Pertemuan Historis Antara Kedua Pemimpin Korea

(Berita Mingguan GITS 5 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Untuk pertama kalinya sejak akhir Perang Korea, tahun 1953, seorang pemimpin Korea Utara menginjakkan kaki pada tanah Korea Selatan. Hal ini terjadi pada Jumat pagi, 27 April, ketika diktator Korea Utara, Kim Jon Un, menyeberangi perbatasan di Panmunjom, ke dalam sektor Korea Selatan untuk bertemu dengan Presiden Moon Jae-in. Kim menulis dalam buku tamu di tempat pertemuan itu, “Suatu sejarah baru dimulai sekarang – pada titik permulaan sejarah dan era perdamaian.” Pada bulan Mei atau Juni, Kim dicanangkan akan bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump. Ini akan menjadi pertama kalinya seorang pemimpin Korea Utara bertemu dengan seorang Presiden AS yang sedang menjabat, sejak Perang Korea. Tentu bisa saja semua hal ini tidak membawa dampak apa-apa, tetapi bisa juga memimpin kepada semakin terbukanya Korea Utara dan pengenduran berbagai hukum yang keras menentang kebebasan beragama di sana. Maka hal itu akan menjadi jawaban atas doa-doa banyak orang-orang kudus yang telah memohon kepada Tuhan untuk mengizinkan pemberitaan Injil secara terbuka di negeri yang telah lama diperbudak itu. Kim Jong Un adalah cucu dari Kim Il-sung, yang mendirikan dinasti Kim pada tahun 1948. Di Korea Utara, mereka disebut Garis Keturunan Gunung Paektu. “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Tim. 2:1-4).

Posted in Berita Mingguan | Leave a comment

Peringatan 70 Tahun Negara Israel Modern

(Berita Mingguan GITS 28 April 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Negara Israel modern didirikan pada tanggal 14 Mei 1948. Ini adalah penggenapan nubuat kuno Yehezkiel 37, tentang Lembah yang penuh dengan tulang kering, yang mengajarkan bahwa Israel akan kembali dari diaspora-nya, yang digambarkan dengan deskripsi suatu lembah kematian, dalam dua tahap. Dalam tahap pertama, mereka akan kembali dalam kondisi yang masih mati rohani (ayat 7-10). Ayat 8 berkata, “… lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, TETAPI MEREKA BELUM BERNAFAS” (Yeh. 37:8). Ini persis adalah Israel hari ini, persis seperti nubuatan. Israel modern menjadi latar belakang penggemapan bagian-bagian akhir dari nubuat Daniel tentang 70 minggu (Dan. 9:24-27), yang menggambarkan keseluruhan program Tuhan bagi Israel sejak masa pembuangan Babilonia hingga kedatangan Kristus yang kedua. Nubuat itu secara spesifik dikatakan berkaitan dengan umat Daniel, yaitu Israel, dan secara spesifik dikatakan adalah mengenai menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran Israel, mengakhiri dosanya, dan mendatangkan keadilan kekal, yang akan mulai terjadi pada kedatangan kembali Kristus (ay. 24). Melalui nubuat ini kita tahu bahwa satu minggu nubuat, yaitu tujuh tahun, masih tersisa dari program Allah bagi Israel, dan pada permulaan masa 7 tahun itu, Antikristus akan bangkit dan membuat suatu perjanjian tujuh tahun dengan banyak di Israel; dan pada pertengahan masa 7 tahun itu, ia akan melanggar perjanjian itu dan menajiskan Bait Ketiga dan menyebabkan pengorbanan yang telah dimulai kembali di dalamnya untuk berhenti. Hal ini akan memulai setengah terakhir dari masa 7 tahun itu, yang disebut Kesusahan Besar dalam Perjanjian Baru (Matius 24:15-22). Adanya Israel modern adalah salah satu persiapan untuk peristiwa-peristiwa ini. Israel kini ada di tanahnya, secara parsial dikembalikan dari bangsa-bangsa. Mereka sedang bersiap membangun Bait Ketiga. Mereka sedang menantikan seorang Mesias yang akan mendatangkan perdamaian dan membangun kembali Bait, yang adalah definisi sempurna dari Antikristus pada awal pemerintahannya. Hal-hal ini baru bisa terjadi jika Israel kembali ke tanah itu dalam kondisi yang belum bertobat, karena Israel yang telah bertobat tidak akan mungkin menerima sang mesias palsu. Sungguh, drama nubuat sudah siap dimulai!

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | 2 Comments

Sistem Hidrologi

(Berita Mingguan GITS 28 April 2018, sumber: www.wayoflife.org)

“Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya” (Yer. 10:13). Dalam menggambarkan kuasa dan hikmat Allah, Alkitab mengacu kepada sistem hidrologi yang hebat. (Lihat juga Ayub 38:25-30, 34, 35 dan Amos 5:8). Yeremia menyebut “bunyi air di langit” (mengacu kepada awan-awan yang mengandung volume air yang sangat besar); “menaikkan kabut awan dari ujung bumi” (mengacu kepada proses kondensasi dan evaporasi dan evapotranspirasi, yang mengangkat air ke atas dari permukaan bumi); “kilat” (kilat adalah bagian esensial dari sistem hidrologi, walaupun baru dipahami secara samar-samar oleh sains modern; kilat adalah suatu elemen elektrifikasi dari sistem awan, dan melaluinya “awan-awan badai di-charge seperti kapasitor raksasa di langit”; kilat menghantam bumi sekitar 100 kali per detik; ia mengandung hingga satu milyar volt listrik, bisa lima kali lebih panas dari matahari, dan dapat bergerak dengan kecepatan 100 juta mil per jam); “serta dengan hujan” (mengacu kepada kembalinya air ke bumi melalui presipitasi air), “angin” (yang mengendalikan pergerakan awan dan mempengaruhi presipitasi). Melalui siklus global hidrologi, air, yang adalah essensial untuk kehidupan, dimurnikan dan di-distribusikan ulang dan diperbaharui. Pada inti dari semua ini adalah elemen air itu sendiri yang ajaib, yang mampu berubah bentuk antara cair, uap, dan es. Yeremia mengatakan bahwa Allah mengendalikan semua ini. “Ia memperdengarkan suaraNya…Ia menaikkan….Ia membuat…..mengeluarkan.” Semua proses ini tidaklah “alami” dalam pengertian telah berevolusi atau memiliki kehidupan mereka sendiri. Sang Pencipta bukanlah Allah yang absen. Dia menopang segala sesuatu (Ibr. 1:3). Segala sesuatu ada di dalam Dia (Kol. 1:17).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Gembala Sidang Sebuah Mega-Church Mengatakan Dia Melihat Yesus

(Berita Mingguan GITS 21 April 2018, oleh Dr. Steven Liauw)

Stovall Weems, gembala sidang dari Celebration Church di Jacksonville, Florida, mengklaim bahwa dia melihat Yesus pada hari “Jumat Agung,” 30 Maret 2018. Dia memberitahu jemaatnya, “Saya mendengar suaraNya … irama kata-kataNya. Saya dapat merasakan perasaanNya. Saya dapat merasakan kehadiranNya seperti Dia memiliki suatu kepribadian. …Saya merasa seperti telah mengenalNya selamanya. Saya tidak dapat menggambarkan kedekatan yang saya rasakan dengan Yesus. Dia tidak memandang pada saya, saya tidak pernah melihat bagian depan dari wajahNya. Dia memakai baju putih. Dia memiliki rambut coklat,” (Pastor of Jacksonville Florida MegaChurch Claims Face to Face Meeting with Jesus Christ,” YouTube, April 1, 2018). Weems mengatakan bahwa setelah dia melihat Yesus, “secara emosional saya kacau balau … saya hanya menangis saja. Saya tidak bisa tidur.” Weems bertanya kepada istrinya, Kerri, sesama gembala di gerejanya, untuk membantu dia menggambarkan “kunjungan” tersebut dan menyebut istrinya itu “Roh Kudus yang satu lagi dalam hidup saya.” Mendengar pernyataan itu, gereja dengan 12.000 anggota itu bersorak.

Ketika kita meneliti Alkitab mengenai hal ini, jelas bahwa yang dilihat oleh Weems adalah suatu penipuan Iblis. Menurut Alkitab, orang yang menjadi saksi terakhir dari kebangkitan Yesus adalah Rasul Paulus (1 Kor. 15:8). Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada lagi saksi yang baru setelah Paulus, sampai nanti Tuhan Yesus datang kembali. Memang, Rasul Yohanes melihat Tuhan Yesus dalam penglihatan di pulau Patmos sekitar tahun 95 M, tetapi Rasul Yohanes bukanlah saksi baru atau saksi terakhir, karena Rasul Yohanes sudah menjadi saksi kebangkitan Yesus jauh sebelum Rasul Paulus. Lagipula, dalam penglihatan Yohanes, Tuhan Yesus memiliki rambut yang putih bagaikan bulu (Wah. 1:14), bertentangan dengan “cerita” Weems tentang rambut coklat. Lebih lanjut lagi, ketika Yohanes melihat Yesus, ia tersungkur di kakiNya seperti orang mati (Wah. 1:17), bukan menangis tak berhenti.

Mengapakah Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Rasul Paulus dan Rasul Yohanes, lalu bukan kepada kita hari ini? Itu karena mereka adalah Rasul, dan syarat Rasul adalah menjadi saksi kebangkitkan Yesus, karena itulah tujuan utama kerasulan (Kisah Rasul 1:21-22). Para Rasul adalah saksi mata, yang lalu Tuhan sertai dengan berbagai tanda dan mujizat (2 Korintus 12:12; Mar. 16:20), untuk memberikan otoritas kepada kesaksian mereka, karena kesaksian mereka-lah yang akhirnya akan diilhamkan Tuhan menjadi kitab-kitab Perjanjian Baru di tangan kita. Hari ini, orang percaya memahami bahwa Yesus Kristus telah bangkit, bukan dengan cara melihat Yesus Kristus, tetapi dengan membacanya dari Firman Tuhan. Oleh sebab itulah Tuhan berkata kepada Tomas, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh. 20:29). Petrus memberikan pernyataan yang sangat tegas bahwa orang percaya zaman gereja, setelah Rasul-Rasul, tidaklah melihat Yesus secara fisik. “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu” (1 Pet. 1:8-9).

Jadi, gembala Stovall Weems adalah seseorang yang telah sangat tertipu, dan kemudian meneruskan penipuan Iblis ini ke orang-orang lain. Tetapi, cerita-cerita seperti ini justru sangat disukai oleh orang Kristen zaman sekarang. Hal ini menggenapi perkataan Tuhan melalui Paulus, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4). Semakin hari akan semakin banyak penipuan. Terkadang, ada penipu yang akhirnya bertobat dan membongkar penipuannya sendiri. Salah satu contoh adalah Alex Malarkey, seorang anak lelaki 6 tahun, yang setelah mengalami koma selama 2 bulan, lalu bersaksi bahwa dia pergi ke Sorga, dan menulis buku berjudul The Boy Who Came Back from Heaven. Banyak orang Kristen, terutama dari kalangan kharismatik, yang memuji buku tersebut. Belakangan Alex mengaku bahwa isi buku itu semuanya bohong dan dibuat bersama dengan ayahnya hanya sebagai alat untuk mencari uang. Inilah efek dari mengabaikan peringatan Alkitab, dan menempatkan pengalaman dan kisah-kisah manusia di atas kebenaran absolut Firman Tuhan.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Paus Dilaporkan Mengatakan Tidak Ada Neraka

(Berita Mingguan GITS 7 April 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Pope Francis,” CNSNews.com, 29 Mar. 2018: “Dalam sebuah wawancara lainnya dengan Eugenoi Scalfari, teman atheisnya sejak lama, Paus Fransiskus mengklaimb ahwa Neraka tidak eksis dan bahwa jiwa-jiwa yang terhukum hanya ‘lenyap.’ Ini adalah penyangkalan terhadap pengajaran 2000 tahun Gereja Katolik sendiri tentang realitas Neraka, dan eksistensi kekal dari jiwa. Wawancara antara Scalfari dan sang Paus dipublikasikan pada tanggal 28 Maret 2018, di La Repubblica. Bagian yang relevan tentang Neraka diterjemahkan oleh web log yang banyak dipercaya, Rorate Caeli. Wawancara itu berjudul, ‘Sang Paus: Sungguh terhormat jika disebut revolusioner’ (‘Il Papa: ‘È un onore essere chiamato rivoluzionario). Scalfari berkata kepada Paus, ‘Yang Mulia, dalam pertemuan kita sebelumnya, anda memberitahu saya bahwa spesies kita akan menghilang pada saat tertentu, dan bahwa Allah, masih dengan kuasa penciptaanNya, akan menciptakan spesies baru. Anda tidak pernah berbicara kepada saya tentang jiwa-jiwa yang mati dalam dosa dan yang akan pergi ke neraka untuk menderita di sana selamanya. Namun anda pernah berbicara kepada saya tentang jiwa-jiwa yang baik, yang diizinkan masuk ke dalam persekutuan dengan Allah. Tetapi bagaimana dengan jiwa-jiwa yang buruk? Di manakah mereka dihukum?’ Paus Fransiskus mengatakan, ‘Mereka tidak dihukum, mereka yang bertobat mendapatkan pengampunan Allah dan masuk dalam jajaran jiwa-jiwa yang merenungkanNya, tetapi mereka yang tidak bertobat dan oleh karena itu tidak dapat diampuni, akan menghilang. Tidak ada neraka, yang adalah lenyapnya jiwa-jiwa berdosa.’”

Posted in Katolik | Leave a comment

Film tentang Maria Magdalena Menggambarkan Dia sebagai Seorang Rasul

(Berita Mingguan GITS 7 April 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah film baru yang berjudul Mary Magdalene, disutradarai oleh Garth Davis, menggambarkan Maria sebagai seorang wanita independen yang kuat, yang adalah “juga seorang rasul dirinya sendiri” (“Think you know Mary Magdalene”? BBC, 13 Mar. 2018). Maria yang didalam Kitab Suci adalah seorang wanita dari desa nelayan Magdala, di pantai barat laut Danau Galilea, yang menjadi seorang pengikut Yesus setelah roh-roh jahat diusir dari dirinya. Dia hadir pada peristiwa Penyaliban dan adalah yang pertama menyaksikan Kristus yang telah dibangkitkan (Mar. 16:9-10). Pada abad keenam, Paus Gregory I, secara salah mendeklarasikan Maria sebagai wanita pelacur yang bertobat yang disebut dalam Lukas 7:36-50, dan ini menjadi pandangan yang populer hingga sekarang. Tulisan-tulisan Gnostik dari abad kedua dan ketiga, seperti Injil Maria, menggambarkan dia sebagai seorang murid yang spesial, dengan pemahaman rohani yang mendalam, yang menjadi seorang instruktur bagi murid-murid lelaki. Tentu semua ini adalah kesesatan. Yang benar tentang Maria Magdalena, dari Firman Tuhan adalah sebagai berikut.

Dia disebut Maria Magdalena, karena ia berasal dari kota Magdala, yang terletak di pantai barat laut Danau Galilea, sebuah kota nelayan. Ada industri sarden di kota itu, dan nama Yunani dari kota itu adalah Tarichaea, yang berarti “tempat ikan diasinkan.” Penggalian arkeologi baru-baru ini menemukan adanya sebuah sinagog besar di kota itu, dari abad pertama. Kristus pastinya pernah berkhotbah di sana (Mat. 4:23).

Kita tidak tahu apa-apa tentang status pernikahan Maria, kecuali bahwa tidak pernah disinggung dia memiliki suami. Maria pernah dirasuki roh jahat dan menderita berbagai penyakit, dan Yesus mengusir tujuh roh jahat dari padanya. Maria menjadi murid Yesus yang setia, dan adalah salah satu wanita yang melayani Yesus dan murid-murid selama pelayananNya di daerah Galilea (Luk. 8:1-3). Alkitab banyak memberi penekanan tentang peran pelayanan para wanita bagi Kristus selama Ia di bumi.

Maria hadir saat penyaliban dan menyaksikan kematian Yesus (Mat. 27:55-56). Semua murid lelaki melarikan diri sepertinya, kecuali Yohanes. Tetapi banyak murid wanita dari Galilea bertahan bersama Kristus dalam penderitaanNya, termasuk Maria Magdalena. Maria lalu mengunjungi kubur Kristus setelah kematianNya dan mengamati persiapan pada tubuhNya dan penaruhanNya pada kubur (Mat. 27:58-61). Maria “yang lain” adalah istri Kleopas dan ibu dari Yakobus dan Yoses.

Kepada Maria-lah, seorang wanita, Yesus pertama menampakkan diri pada pagi itu (Mar. 16:9). Yohanes 20 menggambarkan apa yang terjadi secara lebih mendetil. Dia melihat batu telah terguling dan berlari untuk memberitahu Petrus dan Yohanes (Yoh. 20:1-2). Dia kembali lagi setelah mereka telah pergi dan menangisi kubur itu. Pada saat itulah dia melihat Yesus dan pertama ia kira seorang tukang kebun. Lalu Yesus menyatakan diriNya kepada Maria dengan penuh kasih. Sungguh, Maria Magdalena tidak perlu diangkat menjadi rasul, dan tidak perlu kita menciptakan berbagai legenda atau kesesatan tentang dia (misal bahwa dia menikah dengan Yesus). Dari apa yang tertulis dalam Alkitab, Maria adalah pengikut Yesus yang setia, dan yang diberkati oleh Tuhan karena ia memiliki persekutuan indah dengan Juruselamatnya.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Wanita | Leave a comment

Meterai Yesaya Ditemukan Dekat Meterai Hizkia

(Berita Mingguan GITS 24 Maret 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Penggalian yang dilakukan di bawah Bukit Bait Suci (Temple Mount), telah menemukan sebuah bulla (meterai dari tanah liat), yang tertera dengan nama “Yesaya” diikuti oleh sebuah kata yang bisa jadi adalah “nabi.” Kata yang kedua ini memang kehilangan satu huruf, jadi identifikasi kata tersebut tidaklah 100% pasti. Tetapi tanggal dan lokasi benda ini menunjuk kepada nabi Yesaya yang ada dalam Alkitab. Bulla tersebut ditemukan hanya beberapa kaki dari bulla lainnya yang mengandung nama “Raja Hizkia dari Yehuda” dalam sebuah wilayah yang diperkirakan adalah ruang pemanggangan roti kerajaan di zaman kuno. Kita tahu bahwa Yesaya memiliki hubungan karib dengan istana dan adalah seorang penasihat dekat kepada sang raja. Pada waktu penggalian tahun 2009, 34 bulla ditemukan, tetapi pekerjaan sulit untuk meneliti mereka di bawah mikroskop memakan waktu banyak tahun. Bulla Hizkia diidentifikasi pada tahun 2014, dan bulla Yesaya diidentifikasi pada bulan ini. Bulla-bulla tersebut ditemukan di bawah pengarahan Eilat Mazar, cucu perempuan dari Benjamin Mazar, yaitu arkeolog yang menggali dan menemukan Tembok Barat dan Tembok Selatan dari Bukit Bait, setelah Israel mendapatkan kembali Yerusalem Timur pada akhir dari Perang Enam Hari di tahun 1967. Benjamin menemukan hal-hal yang luar biasa, seperti Batu-Batu Titus, Batu Sangkakala, dan Tangga-Tangga Selatan. Eilat telah menggali di lokasi istana Daud sejak tahun 2005 dan telah menemukan bulla-bulla yang mengandung nama-nama pejabat-pejabat tinggi istana, yang disebut di kitab Yeremia: Yukhal bin Selemya (Yer. 37:3) dan Gedalya bin Pasyhur (Yer. 38:1). Sebuah wawancara dengan Dr. Mazar dapat dilihat di tautan berikut – www.thetrumpet.com/16947-has-eilat-mazar-discovered-archaeological-evidence-of-isaiah-the-prophet.

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Pertahanan Kacang Lima

(Berita Mingguan GITS 24 Maret 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 1 Maret 2018: “Anda mungkin tiadk menganggap tumbuhan sebagai sesuatu yang intelijen pada tingkat apapun, karena nampaknya mereka hanya diam di tempat di tanah mereka dan bertumbuh. Namun, kia telah membuat beberapa program Creation Moments yang menyingkapkan tanaman yang berusaha untuk meracuni atau mengusir predator. Sekarang kita akan melihat kacang lima menggunakan strategi pertahanan yang bahkan lebih rumit lagi, yang bukan hanya memberikan peringatan kepada kacang-kacang lima di sekitar tempat serangan, tetapi juga memanggil tentara pertahanan. Siapapun yang pernah bekerja dan meneliti tanaman ini, pastinya kenal dengan yang namanya tungau laba-laba. Ada banyak jenisnya, teatpi salah satu yang paling berbahaya bagi kacang lima adaalh tungau laba-laba bertitik dua. Tungau-tungau ini menginjeksi ludah mereka ke jaringan tanaman, yang akan meluruhkan jaringan tersebut. Salah satu musuh terbesar tungau ini adalah tungau karnivora yang memakan tungau bertitik dua tersebut. Tungau-tungau karvinora bertubuh kecil dan berperjalanan ke mana pun angin meniupkan mereka. Ketika tungau-tungau bertitik dua menyerang suatu tanaman kacang lima, tanaman ini akan mengirimkan sebuah sinyal kimia yang spesial. Ketika sinyal bahaya ini mencapai kacang-kacang lima di sekeliling, mereka juga mulai mengirimkan sinyal tersebut, walaupun mereka tidak sedang diserang. Sinyal ini membawa beberapa pesan kepada spesies-spesies yang berbeda. Tungau bertitik dua yang ada di wilayah itu akan diusir dari sana. Di sisi lain, jika ada tungau karnivora yang ada di wilayah, mereka akan tinggal untuk memakan tungau-tungau laba-laba bertitik dua. Sebagai hasil, kacang lima mempertahankan diri dengan mengirimkan pesan-pesan yang spesifik kepada tiga spesies yang berbeda! Strategi kacang lima yang pintar ini sulit untuk dijelaskan oleh evolusionis. Tetapi hal ini mudah dijelaskan jika kita menerima Pencipta yang peduli akan semua ciptaanNya. Catatan: Bombardier Beetles and Fever Trees, William Agosta, 1997, hal. 28-30.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Persamaan dalam Berbagai Penembakan Sekolah

(Berita Mingguan GITS 24 Maret 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “A Key Commonality,” DailyWire.com, 26 Feb. 2018: “Setelah peristiwa tragis penembahan di SMA South Florida [tanggal 14 Februari], yang berakhir dengan 17 kematian, kelompok Demokrat [AS] dan para sekutu mereka di media massa mainstream, melancarkan serangan penuh kepada National Rifle Association (NRA), politikus-politikus Republikan, dan juga warga-warga Amerika pemiliki senjata api, dan juga Amandemen Kedua [yang menjamin kebebasan memiliki senjata]. Dan sementara ada berbagai obrolan mengenai ‘maskulinitas toksik’ yang muncul di berbagai blog sayap-kiri, ada keheningan yang luar biasa mengenai satu hal yang menjadi faktor yang sama yang terdapat dalam mayoritas penembakan di sekolah-sekolah: yaitu rumah tangga tanpa ayah. Sebagaimana diperhatikan oleh Profesor Brad Wilcox dari University of Virginia, tahun 2103, ‘hampir semua penembakan tahun lalu, dalam daftar yang ada di Wikipedia tentang penembakan di sekolah-sekolah AS, melibatkan seorang lelaki muda yang orang tuanya bercerai atau yang orang tuanya tidak pernah menikah sejak awalnya.’ Lebih lanjut lagi, sebuah studi tentang penembak-penembak lelaki yang lebih tua, juga menemukan koneksi yang serupa kepada faktor tumbuh besar tanpa figur ayah. Menulis dalam The Federalist, tahun 2015, Peter Hasson menggarisbawahi fakta bahwa semua penembakan dalam daftar yang dibuat CNN berjudul ‘27 Penembakan Massal paling Mematikan dalam Sejarah AS,’ yang dilakukan oleh lelaki-lelaki muda, hanya satu yang dibesarkan oleh ayah kandungnya sendiri. Penembak sekolah Florida yang paling baru ini, juga tidak memiliki figur ayah, karena ayah angkatnya mati ketika tersangka masih anak kecil. Hasson juga menyarikan korelasi yang mengguncang antara rumah tangga tanpa ayah dengan kekerasan lelaki pada umumnya: “Kekerasan? Ada hubungan langsung antara anak-anak tanpa ayah dan kekerasan remaja. Bunuh diri? Anak-anak tanpa ayah lebih dari dua kali lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri. Putus sekolah? Tujuh puluh satu persen anak yang putus sekolah berasal dari latar belakang tanpa ayah. Penggunaan narkoba? Menurut Departemen Kesehatan dan Pelayanan Manusia AS, ‘Anak-anak tanpa ayah menghadapi resiko yang jauh lebih tinggi untuk jatuh pada penyalahgunaan obat dan alkohol.’ Bagaimana dengan senjata api? Dua korelasi paling tinggi dengan pembunuhan menggunakan senjata api adalah tumbuh besar dalam rumah tangga yang tidak memiliki ayah, dan putus sekolah, yang sendirinya berhubungan langsung dengan tiadanya ayah yang aktif atau hadir.” Koneksi yang jelas ini diabaikan secara sengaja dan malas oleh kalangan Kiri, dan kalaupun disinggung, dipakai sebagai bukti untuk lebih lanjut lagi menghantam maskulinitas, yang mereka anggap ‘toksik.’”

Posted in General (Umum), Keluarga | 5 Comments

Prostitusi Lelaki di Vatikan

(Berita Mingguan GITS 17 Maret 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari ““Male Prostitution Big Business at Vatican,” PulpitandPen.org, 6 Mar. 2018: “Dunia terkejut mendengar adanya dunia gelap imam-imam di Vatikan, yang membayar untuk melakukan seks dengan lelaki-lelaki lain. Tetapi mengingat sejarah Gereja Roma Katolik dan kebijakan selibetnya [tidak menikah] yang tragis, homoseksualitas, pedofilia, dan bahkan bestiality adalah hal yang terlalu sering terjadi di kalangan keimamatan mereka. Melarang orang untuk menikah atau melakukan persetubuhan yang kudus dalam pernikahan adalah tanda agama yang kafir atau usaha untuk membenarkan diri melalui pekerjaan (1 Timotius 4:3). Konsekuensi dari tuntutan tidak menikah ini sangatlah buruk dan secara rutin dapat dibaca di koran harian. Seorang pendamping [escort] lelaki bernama Francesco Mangiacapra mengkompilasi sebuah dossier 1200 halaman, yang mengidentifikasi lebih dari 34 imam aktif yang gay dan enam mahasiswa seminari gay di Vatican. Bagaimana dia bisa tahu orang-orang ini? Melalui pengalaman pribadi. Kardinal Cresenzio Sepe dari Keuskupan Naples, mem-forward dossier ini ke Vatikan, walaupun tidak ada imam yang teridentifikasi yang berasal dari Naples, karena dia merasa bahwa korupsi di dekat dan di dalam Vatikan haruslah dibongkar. Dossier yang dikompilasi oleh pelacur pria ini kebanyakan mengandung percakapan dan bukti-bukti yang muncul dari berbagai App yang dipakai untuk berhubungan ‘gay,’ seperti WhatsApp, Grindr, dan Telegram. Di dalamnya, para imam akan mengatur perjumpaan seksual dengan sang gigolo. Informasi yang disediakan dalam platform media sosial seperti Facebook juga ada. Sebuah buku telah diterbitkan mengenai topik budaya imam yang gay di Vatikan, pada bulan Maret tahun lalu, tetapi secara umum diabaikan oleh para pendukung Roma. Oleh sebab itulah, sang pelacur pria itu mengkompilasi data mentah menjadi dossier itu, dan mulai mengirimkannya ke orang-orang yang dia rasa dapat membongkarnya. Dia melakukan hal ini, menurut pengakuannya, karena ia tidak dapat lagi tahan terhadap kemunafikan gereja tersebut. Sama seperti di Amerika, pers agama tidak akan mempublikasikan material ini karena dianggap membahayakan, sehingga harus pers sekuler yang melakukannya. … Ketika Paus Fransiskus berargumen bahwa gereja Roma harus lebih menyambut para homoseksual, sepertinya ini adalah kata-kata yang tidak begitu dibutuhkan lagi. Lihat Jonathan Merritt, ‘This Vatican adviser is moving Catholics toward LGBT inclusion,’ ReligionNews.com, 6 Jun. 2017.”

Posted in Katolik, LGBT | Leave a comment