oleh Dr. David Cloud (Penerjemah: Dr. Steven Liauw)
Lebih dari semua buku lain digabungkan, Alkitab telah dibenci, diserang, dicemooh, dikritik, dibatasi, dilarang, dan dihancurkan, tetapi semuanya tanpa hasil. Sepertinya yang pernah dikatakan seseorang dengan sangat tepat, “Lebih mudah untuk memakai pundak kita pada bola matahari yang membara, dan mencoba menghentikan pergerakannya dengan cara demikian, daripada mencoba untuk menghentikan beredarnya Alkitab” (Sidney Collett, All about the Bible, hal. 63).
Pada tahun 303 M, Kaisar Romawi Diocletian, mengeluarkan sebuah dekrit untuk menghentikan orang Kristen dari menyembah Yesus Kristus dan untuk menghancurkan Kitab Suci mereka. Semua pejabat di seluruh kerajaan diperintahkan untuk membakar gereja-gereja ke tanah, dan membakar setiap Alkitab yang ditemukan dalam daerah mereka (Stanley Greenslade, Cambridge History of the Bible). Dua puluh liima tahun kemudian, pengganti Diocletian, Constantine, mengeluarkan dekrit yang lain yang memesan penerbitan lima puluh Alkitab dengan uang negara (Eusebius).
Pada tahun 1778, atheis Perancis bernama Voltaire menyombong dengan berkata bahwa dalam 100 tahun kekristenan tidak akan eksis lagi, tetapi dalam 50 tahun, Geneva Bible Society menggunakan rumah dan peralatannya untuk menerbitkan Alkitab (Geisler and Nix, A General Introduction to the Bible, 1986, hal. 123, 124).
Robert Ingersoll pernah dengan sombong berkata, “Dalam 15 tahun saya akan membuat Alkitab tinggal di rumah jenazah.” Tetapi Ingersoll sudah mati, dan Alkitab masih hidup dan baik-baik saja.
Faktanya, banyak orang yang berusaha untuk membuktikan Alkitab salah, tetapi malah menjadi bertobat. Berikut adalah beberapa contoh:
Gilbert West (1703-1756)
Nama Gilbert West dimasukkan dalam buku Samuel Johnson, Lives of the Most Eminent English Poets [jadi dia termasuk seorang pujangga terkenal]. Sewaktu dia adalah seorang pelajar di Oxford, West mencoba untuk membantah catatan Alkitab tentang kebangkitan Kristus. Namun, ia malah membuktikan untuk dirinya sendiri bahwa Kristus sungguh bangkit dari kematian, dan dia bertobat. West menerbitkan kesimpulan-kesimpulannya dalam buku Observations on the History and Evidences of the Resurrection of Jesus Christ (1747). Di bagian sampul buku tersebut, dia menulis berikut: “Jangan mempersalahkan sebelum anda meneliti kebenarannya.”
West menyimpulkan bukunya dengan kata-kata berikut: