Barna: Hanya 3% Remaja AS Membaca Alkitab Setiap Hari

(Berita Mingguan GITS 3 September 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Menurut sebuah studi nasional baru yang dilakukan oleh Barna, hanya 3% remaja di Amerika membaca Alkitab setiap hari. Studi ini, yang berjudul 2016 Teen State of the Bible, menemukan bahwa 69% mempunyai Alkitab pribadi, tetapi hanya sedikit yang serius mempelajari Alkitab. Penerbit Group memiliki solusi yang diberi nama Pierced, sebuah Perjanjian Baru yang ditujukan bagi remaja-remaja “yang tidak membaca Alkitab.” Alkitab Pierced ini “lebih mirip novel daripada buku teks.” “Hasil formatting ratusan tahun” dihilangkan, seperti pasal-pasal dan ayat-ayat dan footnote. Justru ditambahkan ke dalamnya “catatan riil dari sepuluh remaja,” supaya “pembaca dapat berperjalanan dalam kisah Yesus bersama dengan orang-orang sebaya dengannya.” Veronica Preston, Design Artist dari Pierced, mengatakan, “Buku ini membuat mereka mengetahui bahwa mereka tidak sendirian; bergumul melalui Firman Tuhan bersama orang-orang lain … bebas untuk merasa lemah dalam proses ini” (“Novel-like New Testament Created for Teens Who Don’t Read the Bible,” Christian Newswire, 26 Agus. 2016).

Apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh para remaja adalah keselamatan lahir baru dan pemuridan yang serius, yang akan menekankan bagaimana menjadi seorang pelajar Alkitab yang efektif. Ini yang terjadi pada saya di tahun 1973, pada usia 23 tahun. Saya lahir baru pada musim panas tahun itu, dan tiba-tiba saya memiliki sesuatu yang sebelumnya saya tidak pernah punyai ketika tumbuh besar di gereja, yaitu kehausan untuk mengenal Allah dan FirmanNya. Saya tidak mau sebuah edisi Firman Tuhan yang dilemahkan dan dijadikan seperti novel. Saya mau sebuah terjemahan yang akurat dari teks Ibrani, Aramaik, dan Yunani, yang ditulis oleh para nabi kudus di zaman dulu di bawah pengilhaman Tuhan. Alkitab bukanlah sebuah novel atau halaman Facebook yang cool. Bagian Alkitab yang paling baru pun sudah berusia 2000 tahun, dan Allah berkehendak bahwa perlu ada usaha untuk mempelajarinya dan mendapat manfaat darinya. Amsal 2 mengatakan bahwa pelajar Firman Tuhan yang efektif adalah seperti orang yang mencari perak, yaitu harus ada penggalian yang serius. Paulus menginstruksikan Timotius untuk menjadi “seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” (2 Tim. 2:15). Kami telah memiliki berkat kesempatan mengajar banyak orang muda menjadi pelajar Alkitab yang efektif, tetapi pertama mereka harus dilahirbarukan dulu dan kemudian berserah kepada kehendak Tuhan, yang memerlukan separasi dari hal-hal jahat dunia ini (Roma 12:1-2). Tanpa hal-hal itu, mereka bisa membaca Perjanjian yang dibuat seperti novel dan parafrase-parafrase lainnya 24 jam sehari tujuh hari seminggu, dan tetap tidak belajar Firman Tuhan. (Ada video The Effectual Bible Student, video 12 jam yang bisa didownload gratis sebagai e-video dari www.wayoflife.org).

Posted in Alkitab, Pemuda/Remaja | Leave a comment

Kuba Menutup Gereja-Gereja

(Berita Mingguan GITS 3 September 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Cuba: Church Demolitions Gather Pace,” Christian Solidarity Worldwide, 16 Agus. 2016: “Dalam paruh pertama 2016, penutupan dan penghancuran gereja-gereja di Kuba terjadi semakin cepat beriringan dengan usaha pemerintah untuk merusak kebebasan beragama atau berkepercayaan (Freedom of religion or belief, FoRB) di pulau itu. Otoritas pemerintah telah mulai menyita 1.400 gereja-gereja Sidang Jemaat Allah (AoG) yang telah ditandai untuk penyitaan pada tahun 2015. Laporan terbaru dari Christian Solidarity Worldwide (CSW) mendetilkan 1.606 pelanggaran yang terjadi antara Januari dan Juli 2016. Kasus-kasus yang dicatat termasuk penghancuran dan penyitaan gedung gereja, penghancuran barang-barang milik gereja, penangkapan semena-mena dan bentuk-bentuk lain serangan, terutama penyitaan barang-barang pribadi para pemimpin agama. Pemerintah telah meneruskan program penyitaan 1.400 gedung gereja-gereja AoG; 100 dari gedung gereja-gereja tersebut terancam dirubuhkan. Para pemimpin AoG dan pemimpin dari denominasi lain menyatakan kekhawatiran kepada CSW bahwa penganiayaan pemerintah terhadap kelompok-kelompok agama telah memburuk signifikan dalam satu tahun terakhir. Jumlah gedung gereja yang dihancurkan mendadak tinggi. Empat gedung gereja besar yang terkait dengan Gerakan Rasuli yang tidak terdaftar dihancurkan pemerintah di Kuba tengah dan timur. Dalam setiap kasus-kasus ini, para gembala dan keluarga mereka ditarik keluar dari rumah mereka pada remang-remang subuh hari. Mereka juga ditahan di kantor polisi yang berlainan selama proses penghancuran terjadi. Dalam sebagian kasus, sejumlah besar anggota jemaat juga ditahan, rupanya supaya mereka tidak bisa melakukan protes. Laporan ini juga mendetilkan penangkapan dan penyerangan semena-mena terhadap banyak pemimpin gereja.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | 1 Comment

Para Ilmuwan Terkemuka Membuktikan Propaganda Media tentang Homoseksualitas Salah

(Berita Mingguan GITS 3 September 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Nearly Everything the Media Tell You about Sexual Orientation and Gender Identity Is Wrong,” CNSNews.com, 22 Agus. 2016: “Sebuah laporan penting yang baru, yang dipublikasikan hari ini dalam jurnal The New Atlantis, menantang narasi populer yang dipropagandakan oleh media massa mengenai orientasi seksual dan identitas gender. Ditulis oleh dua orang ilmuwan terkemuka dalam bidang kesehatan mental dan seksualitas, laporan sepanjang 143 halaman tersebut mendiskusikan lebih dari 200 penelitian yang sudah melalui proses peer-review dalam bidang biologi, psikologi dan ilmu-ilmu sosial, dan dengan sangat teliti mendokumentasikan apa yang ditunjukkan dan apa yang tidak ditunjukkan oleh riset sains mengenai seksualitas dan gender. Kesimpulan besarnya, sebagaimana dijelaskan oleh editor jurnal tersebut, adalah bahwa ‘beberapa klaim yang paling sering didengar tentang seksualitas dan gender tidak didukung oleh bukti-bukti sains.’ Berikut adalah empat kesimpulan yang paling penting dari laporan tersebut:

Satu – ‘Kepercayaan bahwa orientasi seksual adalah suatu sifat bawaan dan menetap secara biologis pada manusia – yaitu bahwa seseorang dilahirkan demikian – tidaklah didukung oleh bukti ilmu pengetahuan.’ Dua – ‘Dengan cara yang sama, kepercayaan bahwa identitas gender adalah suatu sifat bawaan dan menetap pada manusia terlepas dari jenis kelamin biologisnya – sehingga seseorang bisa menjadi laki-laki yang terperangkap dalam tubuh wanita atau wanita yang terperangkap dalam tubuh laki-laki – tidalah didukung oleh bukti-bukti ilmu pengetahuan.’ Tiga – ‘Hanya minoritas anak-anak yang mengekspresikan pemikiran atau perilaku yang tidak lazim bagi gendernya (gender-atypical) akan berlanjut seperti itu ketika masuk ke masa remaja dan dewasa. Tidak ada bukti bahwa semua anak-anak seperti itu harus didorong untuk menjadi transgender, apalagi diberikan terapi hormon dan oerasi.’ Empat – ‘Orang-orang non-heteroseksual dan orang-orang transgender memiliki tingkat masalah kesehatan mental yang lebih tinggi (kecemasan, depresi, bunuh diri), demikian juga masalah perilaku dan sosial (penyalahgunaan obat, kekerasan pada partner intim), daripada populasi umum. Diskriminasi saja tidak dapat menerangkan perbedaan ini.’

Laporan tersebut, berjudul ‘Sexuality and Gender: Findings from the Biological, Psychological, and Social Sciences,’ ditulis oleh Dr. Lawrence Mayer dan Dr. Paul McHugh. Mayer adalah seorang ilmuwan residen di Departemen Psikiatri di Universitas John Hopkins dan seorang profesor statistik dan biostatistik di Universitas Negeri Arizona. McHugh, yang digambarkan oleh editor The New Atlantis sebagai ‘bisa dikatakan psikiatris paling penting di Amerika selama 50 tahun terakhir,’ adalah profesor ilmu psikiatri dan perilaku di Fakultas Kedokteran Universitas John Hopkins. Ketika dia menjabat sebagai kepada psikiatri di Johns Hopkins, dia menghentikan program operasi ganti kelamin di sana, setelah sebuah penelitian yang dibuat di Hopkins memperlihatkan bahwa operasi itu tidak membawa manfaat yang diharapkan oleh dokter dan pasien.”

Posted in LGBT | 16 Comments

Homeschooling Adalah Cara Terpintar untuk Mengajar Anak

(Berita Mingguan GITS 27 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Homeschooling is the smartest way to teach kids in the 21st century,” Business Insider, 20 Agus. 2016: “Alison Davis tidak melihat homeschooling sebagai suatu alternatif yang aneh dari sekolah tradisional. Bahkan, kata ibu dari kota Williamstown, New Jersey tersebut, ketika membesarkan kedua anaknya, dia melakukan hal yang masuk akal. ‘Seseorang tidak akan masuk ke dunia kerja yang semua orang berasal dari sekolah yang sama dan semua orang berusia sama,’ kata dia kepada Business Insider. ‘Menurut pendapat saya, atmosfir sekolah tradisional tidak sama dengan dunia nyata sama sekali.’ ‘Homeschooling,’ katanya, ‘itulah dunia nyata.’ Kini semakin banyak orang tua di AS yang sama seperti Davis, menemukan kepuasan dalam mempertahankan anak-anaknya di luar dari sekolah publik dan sekolah privat, sesuai dengan data terbaru yang dikumpulkan oleh Departemen Pendidikan bahwa homeschoolilng bertumbuh 61,8% dalam 10 tahun terakhir, sampai kini dua juta anak – 4% dari populasi muda – kini belajar dari kenyamanan rumah mereka sendiri. Bertentangan dengan kepercayaan umum bahwa homeschooling menghasilkan orang-orang anti-sosial yang tidak bisa masuk masyarakat, kenyataannya adalah bahwa sebagian murid-murid yang paling berprestasi dan paling seimbang sedang mempelajari soal-soal matematika dari meja makan, bukan di meja sekolah. Menurut riset pegagogi (pendidikan anak) yang terbaru, pengajaran di rumah bisa jadi adalah yang paling relevan, bertanggung jawab, dan efektif, untuk mendidik anak di abad 21.

Davis mengatakan bahwa putranya, Luke, kesulitan membaca pada awalnya. Bahkan sampai memasuki kelas dua, dia tidak menikmati membaca dan merasa kesulitan. Di sekolah lain, guru-guru bisa jadi tidak akan memiliki waktu untuk membantu Luke secara khusus karena mereka harus memperhatikan 20 anak lain juga. Tetapi tidak demikian di keluarga Luke. ‘Saya bisa menghabiskan waktu ekstra dengan dia,’ kata Davis. Plus, waktu membaca menjadi lebih dari sekedar usaha membuat Luke melek huruf; itu juga menjadi waktu perekatan hubungan Mommy-Luke – sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh sekolah formal. ‘Sekarang, dia menghabiskan buku dalam sekejap, bisa dalam satu minggu atau kurang,’ katanya. Efek jangka panjang dari pendidikan yang dipersonalisasikan juga besar. Menurut sebuah studi tahun 209 tentang ujian standar, anak-anak yang dididik homeschool, rata-rata nilainya ada pada persentil 86. Hasil ini tetap berlaku setelah mempertimbangan variabel kontrol seperti tingkat pemasukan, pendidikan, kemampuan mengajar orang tua, maupun tingkat regulasi dari negara bagian. Riset juga mengindikasikan bahwa anak-anak homeschool lebih sering berhasil masuk ke perguruan tinggi dan berprestasi lebih tinggi di dalam perguruan tinggi.

Stereotip terbesar yang berkenaan dengan homeschool adalah bahwa pengajaran satu-banding-satu yang terjadi akan membuat anak kekurangan sosialisasi yang mereka butuhkan untuk berkembang. Tetapi tidak demikian. Anak-anak homeschool sama dengan anak-anak lain bisa bermain sepak bola dan melakukan proyek grup dengan murid lain. Keluarga Davis terlibat aktif dalam gereja lokal mereka, jadi Luke dan kakaknya Amanda memiliki teman di paduan suara. Mereka keduanya memainkan instrumen musik, jadi mereka punya teman di kelompok orkestra homeschool. … Anak-anak homeschool bukan hanya dapat menikmati berbagai hal positif; tetapi mereka juga tidak perlu mengalami banyak hal negatif yang sering terjadi di sekolah formal – misalnya peer-pressure (tekanan dari teman-teman) dan pembentukan grup/gang/kelompok sendiri. Dalam beberapa kesempatan, kata Alison, anak-anak lain menyatakan mereka cemburu bahwa Luke dan Amanda bisa belajar di rumah, lepas dari hirarki sosial di sekolah mereka.”

Posted in Education / Pendidikan | 21 Comments

Mengikuti Instruksi Maria, Orang-Orang Katolik Memecahkan Batu untuk Mendapatkan Keberuntungan

(Berita Mingguan GITS 27 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Thousands of Catholics smash rocks,” ChristianToday.com, 17 Agus. 2016: “Setiap tahun, pada minggu ketiga bulan Agustus, orang-orang Katolik Bolivia bertemu di pinggiran kota La Paz, yang adalah pusat kebudayaan di bagian barat negara itu. Di sana, mereka mengumpulkan bebatuan sungai dan berusaha untuk memecahkan batu-batu itu. Ritus ini dilakukan untuk mendapatkan berkat sebagai bagian dari festival Perawan Urkupina. Ada legenda bahwa Perawan Maria menampakkan diri kepada seorang gadis gembala dan menyuruh dia untuk mengambil batu dari sungai kering tersebut, yang lalu berubah menjadi perak ketika gadis itu kembali ke rumahnya, dan dengan demikian menolong mereka dari kemiskinan. Para peziarah hari ini menghantamkan batu-batu sungai, juga untuk mencoba mengubah nasib mereka dengan cara yang sama. Jika batu yang dihantamkan dengan mudah pecah, mereka percaya bahwa harapan mereka akan segera terpenuhi. Jika ternyata sulit untuk memecahkan batu itu, maka berarti butuh waktu yang lama. ‘Kamu boleh meminta rumah, mobil, semua harapanmu akan dikabulkan,’ kata seorang peziarah yang percaya, Ricardo Tarqui. ‘Saya memecahkan batu saya pada pulukan kedua setelah mencoba tiga kali. Saya telah berhasil membeli sebuah rumah dan juga sebuah mobil.’ Banyak aktivitas lain terjadi selama festival itu, termasuk sebuah parade besar dan Misa terpusat.”

Posted in Katolik | Leave a comment

Rahib Mengklaim Diri Orang Tertua di Dunia

(Berita Mingguan GITS 27 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Rahib Hindu, Swami Sivananda, mengklaim diri berusia 120 tahun, dan mengatakan umur panjangnya adalah karena gaya hidup yoga dia. Paspor dia mengatakan bahwa dia lahir tanggal 8 Agustus 1896, yang didasarkan pada sebuah catatan di kuil. Sebuar laporan dari Agence France Presse mengobservasi bahwa “akan sangat sulit untuk bisa memverifikasi umurnya secara independen” (“Oldest Indian man ever,” The Himalayan Times, 19 Agus. 2016). Tidak peduli umurnya, yang jelas dia masih jauh dari orang tertua yang pernah hidup di dunia. Menurut Alkitab, yang adalah catatan sejarah manusia paling akurat, Metusalah meninggal pada usia 969 tahun (Kej. 5:25-27). Dalam kerajaan Kristus nanti, rentang usia manusia yang normal akan meningkat drastis, sama seperti pada masa sebelum air bah (Zak. 8:4-5). Rentang umur manusia dalam Kerajaan disamakan dengan “umur pohon” (Yes. 65:22). Yesaya berkata, “Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk” (Yes. 65:20). Ini berarti bahwa jika seseorang mati pada umur 100, itu akan seperti seorang balita meninggal hari ini. Akan ada yang mati lebih dulu karena tidak bertobat dari dosa.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Burung Finch Bernyanyi bagi Anak Burung yang Belum Lahir

(Berita Mingguan GITS 27 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Birds sing special song to babies through the shell,” news.sky.com, 20 Agus. 2016: “Satu spesies burung finch menyanyikan lagu spesial kepada telur mereka untuk memberi peringatan jika cuaca di luar terlalu panas. Jika mendengar lagu spesial ini, bayi burung finch zebra yang ada dalam telur, akan menetas lebih cepat, sehingga keluar dengan berat badan agak kurus, yang berarti mereka lebih kecil dan lebih mudah mempertahankan diri dingin. Bebek dan ayam juga ‘berbicara’ kepada telur mereka, yang berarti bahwa ketika menetas, bayi-bayi ini sudah mampu mengenali suara orang tua mereka. … Para ilmuwan menyadari perilaku ini terjadi di antara burung finch zebra yang ada di penangkaran di Australia – walaupun burung-burung ini sering berceloteh satu sama lain, ilmuwan memperhatikan bahwa kadang-kadang burung-burung ini menyanyikan lagu yang khas ketika sendirian bersama dengan telur-telur. Hal ini terjadi ketika cuaca lebih panas dari biasa, dan lalu ditemukan bahwa ini membuat anak-anak burung menetas lebih awal.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Sekolah untuk Imam Bait Suci Dibuka di Yerusalem

(Berita Mingguan GITS 20 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dariSchool for Temple Priests,” Israel Today, 11 Agus. 2016: “Temple Institute telah mengumumkan pembukaan sebuah sekolah untuk melatih para keturunan Suku Lewi untuk mengantisipasi kembalinya pelayanan mereka di Bait Ketiga. ‘Kami sangat senang untuk mengumumkan langkah baru menuju restorasi pelayanan Bait Suci ini. Kami memanggil, pertama-tama dan terutama, kepada para Kohanim [imam-imam Lewi] di seluruh dunia untuk mendukung proyek spesial ini, yang menandakan kembalinya mereka kepada hak kelahiran mereka,’ demikian bunyi sebuah pernyataan dari direktur Temple Institute, Rabbi Chaim Richman. Dalam sebuah komentar yang lain, Rabbi Richman menandai bahwa ‘persiapan untuk Bait bukan lagi hanya mimpi, ini adalah realita, dan semua orang bisa ambil bagian di dalamnya.’ … Bukit Bait di Yerusalem saat ini terpakai oleh Dome of Rock dan Mesjid Al Aqsa, yang kini diklaim oleh umat Muslim sebagai tempat terkudus ketiga mereka. Banyak orang Yahudi dan Kristen yang percaya bahwa suatu hari Bait Ketiga akan menggantikan situs-situs Muslim tersebut, cocok dengan beberapa nubuat Alkitab.”

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment

Lutheran Semakin Dekat untuk Bersatu dengan Roma

(Berita Mingguan GITS 20 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “US Lutherans approve document recognizing agreement with Catholic Church,” Religion News Service, 17 Agus. 2016: “Hampir 500 tahun setelah Martin Luther memakukan 95 thesis di pintu Gereja Kastil, sekarang denominasi Lutheran terbesar di AS telah menyetujui sebuah deklarasi yang mengakui ‘tidak ada lagi isu-isu yang memecah belah gereja’ dalam banyak poin dengan Gereja Roma Katolik. ‘Deklarasi tentang Jalan’ tersebut disetujui dengan voting 931 banding 9, oleh Gereja Injili Lutheran dalam Sidang Segereja Amerika 2016 yang dilakukan minggu lalu di Ernest N. Morial Convention Center di New Orleans. Uskup yang mengawasi sidang tersebut, Elizabeth A. Eaton, menyebut deklarasi ini sesuatu yang ‘bersejarah’ dalam sebuah pernyataan oleh denominasi tersebut pada hari Rabu (10 Agustus). ‘Walaupun kita belum sepenuhnya tiba, tetapi kita mengklaim bahwa sungguh kita berada pada jalan menuju persatuan. … Deklarasi tentang Jalan ini membantu kita untuk menyadari secara lebih penuh persatuan kita dalam Kristus dengan partner Katolik kita, tetapi juga menguatkan komitmen kita untuk persatuan dengan semua orang Kristen,’ kata Eaton. Deklarasi itu muncul sementara gereja-gereja Lutheran dan Katolik bersiap untuk memulai setahun penuh perayaan peringatan 500 tahun Reformasi Protestan. … Yang paling menonjol, ‘Deklarasi tentang Jalan’ mencakup 32 ‘Pernyataan Persetujuan’ tentang isu-isu yang tidak lagi ada perbedaan antara Lutheran dan Katolik, misalnya isu gereja, pelayanan, dan Ekaristi. Pernyataan-pernyataan ini sebelumnya telah dikukuhkan oleh Konferensi AS Komite Uskup-Uskup Katolik atas Hal-Hal Ekumenis dan Antar-Agama. … Federasi Dunia Vatikan dan Lutheran mengeluarkan dokumen bersama pada tahun 2013 yang berjudul ‘Dari Konflik hingga Persekutuan’ yang berfokus pada kemajuan yang dicapai oleh dialog Lutheran-Katolik dalam 50 tahun terakhir, bukan kepada ratusan tahun konflik.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

Ilmuwan Menemukan Burung Tidur dalam Penerbangan Jarak Jauh

(Berita Mingguan GITS 20 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Scientists have just seen birds sleep during flight for the first time ever,” ScienceAlert.com, 4 Agus. 2016: “Para ilmuwan telah dapat mengobservasi burung tertidur sementara sedang terbang untuk pertama kalinya – suatu kemampuan yang telah lama dicurigai tetapi belum pernah dibuktikan. … Penelitian baru tersebut menemukan hal yang diduga maupun hal yang tidak terduga. Dengan mengukur aktivitas otak dari frigatebird – sejenis burung laut yang dapat terbang berminggu-minggu lamanya di atas samudera untuk mencari ikan – para peneliti menunjukkan bahwa burung dapat mematikan aktivitas satu belahan otak mereka selama mereka terbang, seperti yang diduga selama ini. Tetapi mereka juga bisa mengistirahatkan kedua belahan otak mereka secara sekaligus – sesuatu yang tidak para ilmuwan duga dapat mereka lakukan sementara mereka terbang. Untuk menyingkapkan hal ini, sebuah tim dari Max Planck Institute for Ornithology di Jerman mengembangkan sebuah alat kecil yang dapat mengukur perubahan elektroencefalograf (EEG) di aktivitas otak burung. …mereka menempelkannya ke 15 burung frigatebird betina dewasa. Tim merekam aktivitas otak mereka selama 10 hari dan lebih dari 3000 km penerbangan, sementara sebuah alat GPS juga melacak posisi dan ketinggian burung-burung itu. …Lebih sering burung-burung itu mengistirahatkan satu belahan otak saja, dan hal ini sudah diduga oleh para peneliti. …Tetapi rekaman EEG juga memperlihatkan kedua belahan otak memasuki gelombang pelan yang khas untuk tidur pada saat yang sama, yang secara tidak terduga mengindikasikan bahwa burung dapat mempertahankan kendali aerodinamis bahkan ketika otak mereka sepenuhnya tidur.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment