Beberapa Rahasia dari Migrasi Kupu-Kupu

(Berita Mingguan GITS 26 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Seeing the Non-existent: Evolution’s Myths and Hoaxes, David Cloud, copyright 2011: “Para ilmuwan mulai mempelajari beberapa rahasia biologis yang memungkinkan terjadinya migrasi. Mereka telah menemukan bahwa kupu-kupu menggunakan kombinasi dari kompas matahari, petunjuk-petunjuk dari terang cakrawala, sebuah jam sirkadian, dan sensor magnetik untuk mempertahankan arah mereka (‘Brain GPS Illuminated in Migratory Monarch,’ Science Daily, 27 Jan. 2011; ‘Monarch Butterflies Reveal a Novel Way in Which Animals Sense Earth’s Magnetic Field,’ Science Daily, 27 Jan. 2010). Para ilmuwan juga menemukan bahwa antena kupu-kupu berperan penting dalam migrasi (‘Migrating Monarch Butterflies Nose Their Way to Mexico,’ Science Daily, 24 Sept. 2009). Laporan-laporan seperti ini terkadang membanggakan diri bahwa migrasi kupu-kupu monarch kini telah ‘terpecahkan,’ tetapi jelas itu omong kosong. Pertama, hanya hal-hal yang paling mendasar dari migrasi yang saat ini telah dipahami. Lebih lanjut lagi, memahami hal-hal mendasar biologis dari migrasi sama sekali tidak dapat menjelaskan hal-hal yang sangat ajaib, misalnya bagaimana suatu mekanisme yang sangat kompleks dapat berevolusi atau bagaimana ia bisa terbentuk melalui proses metamorfosis atau bagaimana suatu serangga dapat tahu di mana ia tepatnya berada di muka bumi dalam suatu perjalanan migrasi (misal, generasi-generasi yang ditelurkan dalam pertengahan proses migrasi) dan ke mana ia perlu pergi dari sana. William Pelletier, Ph.D., mengobservasi, ‘Bayangkan anda menemukan sebuah unit GPS kecil yang dapat bernavigasi 3.000 mil pada suatu destinasi dengan akurasi sampai sepuluh kaki. Akankah anda percaya jika seseorang mengklaim bahwa sistem ini terjadi dengan sendirinya melalui perubahan-perubahan acak selama jutaan tahun? Bagaimana jika GPS ini ditemukan, bukan di tepi jalan, tetapi di dalam otak kupu-kupu monarch yang hanya sebesar kepala jarum? Apakah tempat unit ini ditemukan, baik itu di jalan ataupun di otak kupu-kupu, mengubah kesimpulan jelas bahwa instrumen demikian pastilah didesain oleh suatu intelijensi super?’(William Pelletier, Ph.D., ‘Insect GPS,’ Bible-Science Guy, 1 Jan. 2010).”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Kedutaan AS Dibuka di Yerusalem

(Berita Mingguan GITS 19 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 14 Mei, Kedutaan AS secara resmi dibuka di Yerusalem, menggenapi pernyataan Presiden Donald Trump pada Desember 2017, yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Acara pembukaan, yang dilaksanakan pada hari yang tepat 70 tahun setelah Presiden Harry Truman mengakui negara Israel yang baru pada tahun 1948, dihadiri oleh anak putri Trump, Ivanka, dan suaminya Jared Kushner, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, dan beberapa anggota Kongres AS. Ivanka berkata, “Mewakili presiden ke-45 Amerika Serikat, kami secara resmi menyambut kalian untuk pertama kalinya ke kedutaan Amerika Serika, di sini di Yerusalem, ibukota Israel.” Melalui sebuah presentasi video, Presiden Trump mengatakan, “Israel adalah sebuah negara berdaulat yang memiliki hak-hak, seperti negara-negara berdaulat lainnya, untuk menentukan ibukotanya sendiri. Namun untuk banyak tahun kita telah gagal untuk mengakui hal yang sudah jelas, realita yang terang, bahwa ibukota Israel adalah Yerusalem.” Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, “Betapa hari yang agung. Ingatlah momen ini. Ini adalah sejarah. Presiden Trump, dengan anda mengakui sejarah, anda telah membuat sejarah.” Kedutaan tersebut saat ini sedang berlokasi di bangunan yang selama ini dipakai untuk pelayanan konsulat. Sebuah lapangan dekat kedutaan AS telah diberi nama Lapangan Amerika Serikat oleh Walikota Yerusalem, Nir Barkat. Dia mengatakan, “Ini caranya Yerusalem membalas kasih sang presiden dan rakyat Amerika Serikat yang berdiri bersama negara Israel. Presiden Trump memutuskan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota negara Yahudi, berdiri pada sisi kebenaran sejarah, dan melakukan hal yang benar” (“Square Near U.S. Embassy,” The Jerusalem Post, 10 Mei 2018).

Kembalinya Israel ke tanah mereka sekarang adalah penggenapan bagian pertama nubuat tentang tulang belulang kering dalam Yehezkiel 37, yang menggambarkan “kebangkitan” Israel di antara bangsa-bangsa dalam dua tahapan. Pertama, dia akan dibangkitkan dalam kondisi yang masih mati rohani, lalu dia akan bertobat (Yeh. 37:7-10). Israel sudah kembali ke tanah untuk membangun Bait Ketiga dan untuk membuat perjanjian dengan Antikristus sebagai penggenapan dari nubuat tentang minggu ke-70 dalam Daniel (Dan. 9:27). Ketika saya ada di Israel, saya merasa seolah seluruh tempat itu bergetar dalam antisipasi akan hal-hal ini, tetapi kendali atas waktu dan saat ada di tangan Tuhan, dan 2 Petrus 3:9 mengatakan bahwa Dia menunggu keselamatan jiwa-jiwa. “Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali” (2 Tes. 2:7-8).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | 4 Comments

Gereja Episkopal Menghilangkan “Suami dan Istri” dari Liturgi Pernikahan

(Berita Mingguan GITS 19 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Gereja Episkopal di Amerika Serikat, yang adalah gereja ultra-liberal, berencana untuk menghilangkan istilah-istilah yang dianggap menyakiti kaum homoseksual dari liturgi pernikahan mereka. Kata-kata “persatuan suami dan istri” akan diganti dengan “persatuan dua orang” dan istilah “untuk melahirkan anak-anak” akan diganti dengan “kasih karunia anak-anak” (yang merefleksikan adopsi anak oleh pasangan sama jenis). Gereja Episkopal, yang adalah bagian dari Komuni Anglikan seluruh dunia, telah berjalan di jalur ini untuk waktu yang lama. Denominasi ini tidak pernah menjadi gereja Perjanjian Baru menurut pemahaman dan standar Perjanjian Baru, dan mereka semakin dibanjiri oleh liberalisme theologis sejak awal abad 20. Pada tahun 1960, Uskup Episkopal, James Pike, mengatakan bahwa doktrin Tritunggal adalah doktrin yang “kuno, tidak dapat dipahami, dan tidak esensial” (The Christian Century, 21 Des. 1960). Setelah tuduhan kesesatan dilayangkan pada Pike pada tahun 1967, Gereja Episkopal membuat suatu resolusi yang menyatakan semua kesesatan itu sudah ketinggalan zaman. Pada tahun 1976, John Spong, ditahbiskan sebagai uskup dari wilayah Episkopal di Newark, New Jersey, walaupun dia menyangkali hampir semua doktrin iman Kristiani. Pada tahun 1985, Jesus Seminar didirikan dengan dukungan kuat dari kaum Episkopal, termasuk Marcus Borg dari Oregon State University. Seminar ini secara jahat mengklaim bahwa Yesus hanya mengucapkan sekitar 20% dari hal-hal yang dituliskan seolah dari mulut Yesus dalam Perjanjian Baru, dan bahwa Yesus yang digambarkan dalam Alkitab, secara garis besar adalah fiksi. Pada tahun 1993, sebuah survei terhadap hampir 20.000 anggota Episkopal, menunjukkan bahw tujuh puluh persen percaya “orang-orang Kristen yang setia bisa secara seksual aktif sebagai gay dan lesbian” (Christian News, 1 Nov. 1993). Tujuh puluh lima persen setuju hidup bersama lawan jenis tanpa pernikahan. Dalam bukunya, Rescuing the Bible from Fundamentalism, tahun 1991, Spong mengatakan bahwa Rasul Paulus adalah “seorang homoseksual yang ter-represi yang membenci dirinya sendiri.” Pada tahun 1998, Spong mengatakan, “Saya akan memilih untuk membenci, bukan menyembah, allah yang menuntut pengorbanan putranya” (Christianity Today, 15 Juni 1998). Pada April 2003, uskup Episkopal, Charles Bennison, mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah seorang berdosa (Worthy News, 14 April 2003). Dua bulan setelah itu, Wilayah Keuskupan New Hampshire memilih uskup pertama dalam sejarah Gereja Episkopal yang secara terbuka adalah homoseksual (V. Gene Robinson). Pada Juni 2006, sidang nasional Gereja Episkopal di Amerika Serikat, mayoritas besarnya melakukan voting untuk melawan sebuah resolusi yang berbunyi, “suatu komitmen yang tak berubah kepada Yesus Kristus sebagai anak Allah, satu-satunya nama yang olehnya manusia dapat diselamatkan.” Dalam khotbah-khotbah pertamanya setelah dipilih menjadi uskup yang menjabat di Gereja Episkopal, tahun 2006, Katharine Jefferts Schori menyebut “ibu kita Yesus.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT | Leave a comment

Kata-Kata yang Mengubah Hidup – Kemuliaan

(Berita Mingguan GITS 12 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Untuk memahami Alkitab, para pelajar harus memahami kata-kata dalam Alkitab. Ini hal yang mendasar. Seorang pelajar Alkitab yang efektif akan mempelajari Alkitabnya bersamaan dengan sebuah kamus Alkitab yang baik. Saya telah mempelajari Alkitab selama 45 tahun, dan saya rasa tidak ada satu hari pun yang telah lewat, di mana saya tidak melakukan semacam pembelajaran kata. Berikut ini adalah definisi-definisi dari Way of Life Encyclopedia of the Bible & Christianity, dengan beberapa update yang akan muncul dalam edisi di masa depan. KEMULIAAN dipakai dalam minimal tujuh cara dalam Alkitab: (1) Kemuliaan mengacu kepada pujian (Luk. 2:14; 17:18; Kis.. 12:23; 1 Kor. 2:7; 10:31; Ep. 1:6). (2) Kemuliaan mengacu kepada kekudusan, kemahatinggian Allah, dan kesempurnaan karakterNya (Yoh. 1:14; Rom. 1:23; 3:23). (3) Kemuliaan mengacu kepada kehebatan dan kekayaan seorang raja dan kerajaannya (Mat. 6:29; 19:28; 25:31; Yoh. 12:41; 17:5, 22, 24; Rom. 9:23; Kol. 3:4). (4) Kemuliaan mengacu kepada terang brilian yang mengelilingi kehadiran Allah (Kel. 16:10; 40:34, 35; Im:6, 23; Bil. 14:10; 1 Raj. 8:11; 2 Taw. 7:1-3; Yeh. 10:4; Mar. 13:26; 9:29-31; Luk. 2:9; Wah. 1:16; 21:11, 23). (5) Kemuliaan mengacu kepada keindahan (Yes. 28:1; 63:1). Ketika Alkitab mengatakan bahwa orang percaya akan ada bersama Kristus dalam kemuliaan, hal ini mengacu kepada semua yang di atas – pujian, kehebatan, kekayaan, trang, dan keindahan yang ada dalam hadirat dan kerajaan Kristus. (6) Kemuliaan mengacu kepada memegahkan diri (1 Kor. 1:29, 31; 3:21; 4:7; 5:6; 2 Kor. 5:12; Gal. 6:13). (7) Kemuliaan mengacu kepada seorang saksi, suatu bukti (2 Kor. 8:23). Para pembawa berita gereja-gereja yang setia, adalah “kemuliaan Kristus,” yang berarti mereka menyaksikan kasih dan karuniaNya, mereka adalah saksi-saksi akan karakterNya yang murah hati dalam penebusan dan pengudusan.

Posted in Renungan | Leave a comment

Intelijensi dalam Tangan Manusia

(Berita Mingguan GITS 12 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Made in His Image: The Connecting Power of Hands,” R. Guliuzza, M.D., Institute for Creation Research: “Gerakan jari-jari manusia sangatlah hebat dalam hal ketepatan dan kecepatan. Waktu rata-rata yang dibutuhkan seseorang untuk membuat pilihan biasa antara dua hal, adalah sekitar setengah detik. Tetapi gerakan jari bisa jauh lebih cepat – bahkan lebih cepat dari yang secara fisik dimungkinkan jika hanya menggunakan mekanisme umpan balik sensorik-motorik yang ada pada tubuh. Untuk mendapatkan kecepatan jari yang paling tinggi, sensor dan pikiran sadar diperkuat di otak melalui suatu fungsi antisipasi untuk tiap-tiap gerakan jari individual, yang disebut rencana depan, yang sangatlah kompleks dan bersifat bawah sadar. Bukti menunjukkan bahwa sistem saraf pusat memprediksikan hasil yang terbaik dari setiap gerakan jari beberapa gerakan di depan dari kondisi sekarang. Jadi, seorang pengetik yang mahir akan secara visual memproses hingga delapan karakter ke depan dan kemudian – dalam antisipasi – rencana depan untuk gerakan-gerakan otot sudah akan meng-commit-kan otot-otot jari untuk melakukan aksi kira-kira tiga karakter ke depan dari huruf yang sekarang sedang ditekan. Waktu antara penekanan satu huruf ke huruf lain biasanya bisa serendah 60 milidetik. Yang menarik, kecepatannya paling tinggi jika huruf-huruf yang berturut-turut adalah antara jari-jari pada tangan yang berbeda. Jadi bayangkan banyaknya data mental yang dikalkulasikan oleh seorang pianis yang mahir yang dapat memainkan 20 hingga 30 not secara berturut-turut dengan tiap tangan setiap detiknya – yaitu sekitar 40 milidetik antara tiap not – karena sistem saraf melaksanakan suatu rencana depan (mengatur kecepatan, arah, tekanan, durasi, dll.) untuk setiap jari secara bersamaan dan meng-update semua rencana setelah setiap gerakan jari. Rencana ini dikompilasikan dalam serebelum (otak kecil), yang, jika diperlukan, akan mempertahankan memori akan rencana tersebut. Ini menjadi bagian integral dari pembelajaran suatu keahlian. Sejauh ini, belum ada batasan yang ditemukan tentang berapa jumlah rencana yang dapat disimpan dalam memori.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Pohon yang “Ter-mumi-kan” Sebagai Bukti Lagi tentang Air Bah

(Berita Mingguan GITS 5 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Mummified Trees,” OneNewsNow.com, 9 Jan. 9, 2018: “Baru-baru ini telah diumumkan bahwa satu tim ilmuwan telah menemukan pohon-pohon yang terfosilisasi di benua yang tertutup es. Mereka menaksir bahwa pohon-pohon itu sekitar 280 juta tahun umurnya dan terpelihara hingga ke level seluler setelah terkubur dengan cepat dalam debu volkanik – terpelihara sedemikian baiknya, sehingga asam-asam amino, balok-balok penyusun yang adalah bangunan dasar pohon, dan protein, masih dapat di-ektraksi. Tetapi Dr. Tim Clarey dari Institute for Creation Research mengatakan bahwa penjelasan yang lebih literal dan alkitabiah, dan yang cocok dengan keilmuan, adalah bahwa fenomena ini hasil dari Air Bah yang dicatat dalam Perjanjian Lama. Dia menjelaskan bahwa hal terpenting yang ditemukan oleh para ilmuwan adalah bahwa pohon-pohon ini memiliki protein asli di dalamnya. ‘Ini bukanlah hasil dari pembekuan dan pemeliharaan yang lama,’ dia memberitahu OneNewsNow. ‘Benda-benda ini dikuburkan di dalam batu. Sama seperti dinosaurus-dinosaurus. Benda-benda ini dikatakan berusia 68-150 juta tahun; dalam kasus ini, bahkan dikatakan sekitar 280 juta tahun,’ dia berlanjut – lalu bertanya: ‘Bagaimana mungkin ada protein asli yang bertahan sedemikian lama?’ … ‘Ini adalah contoh lain dari Antartika yang menunjukkan bahwa daerah itu pernah memiliki iklim yang lebih hangat suatu waktu,’ dia nyatakan. ‘Benua itu tidak selalu penuh es – itu barulah terjadi setelah Air Bah selesai dan Zaman Es muncul. Dalam pendapat kami, di ICR, hal ini cocok sekali dengan yang Alkitab beritahukan dalam Kitab Kejadian.’ Dia juga berkata bahwa mencoba untuk menjelaskan ini dalam sistem ‘usia tua’ (jutaan tahun), sangatlah sulit – dan dia berargumen bahwa penemuan protein-protein asli adalah bukti ilmiah dan empiris yang menunjukkan bahwa dunia ini tidak setua yang dipercayai oleh para ilmuwan sekuler.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Rapper Menyebut “Takut Akan Tuhan” Suatu “Mentalitas Kuno”

(Berita Mingguan GITS 5 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah tweet pada tanggal 21 April, rapper Kanye West mengatakan, “Saya tidak setuju dengan istilah dan konsep takut akan Tuhan. Ini adalah mentalitas kuno yang pernah dipakai untuk mengendalikan orang. Kita sekarang di masa depan. Jika Allah itu kasih dan kasih adalah lawan dari ketakutan, maka … takut akan Allah tidak masuk akal.” Takut akan Allah disebut lebih dari 80 kali dalam Kitab Suci. Ia adalah “permulaan hikmat” (Maz. 111:10). Ia sama dengan “membenci kejahatan” (Ams. 8:13). Takut akan Allah kompatibel dan tidak bertentangan dengan kasih Allah, karena Allah juga adalah kudus dan adil dan bajik. Takut akan Allah bukanlah hanya suatu konsep Perjanjian Lama. Orang percaya Perjanjian Baru diinstruksikan, “Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah” (2 Kor. 7:1), dan “Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut” (Ibr. 12:28). West digambarkan sebagai Yesus yang memakai mahkota duri pada sampul majalah Rolling Stone tahun 2006. Albumnya pada tahun 2013 diberi judul Yeezus, yang adalah pelesetan dari nama kecil West, Yeezy, dan nama Yesus. Gambar sampul majalah itu adalah West sedang dimahkotai sebagai raja oleh malaikat-malaikat. Dalam lagu “I Am a God,” dia nge-rap, “Saya baru saya bicara dengan Yesus, dan dia berkata, ‘Apa kabar, Yeezus?’ / … Saya tahu Dia Mahatinggi / Tetapi saya tinggi yang dekat / … saya seorang allah.” The Book of Yeezus: A Bible for the Modern Day, yang diterbitkan tahun 2015, adalah suatu versi kitab Kejadian yang menggantikan setiap kata Allah dengan nama sang rapper itu. West menikah dengan seorang icon pop dan mantan nodel Playboy, Kim Kardashian. Pernikahan mereka diselenggarakan oleh gemba sidang sebuah gereja emerging, Rich Wilkerson Jr., dari Vous Church, dekat Miami. Ya, West mengklaim dirinya orang Kristen. Dia adalah “Kristen” modern yang tipikal, yang digambarkan oleh nubuat dalam 2 Timotius 4:3-4. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Pertemuan Historis Antara Kedua Pemimpin Korea

(Berita Mingguan GITS 5 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Untuk pertama kalinya sejak akhir Perang Korea, tahun 1953, seorang pemimpin Korea Utara menginjakkan kaki pada tanah Korea Selatan. Hal ini terjadi pada Jumat pagi, 27 April, ketika diktator Korea Utara, Kim Jon Un, menyeberangi perbatasan di Panmunjom, ke dalam sektor Korea Selatan untuk bertemu dengan Presiden Moon Jae-in. Kim menulis dalam buku tamu di tempat pertemuan itu, “Suatu sejarah baru dimulai sekarang – pada titik permulaan sejarah dan era perdamaian.” Pada bulan Mei atau Juni, Kim dicanangkan akan bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump. Ini akan menjadi pertama kalinya seorang pemimpin Korea Utara bertemu dengan seorang Presiden AS yang sedang menjabat, sejak Perang Korea. Tentu bisa saja semua hal ini tidak membawa dampak apa-apa, tetapi bisa juga memimpin kepada semakin terbukanya Korea Utara dan pengenduran berbagai hukum yang keras menentang kebebasan beragama di sana. Maka hal itu akan menjadi jawaban atas doa-doa banyak orang-orang kudus yang telah memohon kepada Tuhan untuk mengizinkan pemberitaan Injil secara terbuka di negeri yang telah lama diperbudak itu. Kim Jong Un adalah cucu dari Kim Il-sung, yang mendirikan dinasti Kim pada tahun 1948. Di Korea Utara, mereka disebut Garis Keturunan Gunung Paektu. “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Tim. 2:1-4).

Posted in Berita Mingguan | Leave a comment

Peringatan 70 Tahun Negara Israel Modern

(Berita Mingguan GITS 28 April 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Negara Israel modern didirikan pada tanggal 14 Mei 1948. Ini adalah penggenapan nubuat kuno Yehezkiel 37, tentang Lembah yang penuh dengan tulang kering, yang mengajarkan bahwa Israel akan kembali dari diaspora-nya, yang digambarkan dengan deskripsi suatu lembah kematian, dalam dua tahap. Dalam tahap pertama, mereka akan kembali dalam kondisi yang masih mati rohani (ayat 7-10). Ayat 8 berkata, “… lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, TETAPI MEREKA BELUM BERNAFAS” (Yeh. 37:8). Ini persis adalah Israel hari ini, persis seperti nubuatan. Israel modern menjadi latar belakang penggemapan bagian-bagian akhir dari nubuat Daniel tentang 70 minggu (Dan. 9:24-27), yang menggambarkan keseluruhan program Tuhan bagi Israel sejak masa pembuangan Babilonia hingga kedatangan Kristus yang kedua. Nubuat itu secara spesifik dikatakan berkaitan dengan umat Daniel, yaitu Israel, dan secara spesifik dikatakan adalah mengenai menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran Israel, mengakhiri dosanya, dan mendatangkan keadilan kekal, yang akan mulai terjadi pada kedatangan kembali Kristus (ay. 24). Melalui nubuat ini kita tahu bahwa satu minggu nubuat, yaitu tujuh tahun, masih tersisa dari program Allah bagi Israel, dan pada permulaan masa 7 tahun itu, Antikristus akan bangkit dan membuat suatu perjanjian tujuh tahun dengan banyak di Israel; dan pada pertengahan masa 7 tahun itu, ia akan melanggar perjanjian itu dan menajiskan Bait Ketiga dan menyebabkan pengorbanan yang telah dimulai kembali di dalamnya untuk berhenti. Hal ini akan memulai setengah terakhir dari masa 7 tahun itu, yang disebut Kesusahan Besar dalam Perjanjian Baru (Matius 24:15-22). Adanya Israel modern adalah salah satu persiapan untuk peristiwa-peristiwa ini. Israel kini ada di tanahnya, secara parsial dikembalikan dari bangsa-bangsa. Mereka sedang bersiap membangun Bait Ketiga. Mereka sedang menantikan seorang Mesias yang akan mendatangkan perdamaian dan membangun kembali Bait, yang adalah definisi sempurna dari Antikristus pada awal pemerintahannya. Hal-hal ini baru bisa terjadi jika Israel kembali ke tanah itu dalam kondisi yang belum bertobat, karena Israel yang telah bertobat tidak akan mungkin menerima sang mesias palsu. Sungguh, drama nubuat sudah siap dimulai!

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | 2 Comments

Sistem Hidrologi

(Berita Mingguan GITS 28 April 2018, sumber: www.wayoflife.org)

“Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya” (Yer. 10:13). Dalam menggambarkan kuasa dan hikmat Allah, Alkitab mengacu kepada sistem hidrologi yang hebat. (Lihat juga Ayub 38:25-30, 34, 35 dan Amos 5:8). Yeremia menyebut “bunyi air di langit” (mengacu kepada awan-awan yang mengandung volume air yang sangat besar); “menaikkan kabut awan dari ujung bumi” (mengacu kepada proses kondensasi dan evaporasi dan evapotranspirasi, yang mengangkat air ke atas dari permukaan bumi); “kilat” (kilat adalah bagian esensial dari sistem hidrologi, walaupun baru dipahami secara samar-samar oleh sains modern; kilat adalah suatu elemen elektrifikasi dari sistem awan, dan melaluinya “awan-awan badai di-charge seperti kapasitor raksasa di langit”; kilat menghantam bumi sekitar 100 kali per detik; ia mengandung hingga satu milyar volt listrik, bisa lima kali lebih panas dari matahari, dan dapat bergerak dengan kecepatan 100 juta mil per jam); “serta dengan hujan” (mengacu kepada kembalinya air ke bumi melalui presipitasi air), “angin” (yang mengendalikan pergerakan awan dan mempengaruhi presipitasi). Melalui siklus global hidrologi, air, yang adalah essensial untuk kehidupan, dimurnikan dan di-distribusikan ulang dan diperbaharui. Pada inti dari semua ini adalah elemen air itu sendiri yang ajaib, yang mampu berubah bentuk antara cair, uap, dan es. Yeremia mengatakan bahwa Allah mengendalikan semua ini. “Ia memperdengarkan suaraNya…Ia menaikkan….Ia membuat…..mengeluarkan.” Semua proses ini tidaklah “alami” dalam pengertian telah berevolusi atau memiliki kehidupan mereka sendiri. Sang Pencipta bukanlah Allah yang absen. Dia menopang segala sesuatu (Ibr. 1:3). Segala sesuatu ada di dalam Dia (Kol. 1:17).

Posted in Science and Bible | Leave a comment