk ‘memperbaharui komitmen yang telah dibuat pada saat dibaptis dan di muka umum, dan menyediakan ruang bagi orang-orang yang telah mengalami perubahan besar untuk me-re-dedikasikan hidup mereka kepada Yesus Kristus,’ menurut para uskup. Dokumen Bimbingan bagi Affirmasi menyatakan, ‘Bagi seorang yang trans, ketika ia dipanggil secara liturgis oleh sang pelayan untuk pertama kalinya dengan nama pilihan mereka sendiri, itu bisa jadi adalah momen yang penuh kuasa dalam kebaktian.’ Dokumen bimbingan itu juga mengklarifikasi bahwa ‘pendeta diarahkan untuk memanggil para lelaki dengan nama perempuan mereka yang baru, dan para perempuan dengan nama lelaki mereka yang baru,’ demikian lapor LifeSiteNews. …Dr. Paul R. McHugh, mantan kepala psikiatri di RS Johns Hopkins, dan yang kini menjabat sebagai Profesor Distinguished Service di bidang Psikiatri, mengatakan bahwa transgenderisme adalah suatu penyakit mental yang memerlukan penanganan, bahwa perubahan jenis kelamin itu ‘tidak mungkin secara biologis,’ dan bahwa orang-orang yang mempromosikan operasi ganti kelamin sedang membantu dan mempromosikan suatu penyakit mental. ‘Perubahan jenis kelamin secara biologis tidaklah mungkin,’ kata McHugh. ‘Orang-orang yang menjalani operasi ganti kelamin tidak berubah dari lelaki menjadi wanita atau sebaliknya. Melainkan, mereka menjadi lelaki yang kewanita-wanitaan, atau wanita yang kelaki-lakian. Mengklaim bahwa ini adalah perihal hak asasi dan mempromosikan intervensi operasi, pada kenyataannya sama dengan memperparah dan mempromosikan suatu kelainan mental.’”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT | Leave a comment

Klaim Palsu Bahwa Mempertahankan Definisi Ilmiah Jenis Kelamin Akan Menambah Tingkat Bunuh Diri di Antara Kaum Transgender

(Berita Mingguan GITS 22 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Petition to Uphold the Scientific Definition of Sex in Federal Law and Policy,” www.ipetitions.com, 4 Des. 2018: “Klaim bahwa mempertahankan definisi ilmiah dari jenis kelamin akan meningkatkan angka bunuh diri di kalangan transgender, adalah palsu. …Swedia adalah negara yang mendukung transgender, dan telah mengadopsi hukum dan kebijakan yang mencampuradukkan jenis kelamin dengan identitas gender. Namun demikian, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para periset di sana tahun 2011, menemukan bahwa angka bunuh diri yang berhasil dilakukan di kalangan orang-orang dewasa yang telah menjalani operasi ‘pengukuhan gender,’ adalah 19 kali lebih tinggi dari populasi umum (“Long-Term Follow-Up of Transsexual Persons Undergoing Sex Reassignment Surgery: Cohort Study in Sweden,” PloS One 6, 2011). Jelas sekali, pengukuhan transgenderisme tidak mencegah bunuh diri, dan bahkan ironisnya bisa memperparah kesehatan emosional dari individu-individu ini secara jangka panjang.”

Posted in LGBT | Leave a comment